Bag 18. Sembilan Tahap Pernafasan Buddha

Pengulasan Tata Ritual Sadhana Tantra Yang Lengkap dan Mendetail
 
Bag 18. Sembilan Tahap Pernafasan Buddha
 
- Dharmadesana Dharmaraja Lian-sheng
- Rainbow Temple, 27 November 1992
 
Berikutnya mulai melakukan sembilan tahap pernafasan Buddha, apakah saat hendak memulai sembilan tahap pernafasan Buddha perlu mengulang visualisasi seperti langit cerah tanpa awan, samudra, cakra-candra, aksara mantra dan kemunculan yidam ? Tidak perlu lagi, sebab saat Anda mulai melakukan visualisasi tri-cahaya, yidam telah hadir dari Siddhi dan aksara mantra Buddhata, saat itu begitu memejamkan mata, Anda dapat memvisualisasikan yidam telah di hadapan.
 
Ada beberapa cara bernafas yang perlu diperhatikan, dulu saya mengajarkan untuk menghirup sinar putih, kemudian masuk ke dalam nadi pingala (kanan) dan keluar melewati nadi ida (kiri), kemudian kembali menghirup sinar putih, masuk dari nadi ida dan keluar dari nadi pingala. Dilanjutkan dengan sinar putih masuk dari kedua sisi, sampai di sini masuk ke dalam nadi sushumna (tengah), terus naik namun tidak menembus ubun-ubun, turun dan keluar melalui dua nadi. Ini adalah tiga tahap, demikian bersilkulasi, saya pernah mengulasnya, tiga tahapan dimulai dari nadi pingala, kemudian tiga tahapan dimulai dari nadi ida, tiga tahapan dimulai dari dua nadi, saat ini sudah merupakan sembilan tahap pernafasan Buddha.
 
Dulu telah dijelaskan, menghirup sinar putih masuk menjadi merah, sinar merah ini berputar, keluar menjadi hitam. Berarti sinar putih murni dari Buddha telah memasuki tubuh Anda, setelah dihantarkan satu putaran, karma hitam Anda keluar melalui lubang hidung kiri, kemudian masuk dari lubang hidung kiri, keluar melalui lubang hidung kanan, dan masuk melalui dua lubang hidung, total ada tiga tahapan. Kemudian dibalik, juga tiga tahapan. Masuk dari dua sisi, dan akhirnya dari lubang hidung kiri, lubang hidung kanan, demikian juga tiga tahapan.
 
Demikianlah sembilan tahap pernafasan Buddha, visualisasi satu nadi sushumna, satu nadi ida dan satu nadi pingala. Sedangkan titik pertemuannya di dasar adalah lokasi empat jari di bawah pusar, lokasi bertemunya ketiga nadi.
 
Nadi pingala terhubung dengan lubang hidung kanan, nadi ida terhubung dengan lubang hidung kiri, sedangkan nadi yang di tengah (sushumna) terus mencapai cakra-visudha ( tenggorokan ) kemudian terpisah sampai ke usnisa, sampai di sini tertutup, tidak tembus.
 
Di manakah letak keluhuran sembilan tahap pernafasan Buddha ? Sembilan tahap pernafasan Buddha adalah untuk memusatkan konsentrasi Anda. Sebab saat bervisualisasi atau saat bermeditasi pikiran kita sering kacau dan rumit. Untuk menyingkirkan pikiran kacau ini, metode tantrayana menggunakan pikiran untuk menghentikan pikiran yang lain. Sembilan tahap pernafasan Buddha juga merupakan pikiran, menggunakan pikiran untuk menghentikan pikiran yang lain, inilah metode tantrayana, yaitu visualisasi. Menggunakan pikiran murni untuk menghentikan pikiran-pikiran yang tidak baik, namun seandainya kemampuan samadhi telah mendalam, begitu duduk langsung masuk samadhi, maka Anda tidak perlu lagi melakukan metode ini. Tapi Anda tidaklah pasti ! Sebab begitu duduk, ah ! Ibu saya datang ( hadirin tertawa )  , ayah jatuh sakit, putri saya minta uang, lebih baik saya beli mobil apa, kepada siapakah saya masih berhutang ! Duduk langsung mulai melantur. Sekalipun Anda duduk selama sepuluh hari, apa gunanya ? Sebab hanya melantur ! Lebih baik pergi tidur saja, tidur justru mengembalikan tenaga. ( Tertawa )
 
Oleh karena itu, paling dikuatirkan adalah saat bagian memasuki samadhi, pikiran kacau langsung muncul berterbangan, berseliweran tanpa henti. 
 
Banyak yang menulis surat kepada Mahaguru, dia bilang saat memasuki samadhi, tidak sanggup mencegah pikiran ruwet. Saya menjawab, lakukan sembilan tahap pernafasan Buddha ! Anda gunakan pikiran untuk menghentikan pikiran. Anda perlu menggunakan pikiran semacam ini untuk menyingkirkan semua pikiran yang kacau balau. Ini adalah cara untuk mencapai konsentrasi terpusat !
 
Saat melakukan sembilan tahap pernafasan Buddha, Anda diminta untuk : lubang hidung kiri, lubang hidung kanan, kemudian kedua lubang hidung, kedua lubang hidung lagi, lubang hidung kiri, kedua lubang hidung lagi, apa yang sedang Anda lakukan ! Ini bukan hal yang merepotkan. Memang supaya Anda mengatur prana secara demikian, menata batin Anda, supaya konsentrasi Anda terpusat. 
 
Jika Anda tidak melakukannya, Anda mengtakan hendak memasuki samadhi, begitu duduk, wah ! Mama datang ( hadirin tertawa ), papa datang, putri Anda ingin sesuatu, siapa yang berhutang pada saya, saya berhutang pada siapa, hari ini saya bertengkar dengan siapa, bertengkar dengan atasan, bagaimana hubungan dengan orang ini, terus berpikir, setelah seharian berpikir, Ah ! Apa yang sedang saya lakukan ? Lupa ! ( Hadirin tertawa ) Anda hendak memasuki samadhi !
 
Oleh karena itulah Anda diajarkan untuk melakukan sembilan tahap pernafasan Buddha, lakukanlah dengan tekun. Lakukanlah dengan sebaik-baiknya, sebab paling tidak saat melakukan sembilan tahap pernafasan Buddha, tidak akan ada pikiran kacau, sebab Anda sedang melakukan sembilan tahap pernafasan Buddha ! Anda sedang memvisualisasikan ke arah mana nafas bersirkulasi, Anda sedang visualisasikan bagaimana prana sampai di ubun-ubun dan tidak dapat naik lagi sehingga turun kembali, dan keluar melalui kedua lubang hidung.
 
Cara yang lebih terampil lagi, dulu diajarkan sumber sinar putih tersebut, sudah pernah saya katakan, dari altar mandala, dari Dharmadhatu, berasal dari mandala yidam. Misalnya Anda menggantungkan thangka, sinar putih muncul dari thangka, dari Dharmadhatu, atau Anda menggantungkan Vajradhatu dan Garbhadhatu-mandala, sinar yidam Anda berasa dari sana. 
 
Lebih mendetail lagi, sinar berasal dari lubang hidung yidam Anda. Dalam aliran dhyana ada sebuah kalimat : "Saya bernafas melalui lubang hidung yang sama dengan Buddha." Ini dia.
 
Selangkah lebih maju lagi, dari lubang hidung Amitabha Buddha mengeluarkan sebuah aksara mantra, aksara apa ? Hrih ( Xie ), keluar dari lubang hidung-Nya, memancarkan sinar merah, memasuki lubang hidung Anda, bersirkulasi satu lingkaran, kemudian aksara Hrih keluar melalui sini, memasuki lubang hidung Amitabha Buddha. Kemudian Hrih keluar dari lubang hidung kiri-Nya, memasuki lubang hidung kiri Anda, bersirkulasi dan keluar melalui lubang hidung kanan, terbang dan memasuki lubang hidung kanan Amitabha Buddha. Saat itu dua aksara mantra keluar dari lubang hidung kiri dan kanan Amitabha Buddha, memasuki lubang hidung kiri dan kanan Anda, bersirkulasi ke atas dan tidak tembus kemudian turun lagi, dua aksara Hrih ini keluar melalui lubang hidung, memasuki Amitabha Buddha. 
 
Ini merupakan metode visulisasi yang luhur dan subtil, Anda memvisualisasikan aksara mantra beserta warnanya, memvisualisasikan lubang hidung Amitabha Buddha. Bukankah ini sangat luhur dan subtil ? Pada hakekatnya ini merupakan Buddhata yidam Anda, datang pada Buddhata sadhaka. Keduanya merupakan Buddhata yang sama, demikianlah bernafas. Prana Buddha memasuki tubuh sadhaka, bija Buddhata saya memasuki tubuh Buddha, demikianlah keduanya saling bersirkulasi, inilah : "Bernafas melalui satu lubang hidung."
 
Tantrayana beryukta dengan aliran dhyana, sama. Inilah yang disebut dengan 'Saya dan Buddha bernafas melalui lubang hidung yang sama'. Sembilan tahap pernafasan Buddha sangat menakjubkan, bagaimana akhirnya ? Aksara Hrih itu tidak hanya satu, Anda hanya memvisualisasikan satu aksara, sampai saatnya begitu keluar, Amitabha Buddha menghembuskan ratusan aksara Hrih, semua masuk dalam tubuh Anda. Yang Anda hembuskan juga ratusan aksara Hrih, satu persatu aksara memasuki tubuh Amitabha Buddha, saat itu sangat luhur dan subtil. Buddhata Amitabha Buddha sudah merupakan Buddhata Anda sendiri. Bukankah ini manunggal ? Anda manunggal dengan-Nya. 
 
Usai melakukannya, pikiran Anda telah sangat tenang. Benar tidak ? Anda melakukan visualisasi ini, sinar putih, sinar merah dan keluar berwarna biru. Kemudian melakukan sembilan tahap visualisasi dengan aksara Hrih, Buddhata ini, Buddhata antara Anda dan Amitabha Buddha saling bersirkulasi, bersama bernafas.
 
Sadhana tantra sangat menakjubkan, di dalamnya ada metode penekunan bhavana Anda. Metode dalam sutrayana kebanyakan adalah membicarakan teori. Sesungguhnya dalam sutrayana apa yang dapat kita terapkan secara nyata ? Bhiksu akan mengatakan : "Pulanglah dan lafalkan Nama Buddha." Anda cukup melafal Nama Buddha. Bagaimana saya menambah pengetahuan Buddhisme ? Baca saja sutra ! Anda diminta untuk melafal Nama Buddha dan sutra, tidak ada cara tertentu, bila ada adalah ritual pagi dan petang. Ritual pagi tok tok ting ting, ritual malam juga tok tok ting ting ( hadirin tertawa ) tidak ada sadhana. Jika tidak demikian, semuanya bersama melakukan ritual pertobatan, Anda tinggal pilih, Pertobatan Amitabha, Pertobatan Sadharmapundarika, Pertobatan Bhaisajyaguru, Pertobatan Mahakaruna Dharani, Pertobatan Ksitigarbha, semua bersama melakukan ritual pertobatan. Melakukan namaskara, menundukkan kepala sebagai tanda pertobatan. Melafal beberapa sutra... Melihat Buddha , menundukkan kepala... Inilah ritual pertobatan ( hadirin tertawa ), sesungguhnya itu adalah pertobatan. 
 
Sesungguhnya melafalkan sutra juga harus melebur dalam makna sutra. Juga harus mengetahui pertobatan apakah yang sedang Anda lakukan. Pertobatan apapun itu, semua mengajarkan kemurnian tubuh, ucapan dan pikiran. Tahukah Anda ? Bahwa dalam diri Anda terdapat kesalahan ? Ucapan ada kesalahan apa ? Pikiran ada kesalahan apa ? Semua harus dipertobatkan. Bertobat atas tubuh, ucapan dan pikiran. Apa saja kesalahan tubuh, apa saja kesalahan ucapan dan apa saja kesalahan pikiran, Anda harus menyebutkan apa saja kesalahannya, apa saja yang dilanggar. 
 
Sesungguhnya saat bersadhana bukankah Anda juga sedang memohon pertobatan ? Sesungguhnya saat kita menekuni sadhana tantra, kita juga sedang bertobat. Bukankah diajarkan untuk memurnikan tubuh, ucapan dan pikiran ? Saat Anda bervisualisasi dengan baik, berarti telah memurnikan pikiran. Anda membentuk mudra berarti tubuh tidak melakukan hal buruk, inilah kemurnian tubuh. Anda menjapa mantra, saat menjapa tidak akan memaki orang,  tidak akan memfitnah, tidak akan bedusta, tidak akan mengucapkan hal-hal tidak bermanfaat, tidak akan berlidah dua, tidak akan melontarkan ucapan kasar, inilah kemurnian ucapan. Dalam bersadhana Anda sedang memurnikan tubuh, ucapan dan pikiran, ini juga merupakan pertobatan, Anda sungguh melakukannya, menerapkan kemurnian tubuh, ucapan dan pikiran.
 
Pertobatan dalam sutrayana, saya membaca sutra maka saya mengetahui di mana letak kesalahan saya, saya bernamaskara dan menyatakan pertobatan di hadapan Buddha Bodhisattva, ini sama. Oleh karena itu, Buddha Dharma, entah itu sutrayana atau tantrayana, semua saling tembus.
 
Sembilan tahap pernafasan Buddha adalah melatih konsentrasi Anda. Menggunakan pikiran untuk menghentikan pikiran, dengan visualisasi dengan kemurnian pikiran, sinar putih masuk dan hawa gelap keluar, sinar merah di dalam Anda, aksara mantra Buddhata terbang masuk ke dalam tubuh dan keluar lagi, masuk ke dalam Buddha, kembali masuk pada diri Anda, sirkulasi demikian adalah memurnikan tubuh Anda, realisasi Buddhata bertumbuh,  tubuh Anda dimurnikan, tubuh, ucapan dan pikiran murni. Inilah sembilan tahap pernafasan Buddha. 
 
Apakah yang disebut dengan pernafasan Buddha ? Yaitu nafas Buddha, saat nafas Buddha dengan nafas Anda saling bersilkulasi, inilah sembilan tahap pernafasan Buddha. Kemudian usai melakukan sembilan tahap pernafasan Buddha, Anda telah mengatur tubuh, ucapan dan pikiran telah murni, Anda sudah hendak masuk bagian 'Memasuki aku dan Aku memasuki.'
 
慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。