27 Desember 2025 Pujabakti Sadhana Istadewata Jambhala Kuning di Seattle

27 Desember 2025 Pujabakti Sadhana Istadewata Jambhala Kuning di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺)
Liputan oleh : Biksuni Lian En (蓮嗯法師)

Pada tanggal 27 Desember 2025 pukul delapan malam, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple di Amerika Serikat mengadakan pujabakti Sadhana Istadewata Jambhala Kuning, dengan tulus mengundang Mulacarya Dharmaraja Lian Sheng untuk memimpin. Hari Natal baru saja berlalu, namun suasana perayaan masih menyelimuti seluruh wihara cikal bakal. Lampu-lampu hias yang indah di depan wihara tampak berkilauan terang. Banyak umat dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Seattle, bersama Mahaguru Lu dan Gurudara merayakan Natal, serta bersama-sama mengikuti kegiatan pujabakti malam.

Setelah pujabakti selesai dengan sempurna, seluruh hadirin bersama-sama menyaksikan film buku baru berjudul “Youling Guaitan” (幽靈怪談), yang diproduksi oleh Tbboyeh (真佛般若藏).

Mahaguru Lu menjelaskan bahwa hantu takut kepada lima jenis manusia:
1. Hantu takut kepada orang yang sangat garang, karena orang tersebut memiliki aura kekerasan sehingga hantu tidak berani mendekat.
2. Hantu takut kepada dukun atau pakar ilmu gaib, karena mereka menguasai ilmu gaib dan menggambar fu; misalnya menuliskan perintah gaib dan menempelkannya di pintu, maka hantu tidak berani masuk.
3. Hantu takut kepada dewata, karena dewata memiliki kekuatan pengawasan dan dapat menangkap hantu.
4. Hantu takut kepada orang yang memiliki keberuntungan, karena di sekeliling orang tersebut ada dewata keberuntungan sehingga hantu tidak dapat mendekat.
5. Hantu takut kepada orang yang bermoral, karena orang tersebut memiliki energi lurus sehingga hantu tidak berani menindasnya.

Dharmaraja Lian Sheng melanjutkan, namun, orang yang paling garang sekalipun suatu hari akan jatuh sakit dan menjadi lemah; pada saat itu hantu akan datang mengganggunya. Pakar ilmu gaib yang mantranya tidak manjur atau yang tidak memiliki pencapaian sejati tentu juga tidak ditakuti hantu. Hantu yang tidak berbuat jahat tidak takut kepada dewata untuk ditangkap. Orang yang memiliki keberuntungan, ketika keberuntungannya habis, dewata keberuntungan pun pergi, dan hantu dapat mengganggu.

Karena itu, hanya satu jenis manusia yang selalu ditakuti hantu, yaitu orang yang bermoral. Apa pun yang ia lakukan selalu lurus, tidak menyimpang, penuh energi kebenaran, dan merupakan pribadi yang berbudi luhur.

Mahaguru Lu juga memberitahukan kepada hadirin bahwa karena di rumah beliau dipuja banyak Dharmapala Vajra, jumlah hantu di rumahnya telah sangat berkurang. Beliau sendiri tidak takut kepada hantu, bahkan kadang menyapa mereka dengan berkata, “Halo semuanya!” Hantu yang dapat memasuki rumah Mahaguru Lu adalah hantu kebajikan.

Hantu ada yang baik dan ada yang jahat, sama seperti manusia yang memiliki kebaikan dan keburukan. Setiap keluarga memiliki hantu leluhur, terlepas dari apakah mereka melakukan pemujaan leluhur atau tidak. Dalam Buddhisme, yang disebut tubuh alam antara (antarabhava) atau roh, semuanya merujuk pada hantu. Hantu membalas dendam atas dendam, membalas kebencian atas kebencian, namun terhadap kebaikan pun mereka akan membalas kebaikan. Semua ini sejatinya tidak berbeda dengan manusia.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab

Siswa bertanya:
Apakah Tara Vadipramardini dan Bhagavati Usnisavijaya dapat dijadikan Dharmapala? Pada sisi kiri Bhagavati Usnisavijaya terdapat perwujudan krodha berwarna biru, yaitu Bodhisatwa Vajrapani, dengan Gelar Tantra “Vajra Pengusir Mara”. Tara Vadipramardini juga berwujud krodha, rambut terikat ke atas, duduk di dalam api krodha.

Mahaguru Lu menjawab:
Tara Vadipramardini sendiri memang merupakan perwujudan krodha, tentu saja dapat dijadikan Dharmapala. Bhagavati Usnisavijaya memiliki salah satu perwujudan krodha sebagai Bodhisatwa Vajrapani, sehingga Beliau juga dapat dijadikan Dharmapala.

◎ Pengulasan Sutra Surangama

“Lebih lanjut, Purna, engkau harus mengetahui bahwa pemahaman keliru para makhluk semata-mata disebabkan oleh kesalahan menambahkan pemahaman pada pencerahan bawaan. Akibat yang tak terelakkan adalah terbentuknya, melalui kekeliruan, kategori ‘sesuatu yang dipahami’ dan ‘yang memahami’. Oleh karena itu, indera pendengaran hanya menyadari suara, dan indera penglihatan terbatas pada objek yang terlihat. Keenam objek yang dipersepsi melalui kekeliruan, yaitu bentuk, suara, bau, rasa, sentuhan, dan objek batin, masing-masing ditempatkan dalam kategori terpisah, sehingga menghasilkan pembagian menjadi melihat, mendengar, mencium, mengecap, menyadari sentuhan, dan kognisi.”

Buddha Sakyamuni menjelaskan kepada Purna, bahwa setelah dunia ini terbentuk, muncullah semua makhluk. Semua makhluk tidak hanya manusia, tetapi juga mencakup kelahiran dari rahim, telur, kelembapan, dan transformasi. Mengapa demikian? Karena terbentuknya enam kekeliruan, yaitu: rupa, suara, bau, rasa, sentuhan, dan dharma, serta mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan batin. Inilah yang disebut melihat, mendengar, merasakan, dan mengetahui, yaitu enam indera dan enam kesadaran yang dipicu oleh enam objek, yang semuanya muncul dari pikiran delusif.

“Sebagian makhluk terlahir karena terikat oleh karma bersama; sebagian lain terlahir karena persatuan, atau karena perpisahan. Sebuah titik cahaya tampak muncul. Ketika cahaya itu terlihat jelas, pikiran delusif pun muncul: kebencian timbul terhadap pandangan yang tidak selaras, dan cinta muncul terhadap pemikiran yang sejalan. Pikiran cinta mengalir menuju sel telur yang telah dibuahi, lalu tertarik masuk ke dalam rahim. Dengan demikian, hubungan intim orang tua menarik makhluk yang memiliki karma bersama. Karena sebab dan kondisi inilah, janin berkembang melalui tahap kalala, tahap arbuda, dan tahap-tahap selanjutnya.”

“Ketika cahaya dan bentuk tampak, penglihatan yang terang melahirkan pikiran. Pandangan yang berbeda melahirkan kebencian, pikiran yang sejalan melahirkan cinta. Aliran cinta menjadi benih, pikiran diterima sebagai janin. Hubungan intim menimbulkan kelahiran, menarik karma yang sama. Oleh sebab itu, karena sebab dan kondisi, terjadilah kelahiran pada tahap kalala, arbuda, dan seterusnya.”

Ini menjelaskan penyebab eksistensi semua makhluk. Karena satu pikiran ketidaktahuan, satu pikiran delusif pun muncul. Seperti magnet yang bisa saling menarik atau menolak: tarik-menarik menjadi cinta, tolak-menolak menjadi kebencian. Hal ini terjadi karena mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan batin muncul dari ketidaktahuan. Jika pandangan berbeda, muncullah kebencian; jika terasa selaras, muncullah cinta. Maka terjadilah “aliran cinta menjadi benih, penerimaan pikiran menjadi janin, hubungan intim menarik karma yang sama”.

“Kelahiran dari rahim, kelahiran dari telur, kelahiran dari kelembapan, dan kelahiran melalui transformasi muncul sebagai tanggapan atas kondisi-kondisi ini: kelahiran dari telur muncul dari aktivitas batin; kelahiran dari rahim muncul karena emosi; kelahiran dari kelembapan terjadi karena persatuan; dan kelahiran melalui transformasi disebabkan oleh perpisahan.”

Mengapa ada pembagian menjadi kelahiran dari telur, rahim, kelembapan, dan transformasi? Karena pikiran yang melekat dari tubuh antar-kelahiran. Terlalu banyak khayalan menjadi kelahiran dari telur. Kelahiran dari rahim terjadi karena adanya perasaan dan emosi. Biasanya, tubuh bardo melihat hubungan intim pria dan wanita; jika ia menyukai wanita, ia lahir sebagai janin laki-laki, jika menyukai pria, ia lahir sebagai janin perempuan.

Kelahiran dari kelembapan terjadi karena kesukaan terhadap air atau tempat lembap, sehingga menjadi makhluk yang tumbuh di air. Kelahiran melalui transformasi terjadi ketika menyukai yang baru dan meninggalkan yang lama.

“Karena emosi, aktivitas batin, persatuan, dan perpisahan, makhluk dapat berpindah dari satu bentuk kelahiran ke bentuk lainnya. Mereka naik atau jatuh sepenuhnya sesuai dengan karma mereka. Inilah sebab dan kondisi kelangsungan semua makhluk.”

Semua makhluk terus bertransformasi melalui sebab dan kondisi ini. Kakek-nenek, orang tua, anak, cucu, semuanya terus berputar. Yang memiliki jodoh karma berkumpul, yang tidak memiliki jodoh karma berpisah. Pandangan yang sama saling mendekat, pandangan yang berbeda saling menolak. Inilah sebab dan kondisi terbentuknya semua makhluk, dan roda kelahiran pun terus berputar tanpa henti.

Setelah Dharmadesana yang sangat berharga dan mendalam, Dharmaraja Lian Sheng mengadhisthana Air Maha Karuna Dharani, serta melakukan abhiseka pratima Buddha. Selanjutnya, Dharmaraja Lian Sheng menggunakan vyajanacamara untuk mengadhisthana seluruh hadirin.

Seattle telah memasuki musim dingin, dengan malam yang sangat dingin. Buddha Guru dengan penuh kehangatan mengingatkan para siswa agar berhati-hati saat berkendara pulang, merupakan rasa perhatian dan kasih kepada para siswa, yang mengalir secara alami dari batin welas asih Sang Guru.

---------------------------------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

全球真佛宗眾上師、教授師、法師、講師、助教暨全球弟子,萬眾一心,持誦 瑤池金母心咒,同心祈願 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。