Dharmaraja Lian-sheng Mengulas Satya Buddha Sutra

( Pengulasan Ketujuh )

Dharmadesana 03 Desember 1988

 

Kutipan Teks Sutra Mandarin :

 

紅蓮花童子現出行願光。

Hóng liánhuātóngzǐ xiànchū xíngyuàn guāng.

 

紫蓮花童子現出端嚴光。

Zǐ liánhuātóngzǐ xiànchū duānyán guāng.

 

藍蓮花童子現出果得光。

Lán liánhuātóngzǐ xiànchū guǒdé guāng.

 

黃蓮花童子現出福足光。

Huáng liánhuātóngzǐ xiànchū fúzú guāng.

 

橙蓮花童子現出童真光。

Chéng liánhuātóngzǐ xiànchū tóngzhēn guāng.

  

Kutipan Sutra Bahasa Indonesia :

 

Padmakumara Merah memancarkan sinar pelaksanaan pranidhana.

Padmakumara Ungu memancarkan sinar wibawa dan keagungan,

Padmakumara Biru memancarkan sinar pahala keagungan Tertinggi,

Padmakumara Kuning memancarkan sinar kemakmuran,

Padmakumara Jingga memancarkan sinar kemurnian kumara.

  

Pengulasan Sutra ( Ke 07 ) :


    Sebelumnya kita telah mengulas sinar abhicaruka, kali ini kita akan mengulas 'Padmakumara Merah memancarkan sinar pelaksanaan pranidhana.' Dulu Mahaguru pernah mengatakan bahwa tiap orang bajik ( orang yang baik hati ), orang yang berbuat kebajikan, orang yang membangkitkan kekuatan tekad, orang yang berdana, sepenuhnya mempersembahkan waktu - uang dan perbuatan bagi para insan, maka di atas kepalanya akan memancarkan 'Sinar Pelaksanaan Pranidhana' yang berwarna merah.  

 

    Mahaguru sering merenungkan satu kalimat dalam alkitab : 'Lebih berbahagia memberi daripada menerima.' Mengapa ? Sesungguhnya memang demikian. Saya menyadari, seperti dulu Mahaguru sangat jarang berbuat kebajikan, perbuatan bajik yang dilakukan akhir-akhir ini sedikit lebih banyak daripada dulu. Saya menyadari, saat kita berdana atau memberikan sesuatu kepada orang lain, atau melakukan kebajikan, dalam hati akan merasakan kebahagiaan dan ketenteraman. Apalagi Anda dapat mendanakan benda yang paling Anda sukai, yang merupakan mustika dan berharga bagi Anda, yang sebelumnya sukar Anda berikan kepada orang lain, kebahagiaan tersebut akan terasa lebih mulia. 


    Kita harus menghancurkan pandangan 'Ini adalah milikku', 'ini adalah milikmu'. Jika Anda hendak menembusnya, maka Anda harus mampu membangkitkan 'tekad' dan 'pelaksanaan'. Yaitu perilaku dan kekuatan tekad Anda saling selaras, barulah Anda dapat menghancurkan pandangan 'ini adalah milikku' dan 'ini adalah milikmu'.

 

    Coba Anda renungkan, kelak saat Anda menyadari 'Milikku adalah milik para insan', maka di atas kepala Anda akan muncul sinar merah dari 'Sinar Pelaksanaan Pranidhana'. Namun jika Anda selalu berpikiran : Milikku adalah milikku, milikmu juga milikku, milik orang banyak adalah milikku, maka di atas kepala Anda akan muncul sinar hitam. Apabila Anda ingin mencapai Kebuddhaan, merealisasi Kebodhisattvaan, hendak menekuni bhavana, maka kata 'Milikku' ini harus ditiadakan. 


    Oleh karena itu, sesungguhnya segala hal di dunia ini tiada apapun yang merupakan milik Anda. Saat Anda telah menyadarinya, maka di atas kepala Anda akan muncul Sinar Pelaksanaan Pranidhana yang berwarna merah. Hati Anda akan lapang, luas bagai bumi dan langit, Anda memiliki batin kebajikan tak terhingga untuk menolong para insan. Orang yang demikian, kelak adalah Padmakumara Merah.

 

    'Padmakumara Ungu memancarkan sinar wibawa dan keagungan' Wibawa adalah kebenaran, keagungan adalah kemuliaan, warnanya adalah ungu. Sinar wibawa kebenaran dan keagungan ini, juga muncul pada perilaku seseorang, sinar semacam ini juga dihasilkan oleh hati. Wibawa kebenaran adalah tidak sesat, tidak sesat sama seperti tak tergoyahkan. Kita telah merealisasi batin tiada pikiran kacau, tidak sesat, perilaku sangat benar. Keagungan adalah tiada kebocoran, sinar yang muncul adalah seberkas sinar ungu, tiada cela, tiada kebocoran.

 

    'Padmakumara Biru memancarkan sinar pahala keagungan Tertinggi', mengapa Padmakumara Biru memancarkan Sinar Pahala Keagungan Tertinggi ? Warna biru sendiri membantu orang lain, bahkan memperoleh hasil yang sangat baik. Seperti buah, berbunga, lalu berbuah, kemudian memunculkan satu persatu buah yang sangat sempurna, semacam buah atau pencapaian ! Dari manakah buah ini ? Berasal dari ladang perilaku moralitas, sepenuhnya dari moralitas yang menghasilkan buah. Bagaikan padma, saat ia mekar sangatlah indah, sinar yang dipancarkannya berwarna biru, sangat paripurna berbentuk bundar, semacam buah yang bundar.


    'Padmakumara Kuning memancarkan sinar kemakmuran', Mahaguru pernah mengatakan mengapa Padmakumara Kuning memancarkan sinar kemakmuran ? Mengapa warna kuning adalah kemakmuran ? Sebab warna kuning sangat dekat dengan emas ! Di dunia ini, warna apa yang paling mahal ? Yaitu warna kuning. Meskipun berlian juga sangat mahal, namun tidak pasti semua mengakui berlian. Sampai saat ini yang dapat digunakan sebagai standart harga, adalah kadar emas. Berlian tidak dapat digunakan sebagai standar nilai. 

 

    Mengapa sinar kuning disebut sebagai sinar kemakmuran ? Perlu diketahui bahwa 'kemakmuran' berasal dari ladang moralitas ; 'Berkah' juga berasal dari 'Prajna'. Kita sadhaka juga perlu memupuk berkah, ini disebut sebagai memupuk berkah dan Prajna. Hanya memupuk berkah tanpa melatih Prajna, hanya akan menjadi orang duniawi. Hanya menekuni Prajna tanpa memupuk berkah, dia hanya mampu menolong diri sendiri, tidak dapat membantu orang lain, tidak dapat menuntun para insan. Oleh karena itu berkah dan Prajna perlu untuk ditekuni bersamaan. Padmakumara Kuning memancarkan sinar kemakmuran, karena Ia telah membina diri dalam berkah dan memupuk semua berkah kebajikan. 


    'Padmakumara Jingga memancarkan sinar kemurnian kumara.' Apa yang disebut dengan 'kemurnian kumara' ? Barusan yang lewat semua adalah kemurnian kumara ( ket : ada sekelompok anak-anak berjalan kesana kemari ) kumara adalah kanak-kanak, mereka yang masih murni, hanya memiliki hati yang polos,tiada baik dan buruk, tiada kebajikan dan kejahatan, juga tidak dapat melakukan perbuatan jahat, mereka bahkan tidak terpikirkan bagaimana cara berbuat jahat, inilah 'kumara', hati yang polos. Mereka juga tidak takut terhadap sesuatu, seperti kita demikian banyak yang duduk, banyak Acarya yang duduk di depan. Mereka juga tidak peduli apapun dan hanya berjalan lewat begitu saja. Mereka juga tidak mengerti , kita anak-anak bicaranya harus pelan sedikit, jika tidak , kita akan mengganggu pengulasan sutra. Mereka tidak peduli ini semua. Sebab utamanya mereka adalah kanak-kanak. Bagaimana mungkin Anda meminta supaya burung kecil di atas pohon untuk berhenti berkicau ?

 

    Yang dimaksud dengan kemurnian adalah, semua yang dilakukan oleh mereka adalah hal yang sesungguhnya, mereka tidak akan bertindak munafik. Saat gembira mereka akan tertawa, saat dipukul mereka akan menangis. Jika mereka menyukai Anda, mereka akan memberi kiss, jika tidak menyukai Anda mereka akan memberi Anda muka masam. Karena mereka tidak bisa berpura-pura. Tahukah Anda ? saya menjumpai bahwa orang dewasa, semakin tua, semakin pandai berpura-pura. Jelas-jelas tidak suka masih bisa mengatakan kepada Anda : “Terima kasih atas bimbingan Anda.” Jelas-jelas tidak menyukai Anda tapi masih bisa mengatakan : “Sungguh kehormatan dapat berjumpa dengan Anda.” Jelas-jelas tidak menyambut Anda, mulutnya masih mengatakan : “Datang lagi ya ! Ada waktu silahkan main kemari.” Demikianlah orang dewasa yang buruk. Sadhaka harus kembali pada kemurnian kumara, jangan munafik.

 

    Sinar yang dipancarkan oleh Padmakumara Jingga sepenuhnya apa adanya, Sinar Kemurnian Kumara yang polos. Sinar semacam ini tidak mengandung noda, sedangkan kita semua telah ternodai. 

 

    Oleh karena itu sinar-sinar ini, Anda semua melihat ada sinar Maha-prajna, Sinar Pemanunggalan Dharmadhatu, ada sinar yang dipancarkan dari puluhan ribu ratna manikam, ada sinar yang menaklukkan mara, ada sinar merah pelaksanaan pranidhana hingga paripurna, ada sinar kewibawaan dan keagungan, ada sinar buah pencapaian sejati dari ladang moralitas kebajikan, ada sinar yang sempurna dalam berkah, ada sinar kemurnian kumara yang sangat jujur. Coba Anda renungkan, di Mahapadminiloka terdapat demikian banyak sinar yang saling menyinari, saling mencerahkan. Coba Anda renungkan, loka semacam itu sungguh terang , indah dan luhur ! 

 

    Oleh karena itu, kelak Tanah Suci Mahapadminiloka akan menggetarkan seluruh dunia, seluruh dunia akan berguncang. Akhir-akhir ini Satya Buddha Sutra ( Zhenfo Jing ) ini telah mengguncang berbagai negara di dunia, termasuk semua umat Buddha dan semua umat beragama,  semua sudah menyalakan petasan untuk merayakan. Petasan ini adalah petasan yang memiliki pendapat ! 

 

Hari ini sampai di sini.


Om. Mani. Padme. Hum

2024真佛宗為世界祈福 高王經千遍迴向師尊