27 Januari 2024 Pujabakti Sadhana Bodhisatwa Avalokitesvara di Seattle

27 Januari 2024 Pujabakti Sadhana Bodhisatwa Avalokitesvara di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Liputan Pandita Lokapalasraya Lianhua Yilei (蓮花一蕾助教)
dari Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (Xiyatu Leizangsi/西雅圖雷藏寺)

Hujan gerimis tak kunjung reda, walau angin dingin bertiup, tak memengaruhi kehangatan semangat semua untuk datang ke vihara cikal bakal untuk berpujabakti. Pada pukul 8 malam, hari Sabtu, tanggal 27 Januari 2024, dengan memancarkan kedamaian, Dharmaraja Liansheng melangkah memasuki baktisala, bersama semua melakukan mahanamaskara kepada Triratna Mandala, berpujabakti Sadhana Istadewata Bodhisatwa Avalokitesvara (Guanshiyin Pusa/觀世音菩薩).

Usai pujabakti, semua menyaksikan video singkat cetak Tata Ritual Satya Buddha Ratnaksama (Zhenfobaochan/真佛寶懺) yang diproduksi oleh True Buddha Vajrayana Association of R.O.C. Dharmaraja Liansheng membabarkan: Yang paling penting dalam Buddhadharma adalah supaya Anda memiliki kebijaksanaan agung untuk membedakan yang asli dan yang palsu, kita semua mengira ada satu pribadi diri, sesungguhnya ini adalah diri palsu, bagaimana dari kepalsuan ini dapat menemukan kesejatian? Inilah yang diajarkan oleh Buddha Sakyamuni dan para Arya sepanjang masa.

Bodhisatwa Avalokitesvara maha maitri dan maha karuna, menyeberangkan semua makhluk di mana pun berada. Sesungguhnya bahkan satu makhluk pun tidak ada yang diseberangkan, sebab tiap insan hanya bisa menyelamatkan diri sendiri, Buddha dan Bodhisatwa hanya mengajarkan metodenya kepada Anda. Mengapa tidak ada satu makhluk pun yang bisa diseberangkan? Sebab makhluk pada dasarnya palsu.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab

Siswa bertanya:
Menurut ilmu membangun nama, memasukkan marga ibu ke dalam nama anak dapat merugikan nasib dan peruntungan anak, apakah ini benar?

Dharmaraja Liansheng menjawab:
Mahaguru tidak mempelajari ilmu membangun nama, sehingga tidak tahu apakah benar hal tersebut merugikan, tetapi secara garis besar mengetahui ada satu jenis metode yang disebut ‘zongge’, yaitu menjumlahkan jumlah goresan dari aksara nama dan marga untuk memprediksikan untung dan buntung, memperhatikan makna aksara dan suara pelafalannya.

Siswa bertanya:
Menjalani bisnis barang antik, jika pelanggan membeli barang palsu, sehingga menghamburkan uang untuk barang palsu, apakah penjualnya akan terdampak daya karma buruk?

Dharmaraja Liansheng menjawab:
Jika penjualnya tidak mengenal barang antik tersebut, dan tanpa sengaja menjual barang palsu, maka tidak ada karma buruk. Jika ia tahu, tapi sengaja menjual barang palsu kepada pembeli, berarti ia telah melakukan penipuan, dan ini akan menghasilkan daya karma buruk.

◎ Dharmaraja Liansheng Mengulas Sutra Vimalakirti

Bagian 6: Varga Adbhuta

“Arya Vimalakirti mengatakan: ‘Wahai Sariputra, sarwa Buddha dan Bodhisatwa memiliki vimoksa yang disebut adbhuta. Jika Bodhisatwa menetap pada vimoksa tersebut. Tinggi dan luasnya Sumeru ada di dalam biji sesawi tanpa bertambah pun tanpa berkurang. Sebab atribut mula Raja Gunung Sumeru adalah Tathatva. Sarwa Dewata Catur Maharaja dan Trayastrimsa tidak sadar dan tidak tahu sudah masuk ke dalamnya. Hanya mereka yang telah pantas untuk diseberangkan baru bisa melihat Gunung Sumeru masuk ke dalam biji sesawi. Ini disebut pintu Dharma vimoksa adbhuta. Air empat samudra masuk ke dalam satu pori. Ikan, kura-kura, penyu dan semua satwa akuatik tidak menyadarinya. Sebab atribut mula dari maha samudra adalah Tathatva. Para naga, makhluk halus, asura, dan lainnya, tidak menyadari dan tidak mengetahui bahwa mereka telah masuk. Semua makhluk tersebut juga tidak mengetahuinya.”

“Dan lagi, wahai Sariputra, Bodhisatwa yang menetap pada vimoksa adbhuta, dapat mengambil tiga ribu maha ribu loka laksana perajin gerabah mengambil roda dengan telapak tangan kanannya, kemudian memutarnya dan melemparnya keluar sistem dunia yang banyaknya bagaikan butiran pasir Sungai Gangga. Semua makhluk di dalam loka tersebut tidak menyadari ke mana mereka dilempar. Kemudian dikembalikan ke posisi semula. Semua tidak membuat mereka menyadari telah terjadi pergerakan pergi dan kembali. Demikianlah atirbut mula Tathatva loka ini.”

“Dan lagi, wahai Sariputra, ada makhluk yang suka menteap di dunia dalam waktu lama, dan ia dapat dibimbing. Bodhisatwa membuat tujuh hari menjadi satu kalpa. Supaya para makhluk tersebut mengalami satu kalpa. Atau ada makhluk yang tidak suka menetap dalam waktu lama, tetapi ia dapat dibimbing. Maka Bodhisatwa dapat membuat satu kalpa menjadi tujuh hari. Supaya makhluk tersebut merasakan waktu hanya tujuh hari. Dan lagi Sariputra, Bodhisatwa yang menetap pada vimoksa adbhuta, berbagai keagungan semua Buddhaksetra dapat dihimpun di satu ksetra untuk diperlihatkan kepada makhluk di sana. Dan lagi, Bodhisatwa dapat menempatkan semua Buddhaksetra di atas telapak tangan kanan. Terbang ke sepuluh penjuru mempertunjukkan kepada semua, tanpa beranjak dari posisi semula. Dan lagi Sariputra, sarana puja dari sepuluh penjuru makhluk kepada Sarwa Buddha, Bodhisatwa dapat memperlihatkannya hanya dalam satu pori tubuh. Semua matahari dan rembulan, serta konstelasi di sepuluh penjuru loka, semua dapat diperlihatkan melalui satu pori tubuh.”

Pengulasan Dharmaraja Liansheng:

“Arya Vimalakirti mengatakan: ‘Wahai Sariputra, sarwa Buddha dan Bodhisatwa memiliki vimoksa yang disebut adbhuta.’”

Sarwa Buddha dan Bodhisatwa memiliki alam pembebasan yang luar biasa.

“Jika Bodhisatwa menetap pada vimoksa tersebut.”

Jika Bodhisatwa ini mencapai vimoksa yang luar biasa.

“Tinggi dan luasnya Sumeru ada di dalam biji sesawi tanpa bertambah pun tanpa berkurang.”

Dapat menempatkan Gunung Sumeru ke dalam biji sesawi (atau biji wijen sebagai contoh), Gunung Sumeru tidak akan menjadi kecil, dan biji wijen tidak akan menjadi besar.

“Sebab atribut mula Raja Gunung Sumeru adalah Tathatva. Sarwa Dewata Catur Maharaja dan Trayastrimsa tidak sadar dan tidak tahu sudah masuk ke dalamnya.”

Mengapa demikian? Sebab atribut mula dari Gunung Sumeru adalah Tathatva, demikian adanya. Sarwa Dewata di Surga Catur Maharaja dan Surga Trayastrimsa di Gunung Sumeru, mereka semua tidak menyadari sudah masuk ke dalam biji wijen.

