15 Februari 2026 Upacara Homa Mahadewi Yaochi di Rainbow Temple
Liputan TBSN Lianhua Li Hua (蓮花麗樺)
Pada tanggal 15 Februari 2026, Zhenfo Zong menyelenggarakan Upacara Homa Mahadewi Yaochi di Rainbow Temple, Seattle, Amerika Serikat. Karena Mulacarya Silsilah Dharmaraja Lian Sheng baru-baru ini kurang sehat, dan sesuai anjuran dokter perlu menjalani retret serta beristirahat, maka upacara kali ini dipimpin oleh Acarya Lian Qing (蓮晴上師) sebagai upacarika. Pada hari itu, umat Sedharma dari berbagai daerah berkumpul; selain bersama-sama melaksanakan sadhana dan melimpahkan jasa bagi Mulacarya agar segera pulih, dalam Dharmadesana Acarya Lian Qing, mereka juga melakukan perenungan mendalam tentang bagaimana seorang sadhaka mesti bisa mandiri memikul tanggung jawab dan mengamalkan Dharma Tantra Zhenfo.
【Umat Bersatu Hati Melimpahkan Jasa】
Acarya Lian Qing pada awal Dharmadesana dengan penuh perasaan menyatakan bahwa akhir-akhir ini Mulacarya kurang sehat dan memerlukan suatu masa istirahat untuk memulihkan tubuh dan batin secara sempurna. Ia menegaskan: “Ini bukan peristiwa besar, mohon semua tidak perlu terlalu khawatir, Mulacarya saat ini sedang dalam kondisi tenang untuk pemulihan.”
Menghadapi umat Sedharma yang merasa cemas karena Mulacarya menjalani retret, Acarya Lian Qing menyatakan bahwa walaupun dirinya maju dengan sikap belajar untuk menjalin jodoh Dharma dengan semua, namun di belakangnya terdapat banyak Acarya agung dan para Vidyaraja serta Dharmapala yang memberikan abhiseka dan perlindungan, sehingga hatinya merasa sangat mantap. Ia juga mendorong umat Sedharma bahwa pada saat seperti ini mendoakan Mulacarya adalah kewajiban seorang siswa, serta memohon dengan tulus agar Mahadewi Yaochi yang penuh welas asih menganugerahkan maha adhisthana dan melindungi Mulacarya Silsilah agar segala sesuatu manggala dan sempurna.
【Dari Dibimbing Guru ke Membimbing Diri Sendiri: Rapor Seorang Sadhaka】
Acarya Lian Qing mengutip tulisan seorang Biksu baru-baru ini yang menyatakan bahwa para siswa Zhenfo Zong telah mendampingi Mulacarya dalam bhavana selama puluhan tahun, dan kini adalah saatnya “mengeluarkan rapor hasil bhavana.” Acarya menegaskan: “Saat tersesat diselamatkan oleh Guru, tetapi ketika bhavana telah memperoleh kesadaran dan memahami batin, maka harus belajar membimbing diri sendiri.”
Secara khusus menjelaskan perbedaan antara Tantra dan Sutrayana:
Kekuatan abhiseka silsilah: Tantra sangat menekankan silsilah. Sekalipun seorang sadhaka telah memperoleh pencerahan tertentu, bahkan ‘melampaui Guru dalam kemampuan’, keyakinan dan penghormatan kepada Mulacarya tetap harus dijaga setiap saat. Kekuatan abhiseka ini adalah sumber bhavana yang tidak terputus.
Kedalaman bhavana nyata: Selama puluhan tahun Mulacarya secara konsisten setiap hari secara pribadi melakukan homa, pertobatan dan tata ritual untuk membimbing umat; keluasan dan kedalamannya jarang terlihat oleh dunia, inilah bukti nyata keunggulan silsilah.
Mengupas Dharma Tantra Zhenfo: Jalan Menuju Kebuddhaan dalam Tata Ritual
Dalam Dharmadesana, Acarya Lian Qing secara rinci mengupas aspek ilmiah dan keunggulan tata ritual Tantra Zhenfo, mengingatkan umat Sedharma agar tidak meremehkan “tahap pendahuluan”:
Kemurnian tubuh, ucapan, dan pikiran: Melalui maha namaskara (tubuh), perapalan mantra (ucapan), dan visualisasi (pikiran), tubuh insan biasa ditransformasikan menjadi ratusan miliar nirmanakaya para Buddha dan Bodhisatwa.
Penyatuan samatha dan vipasyana: Tahap inti meditasi dalam tata ritual dapat menuntun pikiran memasuki “satu samatha satu vipasyana”, dan akhirnya memasuki Samudra Hakikat Vairocana tanpa diskriminasi.
Visualisasi yang terampil: Seperti saat maha namaskara memvisualisasikan diri memenuhi seluruh angkasa; kebijaksanaan yang “tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun” namun mampu menghasilkan pahala kebajikan yang luas inilah upaya kausalya dalam Tantra Zhenfo.
Pelimpahan jasa dengan Bodhicitta: Pelimpahan jasa di akhir tata ritual adalah membagikan pahala kebajikan kepada semua makhluk, mencapai jalan Kebuddhaan yang sempurna demi manfaat diri dan orang lain.
【Penutup: Bhavana Terletak pada “Pengamalan”】
“Memahami Batin Sejati Terang nan Luhur saja tidaklah cukup, yang terpenting adalah menjaganya dan mengamalkan.” Acarya Lian Qing mengambil contoh Patriark ke-6 Huineng yang menyepi bertahun-tahun untuk mempraktikkan pencapaian nyata, mendorong umat Sedharma agar bhavana tidak berhenti pada teori semata.
Ia akhirnya menyerukan kepada semua: bhavana harus dimulai dari dasar, seperti “setiap saat rajin membersihkan dan menggosok”; melalui tata ritual harian Tantra Zhenfo, sedikit demi sedikit menghapus pikiran kacau dan rintangan karma. Asalkan tekun dan tidak menyerah, tidak mundur, pada akhirnya pasti dapat mempertanggungjawabkan diri kepada Mulacarya serta para Buddha dan Bodhisatwa, serta menyaksikan cahaya terang hakikat diri sendiri.
---------------------------------------------------------
Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate
Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊
Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw
Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature
Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org
Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng
TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia