20 Desember 2025 Pujabakti Sadhana Istadewata Bhagavati Cundi di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple
Liputan Xiao Fang (曉芳)
Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺)
Pada tanggal 20 Desember 2025, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple menyelenggarakan Pujabakti Sadhana Istadewata Bhagavati Cundi (Zhunti Fomu/準提佛母). Usai pujabakti, Dharmaraja Mahaguru Lu bersembah puja kepada Bhagavati Maha Cundi, memohon Bhagavati Cundi untuk menjemput segenap arwah terlahir di Buddhaksetra, mengadhisthana semua sehat sentosa, segala harapan terpenuhi, segala musibah menjadi manggala, Bodhicitta kukuh, mencapa keberhasilan sadhana, menyempurnakan santika, paustika, abhicaruka, dan vasikarana.
Usai pujabakti, semua bersama menyaksikan video yang dibuat oleh Tbboyeh (真佛般若藏), yang memperkenalkan karya tulis terbaru dari Mahaguru Lu, buku nomor 307 “Yōulíng guàitán” (幽靈怪談), serta mengumumkan bahwa buku baru akan segera terbit.
Mengenai buku terbaru “Yōulíng guàitán” (幽靈怪談) dan menanggapi video yang diputar, Mahaguru Lu mengungkapkan bahwa di dunia saha ini, tidak hanya ada lapisan materi yang kasat mata, ada pula para makhluk alam roh yang tidak berwujud. Di tiap rumah pasti ada mahluk yang tidak berwujud, sebagian besar adalah leluhur atau roh penunggu rumah. Asalkan tidak saling mengganggu, maka bisa hidup berdampingan dengan damai, bahkan roh yang tidak berwujud bisa melindungi Anda. Kecuali, jika dia adalah musuh Anda, datang untuk mengganggu Anda, yang demikian akan bermasalah, jika tidak, semua bisa berdampingan dengan sangat baik.
Mahaguru Lu menegaskan, jika sadhaka sanggup untuk tidak tamak, tidak membenci, dan tidak mengikuti kebodohan batin, jika sanggup berperilaku lurus dan terang, maka tidak akan ada yang ditakutinya. Anda tidak perlu takut akan makhluk halus, sebab, semakin Anda takut, mereka akan semakin suka mengganggu Anda. Buddha, Bodhisatwa, para Dewata dan Dharmapala, akan melindungi sadhaka.
◎ Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab
Siswa bertanya:
Sarana puja untuk Bhagavati Sitatapatra, apakah sama dengan sarana puja kepada Vajra Vidyaraja yang mengutamakan arak dan daging?
Dharmaraja Lian Sheng menjawab:
Sarana puja untuk Bhagavati Sitatapatra, mengacu pada sarana puja yang Anda sukai, tidak harus mempersembahkan arak dan daging. Bhagavati Sitatapatra bukan Istadewata Krodha dalam jajaran Seratus Istadewata. Pada umumnya, persembahan bagi Istadewata Santam, tidak memerlukan arak dan daging, sedangkan persembahan untuk Istadewata Krodha, memerlukan arak dan daging.
Siswa bertanya:
Bervisualisasi payung Bhagavati Sitatapatra menaungi rumah, apakah bisa mengubah fengsui rumah? Apakah bisa mengubah rumah yang tidak sesuai dengan arah medan magnet kehidupan kita menjadi rumah yang hidup, mengubah hawa buruk dan menampung berkah?
Dharmaraja Lian Sheng menjawab:
Fungsi utama Bhagavati Sitatapatra ada pada perlindungan dari serangan, dapat melindungi kediaman sadhaka, supaya gangguan dan hawa buruk dari luar tidak bisa masuk, bukan untuk mengubah fengsui atau mengubah arah medan magnet kehidupan. Ada fungsi untuk mentransformasikan hawa buruk, tetapi belum tentu bisa mengundang berkah, sebab titik berat ada pada perlindungan dan mencegah bencana.
Siswa bertanya:
Mahaguru Lu pernah membabarkan simabandhana menggunakan payung Sitatapatra, bahkan Dewa pun tidak akan bisa masuk, jika demikian, bagaimana cara mengundang Dewa Rezeki masuk rumah?
Dharmaraja Lian Sheng menjawab:
Simabandhana tergolong fungsi dari batin. Setelah melakukan Simabandhana Sitatapatra, makhluk halus pada umumnya tidak akan bisa masuk, kecuali Anda yang mengundang Dewa Rezeki untuk masuk, jika Anda melakukan pengundangan, maka Beliau akan mempersilakan Dewa Rezeki untuk masuk, siapa pun yang Anda undang untuk masuk, ia bisa masuk.
Siswa bertanya:
Apa atribut lima elemen dari Bhagavati Sitatapatra? Cocok untuk ditekuni oleh orang yang kekurangan elemen apa di antara lima elemen?
Dharmaraja Lian Sheng menjawab:
Buddha Sakyamuni tidak membabarkannya. Jika Anda ingin bertanya atribut arah elemen Bhagavati Sitatapatra, maka saya menjawab payung, sebab merupakan usnisa tertinggi dari Buddha Sakyamuni, dari situ Sitatapatra keluar, membuat simabandhana di surga Dewa Indra, sehingga asura tidak bisa masuk menyerang.
◎ Pengulasan Sutra Surangama
Buddha berkata: “Purna, engkau telah bertanya kepadaku mengapa gunung-gunung, sungai-sungai, dan segala sesuatu lainnya di bumi yang agung ini muncul dari Tathagatagarbha, yang pada dasarnya murni. Sekarang, bukankah engkau sering mendengar Sang Tathagata berbicara tentang pemahaman menakjubkan yang melekat pada pencerahan bawaan kita, pada pemahaman mendasar, terang nan menakjubkan?”
Buddha Sakyamuni mengatakan: “Purna, persis seperti yang Anda katakan, kondisi mula kesucian yang hakiki, pada dasarnya adalah bersih, tapi mengapa bisa menghasilkan gunung, sungai, dan dataran di bumi? Anda sering mendengar Tathagata membabarkan sifat Pencerahan Terang nan Luhur, Kesadaran Mula Terang nan Luhur.”
Purna menjawab: “Ya, Begawan, saya sering mendengar Sang Buddha menjelaskan hal ini.”
Purna menjawab: “Benar, saya sering mendengar Buddha Sakyamuni membabarkan sifat Pencerahan Terang nan Luhur, Kesadaran Mula Terang nan Luhur.”
Sang Buddha berkata, “Ketika kita berbicara tentang pemahaman yang menjadi ciri pencerahan, apakah yang kita maksud adalah pemahaman yang melekat pada sifat pencerahan bawaan kita? Atau apakah pencerahan bawaan kita kekurangan pemahaman sampai kita memperolehnya ketika pencerahan direalisasikan?”
Purna berkata, “Pencerahan hakiki hanya ditandai dengan pemahaman ketika pemahaman itu ditambahkan padanya.”
Sang Buddha berkata, “Anggaplah, seperti yang Anda katakan, bahwa agar pencerahan bawaan kita ditandai dengan pemahaman, maka pemahaman itu harus ditambahkan kepadanya ketika pencerahan direalisasikan. Tetapi pencerahan yang ditambahkan pemahaman tidak dapat menjadi pencerahan sejati. Pencerahan seperti itu memang akan kekurangan pemahaman jika pemahaman tidak ditambahkan. Tetapi pencerahan yang kekurangan pemahaman tidak dapat menjadi pencerahan intrinsik sejati yang pada dasarnya murni dan dikaruniai pemahaman. Oleh karena itu, jika Anda berpikir bahwa pemahaman harus ditambahkan pada pencerahan bawaan Anda, Anda memalsukan pemahaman sejati, pencerahan sejati.”
“Artinya, tidak perlu ada tambahan apa pun pada pencerahan sejati, tetapi begitu pemahaman ditambahkan, pemahaman itu harus memahami sesuatu. Begitu kategori ‘sesuatu yang dipahami’ secara keliru ditetapkan dalam pikiran, kategori ‘yang memahami’ juga secara keliru ditetapkan. Pada awalnya, tidak ada kesamaan maupun perbedaan, tetapi kemudian apa yang dibedakan menjadi jelas dibedakan. Apa yang berbeda dari apa yang dibedakan dibedakan sebagai sesuatu yang seragam. Karena kategori apa yang dibedakan dan kategori apa yang seragam telah ditetapkan, kategori apa yang tidak seragam maupun tidak dibedakan selanjutnya ditetapkan.”
“Kekacauan akibat saling melengkapi ini menimbulkan ketegangan mental, dan seiring dengan berkepanjangannya ketegangan mental, mulai muncul upaya untuk meraih objek-objek pikiran. Ketegangan mental dan upaya meraih objek-objek tersebut bersama-sama menciptakan kekeruhan pikiran, yang darinya timbul penderitaan. Gerakan menjadi dunia objek-objek yang dipersepsikan, dan keheningan dibedakan sebagai ruang. Selain ruang, yang tidak terdiferensiasi, dan dunia, yang terdiferensiasi, terdapat fenomena-fenomena terkondisi yang tidak terdiferensiasi dan tidak sama.”
Yang dibahas di akhir: “Selain ruang, yang tidak terdiferensiasi, dan dunia, yang terdiferensiasi, terdapat fenomena-fenomena terkondisi yang tidak terdiferensiasi dan tidak sama.” Beberapa kata ini sangat penting, dengan menyimak bagian ini, maka Anda akan paham apa yang dibahas di bagian depan.
Pada dasarnya, dunia dan angkasa (ruang) tidak sama, sebab angkasa sepenuhnya kosong, sedangkan dunia adalah keberadaan, tetapi kosong berarti ada, ada juga berarti kosong, dengan kata lain, tiada berbeda.
Kesadaran Pencerahan adalah pencerahan yang terang. “Jika ketidakterangan tersebut, disebut yang mencerahi”, jika tidak ada terang, apakah Anda bisa merasakan? “Maka tiada yang diterangi.” Tidak ada lagi terang apa pun. “Jika tiada terang, maka tiada kesadaran terang.” Karena tiada terang, maka tiada kesadaran terang. “Ada yang bukan disadari”, ini menjadi bukan disadari, tidak ada rasa. “Tiada apa yang bukan terang”, terang bukan hanya ada di suatu tempat.
“Kegelapan dan yang bukan kesadaran sifat terang nan mendalam” apa yang disebut kegelapan? Dalam Sutra Hati disebut: “Tiada avidya, pun tiada akhir dari avidya.”, di sini lah letak kebenaran, sesungguhnya tiada avidya.
Semua insan punya kegelapan batin, bagaimana mungkin tiada avidya? Tetapi, sesungguhnya, manusia hidup di dunia ini, sepertinya ada, tetapi di alam semesta ini, manusia juga sama dengan tiada, demikianlah semestinya Anda berpikir. Buddha Sakyamuni membabarkan: “Tiada atribut anatman, tiada atribut pribadi, tiada atribut makhluk, tiada atribut jangka waktu kehidupan.”, karena anatman, tiada pribadi, tiada makhluk, tiada jangka waktu kehidupan, mana ada avidya? Sehingga tiada avidya.
Di akhir, Buddha mengatakan: “Dikarenakan membangkitkan klesa objek kesadaran, sehingga menjadikan dunia, dan keheningan menjadi angkasa”, semua debu klesa adalah dunia, dunia adalah debu klesa. Namun, saat Anda sangat damai, angkasa sangat damai, tiada suatu apa pun, semua adalah angkasa yang sama.
Dunia dan angkasa tidak sama, pun tidak berbeda. Sutra Hati mengatakan: “Rupa adalah sunya, sunya adalah rupa, rupa tiada berbeda dengan sunya, sunya tiada berbeda dengan rupa.” Demikianlah kebenaran. Anda kira kita punya avidya, tetapi karena tiada insan, mana mungkin ada avidya? Avidya juga angkasa, insan juga angkasa, seluruh dunia adalah angkasa, pada akhirnya semua tiada!
Dalam Sutra disebutkan, bagaimana Batin Sejati Terang nan Luhur atau Tathagatagarbha, tiba-tiba menghasilkan gunung, sungai, dan dataran? Pada mulanya semua itu kosong, dunia ini pada dasarnya, membentuk gunung, sungai, dan daratan, tapi kelak akan sirna, oleh karena itu, meskipun kelihatanya berbeda, sejatinya sama, inilah tidak sama pun tidak berbeda.
Dharmaraja Lian Sheng menunjukkan, ketika pikiran tenang, pembedaan telah berhenti, kembali pada kondisi angkasa. Dunia ini tampak melalui klesa dan objek kesadaran, angkasa hening dan tanpa atribut. Dunia dan angkasa tampaknya berbeda, namun sesungguhnya tidak sama pun tidak berbeda.
Sarwa Dharma merupakan sirkulasi pembentukan, terbentuk, pelapukan, dan sunya, tidak peduli jaya atau runtuhnya suatu negara, perubahan sejarah, atau keuntungan-kerugian-keberhasilan-kegagalan dalam kehidupan pribadi, pada akhirnya akan buyar dan sirna. Jika bisa mencerahi kebenaran ini, Anda akan memahami bahwa avidya bukan benar-benar ada, melainkan merupakan khalayan karena delusi.
Ketika insan telah jelas melihat dunia pada hakikatnya sunya, memahami segalanya akan kembali pada tiada suatu yang diperoleh, tidak akan lagi terikat oleh klesa dan kemelekatan, kembali pada sifat pencerahan nan murni, ini adalah esensi bhavana yang diajarkan oleh Sutra Surangama.
Usai Dharmadesana, Dharmaraja Lian Sheng berwelas asih mengadhisthana segenap siswa di lokasi dan siswa yang berpartisipasi secara daring.
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate
Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊
Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB
Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw
Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature
Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org
Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng
TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia