422 - Empat Kekeliruan Sebelum Pencerahan (2)

Kita lanjutkan pengulasan empat kekeliruan sebelum Pencerahan. Kita telah mengetahui, kekeliruan pertama sebelum pencerahan adalah “Jarak antara Buddha dengan saya terlampau jauh.”, inilah kekeliruan pertama, tidak boleh berpikiran demikian, hendaknya merenungkan “Buddha dan aku adalah manunggal.”. Kekeliruan kedua adalah, “Sifat manusia berbeda dengan Buddhata (Sifat Buddha).”, tidak boleh memiliki pemikiran demikian, hendaknya merenungkan “Sifat manusia pada hakikatnya adalah Sifat Buddha.”, Sakyamuni Buddha juga mengatakan, kita semua tiap-tiap insan memiliki Buddhata, demikianlah yang Beliau katakan saat mencapai Pencerahan. Oleh karena itu, hendaknya kita berpikir bahwasanya sifat kita sendiri adalah Buddhata. Kekeliruan yang ketiga adalah, “Selamanya tidak akan dapat Memahami Batin dan Menjumpai Buddhata.”, pemikiran ini muncul karena tidaklah mudah untuk Memahami Batin dan Menjumpai Buddhata, namun kita tidak boleh menyatakan selamanya tidak akan dapat Tercerahkan dan mencapai Kebuddhaan, pemikiran semacam ini juga merupakan sebuah kekeliruan, Memahami Batin dan Menjumpai Buddhata dapat diraih secara bertahap, menekuni bhavana dengan langkah mantap,  pasti akhirnya Anda akan mencapai Pencerahan Sempurna. Demikianlah pemikiran yang seharusnya kita kembangkan dalam menekuni tantrayana, jangan menyatakan selamanya tidak akan Tercerahkan, selamanya tidak akan Memahami Batin dan Menjumpai Buddhata.

Seperti saya sendiri, menurut saya, saya tergolong bodoh, tergolong berkapasitas rendah, orang yang paling dungu, saya sendiri merasa demikian, bukan orang yang pandai, meskipun IQ saya tidak nol, namun IQ saya juga tidak tinggi, sekarang berapakah yang paling tinggi? Ah! Apakah kalian semua tidak memiliki IQ? Yang tertinggi lebih dari dua ratus? Banyak orang lain yang memiliki kualifikasi sangat tinggi, sejujurnya, saya juga tidak mengetahui berapa kualifikasi saya, singkat kata juga bukan tergolong tinggi. Tapi saya sangat tekun, dapat dikatakan, seluruh waktu hidup saya digunakan untuk mendalami Buddha Dharma, semua dalam pembelajaran Buddha Dharma, apabila para Guru Sesepuh mengetahui bagaimana saya mempelajari sutra dan teks-teks Buddhisme, Beliau semua akan bangkit dari kubur dan berdiri bertepuk tangan, saya mengatakan sejujurnya, walaupun kualifikasi dan kecerdasan saya biasa saja, namun semangat saya sangat tinggi.

Saya membaca buku di meja, mengasahnya seumur hidup, menggunakan waktu dalam seumur hidup ini untuk mendalami Buddha Dharma, kemudian mempraktikkan dan menekuninya. Kita memahami bahwa untuk Memahami Batin dan Menjumpai Buddhata, Anda perlu membuka hati, Anda menjumpai Buddhata sendiri, Anda memahami fenomena dan noumena alam semesta, dengan mengamati matahari kita akan tahu, matahari memberi kehidupan pada semua makhluk hidup, namun matahari juga dapat memusnahkan semua makhluk hidup. Lihatlah air sungai, air sungai dapat membantu umat manusia, namun air sungai juga dapat memusnahkan umat manusia, saat kita memahami ini semua, kita akan mengetahui bahwa berkah dan bencana adalah saling bergantungan, orang lain melihatnya sebagai berkah, namun saya melihatnya sebagai bencana.  Saat Sakyamuni Buddha melihat sebuah pot emas, bagi Beliau nampak sebagai ular berbisa, Ia langsung pergi meninggalkannya. Begitu orang lain melihatnya, Wah! Berkah! Ia menjaganya dan meminta orang untuk membantunya mengangkat, akhirnya orang itu justru memukulnya sampai tewas. Pandangan Sang Buddha berbeda, Ia memahami dengan jelas antara berkah dan bencana, Ia memahami semua fenomena dan noumena di alam semesta, inilah Yang  Telah Tercerahkan, kita semua yang menekuni Buddhisme juga dapat Memahami Batin dan Menjumpai Buddhata seperti Sang Buddha, sangat memahami semua fenomena dan noumena, begitu melihat langsung mengetahuinya, demikianlah Yang Telah Tercerahkan, demikianlah Yang Telah Sadar. Apa yang disangka sebagai berkah oleh orang lain, ternyata belum tentu merupakan berkah. 

Matahari dapat mendukung pertumbuhan tanaman, namun matahari yang terlampau panas juga dapat mengeringkan dan mematikan tanaman. Arus air sungai dapat membawa tanah yang subur dan dapat digunakan untuk mengairi. Namun air sungai yang meluap juga dapat merusak semua tanaman tani, apabila Anda memahami fenomena dan noumena, maka Anda dapat melangkah di jalan yang benar, Anda akan memahami berkah dan bencana. Oleh karena itu, ada kalanya beberapa orang mengalami bencana, menurut saya justru berkah. Ada banyak orang memperoleh berkah, namun Mahaguru melihatnya sebagai bencana. Setelah Memahami Batin dan Menjumpai Buddhata, cara pandang akan berbeda dengan manusia awam, asalkan Anda menekuni bhavana dengan mantap, maka Anda pasti dapat Memahami Batin dan Menjumpai Buddhata.

Kekeliruan yang keempat adalah mengejar ke luar, bukan berusaha merealisasi ke dalam diri sendiri, Sifat Mula kita adalah Buddhata, realisasikan ke dalam, jangan mengejar ke luar, yang sesat adalah yang mengejar semua dharma di luar. Galilah ke dalam Sifat Mula Anda, menjumpai Buddhata sendiri, inilah realisasi ke dalam. 
 
Demikianlah perbedaan antara Samyak-dharma dengan jalan luar, Samyak-dharma adalah merealisasi ke dalam, membuka Buddhata sendiri, ini tergolong Samyak-dharma. Apabila Anda mengejar ke luar, seperti meramal nasib, mempelajari kesaktian, atau mempelajari cara untuk melihat makhluk halus, berkomunikasi dengan alam roh, perbintangan, bazi, lima elemen, meramalkan berkah dan bencana bagi orang lain, ini semua tergolong mengejar ke luar, oleh karena itu yang mengejar ke luar berbeda dengan realisasi ke dalam, realisasi ke dalam adalah menggali Buddhata diri sendiri, ini kita sebut sebagai Samyak-dharma. Yang mengejar ke luar adalah ilmu-ilmu duniawi, ini tergolong di luar jalan. Pandangan Buddha terhadap berkah dan bencana, berbeda dengan pandangan awam, Yang Tercerahkan telah memahami semua fenomena dan noumena. 

Oleh karena itu dalam penekunan tantrayana, Anda harus mengetahui Buddha dan aku manunggal, Sifat Mula adalah Buddhata, menapaki bhavana dengan mantap dapat mencapai Pencerahan dan Kebuddhaan. Selain itu, Anda membuka Buddhata diri sendiri.  Pengulasan hari ini sampai di sini.

Om Mani Padme Hum.

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。