2017-11-05 Guru Mengabhiseka dan Mengadhisthana Pancakaya dan Pancajnana Mendirikan Takhta Buddha

undefined

Takhta Bodhisattva Adalah Memohon Aktivitas Manggala untuk Mengatasi Petaka - Takhta Devi Adalah Menari dan Melantunkan Pujian di Angkasa - Takhta Krodha Adalah Vajra Vidyaraja Menyingkirkan Rintangan Mara dan Memberikan Perlindungan

Ceramah Lamdre ke-113 oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Upacara Homa Mahabala Vajra, 5 November 2017 di Rainbow Temple

Terlebih dahulu marilah kita bersembah puja pada segenap Guru Silsilah, sembah puja pada Bhiksu Liaoming, sembah puja pada Guru Sakya Zhengkong, sembah puja pada Gyalwa Karmapa ke-16, sembah puja pada Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada Triratna Mandala, sembah puja pada Adhinatha homa hari ini: Mahabala Vajra Vidyaraja, sembah puja kepada Adharma Buddha, sembah puja kepada semua parivar Mahabala Vajra.

Gurudara, para Acarya, Dharmacarya, Bhiksulama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat Sedharma, dan umat Sedharma yang menyaksikan melalui internet. Tamu agung hari ini, antara lain, Dubes Liao Dongzhou dari Kedutaan Besar Taiwan di Swedia dan Norwegia, beserta istrinya sdri. Judy. Akuntan TBF, sdri. Teresa dan suaminya. Penasihat hukum TBF, pengacara Zhou Huifang. Produser acara Gei Ni Dian Shang Xin Deng di CTI Sdri. Xu Yaqi. dr. Zhuang Junyao, Penasihat Komunitas Emigran dari Taiwan, sdr. Mai Xianhui. dr. Gao Huanxian. Selamat sore semuanya! Apa kabar semuanya! (Bahasa Taiwan) Selamat sore semuanya! Apa kabar semuanya! (Bahasa Mandarin) Apa kabar! Apa kabar semuanya! (Bahasa Kanton)

◎ Terlebih dahulu memberitahu semuanya, minggu depan, sore hari tanggal 12 November adalah Upacara Homa Mahadewi Yaochi. Pernah satu kali, ketika hendak kembali ke Taiwan, Mahadewi Yaochi memberikan petunjuk bahwa kepulangan saat itu akan ada berapa petaka? Ada 2 petaka besar, dan 3 petaka kecil, petunjuknya sangat akurat. Kepulangan ke Taiwan saat itu, sungguh ada 2 petaka besar dan 3 petaka kecil, jadi homa Mahadewi Yaochi sangat penting, terlebih peranan asisten penjaga tungku atau asisten vajra di samping, sangat penting.

Istilah pelindung dan penjaga tungku sama saja, artinya sama. Dalam menulis artikel juga demikian, pada umumnya, setelah menulis 600 aksara, pasti akan terjadi salah tulis 1 aksara. Hari ini saya menulis sebuah sajak mengenai sebuah pohon pinus, saya menulis aksara radikal ‘mu’, kemudian satu aksara ‘guo’, menjadi aksara ‘ke’, atau mestinya satu aksara ‘guo’ dan satu aksara ‘ye’? (‘Ke’) yang saya tulis adalah radikal ‘mu’, kedua aksara ini memiliki pelafalan sama, semua sama-sama ‘ke’, Anda gunakan aksara yang mana? Di sinilah letak persoalannya. Pagi hari ini, saya menulis sebuah sajak pendek, kemudian menulis sebuah percakapan, percakapan apa? “Satu kepala gundul”. Semula berpikir, orang berkepala gundul seperti kita, memangkas rambut sampai bersih, mestinya ditulis “Sebuah kepala gundul”, atau “Satu kepala gundul”? Di sinilah letak permasalahannya. Tapi yang saya tulis adalah “Satu kepala gundul”, setiap hari mesti mencukur kumis, dan mencukur rambut sampai bersih. Dalam artikel saya sebutkan, kita hanya tahu adanya tonik rambut 566, hormon pertumbuhan, dan masih banyak lagi obat untuk menumbuhkan rambut, seperti Dizhonghai, atau obat-obatan untuk menumbuhkan rambut bagi yang botak, ini sangat banyak, tapi mengapa tidak memikirkan kepentingan kita para bhiksu, bhiksu sekalipun juga butuh perhatian, satu kepala gundul, setiap hari membutuhkan banyak waktu untuk mencukurnya, setiap hari mesti dicukur, jika sehari tidak dicukur, kumis akan tumbuh, rambut juga tumbuh. Kenapa bhiksu dan bhiksuni tidak menciptakan obat penghenti pertumbuhan rambut? Begitu dioleskan, rambut tidak akan tumbuh lagi, dengan demikian kita bisa menghemat banyak waktu. Jika waktu ini bisa dihemat, dalam waktu yang lama, Anda bisa gunakan untuk banyak hal-hal yang mulia, untuk apa setiap hari buang waktu untuk mencukur rambut dan kumis? Setiap hari mesti dilakukan. Sekali mencukur, sukar sekali, ada orang yang bentuk kepalanya tidak rata seperti pegunungan, seperti kepala dari Acarya Yang Zhongchi, kepalanya tidak bisa dicukur sampai gundul, pisau cukur tidak bisa mencukur sampai rambut di bagian lembah, singkat kata, tidak bisa dicukur sampai bersih. Seperti kepala Sanyuan (Acarya Zhen /甄上師), kelihatanya sangat mudah dicukur, oh! Di sana ada sebuah lubang, mesti dicukur beberapa kali. Berapa jam setiap hari yang Anda gunakan untuk mencukur rambut? Setengah jam, lihat, setiap hari mesti gunakan setengah jam untuk mencukur rambut, jadi mohon bantuan Anda, temukan obat penghenti pertumbuhan rambut, begitu dioles sekali, selamanya tidak akan tumbuh lagi. Artikel yang saya tulis pagi hari ini mengenai hal ini.

undefined

Memberitahu semuanya, minggu depan, sore hari tanggal 12 November adalah Upacara Homa Mahadewi Yaochi, Mahadewi Yaochi sangat penting, Beliau adalah asal-usul Zhenfo Zong. Tanpa Mahadewi Yaochi, tidak akan ada Zhenfo Zong. Tanpa Mahadewi Yaochi, juga tidak akan ada Lu Shengyan seperti hari ini. Tanpa Mahadewi Yaochi, entah di mana saya berada hari ini. Tanpa Mahadewi Yaochi, saya tidak tahu apa itu bhavana. Beliau adalah Istadevata yang pertama kali berkontak yoga dengan saya, Mahadewi Yaochi adalah yang nomor satu dalam Zhenfo Zong. 

Mesti memberitahu semuanya, karena tadi turun banyak salju, kalian mesti berhati-hati saat pulang berkendara; Di saat hujan salju, apabila ada timbunan salju, akan sangat sukar untuk berkendara, apabila ada timbunan salju, lapisan atas adalah salju, lapisan bawah adalah es, mesti gunakan ban salju. Apabila timbunan saljunya lebih dalam, mesti gunakan rantai salju, jika dangkal, gunakan ban salju, mobil 4WD masih mudah untuk dikendarai, mobil yang digerakkan oleh ban depan atau belakang mesti sangat berhati-hati. Di saat hujan salju, harap semua memerhatikan keselamatan berlalu lintas. Hujan salju hari ini adalah hujan salju yang kedua pada masa permulaan musim dingin, salju tahun ini datang lebih awal, semua mesti perhatikan keselamatan berlalu lintas, mesti berhati-hati dalam perjalanan pulang. 

Hari ini adalah homa dari Mahabala Vajra, Mahabala Vajra adalah Vajra Penegak Sila yang sangat istimewa dalam Zhenfo Zong. Saya pernah katakan: “Organisasi agama Buddha tanpa sila berarti sindikat penipu.” Agama Buddha mesti membahas sila, sila dalam Tantra lebih banyak dan lebih ketat. Sepertinya semua terlalu longgar terhadap sila Tantra, sesungguhnya sila dalam Tantra sangat banyak, bahkan lebih ketat. Lihatlah, dalam buku ‘Pedang Mustika Yogi’ yang Mahaguru tulis, semua berisi ajaran mengenai sila, seperti sila terhadap Mulacarya: Abdi Guru Pancasika dan 14 Sila Dasar Tantra, Tantra mencakupi semua sila sramanera, Bodhisattva-sila, vinaya kebhiksuan, semua ada di dalamnya; Sila sramanera, vinaya kebhiksuan, sila bhiksuni, ini semua merupakan sila yang mesti ditaati oleh bhiksu dan bhiksuni, ada kitab vinaya. Menurut aturan, tiap kali melakukan sadhana malam mesti melafalkan vinaya, membaca kitab vinaya satu kali, jika ada yang telah dilanggar, maka mesti bertobat, dan berikrar untuk tidak lagi melanggarnya, inilah pertobatan sejati. Diri sendiri mesti membaca kitab vinaya, sila bagi umat Buddha biasa adalah pancasila Buddhis dan Bodhisattvasila bagi perumah tangga. Sila yang mesti ditaati oleh upasaka dan upasika atau perumah tangga pria dan wanita, semua mesti memahaminya dengan jelas, sedangkan vinaya kebhiksuan isinya lebih ketat dan lebih berat.

