Api Homa Marici Bodhisattva Nyalakan Semangat Imlek di Surabaya
Liputan: Tim publikasi vihara Vajra Bumi Arama Surabaya
SURABAYA — Suasana sukacita menjelang Tahun Baru Imlek terasa khidmat di Baktisala Vihara Widya Surya Padma (蓮齊堂), Minggu, 8 Februari 2026. Ratusan umat mengikuti Upacara Api Homa Pemberkahan Marici Bodhisattva yang dipimpin Acarya Lian Zui dari Palembang sebagai bentuk doa menyambut Tahun Kuda Api 2026.
Upacara berlangsung dalam nuansa spiritual yang kuat. Lantunan mantra, kobaran api homa, dan doa bersama umat berpadu dengan gemuruh hujan dan petir yang mengiringi jalannya ritual. Dalam tradisi Vajrayana, api homa dimaknai sebagai simbol transformasi batin—melepas hambatan, memurnikan karma, serta menumbuhkan keberanian dan kebijaksanaan.
Dalam ceramah Dharmanya, Acarya Lian Zui mengajak umat untuk rajin bersembahyang, membaca sutra, memperbanyak kebajikan, serta mendaftarkan nama di altar Dewa Taisui sebagai bentuk doa perlindungan tahunan. Ia juga meluruskan pemahaman tentang tradisi “mengantar dewa” agar umat tidak keliru dalam praktik keagamaan, sekaligus menekankan pentingnya bersarana kepada Guru atau Mula Acarya sebagai pembimbing spiritual, sebagaimana siswa memerlukan guru dalam menempuh pendidikan.
Di akhir upacara, Acarya memimpin doa pelimpahan jasa bagi kesehatan dan keselamatan keluarga serta doa untuk keselamatan bangsa agar senantiasa aman, tenteram, dan damai. Ritual ini menjadi momentum memperkuat keyakinan dan kebersamaan umat dalam menapaki tahun baru dengan hati yang lebih terang dan penuh harapan
Svaha.