Dharma Talk Show "Why Zhen Fo Zong?" di Vihara Dharma Hastabrata: Kolaborasi Yang Penuh Makna
Tim Liputan Vihara Dharma Hastabrata: Lianhua Angeline
Jakarta, 16 Juni 2026 — Vihara Dharma Hastabrata (圓信堂) menyelenggarakan sesi Dharma Talk Show dengan mengusung tema, "Why Zhen Fo Zong?" dengan narasumber, yakni Ayushmat Shi Lianman (長老釋蓮滿上師) serta Ayushmat Acarya Shi Lianchuan (長老釋蓮傳上師) dari Seattle, USA. Jalannya sesi Dharma Talk Show pandu oleh 2 moderator, yakni Pandita Lokapalasraya Irwan Johan (蓮花餘宛助教) pada sesi 1 dan Erwin Sexiong serta didampingi oleh Pandita Lokapalasraya Venny (蓮花佩芬助教) sebagai penerjemah. Sesi Talk Show tersebut diikuti oleh lebih dari 60 peserta, mulai dari para pandita hingga muda-mudi dari YXT Sunday Service dan para Sadhaka senior.
Suasana siang hari yang cerah turut berkontribusi pada antusiasme para peserta. Dharma Talk Show dimulai pada pukul 13.00 WIB. Meskipun baru dimulai, peserta terlihat bersemangat dengan raut wajah yang berseri. Pembukaan Talkshow dimulai dengan perkenalan moderator dan beberapa umat baru pertama kali ke Vihara Dharma Hastabrata oleh Pandita Lokapalasraya Irwan Johan (蓮花餘宛助教) dan Erwin Sexiong. Setelah itu, panitia menyajikan sebuah kode QR di mana para peserta dapat menyisipkan pertanyaan yang ingin disampaikan kepada Acarya di dalam sesi Talk Show nanti.
Pada saat Ayushmat Shi Lianman (長老釋蓮滿上師) serta Ayushmat Acarya Shi Lianchuan (長老釋蓮傳上師) tiba di baktisala, acara pun dimulai. Moderator pun memulai perkenalan singkat dari kedua narasumber, yakni Ayushmat Shi Lianman (長老釋蓮滿上師) serta Ayushmat Acarya Shi Lianchuan (長老釋蓮傳上師) yang berasal dari Rainbow Temple (彩虹雷藏寺), Seattle, Amerika Serikat, dilanjutkan dengan perkenalan penerjemah Pandita Lokapalasraya Venny (蓮花佩芬助教).
Sesi Question n Answer (QnA) pun dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah dikirim oleh peserta talkshow pada sesi perkenalan melalui QR code yg disediakan panitia. Ayushmat Acarya Shi Lianchuan (長老釋蓮傳上師) membuka sesi tanya jawab dengan memberikan jawaban yang lugas dan gambaran dasar mengenai ajaran Satya Buddha / Zhen Fo Zong (真佛宗) kepada segenap hadirin, yang lalu dilanjutkan oleh Ayushmat Shi Lianman (長老釋蓮滿上師) yang memberikan pengertian lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Pada pukul 15.00, sesi 1 talkshow ini di tutup dengan coffee break selama 15 menit, agar peserta bisa saling berkenalan, sambil menyantap makanan ringan yang telah di siapkan tim panitia
Selain pertanyaan dari kode QR, Acarya juga mempersilakan para peserta untuk menanyakan pertanyaan secara langsung. Di dalam sesi ini, terdapat salah seorang Sadhaka senior yang menanyakan tentang tata cara yang baik dan benar dalam memilih persembahan. Selain itu, ada juga yang bertanya kepada Acarya, "Mengapa aliran Buddhis yang lain menganjurkan untuk menggunakan makanan vegetarian (tanpa daging), sedangkan Zhen Fo Zong tidak?" .
Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut, Ayushmat Acarya Shi Lianchuan (長老釋蓮傳上師) pun menjelaskan bahwa tata cara memilih persembahan yang baik dan benar adalah dengan melihat Yidam-nya dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Di dalam sesi ini, beliau menjelaskan bahwa salah satu alasan Satya Buddha / Zhen Fo Zong memperbolehkan persembahan berupa daging dan arak adalah karena menyesuaikan kondisi iklim Tibet yang ekstrem di saat itu, di mana penduduk setempat kesulitan untuk mendapatkan komoditas sayur.
Beliau juga menyampaikan,
"Apabila Yidam-nya merupakan seorang Bodhisattva, sebaiknya memberikan persembahan barang atau makanan yang Sadhaka sukai. Sebaliknya, apabila Yidam-nya merupakan seorang Dharmapala, persembahkanlah barang atau makanan yang Dharmapala tersebut sukai."
Acarya juga menjelaskan bahwa dengan memberikan persembahan yang disukai Dharmapala berupa daging ataupun arak, hal itu akan menambah kekuatan dan kecepatan Yidam dalam menolong insan luas. Setiap pertanyaan yang diajukan kepada Acarya menyimpan makna yang istimewa dalam mengenal Zhen Fo Zong (Satya Buddha). Setelah setiap sesi QnA, peserta yang mengajukan pertanyaan dipersilakan untuk maju ke depan untuk berfoto serta menerima hadiah kecil dari Acarya maupun tim panitia.
Dharma Talk Show pun berakhir pada pukul 17.00 WIB dengan diajukannya pertanyaan terakhir kepada Ayushmat Shi Lianman (長老釋蓮滿上師) dan Ayushmat Acarya Shi Lianchuan (長老釋蓮傳上師) mengenai tema Dharma Talk Show hari itu yakni, "Bagaimana Acarya bisa menjadi Sadhaka Zhen Fo Zong?".
Dharma Talk Show di hari itu ditutup dengan Ayushmat Shi Lianman (長老釋蓮滿上師) dan Ayushmat Acarya Shi Lianchuan (長老釋蓮傳上師) berfoto bersama seluruh panitia dan peserta acara, lalu meninggalkan baktisala.
Dharma Talk Show "Why Zhen Fo Zong?" yang diselenggarakan oleh Vihara Dharma Hastabrata berlangsung dengan Sarva Manggala. Semoga dengan kegiatan talk show ini dapat menambah pemahaman para siswa dan simpatisan terhadap ajaran Satya Buddha / Zhen Fo Zong dan semakin berkembang di kalangan para muda mudi buddhis Indonesia. Semoga semua makhluk hidup berbahagia. Om Mani Padme Hum. ????