Pembersihan Akhir Tahun Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Pembersihan Akhir Tahun Seattle Ling Shen Ching Tze Temple
Pembersihan Mandala Berlangsung Sempurna


《Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple》

Untuk menyambut berkah manggala Tahun Baru, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple pada hari Rabu, 28 Januari 2026, pukul 09.30 pagi, menyelenggarakan kegiatan tahunan pembersihan besar altar mandala. Kegiatan, dipimpin oleh Acarya Shi Lian Yin (釋蓮吟上師) selaku ketua wihara, bersama para Acarya, Biksu/Biksuni, serta para relawan siswa yang bergotong royong dengan satu hati. Dengan hati penuh hormat dan sukacita, mereka melayani para makhluk suci di altar mandala, menyapu debu dan membersihkan altar, sehingga pratima Buddha dan Bodhisatwa serta para Dharmapala di baktisala kembali memancarkan cahaya keemasan. Seluruh kompleks wihara pun tampak semakin bersih, suci, dan agung, menyambut tahun baru yang terang dan penuh semangat.

Sebelum pembersihan dimulai, Acarya Shi Lianyin selaku pemimpin wihara terlebih dahulu menyampaikan laporan dan permohonan di hadapan altar mandala, dengan tulus mengundang para Buddha dan Bodhisatwa, para Dharmapala Vajra, serta para makhluk suci naga dan dewa agar sementara berdiam di angkasa. Setelah itu, pemimpin wihara bersama Biksu Shi Lian Zan (蓮瓚法師) selaku kepala pengawas wihara menyampaikan poin-poin penting dan membagi tugas, mengingatkan semua bahwa tiap pratima dan tiap perlengkapan adalah ladang persembahan; tangan harus lembut, hati harus teliti, dan setiap gerakan dilakukan dengan kehati-hatian seakan menjaga batin sendiri. Semua mengingat nasihat tersebut, menyingsingkan lengan baju, menjalankan tugas masing-masing, dan pekerjaan pembersihan pun berlangsung dengan tertib.

Altar mandala di baktisala bertingkat-tingkat dan memiliki susunan yang rumit, sehingga sangat memerlukan kekompakan dan ketelitian. Para Biksu/Biksuni dan siswa yang berpengalaman terlebih dahulu naik ke bagian yang lebih tinggi; dengan pengamanan yang baik, pekerjaan dilakukan bertahap per tingkat. Pertama, mereka dengan lembut menyapu pratima Buddha dan cahaya latarnya menggunakan kemoceng bersih, lalu mengelap permukaan altar dan meja persembahan dengan kain halus. Sementara itu, petugas di lantai bawah secara bersamaan menata sarana puja, mengelompokkan alat ritual, membantu pemindahan dan pengamanan, serta membersihkan karpet dan sudut-sudut ruangan. Setiap gerakan diperlambat satu tingkat, sehingga rasa hormat pun bertambah satu tingkat; setiap lapisan debu yang disingkirkan membuat kilau para makhluk suci di altar mandala semakin nyata. Dari kejauhan, Sapta Buddha Agung serta para Buddha, Bodhisatwa, dan Dharmapala tampak semakin bersinar keemasan dan agung, menghadirkan daya tarik batin yang khusyuk dan membuat orang merasakan cahaya welas asih tanpa batas yang menyinari raga dan batin.

Selain altar mandala utama, para relawan juga dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membersihkan berbagai altar dan fasilitas lain di dalam wihara, termasuk Ksitigarbha-sala, altar Tai Sui, altar dirgahayu, altar Dewata Hindu, serta paviliun Raja Naga. Delapan pujana, dupa, wadah dupa, mandala puja, alat ritual, dan perlengkapan di depan altar juga diturunkan satu per satu untuk dibersihkan, ditata, dan dikembalikan ke tempat semula. Semua area dikerjakan secara serempak dan saling mendukung; di tengah kesibukan, semuanya tetap tertib dan terjaga. Setiap orang memusatkan batin dan menjaga perhatian, karena semua memahami bahwa ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan sebuah praktik persembahan melalui tindakan nyata kepada Triratna dan perlindungan terhadap tempat ibadah.

Setelah pembersihan selesai dengan sempurna, seluruh perlengkapan persembahan dikembalikan ke posisinya masing-masing. Altar mandala kembali tertata rapi seperti semula, namun dengan kejernihan dan kesegaran yang terasa baru. Semua kemudian berfoto bersama; di balik senyum-senyum itu tersimpan kekompakan karena telah menyelesaikan tugas bersama, sekaligus harapan akan kemakmuran tempat ibadah di tahun yang baru dan penyeberangan bagi semua makhluk. Sukacita Dharma tersebut bukan terletak pada perubahan besar yang kasat mata, melainkan pada kenyataan bahwa setiap orang, dengan satu hati dan satu arah, membangun kemuliaan dan kesucian setahap demi setahap melalui pengamalan nyata.

Pembersihan besar akhir tahun yang dilakukan setahun sekali ini, di permukaan adalah menyapu debu, namun di kedalaman juga menjadi pengingat bagi diri sendiri: membersihkan kotoran lahiriah sekaligus menyingkirkan kelelahan, kegelisahan, dan kebiasaan batin yang menumpuk sepanjang tahun. Melalui niat tulus dan kerja sama satu hati ini, semua itu dilepaskan dengan lembut untuk memulai kembali. Semoga di dalam naungan adhisthana dan perlindungan Mulacarya Silsilah, Mahaguru Lu Dharmaraja Lian Sheng, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple di tahun yang baru dapat menabuh genderang Dharma agung, Dharmabakti berkembang pesat; dan semoga Buddha Guru serta Gurudara senantiasa sehat, panjang usia, leluasa dan tenteram, Dharma Cakra terus berputar, serta memberi manfaat luas tanpa batas bagi semua makhluk.

請佛住世長壽佛心咒 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。