Kobaran Api Homa dan Ketekunan Spiritual: Liputan Upacara Puja Api Homa Ganesha di Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya
Palembang, 1 Maret 2026 – Suasana khusyuk dan penuh khidmat menyelimuti Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya pada Minggu sore, 1 Maret 2026. Tepat pukul 16.00 WIB, rangkaian Upacara Puja Api Homa Ganesha dimulai, dihadiri oleh umat yang tumpah ruah memenuhi area vihara. Kehadiran mereka yang penuh antusiasme menjadi cerminan nyata dari kesungguhan hati dalam mengikuti setiap alur prosesi suci.
Upacara yang menjadi ritual tahunan ini dipimpin langsung oleh V.A. Lian Pu, didampingi oleh V.A. Lian Yuan serta para Pandita Lokapalasraya. Sejak detik pertama pembacaan doa, lantunan mantra suci menggema, berpadu harmoni dengan nyala api homa yang perlahan membesar. Api suci tersebut bukan sekadar elemen ritual, melainkan simbol kuat dari proses penyucian diri dan transformasi batin.
Satu per satu persembahan dihaturkan ke dalam kobaran api, sebuah gestur simbolis untuk melepaskan segala bentuk hambatan, kekhawatiran, serta rintangan yang menggelayuti kehidupan. Umat larut dalam konsentrasi tinggi, dengan khusyuk melafalkan mantra Ganesha, "Om Ganabadiye Suoha," berulang kali.
Puncak acara dilanjutkan dengan sesi ceramah Dharma yang disampaikan oleh V.A. Lian Pu. Beliau mengupas tentang kedekatan Ganesha dengan umat manusia. Disampaikan bahwa Ganesha, yang juga dikenal sebagai Jambhala Merah, adalah sosok yang mudah dan cepat jika kita memohon kepada-Nya.
"Seperti yang sering disabdakan oleh Mahaguru, memohon kepada Ganesha itu sangat mudah karena Beliau masih berada di tingkatan alam dewa dan sangat dekat dengan kita. Kita bisa memohon kepada-Nya dengan melakukan persembahan, terutama persembahan daun lobak dan wortel," ujar V.A. Lian Pu di hadapan para umat.
Lebih lanjut, beliau menekankan esensi dari praktik spiritual itu sendiri. "Sebagai siswa Zhenfo Zong, kita harus yakin dan percaya akan Dharma yang dibabarkan oleh Mahaguru. Setiap sadhana yang Beliau ajarkan adalah nyata dan bisa dibuktikan," tegasnya, mengingatkan bahwa keyakinan adalah fondasi utama dalam berlatih.
"Persembahan merupakan salah satu cara untuk memohon dan menggugah para Buddha, Bodhisattva, serta Dharmapala. Namun dalam memohon, diperlukan konsistensi, bukan hanya dilakukan satu kali saja," tambahnya.
Pesan dari pemuka spiritual tersebut menegaskan bahwa praktik Dharma bukanlah sebuah jalan instan. Doa, persembahan, dan meditasi hendaknya dilakukan secara berkesinambungan, dilandasi oleh kesungguhan hati dan keyakinan yang tak tergoyahkan. Melalui Dharmadesana ini, umat diajak untuk senantiasa menumbuhkan ketekunan, sehingga benih-benih kebajikan yang ditanam dapat berbuah manis dalam kehidupan sehari-hari.
Upacara Puja Api Homa Ganesha di Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya tahun ini pun berakhir dengan damai, meninggalkan rasa optimisme dan semangat baru bagi seluruh umat yang hadir untuk terus melangkah di jalan Dharma.