Rangkaian Upacara Menyambut Bulan Ulambana 2026
5-16 Agustus 2026 di Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya Palembang
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan Upacara Bodhimanda Maitri Karuna Ratna Ksamayati,
yang dilaksanakan setiap hari pada tanggal 5–14 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB.
Upacara ini dipimpin oleh Acarya Lian Yuan, di dampingi Acarya Lian Pu, serta para pandita lokapalasraya.
Mengawali rangkaian Bulan Ulambana, umat melaksanakan Upacara Bodhimanda Maitri Karuna Ratna Ksamayati.
Selama sepuluh hari, rangkaian pertobatan dilaksanakan dengan penuh ketulusan dan kekhusyukan, sebagai kesempatan untuk merefleksikan diri, memohon pengampunan atas dosa dan kesalahan yang diperbuat, serta melimpahkan jasa kebajikan kepada para leluhur dan semua makhluk.
Setelah rangkaian pertama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Puja Api Homa Ksitigarbha Bodhisattva pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul: 19:00 WIB
Upacara Puja Api Homa Ksitigarbha Bodhisattva menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian menyambut Bulan Ulambana. Pelaksanaan upacara berlangsung dengan suasana sakral dan penuh penghormatan kepada Ksitigarbha Bodhisattva.
Melalui kegiatan ini, umat diajak untuk semakin menghayati nilai-nilai kebajikan, welas asih, penghormatan kepada para leluhur, serta semangat untuk terus menumbuhkan perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Ulkamukhayoga Ksitigarbha Bodhisattva tanggal 16 Agustus 2026 pukul: 15:00 WIB,yang menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian menyambut Bulan Ulambana. Melalui pelaksanaan Upacara Ulkamukhayoga, umat diajak untuk memperkuat keyakinan, menumbuhkan rasa welas asih, serta senantiasa melakukan kebajikan dan berbagi kebaikan kepada sesama.
Dalam dharmadesana Acarya Lian Yuan menyampaikan Rangkaian upacara seperti Pertobatan Kaisar Liang, Homa, hingga Ulkamukhayoga Ksitigarbha Bodhisattva dipandang sebagai kegiatan yang memiliki manfaat besar, khususnya dalam pelimpahan jasa dan penyebrangan bagi para leluhur serta makhluk yang membutuhkan pertolongan. Bulan ketujuh juga disebut sebagai masa yang penuh dengan pahala, sehingga kesempatan melakukan kebajikan dan membalas jasa orang tua serta leluhur menjadi sangat bermakna.
Dalam penjelasan mengenai Ulkamukhamukayoga Ksitigarbha Bodhisattva disampaikan bahwa upacara tersebut merupakan penyebrangan secara besar-besaran. Melalui pembacaan mantra, mudra, visualisasi, dan persembahan, diharapkan para leluhur serta makhluk yang berada dalam kondisi menderita memperoleh manfaat dan dapat terbebas dari penderitaan.
Beliau juga mengingatkan bahwa keadaan dan kehidupan seseorang maupun leluhur tidak dapat dinilai hanya dari apa yang terlihat. Kondisi kehidupan dapat berkaitan dengan karma dan perbuatan pada masa lampau maupun masa sekarang. Karena itu, anak cucu diajak untuk tidak melupakan jasa dan pengorbanan leluhur serta terus melakukan kebajikan untuk mereka.
Pelimpahan jasa bukan hanya memberikan manfaat kepada leluhur, tetapi juga kepada orang yang melakukan kebajikan. Setiap perbuatan baik yang dilakukan dengan niat tulus akan menjadi bekal bagi diri sendiri. Karena itu, mendaftarkan leluhur, mengikuti upacara, membaca mantra, dan melakukan persembahan tidak dipandang sebagai sesuatu yang sia-sia.
Demikian rangkaian upacara menyambut bulan Ulambana yang berlangsung dengan sakral dan penuh makna.
Momentum ini menjadi pengingat bagi umat untuk terus menumbuhkan rasa bakti kepada para leluhur, mempererat kasih kepada keluarga, serta meningkatkan kepedulian dan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.