“Hanya mereka yang telah pantas untuk diseberangkan baru bisa melihat Gunung Sumeru masuk ke dalam biji sesawi. Ini disebut pintu Dharma vimoksa adbhuta.”

Hanya ada dua jenis orang yang bisa melihat bahwa Gunung Sumeru telah masuk ke dalam biji wijen, satu adalah Buddha dan Bodhisatwa yang berada di alam vimoksa adbhuta, yang satu lagi adalah orang yang kelak akan merealisasi tingkat vimoksa adbhuta. Insan yang lain tidak akan bisa melihatnya, termasuk Raja Dewata Surga Catur Maharaja dan Surga Trayastrimsa.

Contohnya, di seluruh dunia ada sangat banyak orang yang bisa melihat Dharmakaya Mahaguru Lu, tetapi ada banyak orang yang tidak bisa. Sdri. Feng Suqing (馮素卿) dan sdri. Han Yu (寒雨) dari Taiwan, sdri. Kaili (愷莉) dan adiknya sdri. Jiaxin (家欣), serta dua orang teman dari sdr. Morgan (Cao Ruyi dan Eason), semua melihat Dharmakaya Mahaguru Lu.

“Air empat samudra masuk ke dalam satu pori.”

Air empat samudra bisa memasuki satu pori tubuh Buddha dan Bodhisatwa.

“Ikan, kura-kura, penyu dan semua satwa akuatik tidak menyadarinya.”

Ikan, kura-kura, penyu, dan satwa akuatik, semua tidak merasa bahwa mereka telah masuk ke dalam pori-pori.

“Sebab atribut mula dari maha samudra adalah Tathatva.”

Sebab atribut mula maha samudra adalah Tathatva, semula memang demikian, Dharmatta.

Ada orang yang melihat Mahaguru Lu setinggi Gunung Sumeru, ada pula yang melihat Mahaguru sekecil paku 3 inchi. (Sdri. Han Yu yang berada di lokasi pujabakti bersaksi bahwa ia melihat Dharmakaya Mahaguru bisa menjadi besar pun bisa menjadi kecil.)

“Para naga, makhluk halus, asura, dan lainnya, tidak menyadari dan tidak mengetahui bahwa mereka telah masuk.”

Bangsa naga, makhluk, halus, dan asura yang menetap di dalam empat maha samudra, mereka juga tidak merasakan bahwa mereka telah memasuki pori tubuh Bodhisatwa.

“Semua makhluk tersebut juga tidak mengetahuinya.”

Semua makhluk di dalam samudra, juga tidak merasakan bahwa mereka telah masuk ke dalam pori Bodhisatwa.

“Dan lagi, wahai Sariputra, Bodhisatwa yang menetap pada vimoksa adbhuta, dapat mengambil tiga ribu maha ribu loka laksana perajin gerabah mengambil roda dengan telapak tangan kanannya, kemudian memutarnya dan melemparnya keluar sistem dunia yang banyaknya bagaikan butiran pasir Sungai Gangga. Semua makhluk di dalam loka tersebut tidak menyadari ke mana mereka dilempar.”

Arya Vimalakirti memberitahu Sariputra: Bodhisatwa yang menetap dalam alam vimoksa adbhuta, sanggup membuat tiga ribu maha ribu loka menjadi sebuah roti, diletakkan di atas telapak tangan kanan, kemudian dilemparkan ke luar loka sebanyak butiran pasir Sungai Gangga. Dan semua makhluk yang berdiam dalam tiga ribu maha ribu loka, tidak merasakan bahwa mereka telah dilempar keluar.

Bumi ini berotasi, berputar bersama, tetapi kita manusia yang berdiam di permukaan bumi sama sekali tidak merasakan bumi ini sedang berputar.

“Kemudian dikembalikan ke posisi semula. Semua tidak membuat mereka menyadari telah terjadi pergerakan pergi dan kembali. Demikianlah atirbut mula Tathatva loka ini.”

