2 Juni 2024 Upacara Agung Homa Bodhisatwa Avalokitesvara Raja Agung di Rainbow Temple

2 Juni 2024 Upacara Agung Homa Bodhisatwa Avalokitesvara Raja Agung di Rainbow Temple
Liputan TBSN Lianhua Lihua (蓮花麗樺)

Pada tanggal 2 Juni 2024, Rainbow Temple (Caihong Leizangsi/彩虹雷藏寺), Seattle, Amerika Serikat, dengan tulus mengundang Mulacarya Dharmaraja Liansheng untuk memimpin Upacara Agung Homa Bodhisatwa Avalokitesvara Raja Agung (Gaowang Guanshiyin Pusa/高王觀世音菩薩). Usai homa, Dharmaraja Liansheng mengumumkan kepada semua bahwa minggu depan adalah Upacara Homa Vidyarajni Mahamayuri (Kongque Mingwang/孔雀明王).

Vidyarajni Mahamayuri merupakan perpaduan Tri Buddha, yaitu: Buddha Vairocana, Buddha Sakyamuni, dan Buddha Amitabha. Vidyarajni Mahamayuri memiliki daya yang luar biasa, mampu menyembuhkan penyakit, bahkan setelah menyerap racun, bulu merak akan semakin cemerlang. Dharmaraja mengungkapkan bahwa pada umumnya wujud Vidyaraja mirip dengan Vajra Mahabala, tetapi Vidyarajni Mahamayuri sangat lembut dan cantik, sebab Beliau berwujud perempuan.

Saat Dharmaraja membahas perihal Istadewata homa hari itu, Bodhisatwa Avalokitesvara Raja Agung, bahwa setiap hari wajib membaca Sutra Raja Agung. Dalam sutra ada Pangeran Dharma dari Sapta Buddha masa lampau: Buddha Vipasyin, Buddha Sikhin, Buddha Visvabhu, Buddha Krakucchanda, Buddha Kanakamuni, Buddha Kasyapa, dan Buddha Sakyamuni.

Membaca Sutra Raja Agung sangat baik, tiap orang membacanya, tiap orang memperoleh kontak batin. Dharmaraja mendapati bahwa urutan dalam Sutra Raja Agung ada tahapannya, urutannya selain selaras dengan bentuk, juga selaras dengan fungsi. Di antaranya mencakup Gunung Sejuk, di sana terdapat 1,000,000,000,000 Bodhisatwa. Gunung Sejuk adalah Gunung Wutai, merupakan Bodhimanda Bodhisatwa Manjusri. Dalam sutra juga ada gunung yang lain, yaitu Gunung Kukkutpada tempat Arya Mahakasyapa bertapa.

Sutra Raja Agung berisi nama Buddha, di antaranya juga ada Buddha Amitabha, dan titik berat ada pada: “Dapat melenyapkan duka kelahiran dan kematian, menyingkirkan segala racun yang mencelakakan.”, membaca Sutra Raja Agung dapat mengatasi duka kelahiran dan kematian. Dharmaraja juga mengungkapkan bahwa banyak insan yang tidak menyadari bahwa duka juga sangat menderita. Menurut yang dituturkan dalam Sutra, janin dalam rahim sudah dibungkus, laksana terikat, padahal sudah ada kesadaran. Jika membaca “Sutra Masuk Rahim yang Dibabarkan oleh Buddha”, atau “Ayur Weda”, kita akan mengetahui penderitaan kelahiran. Selain itu, Dharmaraja mengungkapkan, duka kematian bukan setelah kematian, melainkan saat-saat sebelum kematian. Sangat penting untuk menghindari duka kelahiran dan kematian. Jika tidak bisa menghindari duka kematian, proses jelang wafat bisa bermasalah. Jika saat meninggal dunia bisa menguasai diri, maka tidak akan ada lagi duka.

Para insan memanjatkan berbagai permohonan kepada Bodhisatwa Avalokitesvara Raja Agung, baik dalam hal ujian, keturunan, sumber daya, vasikarana, mengikis pelanggaran berat, karma penyakit, kelahiran di alam suci, dan lain sebagainya, semua sangat baik. Dharmaraja juga mengungkapkan peristiwa menarik saat mempersemayamkan Bodhisatwa di rumah, termasuk di antaranya sang cucu: Lu Yin yang sangat menyukai Vajra Mahabala.

◎ Sesi Interaksi Anda Bertanya Saya Menjawab

Pertanyaan siswa dari Malaysia:
Dalam karya tulis Dharmaraja Liansheng buku ke-206, artikel nomor 26: “Suara Mantra Memenuhi Angkasa”, saya menyatakan Mantra Padmakumara mengandung Mantra Vajra Mahabala, Mantra Bodhisatwa Suryaprabha, Mantra Marici, dan lain-lain.

Maha Cakra – Guru
Suryaprabha – Liansheng
Marici – Siddhi
Terlebih adalah kata “Siddhi”, berarti mencapai keberhasilan tujuh pahala:

1. Mengadhisthana keberhasilan danapati.
2. Mengadhisthana keberhasilan akar keyakinan.
3. Mengadhisthana keberhasilan sila moralitas.
4. Mengadhisthana keberhasilan keluhuran pengetahuan.
5. Mengadhisthana keberhasilan rupa objek.
6. Mengadhisthana keberhasilan rasa Dharma.
7. Mengadhisthana keberhasilan gandhaprabha.

Suara mantra saya ini, dapat mengadhisthana siswa arya, sekalipun mereka sedang menghadapi musibah apa pun, diri sendiri menjapa mantra, atau orang lain menjapa mantra untuknya, atau Mahaguru Lu menjapa mantra, semua mengandung daya tujuh maha adhisthana.

Saya beritahu Anda semua:
Asalkan menjapa mantra ini, hingga pengamalan mantra sempurna, pasti dapat terlahir di alam suci Mahapadminiloka.
Asalkan menjapa mantra ini, hingga pengamalan mantra sempurna, pasti memperoleh adhisthana maha Dharmabala, semua harapan yang baik dapat terkabul.
Asalkan menjapa mantra ini, hingga pengamalan mantra sempurna, pasti memperoleh perlindungan, menyingkirkan segala petaka.

1. Mohon petunjuk Buddha Guru, mengapa Mantra Hati Padmakumara juga mengandung Mantra Vajra Maha Cakra, Mantra Bodhisatwa Suryaprabha, dan Mantra Marici?

Dharmaraja Liansheng menjawab: Vajra Maha Cakra adalah wujud vajra dari Bodhisatwa Maitreya, semua Guru di dunia saha, membimbing dan menyeberangkan semua makhluk sama seperti Bodhisatwa Maitreya, Mantra Vajra Maha Cakra bermakna memutar Cakra Dharma, yang merupakan simbol dari Guru. Bodhisatwa Suryaprabha merepresentasikan anugerah terang bagi semua insan, dan Liansheng adalah menjelma dari padma. Padma merepresentasikan cahaya terang dalam agama Buddha, sama seperti cahaya Sang Surya. Bodhisatwa Marici adalah Buddha Kemenangan Perang, merepresentasikan kemenangan, sekaligus merupakan keberhasilan sempurna, ini selaras dengan Siddhi.

2. Mohon Buddha Guru mengupas makna dari tujuh jenis pahala keberhasilan ini: Danapati, akar keyakinan, sila moralitas, keluhuran pengetahuan, rupa objek, rasa Dharma, dan gandhaprabha.

Dharmaraja Liansheng menjawab:
Danapati melakukan persembahan, dengan sendirinya berpahala. Keyakinan merupakan induk dari pahala. Sila juga merupakan jasa kebajikan. Mendengar Buddhadharma juga berpahala, barang siapa yang sebenarnya memungkinkan untuk pergi mendengar Dharma, tetapi tidak datang untuk mendengar Dharma, berarti telah melanggar sila meremehkan. Ada pahala maka ada berkah, sehingga dapat memperoleh rupa objek dan rasa Dharma.

Gandhaprabha dicapai karena bhavana hingga nadi dan prana sekujur tubuh tembus dan lancar, dengan sendirinya memancarkan wangi. Dharmaraja mengungkapkan, tantrika mesti bisa menghasilkan cahaya, tiap pori tubuh memancarkan cahaya.

◎ Pengulasan Sutra Vimalakirti

Bagian 8, Varga Bodhimarga

Dharmaraja mengungkapkan bahwa orang yang belajar Buddha tidak sepatutnya menjadi sombong, sebab kesombongan adalah Mara. Terlebih adalah yang setelah mencapai pencerahan teori, kemudian justru menjadi sombong, ia akan mengira dirinya tidak perlu bimbingan Guru, bahkan tidak memerlukan Istadewata. Saat itu Bodhisatwa Adbhuta akan menjadi Mahanagna, menyingkirkan kesombongan tersebut, sehingga mereka berdiam dalam Pencerahan Sejati dari Anuttarasamyaksambodhi. Menghadapi insan yang memiliki rasa gentar, Bodhisatwa akan memberikan penghiburan, supaya ia tidak takut, kemudian membangkitkan Bodhicitta. Maha Bodhisatwa juga tampil meninggalkan lima macam hasrat, tampil menjadi Maha Bodhisatwa sebagai Maharesi yang memiliki lima abhijna, menggunakan abhijna untuk membimbing insan, supaya mereka menjaga sila, mengamalkan kesabaran, dan membangkitkan welas asih.

Maha Bodhisatwa juga bisa tampil sebagai asisten, memberikan bantuan kepada insan yang memerlukan bantuan. Sama seperti abdi dari Arya Vimalakirti, Dewi Penabur Bunga, Beliau juga merupakan seorang Maha Bodhisatwa. Mereka bisa memenuhi harapan tuannya, menuntunnya supaya bangkit Bodhicitta. Memberikan barang yang diperlukan insan, demi membimbingnya masuk jalan Buddha. Menggunakan berbagai macam upaya kausalya demi memenuhi keinginan tuannya, baru kemudian mengajarkan Buddhadharma kepadanya. Karya dari Maha Bodhisatwa tidak ada batasan, asalkan demi upaya kausalya, maka semua bisa dilakukan, tetapi pada akhirnya mesti bisa membimbing insan masuk ke dalam Buddhadharma. Karya Maha Bodhisatwa tanpa akhir, kebijaksanaannya tanpa batas, jumlah insan yang dibimbing juga tak terhitung banyaknya. Mereka yang telah mendengar Dharma ini, namun tidak membangkitkan Bodhicitta, berarti ia dungu, merupakan insan yang tidak punya kebijaksanaan.

Usai Dharmadesana, Dharmaraja Liansheng menyapa siswa yang berpartisipasi secara daring, kemudian dilanjutkan dengan sesi anugerah Abhiseka Sadhana Bodhisatwa Avalokitesvara Raja Agung kepada segenap siswa yang hadir langsung di lokasi. Upacara pun usai dengan sempurna.

------------------------
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

TBSNTV bahasa Mandarin:
https://www.youtube.com/c/真佛宗網路電視台tbsnTV

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool
#BodhisatwaAvalokitesvaraRajaAgung
Upacara minggu depan #VidyarajniMahamayuri
#SutraVimalakirti

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。