3 Januari 2026 Pujabakti Sadhana Istadewata Guru Padmasambhava di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple
Liputan Yi Fen (蓮花衣芬)
Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺)
Di tahun yang baru, pada hari Sabtu, 3 Januari, jam 8 malam, di dalam baktisala Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, Amerika Serikat, Dharmaraja Lian Sheng memandu keempat kelompok siswa dari berbagai penjuru dunia, bersama berpujabakti Sadhana Istadewata Guru Padmasambhava (Lianhuashengdashi/蓮華生大士), serta melanjutkan pengulasan Sutra Surangama.
Dharmaraja Lian Sheng membabarkan, sejak hari Senin, saya mengalami hipersomnia selama sekitar satu minggu, karena infeksi virus, banyak hal yang tidak bisa dilsayakan, seperti konsultasi, mengadhistana surat-surat, bersadhana, melukis, menulis, dan selama satu minggu tidak datang ke wihara.
Hidup ini sangat banyak penderitaan, derita sakit adalah salah satu yang paling besar. Saat beberapa hari mengalami hypersomnia, saya tidak kunjung menemukan jalan pulang, yang saya jumpai, tidak ada yang saya kenal, kemudian suatu hari, saya sampai di alam asura. Orang di sana mengatakan, dalam bhavana, begitu salah langkah, bisa terjerumus ke alam asura. Di sana adalah alam makhluk aneh, mereka juga adalah sadhaka, di sana saya melihat siswa Zhenfo Zong, ada pula Acarya.
Di sana, para lelaki seperti perampok dan bandit; yang mereka makan adalah lima organ tubuh manusia, tangan, dan kaki. Seluruh pegunungan dan lembah dipenuhi tangan dan kaki manusia. Di alam asura juga ada beberapa kuil, tetapi yang disembah semuanya aneh, pada dasarnya setara dengan Raja Mara.
Saya bertemu dengan seorang asuri yang sangat cantik. Ia berkata, “Tinggallah di sini, di sini ada kehidupan terbaik, Anda bisa menjadi seorang raja.” Saya tidak mau, tetapi ia terus memaksa untuk tinggal. Lalu saya bertanding kekuatan gaib dengannya; kami berdua melayang di angkasa dan saling berhadapan. Di tengah peristiwa itu, saya telah menahan beberapa makhluk siluman yang mendekat.
Saya berkata, “Ini adalah alam asura; seorang sadhaka seharusnya tidak seperti ini.”
Asuri itu berkata, “Anda bilang Anda adalah seorang sadhaka, apakah Anda tahu kesalahan apa yang telah Anda perbuat?”
Saya merenung sejenak. Dalam hidup ini saya memang telah melakukan banyak kesalahan. Maka saya terus berkata kepada Mahadewi Yaochi dan Buddha Amitabha, “Saya sungguh menyesal.” Saya terus bertobat, bertobat atas perbuatan karena dorongan nafsu dan tabiat.
Alam para dewa, alam manusia, dan alam asura termasuk dalam tiga alam kebajikan, tetapi asura pada akhirnya tetap menyimpang. Dalam mimpi, saya melafalkan Sutra Raja Agung, melafal Mahadewi Yaochi, melafalkan Buddha Amitabha, dan melafal nama agung para makhluk suci. Semua harus mengingat Istadewata masing-masing. Ketika Anda tidak dapat menemukan jalan pulang, jika Istadewata menampakkan diri, Ia akan datang menyelamatkan dan menuntun Anda.
Dalam Sutra Surangama disebutkan bahwa seorang sadhaka harus berlatih hingga benar-benar tidak memiliki tabiat batin dan nafsu. Karena itu, nafsu harus dikurangi, kebiasaan buruk harus diputus, dan sungguh-sungguh menjadi pribadi yang memiliki moralitas agung. Kali ini saya mengalami hipersomnia selama tujuh hari; pelajaran yang kudapat adalah: walaupun seseorang memiliki kekuatan spiritual yang besar dan tingkat bhavana yang tinggi, jika nafsu belum diputus, penderitaan tetap akan dialami.
◎ Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab
Seorang siswa bertanya:
“Tahun 2026 adalah tahun Bingwu, kuda api; unsur api sangat kuat, kuda berlari kencang, perubahan terjadi dengan cepat. Tahun ini seharusnya sikap batin kita menyerbu ke depan, atau justru mantap dan stabil? Bagaimana seorang sadhaka mengubah daya dorong kuda api menjadi keberuntungan sejati, pencapaian, dan kestabilan jangka panjang, bukan menjadi sikap tergesa-gesa dan pengurasan batin?”
Dharmaraja Lian Sheng menjawab:
Tahun 2026 adalah tahun dengan perubahan yang sangat cepat. Peristiwa besar negara maupun urusan kecil pribadi akan berubah dengan cepat. Hidup manusia tidak lebih dari hidup dan mati; karier tidak lebih dari miskin dan kaya; cinta tidak lebih dari berkumpul dan berpisah; sedangkan nama dan ketenaran pada dasarnya hanyalah kehampaan. Kehidupan pun tidak lebih dari siklus kebahagiaan dan penderitaan.
“Bhavana harus stabil. Sebab jika meleset sedikit saja, kamu akan berada dalam kesesatan tanpa menyadarinya. Dalam Sutra Surangama disebutkan tentang arah: jika arahmu salah, semakin Anda menyerbu ke depan, semakin jauh menyimpang. Selisih sedikit bisa berakibat meleset ribuan mil; Anda akan kehilangan jalan pulang.”
◎ Pengulasan Sutra Surangama
“Purna, ketiga pengulangan yang menyimpang ini pada akhirnya berasal dari penambahan pemahaman pada pencerahan bawaan. Dari pemahaman tambahan ini, muncul pemahaman yang salah. Dari situ, kesadaran yang keliru menciptakan gunung-gunung, sungai-sungai, dan semua fenomena terkondisi lainnya di dunia ini. Karena kesadaran ilusi itu, kita mengalami dunia sebagai pola yang terus berubah, yang terus-menerus muncul dalam kesadaran kita dan kemudian menghilang.”
Buddha Sakyamuni memberitahu Arya Purna, tiga tabiat batin tersebut menyebabkan kesinambungan pembunuhan, pencurian, berahi dan pikiran salah, sehingga tercipta dunia saha, para insan, dan berbagai macam tabiat batin. Semula adalah Bodhi terang Tathagata, tetapi karena sedikit saja pikiran keliru, timbul pandangan keliru, sehingga ada gunung, sungai, dan dataran, serta tamak, benci, kebodohan, pembunuhan, pencurian, dan berahi, terus saling bersirkulasi, sehingga alam ilusi ini terus timbul dan tenggelam.
Purna kemudian bertanya, “Jika pencerahan kita yang luhur pada dasarnya luhur, terjaga, dan diberkahi dengan pemahaman yang terang, dan jika pikiran Tathagata tidak bertambah atau berkurang, lalu bagaimana mungkin semua makhluk dan semua fenomena terkondisi, gunung-gunung, sungai-sungai, dan segala sesuatu lainnya di bumi, tiba-tiba muncul tanpa alasan? Juga, sekarang setelah Sang Tathagata menyadari sunya dan pemahaman yang menakjubkan, akankah gunung-gunung, sungai-sungai, dan semua fenomena terkondisi lainnya di bumi ini, serta kebiasaan dan aliran makhluk, akan muncul lagi untuknya?”
Purna memberitahu Buddha Sakyamuni, Tathagata telah merealisasikan Kesadaran Mula Terang nan Luhur, dan mengetahui bahwa Hati Tathagata pada dasarnya tidak bertambah dan tidak berkurang, tetapi mendadak, menghasilkan berbagai fenomena seperti gunung, sungai, dan dataran. Tathagata telah merealisasikan Kesadaran Terang Sunya nan Luhur, mengapa muncul gunung, sungai, dataran dan tabiat tiris, mengapa menghasilkan lagi?
Sang Buddha berkata kepada Purna, “Pertimbangkan analogi seseorang yang tersesat di sebuah desa dan bingung tentang arah utara dan selatan. Apakah ia salah arah karena kebingungan, atau karena pemahaman?”
Buddha Sakyamuni memberitahu Purna, sama seperti seseorang yang tiba di suatu desa, ia tersesat, ia mengira selatan sebagai utara, utara dikira selatan, timur dikira barat, barat dikira timur. Tersesat, bukan berarti pada dasarnya Anda memiliki ketersesatan ini, melainkan mendadak ada. Apakah karena tersesat sehingga sesat? Atau karena pencerahan sehingga ada yang tersesat?
Purna menjawab, “Ia tersesat bukan karena kebingungan atau karena pemahaman. Kebingungan tidak memiliki dasar dalam kenyataan, jadi bagaimana mungkin itu menjadi penyebab ia tersesat? Adapun pemahaman, bagaimana mungkin itu menjadi penyebab tersesat?”
Purna mengatakan, orang yang tersesat, bukan karena bingung, bukan pula karena sadar, kebingungan tidak berakar, pencerahan tidak akan menghasilkan kebingungan, kebingungan juga tidak akan menghasilkan pencerahan, sehingga wajib ada orang yang membimbing Anda.
Sang Buddha berkata, “Misalkan orang yang bingung dan tersesat di desa itu tiba-tiba bertemu seseorang yang tahu arah mana yang benar dan menunjukkan jalan kepadanya sehingga ia mengerti. Bagaimana menurutmu, Purna? Ia tersesat di desa, tetapi apakah sekarang ia akan tersesat lagi?
Buddha Sakyamuni mengatakan, orang yang tersesat, di saat dia tersesat, mendadak ada orang memberitahunya: “Anda salah jalan, Anda mesti mulai lagi dari awal.” Purna, bagaimana pendapat Anda? Saat ini orang itu tersesat, tersesat di dalam des aitu, setelah ada orang yang membimbingnya, apakah ia masih tersesat?
“Tidak, Begawan.”
Purna menjawab: “Tidak, saat itu dia sudah tahu dengan jelas.”
“Hal yang sama berlaku, Purna, untuk Tathagata di seluruh sepuluh penjuru. Kebingungan tidak memiliki dasar dalam kenyataan. Pada hakikatnya, ia pada akhirnya kosong. Tidak pernah ada sesuatu yang nyata tentang kebingungan; hanya tampak seolah-olah ada kebingungan dan pemahaman.” Begitu seseorang terbangun dari kebingungannya, kebingungan itu akan lenyap, dan dari kebangkitan itu, tidak akan ada kebingungan yang dapat muncul lagi.”
Buddha Sakyamuni mengatakan, demikian pula dengan sepuluh penjuru Tathagata. Kebingungan pada dasarnya tidak berakar, kebingungan juga adalah sunya, pada dasarnya tidak ada kebingungan, tetapi sepertinya ada kebingungan. “Menyadari kebingungan, kebingungan pun lenyap”, mendadak Anda tercerahkan, maka kebingungan pun lenyap. “Pencerahan tidak menghasilkan kebingungan”, setelah Anda tercerahkan, tidak akan bingung lagi.
Karma sakit kali ini sungguh meninggalkan kesan sangat mendalam. Dalam mimpi, asuri itu memberitahu saya: “Apakah Anda kira semua yang Anda lakukan seumur hidup ini adalah benar?” Kalimat ini menggugah saya, merenungkan yang dulu telah dilakukan, ada beberapa hal yang sungguh tidak tepat, dan mesti bertobat.
Di dunia ini menuntut alasan dan landasan, alasan adalah rasional, yang merupakan ruang lingkup moral. Landasan adalah acuan berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh orang suci masa lampau. Bertentangan dengan acuan tersebut, berarti bertentangan dengan rasio, maka menjadi keliru. Saya melakukan introspeksi diri, saya harap segenap umat juga introspeksi atas segala yang dilakukan, apakah sesuai dengan moralitas yang diajarkan para suci, mari kita masing-masing bertobat sendiri.
Usai adhisthana, Dharmaraja Lian Sheng berterima kasih kepada dokter Xing Kuan di Seattle, dokter Liao dari Taiwan, serta mengungkapkan terima kasih kepada para Acarya dan Ayushmat dari True Buddha Foundation, Rainbow Temple, dan Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, terima kasih atas perhatian Anda semua.
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate
Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊
Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB
Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw
Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature
Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org
Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng
TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia