31 Januari 2026 Pujabakti Sadhana Istadewata Bodhisatwa Avalokitesvara di Seattle

31 Januari 2026 Pujabakti Sadhana Istadewata Bodhisatwa Avalokitesvara di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺)

Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, lantunan Mantra Padmakumara yang merdu dan menyejukkan bergema memenuhi Seattle Ling Shen Ching Tze Temple. Dengan penuh welas asih, Mahaguru Lu, Dharmaraja Lian Sheng, Sheng-yen Lu, melangkah perlahan dan tenang memasuki baktisala, memimpin Pujabakti Sadhana Istadewata Avalokitesvara Bodhisatwa, sekaligus melanjutkan pengulasan Sutra Surangama. Pujabakti setiap Sabtu malam di wihara cikal bakal ini telah menjadi kekuatan pendorong yang positif dalam kehidupan segenap siswa di seluruh dunia. Hati setiap siswa selalu dipenuhi harapan dan kerinduan untuk kembali mendengarkan Dharmadesana Mahaguru Lu.

Pujabakti berakhir dengan sempurna di bawah limpahan cahaya Buddha dari Mahaguru Lu serta para Buddha, Bodhisatwa, dan Dharmapala Vajra. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sesi “Anda Bertanya, Saya Menjawab.”

◎ Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab

Siswa bertanya:
Setiap kali Zhenfo Zong menghadapi bencana alam atau musibah ulah manusia, selalu melafalkan Mantra Agung Peredam Bencana, memohon welas asih serta adhisthana dari Buddha Mahesvara Raja. Namun, tempat ibadah cabang Zhenfo Zong tidak dapat menyelenggarakan Upacara Homa Buddha Mahesvara Raja, tidak dapat melakukan persembahan agung untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Buddha Mahesvara Raja dan para pariwar-Nya, demi menjalin jodoh yang lebih mendalam. Para Dharmaduta juga tidak dapat memberikan abhiseka Sadhana Buddha Mahesvara, sehingga semakin banyak makhluk tidak dapat menjalin jodoh Dharma dengan Buddha Mahesvara Raja. Mengapa Buddha Mahesvara Raja tidak boleh ditransmisikan kembali, dan mengapa Dharmadhuta tidak diperkenankan menyelenggarakan Upacara Buddha Mahesvara Raja di wihara cabang?

Acarya Lian Seng (蓮僧上師) melaporkan: Pada saat transmisi Buddha Mahesvara Raja dahulu, Mahaguru Lu telah menyatakan bahwa sadhana ini hanya ditransmisikan satu kali dan tidak akan ditransmisikan kembali.

Setelah memohon petunjuk kepada para Buddha dan Bodhisatwa, Mahaguru Lu menjelaskan bahwa jumlah Buddha, Bodhisatwa, dan Dharmapala sangatlah banyak, sehingga tidak mungkin mentransmisikan semuanya satu per satu. Yang paling utama adalah satu Guru, satu Istadewata, dan satu Dharmapala.

Dalam Sutra Vimalakirti maupun Sutra Surangama juga dijelaskan:
Satu adalah banyak, dan yang banyak adalah satu.
Apabila Anda kontak yoga dengan satu Buddha, maka Anda kontak yoga dengan semua Buddha.
Apabila Anda kontak yoga dengan satu Bodhisatwa, maka Anda kontak yoga dengan semua Bodhisatwa.

◎ Pengulasan Sutra Surangama, Bab 4

“Jika ada sebab, mengapa disebut delusi? Dari segala delusi, saling bergantungan sebagai sebab, dari kebingungan menumpuk kebingungan, melintasi kalpa yang tak terhitung laksana butiran debu; walaupun Buddha telah menjelaskannya, tetap tidak dapat kembali.”

Walaupun Buddha Sakyamuni telah menjelaskannya dengan sangat jelas, dan semua orang pun memahaminya, tetap saja banyak yang tidak mampu kembali ke Asal.

“Demikianlah sebab kebingungan; karena kebingungan, kebingungan itu sendiri muncul.”

Karena adanya kebingungan, maka Tathagatagarbha, Batin Sejati Terang nan Luhur yang semula ada, sepenuhnya tertutupi.

“Kesadaran bingung tanpa sebab, delusi pun tidak memiliki sandaran.”

Kebingungan itu sendiri tidak memiliki sebab, dan delusi pun tidak memiliki sesuatu untuk dijadikan pegangan.

“Bahkan muncul pun tiada, lalu apa yang akan lenyap?”

Delusi bahkan tidak pernah benar-benar muncul; jika tidak ada kemunculan, dari mana datangnya kelenyapan?

“Mereka yang memperoleh Bodhi, bagaikan orang yang terjaga menceritakan kejadian dalam mimpi.”

Mereka yang sungguh-sungguh mencapai pencerahan, ibarat orang terjaga yang sedang menceritakan pengalaman mimpi.

“Walaupun batin terang dan jernih, makhluk hidup justru terikat pada benda-benda dalam mimpi, padahal semua itu tidak pernah ada.”

Tathagatagarbha dan Batin Sejati Terang nan Luhur sesungguhnya sangat jelas, tetapi makhluk hidup terperdaya oleh benda-benda dalam mimpi, yang pada hakikatnya tidak pernah benar-benar ada.

Batin Sejati Anda sendiri tertutupi oleh benda-benda material, seperti seseorang yang mengambil sesuatu di dalam mimpi, padahal sejak awal tidak pernah memiliki apa pun.

“Seperti orang bernama Yajnadata di dalam kota, adakah sebab dan kondisi sehingga ia ketakutan dan berlari karena mengira kepalanya hilang? Ketika kegilaannya berhenti, kepalanya tidak diperoleh dari luar. Walaupun kegilaan belum berhenti, sebenarnya tidak ada yang hilang.”

Perumpamaan Yajnadata bercermin: ia melihat bayangan kepalanya di cermin dan mengira kepalanya telah masuk ke dalam cermin, sehingga mendadak menjadi gila. Kita pun tertipu oleh dunia material di luar, sehingga Batin Sejati Terang nan Luhur tidak dapat tampak. Kepala Yajnadata tidak pernah diperoleh dari luar; begitu kegilaannya berhenti, ia menyadari bahwa kepalanya tidak pernah hilang maupun diperoleh, sejak awal sudah ada pada dirinya.

“Purna, sifat delusi memang demikian. Apakah sebabnya?”

Segala pikiran buruk yang muncul dalam diri kita bersumber dari hal ini, tetapi sebenarnya, sebab itu sendiri tidak pernah ada.

“Selama engkau tidak mengikuti pembedaan buah karma dunia dan tiga kesinambungan. Ketika tiga kondisi terputus, tiga sebab pun tidak lahir. Maka kegilaan Yajnadata dalam batinmu akan berhenti dengan sendirinya. Berhentinya kegilaan itulah Bodhi.”

Jika tidak ada sebab dan tidak ada kondisi, maka kegilaan batiniah akan berhenti secara alami. Berhentinya kegilaan itulah pencapaian Bodhi.

“Batin suci terang nan unggul, meliputi seluruh Dharmadhatu, tidak diperoleh dari orang lain; mengapa harus bersusah payah mencari pembuktian?”

Tathagatagarbha dan Batin Sejati Terang nan Luhur sejak awal telah meliputi Dharmadhatu. Setiap orang memilikinya, hanya saja tidak pernah menggali dan mengembangkannya. Karena itu, tidak perlu bersusah payah mencarinya ke luar.

“Bagaikan seseorang yang menjahit permata pengabul harapan di dalam pakaiannya sendiri, tetapi tidak menyadarinya, lalu mengembara miskin ke negeri lain sambil mengemis.”
“Walaupun tampak miskin, permata itu tidak pernah hilang.”

Ia mengira dirinya sangat miskin, tetapi sesungguhnya permatanya tidak pernah hilang.

“Tiba-tiba seorang bijak menunjukkannya; segala keinginan terpenuhi, dan ia menjadi sangat kaya.”
“Barulah ia sadar bahwa permata itu tidak diperoleh dari luar.”

Tiba-tiba ada seorang bijak yang menunjukkan: "Pada diri Anda ada sebuah permata, yang dapat mengabulkan semua harapan Anda, dan Anda bisa menjadi orang yang sangat kaya."

"Mendadak menyadari, bahwa permata tidak diperoleh dari luar."

Saat itu barulah dia tergugah, bahwa cintamani itu, bukan diperoleh dari luar, melainkan pada hakikatnya ada pada diri sendiri, dan dapat menyediakan segala yang didamba.

Perumpamaan Buddha Sakyamuni ini sama seperti keadaan kita semua. Setiap makhluk memiliki Tathagatagarbha dan Batin Sejati Terang nan Luhur, tetapi merasa dirinya tidak memiliki apa-apa, lalu mencari ke mana-mana dan belajar ke mana-mana. Padahal tidak perlu demikian sibuk, karena semuanya sudah ada dalam diri kita sendiri.

Melalui pengulasan Mahaguru Lu yang mendalam namun lugas, ajaran Buddha yang sangat luhur disampaikan dengan cemerlang, menyalakan pelita batin para hadirin, segala kegalauan seketika lenyap, dan batin menjadi tenang serta jernih.

Usai Dharmadesana, Mahaguru Lu menganugerahkan Abhiseka Bersarana kepada para umat baru, kemudian mengadhisthana Air Maha Karuna Dharani, serta mengabhiseka pratima Buddha. Di baktisala bergema Mantra Hati Bodhisatwa Avalokitesvara yang menyentuh kalbu. Para siswa dengan khidmat menyatukan kedua telapak tangan, penuh sukacita menerima adhisthana vyajanacamara Mahaguru Lu. Setiap siswa merasakan kejernihan lahir dan batin, dipenuhi sukacita dan kedamaian.

---------------------------------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

請佛住世長壽佛心咒 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。