◎ Mahabala Vajra adalah Vajra Penegak Sila, sumber Beliau, yang tertinggi di atas puncak kepala Beliau adalah Amitabha Buddha, Beliau membawa vyajana yang merepresentasikan Mahadewi Yaochi, Beliau adalah Mahabaladhuta, ada tiga identitas, dan yang keempat, Beliau adalah emanasi dari Ksitigarbha Bodhisattva. Yang kelima, Beliau memegang danda, yang berarti Padmakumara. Mudra-Nya adalah Mudra Tarjani, ini disebut Mudra Tarjani (Mahaguru memperagakan), kedua tangan membentuk Mudra Tarajni, mantra adalah: “Om. Mahabalaya. Suoha. Om. Mahabalaya. Hum Hum Pei.”, “Maha” berarti agung, “Bala” adalah Dharmapala, “Hum Hum Pei” berarti: “Menyapu bersih semua rintangan dan roh jahat”, mantra-Nya: “Om. Mahabalaya. Hum Hum Pei.” Arti inti dari mantra ini adalah: “Dharmapala yang teragung di alam semesta, sapu bersih semua rintangan dan roh jahat.” Jadi harap siswa Zhenfo Zong menghargai Adhinatha ini, setiap orang harus menjapa mantra ini.

Konon ada satu vihara, saat ada satu umat yang dengan niat baik, memesan sebuah pratima Mahabala Vajra untuk disemayamkan di vihara, pengurus di sana mengatakan: “Di tempat kami tidak ada hantu, tidak perlu mempersemayamkan Mahabala Vajra.” Orang yang mengatakan ini justru adalah hantu! Tempat mana tidak ada hantu? Menurut Anda, di mana tidak ada hantu? Kita orang Tionghoa mempersemayamkan papan leluhur di rumah, jika leluhurnya tidak terlahir di Negeri Buddha, masih berada dalam tingkat roh pelindung, berarti masih merupakan hantu. Selain itu, Roh Pelindung Rumah (Di-ji-zhu) juga hantu, dan yang telah meninggal dunia juga banyak yang berada di alam hantu. Di masa Sang Buddha, ada seorang ibu yang menggendong mayat anaknya, ia berkata kepada Sang Buddha: “Wahai Sang Buddha! Anda memiliki abhijna agung, putra saya telah meninggal dunia, apakah masih bisa dibangkitkan lagi?” Saat itu, Shakyamuni Buddha tidak menjanjikan kebangkitan bagi anak tersebut atau bagaimana, tapi juga tidak langsung menolaknya, Beliau mengatakan: “Pergilah ke setiap keluarga dan bertanyalah, jika ada satu keluarga yang tidak pernah ditinggal mati oleh anggota keluarganya, maka Saya akan membangkitkan anakmu.” Ibu itu meninggalkan Sang Buddha dan mulai bertanya ke setiap keluarga: “Apakah dalam keluarga Anda ada yang sudah mati?” Akhirnya, di dalam setiap keluarga pasti sudah ada yang mati, tidak ada satu pun keluarga yang tidak pernah ditinggal mati oleh kerabatnya. Demikianlah maksud dari Sang Buddha, setelah manusia meninggal dunia, apabila belum bertumimbal lahir, atau tidak mencapai Dasadharmadhatu empat alam suci atau enam alam awam, tidak mencapai empat tingkat kesucian, dan belum bertumimbal lahir di 6 alam, semua disebut antarbhava, semua adalah hantu. Sebenarnya, dalam setiap rumah ada hantu, hanya saja apakah hantu itu melindungi keluarga Anda atau tidak, hantu bajik atau jahat? Hanya demikian. Hantu sama seperti insan, hantu juga merupakan salah satu dari insan, hanya saja ada beberapa hantu yang sangat jahat, hantu yang mati mengenaskan, demikianlah perbedaannya.

◎ Lebih baik tiap siswa mesti menjapa Mantra Mahabala Vajra, lebih baik setiap tempat ibadah memuja Mahabala Vajra, Beliau adalah Dharmapala sejati, kekuatan-Nya sangat besar. Barusan, beberapa kali Beliau turun memasuki tubuh saya, saat membuat simabandhana saya juga mengundang-Nya, sangat cepat, membentuk Mudra Tarajani (Mahaguru mengundang: Mengundang Mahabala.), dengan cepat Beliau turun pada tubuh saya. 

Adhinatha ini merupakan Adhinatha utama saat saya melakukan simabandhana. Setiap malam saya melakukan simabandhana untuk Gurudara, sebelum beliau tidur, terlebih dahulu Mahadewi Yaochi mengadhisthana beliau, yang saya undang adalah Mahadewi Yaochi di bawah ini, yang datang adalah Mahadewi Yaochi yang berada di tengah di meja bawah ini, kelihatan? Beliau punya persik surgawi yang berwarna keemasan, benar tidak? Beliau memegang sebuah vyajana yang merekah, benar tidak? Kepala mengenakan mahkota feniks yang sedikit mirip dengan tenunan, tanpa untaian mutiara, seekor feniks ada di puncak kepala-Nya, tubuh mengenakan jubah biru, benar? Sekarang saya tidak sedang melihat pratimanya. Saat saya mengundang, Adhinatha ini selalu datang, yang berada di vila ini, Beliau mengadhisthana ranjang dan Gurudara yang berbaring di atasnya, mengadhisthana tiga kali; Kemudian, di kamar beliau ada 2 jendela, pintu lemari pakaian, pintu kamar mandi, selain itu, pintu keluar masuk, ada 5 pintu, semua dijaga oleh Acalanatha Vidyaraja. Acalanatha Vidyaraja yang sering datang adalah yang ada di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, yang paling awal, pratima yang terbuat dari kaca serat, taring atas mencuat ke bawah, taring bawah mencuat ke atas, semua gigi taringnya keluar, kuncung rambut dikepang menjuntai ke bawah, tangan kanan memegang pedang Naga Raja, tangan kiri memegang rantai vajra yang terdapat tera Vajradhatu dan Garbhadhatu, dengan gagah duduk di atas batu besar, pada tiap jendela dan pintu ada satu, jumlahnya ada 5 Acalantha Vidyaraja. Di tengah angkasa, saya mengundang Mahabala Vajra, angkasa dipenuhi Mahadharmapala, seluruh atap dipenuhi Mahabala Vajra. Setelah saya selesai melakukannya, kembali ke kamar sendiri, dan membuat perlindungan, mengundang Mahadewi Yaochi, Acalanatha Vidyaraja, dan Mahabala Vajra, inilah yang saya lakukan, sehingga para hantu tidak bisa masuk. Bukankah kemarin malam telah saya katakan? Saya akan menyambut hantu XX yang paling cantik, saya tidak akan berniat buruk kepadanya, saya menyambut hantu wanita, bagaimana dengan hantu pria? Asalkan hantu pria datang, semua dihabisi, jika hantu wanita yang datang, saya akan melindunginya. Tapi tetap saja tidak datang! Juga tidak bisa masuk, sama sekali tidak bisa masuk ke rumah saya. Simabandhana yang saya buat bukan hanya ini. 

◎ Berbaring di atas kasur, saya langsung melakukan Sadhana Tidur Dalam Terang, yang paling mendasar, aksara “Om” di cakra ajna, sinar putih melesat keluar ke angkasa, sinar merah memancar keluar dari aksara “A” di cakra visuddha, sinar biru memancar keluar dari aksara “Hum” di cakra anahata, ketiga sinar ini melebur di angkasa, kemudian terdengar suara “Pan!” berubah menjadi jala sinar tiga warna, warna putih, merah, dan biru, turun dari angkasa, menaungi tempat tidur dan diri saya. Mereka tidak bisa masuk, saya melakukan simabandhana berlapis, satu lapis lebih banyak dari Gurudara. Tapi, simabandhana untuk Gurudara sudah sangat hebat, simabandhana saya berlapis dua, mereka tidak bisa masuk. Mahabala Vajra benar-benar merupakan Dharmapala agung bagi keluarga saya. Dalam Zhenfo Zong, juga merupakan Dharmapala agung bagi Zhenfo Zong. Anda memanjatkan permohonan kepada-Nya, berdoa, Beliau sungguh bisa melindungi Anda, asalkan Anda punya Dharmapala, ada simabandhana, maka Anda tidak perlu gentar terhadap makhluk halus, sedikit pun tidak takut. 

Kadang, saat saya pergi keluar, ada sesuatu yang tidak baik mengikuti! Tentu saja saya tahu, sebab saya punya indra spiritual, tentu saja tahu sesuatu yang tidak baik yang mengikuti. Jadi saya pun tertawa, tidak berucap apa pun, saya mengangkat satu tangan: “Om. Mahabalaya. Hum Hum Pei.” Menyapu seperti ini ke depan, menyapu laksana senapan mesin, “Da da da da da” dalam militer kita mempelajarinya, semua hantu kabur tak bersisa, bagi yang tidak sempat kabur, semua habis. Mana mungkin saya takut hantu? Saya adalah leluhur penangkap hantu, sudah setahun lebih saya berseru di atas Dharmasana: “Jika punya nyali, jangan kabur!” Jika hantu berani datang, mereka akan habis. Saat saya pulang, ada bala tentara yang berpencar mengikuti mobil ke rumah saya, begitu mobil berhenti, saya langsung menyapunya, hantu-hantu itu kabur dengan cepat bagaikan terbang. Saya bisa menangkap hantu, tapi tidak ada satu pun hantu yang bisa menangkap saya! Hantu XX mesti waspada: “Jangan sampai bertemu dengan saya, bertemu dengan saya berarti Anda sedang sial.” Anda (XX) masih saja: ‘Para Arwah yang Termasyhur’? XX memindahkan batu nisan dari kuil hantu ke ruang Dharmapalanya, dipuja di tengah, ini bukan candaan! Terhadap hantu, saya tidak bercanda, ‘Para Arwah yang Termasyhur’, sampai di tempat saya, saya ingin dia berubah menjadi kura-kura! Menjadi kura-kura masih tergolong murah hati pada mereka! Mahabala Vajra punya banyak tata ritual, setelah kalian mempelajarinya, bisa dipraktikkan. Seperti Sadhana Tidur Dalam Terang yang dibabarkan oleh Mahaguru, lakukan sesuai dengan instruksi dari Mahaguru, ini sangat bermanfaat dan sangat baik. 

undefined

◎ Hari ini lanjutkan pengulasan Lamdre, “2. Dengan aktivitas adhisthana mendirikan tiga takhta sempurna.”, “Dengan abhiseka mengadhisthana pancakaya dan pancajnana mendirikan takhta Buddha, menjalankan aktivitas manggala sebagai takhta Bodhisattva, vajragita mengadhisthana catur-apramana dan mahasukha Dharmadhatu yang sangat suci, semua berjumlah 5 jenis, inilah takhta Vidyarajni, menghaturkan pujana dan pujian sebagai takhta Devi. 

Aktivitas menyingkirkan rintangan mara, perlindungan, dan akarsana adalah takhta Krodha pria dan wanita.” Abhiseka ada yang disebut Abhiseka Istadevata, “Dengan abhiseka mengadhisthana pancakaya dan pancajnana.”, ‘Pancajnana’ adalah ‘Pancajnana Tathagata’, antara lain: Pratyaveksanajnana, Samatajnana, Krtyanusthanajnana, Adarsajnana, dan Dharmadhatusvabhavajnana. Abhiseka Pancajnana adalah Abhiseka Pancajnana Pancabuddha, Vairocana Buddha, Aksobhya Buddha, Amitabha Buddha, Ratnasambhava Buddha, dan Amoghasiddhi Buddha. “Mendirikan takhta Buddha” berarti takhta dari Buddha; “Menjalankan aktivitas manggala sebagai takhta Bodhisattva” Memohon aktivitas manggala, dapat mengatasi malapetaka, mengubah kemalangan menjadi kemujuran, ini adalah takhta Bodhisattva. Di antara para Bodhisattva, yang paling terkenal adalah Astamahabodhisattva: Avalokitesvara Bodhisattva, Manjusri Bodhisattva, Samantabhadra Bodhisattva, Ksitigarbha Bodhisattva, Maitreya Bodhisattva, Akasagarbha Bodhisattva, Vajrapani Bodhisattva, dan Sarvanivaranaviskambhin Bodhisattva. Ada juga yang memasukkan Pancabuddha dalam jajaran pancaskandha tubuh, pancaskandha antara lain, rupa, vedana, samjna, sankhara, dan vijnana, ini merupakan takhta Pancabuddha; Ladang 8 kesadaran, hati manusia disebut 8 kesadaran, didirikan sebagai Astamahabodhisattva, mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran, dan akar pikiran, alaya, Astamahabodhisattva bersemayam dalam 8 kesadaran, demikianlah takhta Bodhisattva.

◎ “Vajragita (Vajranrti, Vajramala, dan Vajralasya) mengadhisthana Caturapramana dan mahasukha Dharmadhatu yang sangat suci, semua berjumlah 5 jenis, inilah takhta Vidyarajni.” Membahas mengenai ‘Takhta Vidyarajni’, kita menyebut Mahabala Vajra yang ini sebagai Ekavira Mahabala Vajra, kenapa demikian? Sebab Beliau tampil tunggal; Yang berpasangan akan ada ‘Takhta Vidyarajni’, seperti Mahavairocana Tathagata yang di sampingnya ada Dakini pelindung empat penjuru, merupakan Dakini sekaligus Vidyarajni, keempat Vidyarajni ini antara lain: Vajragita, Vajranrti, Vajramala, dan Vajralasya.

Membicarakan mengenai Vidyarajni, konon XX berkunjung ke tempat Guru Thubten Dhargye, Guru Thubten Dhargye memberitahunya: “Maukah Anda menjadi Vidyarajni saya?” Saya tahu, cara bicara Guru Thubten Dhargye demikian, melihat wanita yang rupawan, akan mengatakan: “Maukah Anda menjadi Vidyarajni saya?” Seperti kepada Ai-hua, selain itu, juga kepada Xiong Man, ada lagi? Ada! Guru Thubten Dhargye memberitahunya: “Maukah Anda menjadi Vidyarajni saya?” Xiong Man memberitahu saya: “Hampir saja saya menjadi Gurudara dari Mahaguru.” Singkat kata, tiap kali bertemu dengan wanita rupawan, beliau pasti mengatakan: “Maukah Anda menjadi Vidyarajni saya?” Ini hanya sebuah ekspresi kebiasaannya, ia suka berkata seperti itu, biarkan saja supaya beliau senang. Benar tidak? Sebenarnya beliau tidak ada maksud seperti itu, Vidyarajni beliau hanya satu, yaitu asisten yang ada di sampingnya, Thubten Qigong. Demikianlah beliau memberitahu setiap orang, XX pergi dan Guru Thubten Dhargye juga memberitahunya: “Maukah Anda menjadi Vidyarajni saya?” Mana mungkin? Entah juga, sebab beliau suka bercanda, dalam catatan XX disebutkan, ia menjawab Guru Thubten Dhargye: “Ini bisa mengacaukan silsilah, sepulangnya nanti saya akan beritahu Mulacarya.”

Sepulangnya ia tidak memberitahu saya, dalam ingatan saya sama sekali tidak ada peristiwa itu. Akan tetapi, apa yang ia katakan? (Umat bersaksi: “XX mengatakan, XX pulang dan memberitahu Mahaguru: ‘Guru Thubten Dhargye ingin saya menjadi Vidyarajni, dan saya menjawabnya: Tidak mau, ini bisa mengacaukan silsilah.” Ia mengaku bahwa setelah pergi, Mahaguru memberitahunya: “Lebih baik kamu menjadi Vidyarajni saya.” Katanya saya ingin supaya XX menjadi Vidyarajni. Ia menceritakan hal ini kepada siapa? Ia memberitahu Lianhua Chunfei. Tapi ia tidak memberitahu saya. Jadi dia benar-benar membual! Jika bualannya diibaratkan ‘Meniup kerbau’, ini masih tergolong kecil, bualan dia ibarat ‘Meniup dinosaurus’, bualannya sangat keterlaluan, bagaimana mungkin saya minta dia menjadi Vidyarajni? Di tempat Guru Thubten Dhargye tidak masuk hitungan, benar atau tidak, apakah beliau berkata demikian kepada XX, kita tidak usah bahas, akan tetapi? Mengenai saya, bualan XX benar-benar sudah keterlaluan, padahal XX tidak pernah memberitahu saya!  Saya juga tidak pernah minta Anda (XX) menjadi Vidyarajni saya! Tapi, XX memberitahu Chunfei, Mahaguru ingin supaya ia menjadi Vidyarajni, apa yang terjadi dengan dirinya? Sedemikian rendahkah pandangan saya? Apakah Vidyarajni saya akan seperti tempayan air yang dipindahkan? Saya beritahu Anda (XX), Anda tidak boleh berpikiran seperti itu, saya tidak pernah meminta Anda menjadi Vidyarajni, kenapa Anda bisa mengarang cerita semacam itu ke Chunfei? Ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan! Sekalipun hendak mencari Vidyarajni, mestinya lebih rupawan! Mesti memenuhi tiga macam syarat, pertama, sangat rupawan; Yang kedua, mesti sangat menawan; Yang ketiga, mesti memikat! Mesti memenuhi tiga syarat ini. Apabila memenuhi tiga persyaratan kecantikan ini, maka luar biasa. Seperti lelucon suku kanibal, ayah suku kanibal mengajak putranya untuk pergi berburu, pertama-tama seorang yang posturnya seperti tempayan air, sama seperti XX, melewati mereka, putra bertanya: “Yang ini mau?” Ayahnya menjawab: “Terlalu berlemak!” Kemudian lewatlah seorang yang berpostur tubuh laksana tulang rusuk, putra bertanya: “Yang ini mau?” Ayahnya menjawab: “Yang ini juga tidak, sebab semuanya seperti tulang rusuk.” Postur tubuh model, ibarat gantungan pakaian, sebenarnya di dalamnya tidak ada apa-apa, hanya nampak indah berpakaian, jadi mereka tidak menginginkannya. Berikutnya, muncul seorang yang memikat, bertubuh langsing. Putra bertanya: “Ayah, mau tidak?” Ayah menjawab: “Mau! Tangkap dia, kemudian makan ibu kamu!” Sederhana sekali, salju yang turun hari ini sebagai saksinya, hari ini turun hujan salju! Menunjuk salju sebagai saksi bahwa Mahaguru bersih adanya, meskipun saya ini sudah berumur, tapi tidak akan minta Anda menjadi Vidyarajni saya. XX membual!

◎ Membahas takhta Vidyarajni, ini ada persyaratannya sendiri. Apakah Anda tidak tahu apa itu Vidyarajni? Vidyarajni memiliki pertanda di tengah dahi, di antara dua alisnya, jika bukan seorang ahli, tidak akan bisa mengetahuinya, mesti mengamati tanda-tandanya. Apabila di bawah pusarnya ada tiga garis lembut, Vidyarajni di zaman dahulu mengenakan lonceng, di bagian bawah pusarnya ada sedikit garis; Jari jemari Vidyarajni berbeda dengan orang biasa, di atas kepala ada seorang Dakini, inilah Vidyarajni yang sebenarnya! Apalagi, Vajra Dharmapala akan memberikan petunjuk: “Inilah Vidyarajni.” Vajra Dharmapala juga akan memberi petunjuk kepada wanita itu: “Anda adalah Vidyarajni”. Vajra Dharmapala akan memberi petunjuk. Vidyarajni mesti ada dua yang benar, yaitu, di atas kepalanya ada seorang Dakini yang melindunginya; Ada lagi, di antara kedua alisnya ada sebuah tanda; Selain itu, empat jari di bawah pusarnya juga ada sebuah tanda; Di jarinya juga ada tanda, pada garis telapak tangan juga ada tanda, tanda di telapak tangan dibedakan menjadi tangan kiri untuk pria dan tangan kanan untuk wanita, di tengah telapak tangan kanannya ada sebuah tanda, saya tidak ungkapkan seperti apa tanda itu. Vidyarajni ada tanda khususnya. Menekuni Dzogchen dari Nyingmapa tidak perlu Vidyarajni, tapi Mahamudra dari Kagyudpa membutuhkan Vidyarajni, Lamdre dari Sakyapa membutuhkan Vidyarajni, sedangkan Yamantaka dalam Gelugpa juga tidak perlu Vidyarajni, ada sebagian yang punya Vidyarajni, tapi sebagian lagi tidak punya Vidyarajni. Dzogchen tidak perlu Vidyarajni. Akan tetapi, di akhir Mahamudra, saat hendak mencapai keberhasilan, dibutuhkan Vidyarajni.

◎ “Menghaturkan pujana dan pujian sebagai takhta Devi” menari di angkasa, menyanyi, melantunkan pujian, ini merupakan takhta Devi. “Aktivitas menyingkirkan rintangan mara, perlindungan, dan akarsana adalah takhta Krodha pria dan wanita.” Ini adalah takhta Vajra Vidyaraja, seperti Mahabala Vajra, adalah takhta Krodha Mahabala Vajra. Dengan demikian ada 5 jenis takhta: Takhta Buddha, takhta Bodhisattva, takhta Vidyarajni, takhta Devi, dan takhta Krodha. 

“Singkat kata, dengan demikian memahami kesucian sempurna dan Vajracarya aktivitas dan adhisthana, mengetahui tiga takhta kesempurnaan di mandala Istadevata Ekavira, membimbing masuk siswa dan memberikan abhiseka, demikianlah pengajaran akan kesucian.” Memberitahu Anda semua, seorang Vajracarya yang bijak mengetahui apa yang Anda perlukan, Beliau dapat membimbing Anda untuk menerima abhiseka di hadapan takhta yang mana. Hendak diberikan abhiseka takhta apa, Vajracarya akan tahu, sebab “Mengetahui tiga takhta kesempurnaan di mandala Istadevata Ekavira, membimbing masuk siswa dan memberikan abhiseka, demikianlah pengajaran akan kesucian.”

undefined

◎ Sesungguhnya, setiap takhta mengajarkan penyucian kepada Anda, kenapa dalam Tantra ada Vidyarajni? Sebab “Menggunakan lobha (ketamakan) untuk menghentikan lobha”, menggunakan metode lobha untuk berlatih bagaimana menembus nadi tengah, bagaimana menyempurnakan nadi tengah, antara nadi tengah dengan nadi tengah menjadi sebuah lingkaran, bagaimana menyirkulasikan prana, semula prana naik turun di nadi tengah, tapi, dalam yab-yum menjadi lingkaran, karena nadi tengah terkait dengan nadi tengah maka prana menjadi lingkaran, daya bertambah dua kali lipat.

Dalam pandangan orang awam, metode ini tidak diperbolehkan, tidak akan bisa dipahami. Akan tetapi, dalam Tantra bisa dipahami, ia adalah sirkulasi lingkaran, sirkulasi yang sempurna, supaya prana bisa mengalir di sekujur tubuh, kundalini mengalir di tubuh kedua orang, bindu mengalir di tubuh keduanya, terang muncul pada diri keduanya, dalam sekejap, keduanya langsung mencapai Kebuddhaan.

