Dharmaraja Lian-sheng Mengulas Satya Buddha Sutra

( Pengulasan Keempat )

Dharmadesana 12 November 1988

 

Kutipan Teks Sutra Mandarin :

 

將一個摩訶雙蓮池。變化得格外金光燦爛。

jiāng yīgè móhoshuāng liánchí. Biànhuà dé géwài jīnguāng cànlàn. 

 

所有香花全部怒放。瑞草放出香息。

Suǒyǒu xiānghuā quánbù nùfàng. Ruìcǎo fàngchū xiāngxī. 

 

白鶴。孔雀。鸚鵡。舍利。迦陵頻迦。共命之鳥。

Báihè. Kǒngquè. Yīngwǔ. Shèlì. Jiālíngpínjiā. Gòngmìng zhī niǎo. 

 

均化金色。出和雅天音。

Jūn huà jīnsè. Chū hé yǎ tiān yīn. 

 

空中金色光。有淨妙天音來自虛空。

Kōngzhōng jīnsè guāng. Yǒu jìng miào tiānyīn láizì xūkōng. 

 

諸世界香氣芬馥。空中金閣。全生光華。

Zhū shìjiè xiāngqì fēnfù. Kōngzhōng jīngé. Quánshēng guānghuá. 

 

遍敷金蓮。虛空之中天花飄散。

Biànfū jīnlián. Xūkōng zhī zhōng tiānhuā piāosàn

 

 Kutipan Teks Sutra Bahasa Indonesia :


 “…membuat Maha-padminiloka memancarkan kilau sinar keemasan. Semua Padma harum bermekaran. Rumput kemujuran menebarkan keharuman. 

 

Bangau Putih. Burung Merak, Burung Suka, Burung Sari,  Kalavinka, Jivajivaka, seluruhnya berubah menjadi berwarna keemasan, menyanyikan irama surgawi nan merdu.

 

Angkasa bersinar keemasan, terdengar alunan irama surgawi nan jernih berkumandang dari angkasa, semua loka dipenuhi keharuman semerbak .  Nampak Istana Kencana di tengah angkasa ,  dipenuhi padma emas , semua memancarkan sinar gemilang,  terlihat bunga-bunga surgawi beterbangan melayang-layang di angkasa.”

   

Pengulasan :


     “…membuat Maha-padminiloka memancarkan kilau sinar keemasan. Semua Padma harum bermekaran. Rumput kemujuran menebarkan keharuman. “

Semua bunga mekar dalam seketika, semua rumput memancarkan keharuman semerbak. 


    “Bangau Putih. Burung Merak, Burung Suka, Burung Sari,  Kalavinka, Jivajivaka, seluruhnya berubah menjadi berwarna keemasan, menyanyikan irama surgawi nan merdu” Burung-burung itu berubah warna menjadi keemasan, mengapa menjadi berwarna emas ? Sebab emas yang paling mulia. 


    “Menyanyikan irama surgawi nan merdu”  Yaitu mengeluarkan suara yang paling selaras, paling merdu dan paling indah.  Mahaguru pernah mengatakan bahwa : “Di Sukhavatiloka Buddha-ksetra Barat ada suara yang disebut :  ‘Irama surgawi nan merdu’, kekuatan suara ini sangat besar.” 


    Di dunia ini banyak orang yang ingin kelak terlahir di Sukhavatiloka, beberapa di antara mereka ada yang terlahir dengan membawa karma, masih mempunyai sedikit karmavarana, namun mereka sudah dapat terlahir di Sukhavatiloka. Apakah mereka masih memiliki keinginan mencuri ? ada sedikit keinginan ; Dan juga, melihat sesuatu yang indah, mereka timbul rasa suka . Bukankah dengan demikian para dewi di Sukhavatiloka berada dalam bahaya ?


    Sebenarnya tidak perlu kuatir . Sebab ada  ‘Irama surgawi nan merdu’. Saat Anda memikirkan, Hei ! Permata ini sangat berharga, aku ambil sedikit ! Begitu mulai timbul nafsu keinginan, ‘Irama surgawi nan merdu’ akan masuk dalam diri Anda, dalam seketika keinginan untuk mencuri lenyap sudah.  Batin Anda menjadi sangat bersih. “Aku adalah orang suci, mana boleh mengambil benda-benda ini ?” Saat nafsu keinginan Anda mulai berkobar bagai api, ‘Irama surgawi nan merdu’ ini bagaikan air es yang disiramkan ke atas kepala Anda. Es yang paling indah, paling murni, paling dingin dan tembus pandang, mencuci bersih semua noda dalam pikiran Anda. 

