11 Januari 2026 Upacara Homa Jambhala Merah di Rainbow Temple

11 Januari 2026 Upacara Homa Jambhala Merah di Rainbow Temple

Liputan TBSN Lianhua Yun Shen (蓮花云紳)

Pada tanggal 11 Januari 2026, Rainbow Temple dengan hormat mengundang Dharmaraja Buddha Guru Lian Sheng untuk memimpin Upacara Homa Namo Jambhala Merah. Usai upacara, seperti yang sudah menjadi kebiasaan, Dharmaraja memandu segenap hadirin untuk bersama-sama memekikkan tiga kali seruan “makmur mendadak”, sebagai ungkapan doa yang humoris namun lugas, mendoakan agar semua memperoleh kesempurnaan kebajikan dan sumber daya.

Dharmaraja mengumumkan bahwa minggu depan akan memimpin Upacara Homa Vidyarajni Mahamayuri, yang utamanya bertujuan menghilangkan segala penyakit dan virus dalam tubuh, namun kekuatannya tidak terbatas hanya pada penyembuhan penyakit saja, melainkan mencakup pula santika, paustika, vasikarana, dan abhicaruka.

Selanjutnya, Dharmaraja memperkenalkan Istadewata utama Jambhala Merah. Jambhala Merah berwenang atas kekayaan; satu tangannya memegang lobak, sementara tangan lainnya menghitung daun lobak, di mana daun lobak tersebut melambangkan gudang kekayaan. Dharmaraja menekankan bahwa sesungguhnya gudang kekayaan dan usia hidup adalah sama, keduanya merupakan ketentuan yang telah ditetapkan.

Dharmaraja Berdharmadesana: “Hanya perbuatan baik yang besar yang dapat mengubah nasib dan peruntungan. Namun perbuatan baik yang besar itu terbentuk dari kumpulan perbuatan baik yang kecil, dan itu harus dilakukan setiap hari, bukan dengan sekali permohonan lalu langsung terwujud. Diperlukan 3.000 jasa kebajikan untuk dapat mengubah nasib diri sendiri. Tanpa 3.000 jasa kebajikan tersebut, nasib tidak dapat diubah.
Demikian pula, tanpa melakukan 3.000 perbuatan jahat besar, nasibmu juga tidak akan berubah. Tetapi sekalipun keberuntunganmu sangat baik, jika engkau melakukan 3.000 perbuatan jahat, maka nasibmu pasti akan berubah.”

“Segala sesuatu yang memberi manfaat bagi semua makhluk dapat dihitung sebagai satu jasa kebajikan. Karena itu, menulis buku juga sangat penting. Jika buku yang engkau tulis dapat mengubah orang menjadi berbuat baik, itu adalah jasa kebajikan. Jika tulisanmu mengubah cara berpikir seseorang sehingga ia condong pada kebaikan, itu adalah jasa. Namun jika tulisanmu justru mengubah seseorang menuju kejahatan, maka itu adalah kesalahan.
Yuan Liaofan sendiri memiliki apa yang disebut catatan jasa dan kesalahan, di mana jasa dan kesalahan saling dikurangkan. Hanya ketika terkumpul 3.000 jasa kebajikan, nasib barulah dapat diubah. Jika tidak, nasib tidak akan berubah. Ingatlah, semua harus menjalankan seperti yang diajarkan Buddha: jangan melakukan kejahatan apa pun, amalkan semua kebajikan. Jangan melakukan kejahatan apa pun, perbanyak perbuatan baik. Ini sangatlah penting!”

◎ Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab

Seorang siswa bertanya: “Taiwan dan dunia kini memasuki masyarakat sangat lanjut usia. Kebutuhan perawatan jangka panjang serta pendampingan senior menjadi persoalan sehari-hari setiap keluarga. Mohon Buddha Guru dengan penuh welas asih memberikan petunjuk: bagaimana menggunakan Buddhadharma agar senior dapat hidup dengan tenteram, sehat jasmani dan batin, serta tetap memiliki martabat? Bagaimana anggota keluarga yang bertugas merawat dalam keluarga dapat menenangkan batin, mengubah kecemasan dan kelelahan menjadi welas asih dan kebijaksanaan, sehingga seluruh keluarga dapat hidup damai sepanjang tahun dan menjalani hari-hari dengan harmonis?”

Dharmaraja menjawab: “Ketika usia lanjut dan sakit datang, sungguh tidak nyaman. Dalam kondisi seperti itu, bila berada di rumah sakit, martabat sudah benar-benar hilang. Dipasangi selang, dilakukan trakeostomi, makanan pun dimasukkan lewat selang, martabat apa lagi yang bisa dibicarakan? Urusan buang air besar dan kecil pun harus ditangani orang lain; bahkan tidak mengenakan celana lagi. Di rumah sakit mana ada orang tua masih memakai celana? Semua harus dibantu orang lain. Lalu apa yang disebut martabat? Dalam keadaan seperti itu, apakah tubuh dan batin masih bisa sehat? Apakah masih bisa hidup dengan tenteram? Semua itu sudah tidak ada lagi.”

“Karena itu, satu-satunya yang dapat kita lakukan adalah mengajarkan mereka membaca Sutra, memvisualisasikan Istadewata, memvisualisasikan Buddha Amitabha, dan memvisualisasikan Guru. Ketika berbaring di ranjang sakit, menjelang akhir hayat, yang benar-benar dapat menolong hanyalah Guru, Istadewata, dan para Dharmapala. Jika ingin batin tenteram, engkau hanya bisa melafalkan Mantra Hati Guru, memvisualisasikan Guru, sehingga Guru hadir di sisimu, bahkan menjemputmu untuk meninggalkan dunia Saha ini.”

“Saat engkau akan berpulang, engkau harus melihat Guru, melihat Istadewatamu, melihat para Dharmapala datang menolongmu. Semua ini bergantung pada latihan Buddhadharma dalam kehidupan sehari-hari, agar anggota keluarga senior dapat hidup tenteram, sehat jasmani dan batin, serta tetap memiliki martabat. Karena itu, dalam keseharian, biarkan anggota keluarga senior dapat melafalkan nama Buddha, memiliki Guru, Istadewata, dan Dharmapala, tekun melafalkan Guru, Istadewata, dan Dharmapala. Dengan demikian barulah ia dapat hidup tenteram, sehat jasmani dan batin, serta mempertahankan martabat. Jika tidak, siapa yang benar-benar memiliki martabat? Seseorang yang tua dan sakit, pada dasarnya memang sulit berbicara tentang martabat.”

◎ Pengulasan Sutra Surangama, Bab 4

“Engkau bergantung pada terang akasa, maka muncullah perwujudan dari akasa. Tanah, air, api, dan angin, masing-masing menyingkapkan fungsinya sendiri, maka masing-masing pun menampakkan wujudnya. Jika semuanya menyingkapkan diri secara bersamaan, maka semuanya pun muncul secara bersamaan. Bagaimana bisa muncul bersamaan? Purna, bagaikan dalam satu permukaan air tampak bayangan matahari. Dua orang bersama-sama melihat matahari di dalam air; satu berjalan ke timur, satu berjalan ke barat, maka masing-masing seolah-olah diikuti oleh matahari itu."

"Satu ke timur, satu ke barat, tanpa patokan yang pasti. Tidak seharusnya diperdebatkan: matahari ini satu, mengapa masing-masing seolah-olah mengikutinya? Jika matahari itu menjadi dua, mengapa tampak satu? Berputar-putar dalam kesia-siaan, tanpa dasar yang dapat dipegang."

"Purna, engkau dengan saling mencondongkan dan saling meniadakan antara rupa dan kehampaan dalam Tathagatagarbha. Namun Tathagatagarbha mengikuti rupa dan kehampaan, meliputi seluruh Dharmadhatu.”

Dharmaraja menjelaskan bahwa yang disebut “terang akasa” terbentuk dari akasa dan cahaya di dalam ruang hampa. Ketika akasa memiliki cahaya, segala fenomena dapat termanifestasi; inilah yang disebut dalam Sutra sebagai “akasa menampakkan diri”. Empat elemen utama: tanah, air, api, dan angin, sejak awal berada di dalam angkasa dan masing-masing memiliki fungsi serta karakteristik tersendiri. Ketika masing-masing bekerja, masing-masing akan menampakkan diri; ketika bekerja bersamaan, maka keempatnya muncul bersamaan. Inilah inti dari kalimat “bagaimana bisa muncul bersamaan”.

“Permukaan air memantulkan bayangan matahari. Dua orang sama-sama melihat bayangan matahari itu. Satu berjalan ke timur, satu ke barat; meskipun arahnya berbeda, keduanya tetap melihat bayangan matahari seolah-olah mengikuti diri mereka.”

“Ini menunjukkan bahwa bayangan itu sendiri palsu sejak awal. Tubuh manusia pun sebenarnya juga palsu. Buddha hanya menggunakan perumpamaan ini: matahari itu satu, mengapa seolah-olah mengikuti dua orang?
Seperti yang saya sampaikan tadi malam: seribu sungai memiliki air, seribu sungai memantulkan bulan. Di setiap sungai ada satu bulan. Bulan yang mana yang nyata? Tidak satu pun nyata, semuanya palsu.”

“Pada saat yang sama, engkau bisa melihat bulan di Danau Sammamish, juga di Danau Washington, juga di Danau Phantom. Bulan yang mana yang nyata? Tentu semuanya palsu, itu hanya pantulan. Tetapi manusia selalu berpikir: bulan di Danau Sammamish-lah yang nyata, bulan di Danau Washington-lah yang nyata, bulan di Danau Phantom-lah yang nyata. Padahal semuanya palsu, sama sekali tidak memiliki dasar.”

“Dalam kesadaran Tathagatagarbha, sejak awal sudah ada rupa dan sudah ada kehampaan, dan semuanya meliputi Dharmadhatu. Sakyamuni Buddha telah menjelaskannya dengan sangat jelas: jangan mengira hanya dirimu sendiri yang nyata. Sesungguhnya, segala sesuatu itu palsu. Rupa dan kehampaan meliputi Dharmadhatu. Di dalam Dharmadhatu, terdapat kehampaan, dan juga terdapat tanah, air, api, dan angin.”

Usai Dharmadesana, seluruh hadirin menyambut dengan tepuk tangan yang meriah. Dalam upacara ini, Dharmaraja menganugerahkan Abhiseka Jambhala Merah kepada seluruh peserta. Upacara pun usai dengan sempurna dan penuh berkah.

------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool
#JambhalaMerah
Istadewata Homa Minggu depan #VidyarajniMahamayuri

請佛住世長壽佛心咒 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。