HARMONI MERAH PUTIH ZHENFO ZONG KASOGATAN
Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI dalam Kebersamaan dan Sukacita Dharma
Pada Minggu, 6 September 2026, DPD Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia Kabupaten Cilacap menyelenggarakan Lomba Paduan Suara dan Lomba Hiburan yang diikuti oleh umat Tantrayana Zhenfo Zong dari Kabupaten Cilacap, Banjarnegara, dan Wonosobo.
Kegiatan yang mengusung semangat “Harmoni Merah Putih” ini berlangsung di Vihara Vajra Bumi Dharmapala, Desa Glempang Pasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kegiatan menjadi salah satu bentuk ungkapan sukacita umat dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarsesama umat.
Sebanyak 135 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Peserta berasal dari delapan vihara di Kabupaten Cilacap, yaitu Vihara Vajra Bumi Giri Putra, Vihara Vajra Bumi Arya Kertawijaya, Vihara Vajra Bumi Buddha Sasana, Vihara Vajra Bumi Rahula, Vihara Vajra Bumi Dharmaloka, Vihara Vajra Bumi Prajna Dvipa, Vihara Vajra Bumi Karuna Dharma, serta Vihara Vajra Bumi Dharmapala Glempang Pasir sebagai tuan rumah.
Selain dari Kabupaten Cilacap, kegiatan juga diikuti oleh umat dari Vihara Vajra Bumi Mertha Buddhi Banjarnegara dan Vihara Vajra Bumi Pura Mandala Wonosobo. Sementara itu, peserta dari Vihara Vajra Bumi Mandala Putra Wonosobo berhalangan hadir.
Acara dibuka oleh Lurah Glempang Pasir yang didampingi oleh Kepala Dusun. Kehadiran unsur pemerintahan setempat turut memberikan warna tersendiri bagi kegiatan yang mengedepankan semangat persatuan, kebersamaan, dan kerukunan tersebut.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Wanita Zhenfo Zong Kasogatan (Wazhenka) ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan menjadi sarana bagi umat untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Bodhisatwa, khususnya melalui praktik Sad Paramita, yaitu Dana, Sila, Ksanti, Viriya, Dhyana, dan Prajna Paramita.
Nilai Dana Paramita, atau kesempurnaan dalam kemurahan hati, tampak melalui semangat gotong royong umat dalam mendukung terselenggaranya kegiatan. Para peserta dan umat
dengan sukarela mengeluarkan dana untuk kebutuhan transportasi, konsumsi, serta berbagai keperluan kegiatan.
Sementara itu, Sila Paramita, yaitu kesempurnaan moral, tercermin dalam sikap, perilaku, dan tutur kata yang senantiasa dijaga untuk menciptakan suasana harmonis. Kompetisi tidak menjadi alasan untuk saling merendahkan atau menggunakan tutur kata yang dapat menyinggung perasaan orang lain.
Nilai Ksanti Paramita, atau kesempurnaan dalam kesabaran, terlihat ketika para peserta mampu menerima hasil perlombaan dengan lapang dada. Kesalahan yang terjadi selama penampilan pun diterima dengan penuh pengertian dan tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan antaranggota tim.
Semangat Viriya Paramita, atau ketekunan dan semangat yang penuh, telah terlihat sejak kegiatan ini mulai direncanakan. Antusiasme umat untuk berpartisipasi begitu besar. Setiap kelompok berusaha mempersiapkan diri dan memberikan penampilan terbaik, bukan semata-mata demi meraih kemenangan, melainkan sebagai bentuk sukacita dalam kebersamaan.
Adapun Prajna Paramita, yaitu kesempurnaan kebijaksanaan, tercermin dalam sikap batin para peserta yang tidak menjadikan menang atau kalah sebagai tujuan utama. Kompetisi dijalani dengan penuh kegembiraan, sementara hasil perlombaan diterima sebagai bagian dari proses bersama.
Dengan demikian, kegiatan ini menjadi gambaran bahwa praktik Dharma tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan puja bakti dan ritual, tetapi juga melalui bagaimana umat membangun hubungan yang harmonis, saling menghargai, bergembira, dan berbagi kebahagiaan bersama.
Semangat yang dibangun dalam kegiatan ini bukanlah semata-mata mengejar hadiah. Kebahagiaan justru lahir dari kesempatan untuk berkumpul, berinteraksi, bersuka ria, dan membangun kebersamaan dengan sesama sadhaka Padma.
Dalam suasana penuh keakraban, umat dari berbagai vihara melebur menjadi satu dalam semangat persaudaraan. Perbedaan tempat tinggal dan asal vihara tidak menjadi sekat, karena semuanya memiliki tujuan yang sama: merayakan kemerdekaan, mempererat persaudaraan, dan berbagi kebahagiaan dalam Dharma.
Sebagai bentuk perhatian kepada seluruh peserta dan umat yang hadir, panitia juga menyediakan bingkisan berupa perlengkapan kebutuhan sehari-hari, seperti sabun mandi, sabun cuci perabot, dan sabun cuci pakaian. Penghargaan juga diberikan kepada beberapa kelompok dengan penampilan terbaik.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat, keceriaan, dan kebersamaan. Tawa dan kegembiraan umat menjadi warna sepanjang acara. Perlombaan pun terasa bukan sebagai persaingan, melainkan sebagai ruang untuk saling memberikan dukungan dan apresiasi.
Melalui kegiatan ini, semangat kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan dalam bentuk yang sederhana namun bermakna: bersatu dalam keberagaman, bergembira dalam kebersamaan, dan menghidupkan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Harmoni Merah Putih, Bersatu dalam Kebersamaan, Berbahagia dalam Dharma.