Liputan Kegiatan Dharma Acarya Lianyuan 釋蓮元 di Vihara Vajra Bumi Kertayuga Pontianak 坤甸真德雷藏寺
Liputan: Tim Publikasi dan Dokumentasi Vihara Vajra Bumi Kertayuga
Pontianak, Juni 2026 – Vihara Vajra Bumi Kertayuga Pontianak menyelenggarakan serangkaian kegiatan Dharma yang dipimpin oleh Acarya Lianyuan 釋蓮元 dari Palembang pada tanggal 6–14 Juni 2026. Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama sembilan hari ini meliputi bedah buku karya Dharmaraja Lian Sheng ke-256, Sadhana Ratnakalasa Raja Naga, Upacara Global Trimula Puja Buddha Amitayus, Api Homa Dewi Bahari, hingga pelarungan Ratnakalasa Raja Naga. Seluruh kegiatan berlangsung dengan penuh sukacita dan diikuti oleh umat dengan semangat serta keyakinan yang mendalam.
Bedah Buku Karya Dharmaraja Lian Sheng dan Penjelasan Sadhana Ratnakalasa Raja Naga
Pada tanggal 6 Juni 2026, Acarya Lianyuan memimpin acara bedah buku karya ke-256 Dharmaraja Lian Sheng yang berjudul “Nidana Mengunjungi Mahaguru”, sekaligus memberikan penjelasan mengenai inti visualisasi dalam Sadhana Ratnakalasa Raja Naga. Melalui kesempatan ini, Acarya membagikan berbagai intisari dan pemahaman penting dari karya tulis Mahaguru.
Acarya menyampaikan bahwa Dharmaraja Lian Sheng merupakan seorang yang telah mencapai pencerahan sejati, sehingga mampu menghasilkan begitu banyak karya tulis yang menjadi pedoman bagi para siswa. Dengan gaya yang penuh humor, Acarya berguyon bahwa buku yang satu belum selesai dibaca, Mahaguru telah menerbitkan buku yang baru. Suasana yang hangat dan penuh antusiasme membuat para umat semakin menghargai welas asih dan kebijaksanaan Mahaguru yang terus dituangkan melalui tulisan-tulisan Dharma.
Sadhana Ratnakalasa Raja Naga Selama Tujuh Hari
Mulai tanggal 7 hingga 12 Juni 2026, umat melaksanakan Sadhana Ratnakalasa Raja Naga selama tujuh hari berturut-turut. Antusiasme umat sangat tinggi dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari dua ratus orang.
Dalam dharmadesanya, Acarya Lianyuan menerangkan bahwa persembahan Ratnakalasa tidak dapat dipersiapkan secara mendadak, karena isi di dalamnya berupa berbagai obat-obatan yang dipersembahkan kepada Raja Naga. Sesuai ajaran Dharmaraja Lian Sheng, persembahan tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan Raja Naga yang memiliki kondisi kesehatan kurang baik, sehingga persembahan menjadi lebih tepat sasaran.
Acarya juga menekankan pentingnya visualisasi yang jelas serta keteguhan dalam memanjatkan permohonan. Permohonan yang dilakukan dengan konsisten dan disertai ketekunan dalam bersadhana akan memperkuat kekuatan karma baik. Beliau mengingatkan agar umat tidak mudah bimbang apabila permohonan belum terkabul, sebab segala sesuatu bergantung pada jodoh karma masing-masing dan justru dapat menjadi dorongan untuk semakin tekun berlatih.
Selain mendatangkan berkah kemakmuran, Raja Naga juga diyakini dapat memberikan kesehatan, panjang umur, serta perlindungan dari marabahaya. Acarya turut membagikan pengalaman pribadinya yang pernah terselamatkan dari kecelakaan bus, sebagai bukti welas asih dan perlindungan Raja Naga terhadap para praktisi yang memiliki keyakinan dan ketulusan dalam bersadhana.
