6 Desember 2025 Pujabakti Sadhana Istadewata Bodhisatwa Avalokitesvara di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple
Liputan Lian Yan (蓮妍)
Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺)
Pada tanggal 6 Desember 2025, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple menggelar Pujabakti Sadhana Istadevata Bodhisatwa Avalokitesvara (Guanshiyin Pusa/觀世音菩薩), Dharmaraja Lian Sheng membabarkan, akhir-akhir ini dunia didera berbagai bencana, seperti kebakaran besar di Wang Fuk Court di Hong Kong, dan banjir besar di berbagai wilayah, seperti di kotapraja Guangfu, Hualian, Taiwan, serta di Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Ada pula bencana angin dan gempa bumi, dan tentu saja Sheng-Yen Lu Foundation melakukan karya amal, tetapi kadang ada yang luput dari perhatian, oleh karena itu, saya ingin mengatakan, bagi segenap umat di dunia, jika di wilayah Anda terjadi bencana, gunakan dana yang hendak dipersembahkan kepada Mahaguru Lian Sheng, langsung donasikan kepada lembaga setempat yang bertanggung jawab menangani upaya pertolongan bencana, menggunakan nama siapa saja boleh, boleh juga menggunakan nama Mahaguru Lian Sheng atau nama tempat ibadah, kemudian cukup melaporkan tanda terimanya kepada saya. Kelak cukup demikian, dana yang hendak dipersembahkan kepada Mahaguru, tidak perlu dibawa untuk Mahaguru, langsung saja dipersembahkan kepada para penduduk terdampak bencana.
Dharmaraja Lian Sheng mengatakan, di mana pun terjadi bencana, ada korban jiwa, maka diri ini akan lakukan penyeberangan arwah, juga tidak perlu memberikan persembahan dana, diri ini sudah tentu melakukan penyeberangan bagi korban musibah. Jika Anda ingin memberi persembahan kepada Mahaguru Lian Sheng, langsung serahkan kepada lembaga yang menangani upaya pertolongan terdampak bencana, tiap negara seperti ini, di negara mana terjadi bencana, maka kita lakukan seperti ini.
◎ Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab
Siswa bertanya: Waktu Dana Amerta di wihara bersifat tetap, tetapi karena siswa sibuk bekerja, menyebabkan waktu Dana Amerta sering tidak tetap, mohon petunjuknya, apakah dalam kondisi ini sesuai untuk melanjutkan Dana Amerta?
Dharmaraja Lian Sheng menjawab: Boleh. “Tamu” Anda, semua akan menunggu di sana, ketika Anda sudah datang, mereka akan tahu. Saat Anda hendak mulai melakukan Dana Amerta, mereka juga tahu, oleh karena itu tidak apa-apa.
Siswa bertanya: Penyempurnaan papan arwah pada altar penyeberangan dengan menggunakan tongkat kuasa dalam ritual pertobatan, apa fungsi dan makna dari tongkat kuasa?
Dharmaraja Lian Sheng menjawab: Tidak ada yang tahu apa yang Anda maksud dengan tongkat kuasa, tulis yang lebih jelas, apa yang dimaksud dengan tongkat kuasa.
◎ Pengulasan Sutra Surangama
Buddha Sakyamuni telah membabarkan bahwa astadasadhatu adalah sunya, astadasadhatu antara lain: enam indra, enam objek indra, dan enam kesadaran, semuanya adalah sunya, semua tidak memiliki makna yang tetap.
“Pada saat itu, Ananda dan seluruh hadirin persamuhan, telah menerima ajaran subtil dan menakjubkan yang dibabarkan oleh Sang Buddha Tathagata, merasakan bahwa tubuh dan pikiran mereka kosong dan hampir tidak tampak ada. Mereka bebas dari segala kekhawatiran dan hambatan.”
Saat itu, Arya Ananda, beserta segenap Arya di Jetavana, mendengarkan pembabaran nan subtil dan luhur dari Buddha Sakyamuni, seketika merasa jiwa dan raga menjadi suci, tiada kekhawatiran dan hambatan apa pun, dengan kata lain, sanggup merelakan segala hal.
“Semua yang hadir dalam pertemuan itu menyadari bahwa pikiran mereka meliputi sepuluh penjuru dan bahwa mereka dapat melihat segala sesuatu di seluruh ruang angkasa di kesepuluh penjuru sejelas seseorang melihat sebuah objek seperti daun di telapak tangannya.”
Semua yang hadir mendengar Dharma mengetahuinya, Tathagatagarbha, Batin Sejati Terang nan Luhur memenuhi sepuluh penjuru, tiap tempat ada, tetapi sepuluh penjuru juga sunya, segalanya adalah sunya. Tathagatagarbha Batin Sejati Terang nan Luhur adalah sunya, memenuhi sepuluh penjuru, melihat sepuluh penjuru adalah sunya, sejelas melihat benda di telapak tangan sendiri.
“Mereka melihat bahwa segala sesuatu di segenap loka adalah batin yang menakjubkan, mendasar, tercerahkan, dan terang yang memahami, dan bahwa pikiran ini, murni, meliputi segala sesuatu, dan sempurna, mengandung sepuluh penjuru.”
Segala sesuatu di dunia saha, semua adalah Bodhi Batin Sejati Terang nan Luhur, sepuluh penjuru loka penuh dengan Batin Sejati Terang nan Luhur.
“Mereka melihat kembali tubuh mereka sendiri yang lahir dari orang tua mereka dan melihatnya seperti partikel debu kecil yang melayang ke mana-mana di udara, muncul dan lenyap, atau seperti gelembung-gelembung tunggal yang mengapung di lautan yang luas dan tenang, muncul dan kemudian menghilang tanpa jejak.”