  

    Ada orang yang telah tiba di Sukhavatiloka namun masih sangat risau. Dia mengatakan : “Di dunia masih ada istriku, anak-anakku, harta dan beberapa persoalan mengkuatirkan yang belum terselesaikan.” Namun dia telah terlahir di Buddha-ksetra Barat dan tidak dapat kembali lagi. Begitu mendengarkan ‘Irama surgawi nan merdu’, pikiran-pikiran itu langsung tersingkirkan. ‘Irama surgawi nan merdu’ ini merupakan kondisi batin yang sangat luhur. Ada sebagian orang yang mempunyai sifat emosional, sifatnya sangat . . . begitu merasa cemas , langsung timbul keinginan untuk membunuh orang . Namun di Sukhavatiloka, begitu mendengar ‘Irama surgawi nan merdu’ tidak akan sanggup membunuh. Oleh karena itu, keinginan mencuri, keinginan yang tidak senonoh, bahkan hasrat untuk membunuh, semua dirubah oleh ‘Irama surgawi nan merdu’. Oleh karena itu ‘Irama surgawi nan merdu’ memiliki fungsi yang sangat mulia, sangat harum dan sangat suci.

  

    Saya pernah mengatakan bahwa di dunia ini ada kekuatirkan. Mengapa Sukhavatiloka disebut Sukha ? Sebab dia selamanya bahagia. Sebab begitu Anda mendengar ‘Irama surgawi nan merdu’, mengalir dalam hati Anda, kerisauan Anda langsung sirna. Sel-sel di sekujur tubuh Anda akan menari, menari-nari dengan ringan. Begitu menari tidak dapat dihentikan. Inilah mengapa disebut sebagai Sukhavatiloka.  

 

    Ada yang bertanya : “Mahaguru menjelaskan dengan sangat baik, begitu mendengar musik itu langsung terasa nyaman. Tapi, jika musik tersebut terus-terusan diputar, lama kelamaan pasti akan bosan.” Tenang saja ! Di Sukhavatiloka ada puluhan ribu bahkan jutaan ‘Irama surgawi nan merdu’, dijamin selamanya tidak habis didengarkan, bahkan waktu hidupnya tanpa batas. 

   

    “Angkasa bersinar keemasan, terdengar alunan irama surgawi nan jernih berkumandang dari angkasa, semua loka dipenuhi keharuman semerbak .  Nampak Istana Kencana di tengah angkasa ,  dipenuhi padma emas, semua memancarkan sinar gemilang, terlihat bunga-bunga surgawi beterbangan melayang-layang di angkasa.” Kalimat ini mengatakan bahwa di angkasa Mahapadminiloka memancarkan cahaya terang keemasan yang paling mulia dan paling indah. Angkasa mengumandangkan musik surgawi yang sangat bersih, dan musik surgawi yang sangat luhur.

 

    Untuk menjelaskan mengenai musik ini, hanya dapat melalui kata ‘Parisuddhi’ dan ‘Mulia’.  Sesungguhnya musik semacam ini termasuk musik surgawi yang tidak terdengar di dunia fana. 

   

    Seperti saat Mahaguru di California kali ini, ada satu kali pada malam hari keluar diam-diam. Sebab mereka mengatakan : “Di California ini ada yang tidak terdapat di Seattle.” Mereka mengatakan di sana terdapat  dunia luas ! Yang nomor satu ! Mawar apa itu ! Karena hati kita lapang, jadi tiba ke dunia yang tepat untuk melihatnya .  Musiknya sangat nyaring dan jernih, luas lantai dansanya juga hampir sama dengan vihara kita. Menurut yang saya dengar  , di sana ada sekitar 30 an penari, di sana tidak ada ‘Irama surgawi nan merdu’. Saya pergi bersama Gurudara, hanya melihat dan tidak berdansa. Mendengar musik yang sama dengan musik mandarin di Taiwan, di Amerika sangat jarang yang mendengar lagu mandarin, tapi di diskotik itu diputar lagu mandarin, sangat jarang ada musik tango, di Amerika sepertinya tidak ada tango. Mendengar musik semacam itu, meskipun tidak berdansa, tapi kaki mulai bergoyang. Sekalipun musik duniawi, tapi sebagian besar orang mendengarnya juga dapat merilekskan pikiran,  kaki bisa bergoyang. Orang yang suka berdansa akan turun untuk berdansa, sangat gembira dan sangat rileks. 

 

    ‘Irama surgawi nan merdu’ lebih baik jutaan kali lipat daripada musik semacam itu, dengan demikian bagaimana mungkin sel-sel penduduk di sana tidak bergoyang ? Perumpamaan yang saya buat ini adalah untuk mengutarakan kesucian sebuah musik. Musik yang indah sungguh dapat membasuh jiwa manusia. 


    Kalimat ‘semua loka dipenuhi keharuman semerbak’ menyatakan semua bunga bermekaran, rumput juga sangat harum, hawa keharuman memenuhi semua. Pada suatu malam Mahaguru makan di sebuah restoran , memercikkan sedikit cologne, saya merasa baunya sedikit mirip dengan dupa cendana. Harum cendana tidak seperti bau parfum wanita. Saat keluar, kebetulan ada seorang ibu yang juga hendak keluar, dia berada di belakang saya, dia mengatakan : “Wah ! sekujur tubuh Mahaguru memancarkan keharuman !” Dia mengatakan : “Ada Bodhisattva yang mengikuti !” Saya tidak berani mengatakan, saya mengatakan : “Apakah ada ?” , namun tubuh seorang sadhaka ada kalanya memang memancarkan keharuman. 

  

    Mahaguru pernah mengatakan bahwa pada tubuh tiap orang terdapat aroma yang berbeda. Sebab Mahaguru telah berjumpa dengan jutaan orang. Saat dia berkonsultasi, begitu duduk di hadapan, langsung tercium aroma tubuhnya. Ada orang yang membutuhkan waktu konsultasi yang lama, sebab aroma tubuhnya termasuk baik. Namun ada orang yang begitu masuk dan duduk, Mahaguru langsung berdiri. Saya beritahu Anda, saya melayani konsultasi sambil menahan nafas.   

  

    Manusia sungguh mempunyai aroma. Jika menekuni bhavana, maka dengan alamiah tubuhnya akan memancarkan keharuman. Namun orang yang sering timbul pikiran tidak baik, juga tidak bersadhana, kemelekatan pada harta terlampau berat,  baunya sangat parah.  Ada orang yang gemar berjudi, dalam pikirannya hanya ada menang dan kalah, begitu dia duduk, aroma menang kalah dan aroma duit di tubuhnya tertiup kemari. Banyak orang yang tubuhnya memancarkan aroma demikian, ini tidak baik. Bila dia makan di sebelah saya, saya akan waspada apakah ludahnya terciprat, sungguh menakutkan ! 

 

    Oleh karena itu keharuman istimewa di Mahapadminiloka tidak didapati di dunia fana. Penduduk di sana memiliki suasana hati yang rileks, semua menyukai Sukhavatiloka, menyukai musik dan keharuman tersebut. 

 

    Bangunan di sana adalah Istana Kencana, terbuat dari emas, memancarkan sinar keemasan yang terang benderang. Pada istana kencana terukir Padma emas, di angkasa juga turun hujan bunga-bunga nan indah. 

 

    Ada yang bertanya : “Bunga-bunga turun, mengenai kepala, bukankah akan menyebabkan kepala berdarah ?” Saya katakan, “Tenang saja, ini adalah bunga berwarna emas, saat turun dari angkasa mengenai tubuh Anda, ia akan menembus tubuh Anda. Saat bunga itu melewati tubuh Anda, akan menimbulkan rasa bahagia pada sel-sel Anda seakan-akan seperti sedang dipijit.” 

   

    Coba bayangkan, bunga-bunga yang indah berjatuhan, menimpa kepala Anda, melewati syaraf-syaraf tubuh Anda, bagaikan sebuah tangan yang ahli sedang memijit Anda.  Bayangkan betapa nyaman rasanya. Bahkan tiap-tiap bunga yang mengenai tubuh Anda, menghasilkan sensasi sentuhan yang tidak sama. Tidak seperti saat kita pergi pijit, semua terasa sama. Rasa itu tergolong surgawi, sagat ringat dan lembut, sangat nyaman . 

 

Hari ini sampai di sini. 

 

Om. Mani. Padme . Hum

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。