Upacara Trimula Puja Buddha Amitayus Memohon Buddha Menetap di Dunia
Pada tanggal 13 Juni 2026, dilaksanakan Upacara Global Trimula Puja Buddha Amitayus Mohon Buddha Menetap di Dunia secara serentak melalui Live Zoom yang dipandu oleh Vihara Vajra Bumi Nusantara dan diselenggarakan oleh True Buddha Foundation.
Kegiatan ini dilandasi oleh ajaran Dharmaraja Lian Sheng yang menganjurkan para siswa untuk memperbanyak kebajikan, merapal Mantra Hati Buddha Amitayus, serta menekuni Sadhana Buddha Amitayus sebagai bentuk doa bagi kesehatan dan panjang umur Guru.
Melalui semangat ikrar agung yang dipelopori oleh Lotus Light Charity Society di seluruh dunia, para siswa Zhenfo Zong mewujudkan rasa bakti kepada Guru melalui tindakan nyata berupa pelaksanaan kebajikan dan kepedulian terhadap sesama. Seluruh jasa kebajikan dari Trimula Puja dan kegiatan amal tersebut dilimpahkan kepada Mulacarya Silsilah Dharmaraja Lian Sheng agar senantiasa sehat, panjang umur, menetap di dunia, serta terus memutar roda Dharma demi manfaat bagi semua makhluk.
Setelah Upacara selesa, ditayangkan pula persembahan Tarian Drashi Lhamo oleh Muda-Mudi Vihara Vajra Bumi Kertayuga Pontianak dalam rangka memperingati HUT ke-82 Dharmaraja Liansheng. Dengan penuh hormat dan sukacita mempersembahkan Tarian Drashi Lhamo sebagai ungkapan penghormatan, rasa syukur, dan doa terbaik kepada Dharmaraja Liansheng. Semoga Mahaguru senantiasa menetap di dunia ini, berusia panjang, sehat sentosa, serta terus memutar Roda Dharma demi membimbing dan memberikan manfaat bagi seluruh makhluk.
Bao Fu! Bao Fu! Bao Fu!
Upacara Api Homa Dewi Bahari
Masih pada tanggal 13 Juni 2026, dilaksanakan Upacara Api Homa Dewi Bahari 天上聖母. Dalam penjelasan Dharma disampaikan bahwa Dewi Bahari atau yang dikenal baik dengan Dewi Mazu merupakan manifestasi Bodhisattva Maitreya yang turun dari Surga Tusita untuk memberikan perlindungan dan manfaat kepada para makhluk. Sebagai Dewi Bahari yang menguasai wilayah perairan, Mazu dikenal luas sebagai pelindung para pelaut dan masyarakat yang hidup berdampingan dengan lautan. Beliau juga dianugerahi berbagai berkah kemakmuran dan rezeki. Sosok Mazu yang penuh welas asih telah menjadi pusat keyakinan masyarakat Tionghoa selama berabad-abad, dan penghormatan kepada Beliau terus berkembang hingga berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pelarungan Ratnakalasa Raja Naga di Muara Sungai Kapuas
Rangkaian kegiatan ditutup pada tanggal 14 Juni 2026 dengan pelarungan dua ratus Ratnakalasa Raja Naga di Muara Sungai Kapuas. Prosesi pelarungan berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, sebagai bagian dari penyempurnaan praktik Sadhana Ratnakalasa Raja Naga yang telah dilaksanakan selama tujuh hari sebelumnya.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan Dharma ini, umat memperoleh kesempatan untuk memperdalam keyakinan, memperkuat tekad dalam bersadhana, serta menumbuhkan semangat untuk senantiasa menjalankan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Semoga jasa kebajikan yang terkumpul dapat melimpah kepada semua makhluk, serta semoga Dharmaraja Lian Sheng senantiasa sehat, panjang umur, menetap di dunia, dan terus memutar roda Dharma demi kebahagiaan seluruh insan.