Memandang kepada tubuh ini, yang dilahirkan oleh ayah dan bunda, tubuh jasmani kita ini, laksana butiran debu yang sangat kecil di sepuluh penjuru semesta, seolah eksis, seolah tidak eksis, bagaikan buih air di samudra, entah kapan menghilang dan kapan muncul lagi, sama sekali tidak kekal, di dunia saha ini segalanya tidak kekal.
“Mereka sepenuhnya memahami bahwa pikiran yang mendasar dan menakjubkan itu abadi dan tidak akan binasa.”
Kini sudah sepenuhnya memahami, hanya Batin Sejati Terang nan Luhur yang kekal, tidak akan binasa, tidak lahir pun tidak mati.
“Kemudian Ananda, setelah memahami apa yang sebelumnya tidak dipahaminya, beranjali, menghormati Buddha, melantunkan gatha pujian kepada Buddha:”
Semua bersama beranjali menghormati Buddha Sakyamuni, memahami bahwa astadasaloka adalah sunya, ini belum pernah ada, semua melantunkan gatha memuliakan Buddha Sakyamuni.
“Yang Maha Agung dan Maha Mulia, Maha Mengetahui, Arya Tak Tergoyahkan, Raja Surangama, yang paling langka di dunia, memadamkan pikiran-pikiran sesat dari kalpa yang tak terhitung di masa lalu, tak perlu menunggu waktu asamkhyeya kalpa untuk mencapai Dharmakaya.”
Memuji Buddha Sakyamuni yang menguasai ajaran Buddha, telah berbhavana hingga sepenuhnya tidak tergoyahkan, Buddha Sakyamuni adalah Maha Tinggi dan langka, membuat pikiran sesat sejak kalpa yang tak terhitung banyaknya, semua padam, tidak perlu melewati tiga asamkhyeya kalpa atau waktu yang tak terhingga panjangnya, dapat memperoleh Dharmakaya.
“Aku berikrar untuk mencapai pencerahan, dan sebagai Raja Mestika, Kembali untuk menyelamatkan makhluk-makhluk yang tak terhitung jumlahnya seperti pasir di Sungai Gangga. Tekad yang mendalam ini kupersembahkan ke berbagai alam. Dengan ini semoga aku dapat membalas budi jasa Buddha.”
Kini setelah mendengar Dharma yang dibabarkan oleh Buddha Sakyamuni, berharap dapat memperoleh kesempurnaan, menjadi seorang Raja yang sangat mulia, dan kelak masih akan kembali untuk menyeberangkan semua makhluk dunia saha, mempersembahkan Bodhicitta kepada semua makhluk dunia saha, dengan demikian membalas budi jasa Buddha Sakyamuni.
“Memohon Begawan untuk menjadi saksi, Aku berikrar untuk memasuki terlebih dahulu alam lima kekeruhan, Jika bahkan hanya satu makhluk pun belum menjadi Buddha, maka aku tidak akan memasuki Nirwana.”
Kini memohon Buddha Sakyamuni mengonfirmasi kami semua, kita tidak hanya cukup memperoleh Dharmakaya mencapai Kebuddhaan, kita juga perlu berikrar untuk kembali ke dunia saha menyeberangkan semua makhluk. Jika masih ada satu makhluk yang belum menjadi Buddha, kami tidak akan Parinirwana.
Ada tiga jenis upaya menyeberangkan makhluk, yang pertama adalah seorang raja, yaitu Aku terlebih dahulu menjadi Buddha, kemudian baru membabarkan Dharma kepada semua; Yang lain adalah cara bahtera, kita semua naik di atas bahtera yang sama, Aku adalah nakhoda, membawa semua bersama menjadi Buddha; Yang ketiga adalah cara gembala, yaitu Bodhisatwa Ksitigarbha, dombanya jalan di depan, Aku berjalan paling belakang, setelah semua domba kembali, barulah Aku akan menyusul.
“Dasa Maha Bala yang agung, Maha Maitri Karuna, lenyapkanlah keraguanku yang paling halus dan dengan segera membimbingku mencapai Anuttarabodhi, dan berdiam di Bodhimanda sepuluh penjuru loka."
Memuji Buddha Sakyamuni maha maitri karuna, memiliki sepuluh kekuatan agung, dan berharap supaya membantu membersihkan kami dari segala keraguan yang paling halus sekalipun, supaya kami lebih cepat mencapai Anuttarabodhi, sehingga di mana pun di sepuluh penjuru, berdiam di Bodhimanda untuk menyeberangkan semua makhluk.
“Sekalipun sunyata lenyap, bahkan tidak akan pernah menggoyahkan tekad kokoh seperti vajra ini.”
Sekalipun seluruh angkasa binasa, tekad Bodhi yang kokoh ini tidak akan tergoyahkan.
Sunyata adalah sifat angkasa, tekad vajra adalah batin yang kokoh.
Membaca Sutra Surangama, memahami Batin Sejati Terang nan Luhur yang dibabarkan oleh Buddha Sakyamuni, hati ini memuliakan metode Dharmaraja Lian Sheng dan segenap Buddha Bodhisatwa dalam membimbing semua makhluk, dan yang lebih menyentuh hati kita semua adalah, welas asih dan ketekunan Mahaguru Lu setiap hari melakukan Penyeberangan Ribuan Bahtera Dharma. Dharmaraja Lian Sheng berwelas asih kepada segenap makhluk yang tak terhingga, membimbing segenap siswa untuk mengulurkan bantuan kepada penduduk terdampak bencana, mengamalkan maha maitri maha karuna, ikrar agung, dan pengamalan agung, selamanya terukir dalam hati kami segenap siswa.
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate
Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊
Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB
Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw
Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature
Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org
Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng
TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia