Menyambut Hari Trisuci Waisak

Menyambut Hari Trisuci Waisak, Vihara Widya Surya Padma Surabaya (蓮齊堂 Lian Qi Tang) berkesempatan mengundang Acarya Shi Lian-Yi 釋蓮已 dari Malaysia untuk mengadakan Upacara Puja Api Homa Penyeberangan dan Pemberkahan Vajra Ucchusma pada hari Sabtu, 23 Mei 2026 dan Pemandian Rupang Buddha pada hari Minggu, 24 Mei 2026.
Suasana cerah dan sedikit mendung menyelimuti langit Surabaya, alunan mantra yang diiringi alat musik menggema di dalam baktisala. Para umat yang hadir dipenuhi dengan sukacita menyambut nyalanya Api Homa.

Pada saat Acarya Shi Lian-Yi memberikan dharmadesana, Acarya Menjekaskan pentingnya mengadakan ritual penyeberangan pada saat Upacara Dharma. Mengapa upacara penyeberangan penting? Upacara penyeberangan secara tidak langsung dapat menjalin jodoh hubungan baik dengan leluhur/roh penagih hutang yang didaftarkan, selain itu vihara akan menjadi lebih nampak penuh dengan Cahaya Dharma. Banyak sekali pengalaman roh yang sulit dijelaskan dengan nalar. Contohnya, ada umat yang bermimpi leluhur nya memakai baju compang camping dan wajahnya tampak lusuh seperti orang susah, namun setelah didaftarkan dalam upacara penyeberangan leluhur mereka menampakkan diri dalam mimpi, dengan pakaian yang indah dan wajah yang bercahaya penuh sukacita Dharma.

Apabila kita selalu tahu bersyukur dan membalas budi orang tua yang sudah meninggal dengan cara mendaftarkan nama mereka, membuat pahala untuk mereka, maka percayalah rejeki kita akan berkecukupan.

Lalu Acarya juga menjelaskan bahwa kita harus bisa berlatih untuk melepaskan yaitu melepaskan ego dan melepaskan kemelekatan.
Karena dengan kita bisa melepaskan segalanya maka hidup akan lebih bahagia, tidak terjerat oleh nafsu/keinginan yang membuat kita tersiksa. Selain itu juga pada saat menjelang wafat kita dapat dengan tenang, hati tidak galau, tidak lagi memikirkan urusan duniawi, semuanya tidak lagi melekati apapun, sehingga dapat mengikuti cahaya Buddha terlahir di alam Sukhavatiloka.

Acara Pada hari kedua adalah Puja Bakti yang diikuti dengan Pemandian Rupang Buddha serta pemasangan Pelita Waisak. Seluruh umat hadir dengan wajah yang penuh dengan kegembiraan, ada yang membawa persembahan dan ada yang memasang pelita penerangan.
Acarya Shi Lian-Yi berpesan bahwa kita harus selalu mawas diri, segala perilaku perbuatan kita harus penuh dengan kesadaran. Meditasi dapat membuat kita lebih mawas diri dan dapat mengontrol emosi kita. Berbuat baik adalah syarat mutlak untuk dapat terlahir di Sukhavatiloka. Jika seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya,
Jika seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran baik, maka kebahagiaan akan mengikutinya. Itu adalah hukum sebab akibat. Selanjutnya Acarya mengajak para umat bersama sama mempersembahkan bunga kepada Mula Acarya Lian Sheng, dan Para Buddha Bodhisattwa. Keharuman bunga memenuhi bhaktisala, Acarya beserta segenap umat berdoa memohon Maha Guru Lian Sheng menetap lebih lama lagi di dunia, serta membimbing seluruh insan dan menuntun seluruh insan menuju pantai seberang. Setelah itu, Acarya memimpin umat untuk melakukan prosesi Pemandian Rupang Buddha. Di akhir Upacara Dharma, Acarya memberikan Abhiseka Pemberkatan dengan Stempel Matahari Bulan dan Bintang.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom.

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。