Kemudian, Bodhisatwa mengembalikan tiga ribu maha ribu loka ke posisinya semula. Semua makhluk yang berdiam dalam tiga ribu maha ribu loka tidak mengetahui bahwa mereka telah pergi ke tempat yang sangat jauh, dan sekarang kembali lagi.

“Dan lagi, wahai Sariputra, ada makhluk yang suka menteap di dunia dalam waktu lama, dan ia dapat dibimbing.”

Sariputra, ada makhluk yang sangat ingin menetap di dunia saha.

“Bodhisatwa membuat tujuh hari menjadi satu kalpa. Supaya para makhluk tersebut mengalami satu kalpa.”

Bodhisatwa dapat membuat tujuh hari menjadi satu kalpa, waktu yang sangat lama, ribuan bahkan puluhan ribu tahun.

“Atau ada makhluk yang tidak suka menetap dalam waktu lama, tetapi ia dapat dibimbing. Maka Bodhisatwa dapat membuat satu kalpa menjadi tujuh hari. Supaya makhluk tersebut merasakan waktu hanya tujuh hari.”

Jika ada makhluk yang tidak suka menetap di dunia saha, Bodhisatwa juga dapat menjadikan ribuan bahkan puluhan ribu tahun menjadi tujuh hari.

“Dan lagi Sariputra, Bodhisatwa yang menetap pada vimoksa adbhuta, berbagai keagungan semua Buddhaksetra dapat dihimpun di satu ksetra untuk diperlihatkan kepada makhluk di sana.”

Dahulu, kala Buddha Amitabha hendak membangun Sukhavatiloka, Ia mengarungi Buddhaksetra, menghimpun semua inti sari ke dalam Sukhavatiloka. Beliau sanggup meletakkan Sukhavatiloka ke atas telapak tangan untuk diperlihatkan kepada insan, sama halnya, Bodhisatwa vimoksa adbhuta juga dapat melakukannya.

“Dan lagi, Bodhisatwa dapat menempatkan semua Buddhaksetra di atas telapak tangan kanan.”

Bodhisatwa dapat meletakkan seantero Sukhavatiloka ke atas telapak tangan kanan Beliau.

“Terbang ke sepuluh penjuru mempertunjukkan kepada semua, tanpa beranjak dari posisi semula.”

Terbang ke sepuluh penjuru untuk diperlihatkan kepada insan, tetapi semua makhluk tidak mengetahui bahwa ia telah dipindahkan ke tempat lain.

Seperti sdri. Xiaofen melihat di dalam lengan Mahaguru tersimpan Istana Naga.

“Dan lagi Sariputra, sarana puja dari sepuluh penjuru makhluk kepada Sarwa Buddha, Bodhisatwa dapat memperlihatkannya hanya dalam satu pori tubuh. Semua matahari dan rembulan, serta konstelasi di sepuluh penjuru loka, semua dapat diperlihatkan melalui satu pori tubuh.”

Artinya sama, berbagai sarana puja yang dipersembahkan oleh sepuluh penjuru makhluk kepada Sarwa Buddha, serta matahari, rembulan, dan konstelasi di sepuluh penjuru Buddhaksetra, dapat Anda saksikan dalam satu pori.

Tingkatan Bodhisatwa Pembebasan merupakan yang paling luar biasa di antara yang tak terbayangkan. Pujabakti pun berakhir di tengah suara tepuk tangan ungkapan syukur atas pembabaran Dharma nan unggul. Kita semua menantikan Upacara Homa esok hari, untuk lanjut mendengarkan pengulasan Sutra Vimalakirti dari Dharmaraja Liansheng.

------------------------

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 11:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 06:00 WIB

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

TBSNTV bahasa Mandarin:
https://www.youtube.com/c/真佛宗網路電視台tbsnTV

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool
#BodhisatwaAvalokitesvara
#SutraVimalakirti
Istadewata Pujabakti Minggu Depan #BodhisatwaKsitigarbha

2024真佛宗為世界祈福 高王經千遍迴向師尊