“Menggunakan lobha untuk menghentikan lobha” apa maksudnya? Menggunakan metode lobha untuk membina diri. Karena umat manusia tamak akan hal itu, maka gunakan hal itu untuk berbhavana, ini disebut: “Menggunakan lobha untuk menghentikan lobha”. Dalam Tantra ada Vidyarajni, karena “Menggunakan lobha untuk menghentikan lobha”, berbhavana menggunakan metode lobha. Seorang wanita bertanya kepada seorang Guru: “Kenapa setiap pria yang sukses sudah punya pasangan? Apakah pria yang sukses tidak bisa menahan godaan?” Guru itu menjawab: “Sesungguhnya, pria itu sama saja, hanya saja jarang ada wanita yang menggoda pria yang tidak sukses.” Saya kurang paham. Suatu hari, saat bertengkar dengan kekasih, ia berteriak: “Sejujurnya, banyak orang yang lebih cantik dari kamu, banyak orang yang lebih perhatian dari kamu, tapi aku tidak tergoda, tahukah kamu apa sebabnya?” Dengan tenang kekasihnya menjawab: “Sebab mereka semua meremehkan kamu.” Sepertinya ini tidak lucu. Bagaimana jika tidak mendapatkan tempat duduk di perpustakaan? Saya ajarkan satu cara, terlebih dahulu cari tempat duduk yang ada wanita cantik, kemudian serahkan secarik kertas yang telah dipersiapkan, pada kertas itu tertulis: “Wahai teman sekelasku, sudah sangat lama aku naksir kamu, apakah kamu bersedia berpacaran denganku?” jika wanita itu segera membereskan barangnya kemudian pergi, selamat! Anda memperoleh tempat duduk. Jika wanita cantik itu tersenyum kepada Anda, selamat! Untuk apa Anda masih baca buku?! Tidak perlu baca buku lagi!

Ketahuilah, sesungguhnya Mahaguru mengulas Lamdre, Guru yang secara langsung mengajarkan kepada saya, beliau telah banyak mengulasnya, kemudian saya membaca Lamdre ini, hah? Saya memahami isinya, jika Anda sendiri membacanya, benar-benar sukar dipahami, tanpa penjelasan dari Guru, Anda tidak akan memahami apa itu Lamdre, seperti 5 takhta ini, takhta Buddha, takhta Bodhisattva, taktha Vidyarajni, takhta Devi, dan takhta Krodha. Apabila kalian tidak mempelajarinya, maka tidak akan bisa mengerti apa maksudnya.

◎ Seperti takhta Vidyarajni, Anda tidak memahaminya. Oleh karena itu, bhavana adalah “Gunakan lobha untuk menghentikan lobha”, tapi jika “Menggunakan lobha untuk menambah lobha” ini bukan bhavana, jangan sampai keliru, jika Anda gunakan lobha untuk menambah lobha, maka Anda akan terjerumus ke neraka; Oleh karena itulah Guru Padmasambhava mengatakan: “Vidyarajni mitra bhavana, ibarat mengambil mutiara dari dalam mulut ular berbisa.” Maka, membaca buku mesti memahami maknanya. 

Ada beberapa kalimat yang sangat bermakna, “Datang ke dunia ini, saya tidak berencana untuk kembali dalam kondisi hidup.”, sangat lucu, “Perbedaan antara manusia dan babi adalah: Babi akan tetap babi, tapi kadang manusia bukan manusia!” Ini juga ada benarnya, lihatlah, tidak menekuni sadhana yang baik, malah menjadikan hantu sebagai pelindung?! Itu perbuatan keliru. Sungguh, kadang manusia bukan manusia! Apa itu manusia? Pada akhirnya, manusia adalah hantu! Mahaguru sering katakan: “Ucapkanlah yang patut diucapkan; Sedangkan yang tidak seharusnya diucapkan, ucapkan dengan lirih.” Orang lain punya latar belakang, sedangkan saya Guru Lu hanya punya bayangan dari belakang. “Apa artinya muda? Siapa yang tidak pernah muda? Apakah Anda pernah tua?” Mahaguru bisa menggunakan usia tua untuk menunjukkan senioritas, “Semenjak menderita gangguan jiwa, semangat diri ini menjadi jauh lebih baik!” Adakalanya Mahaguru sedikit gila, seperti kemarin malam, semula menangis, belakangan tertawa, menangis kemudian tertawa, apa yang terjadi? Tapi pagi ini, bangun tidur, sangat bersemangat!

Saya merasa kondisi tubuh masih baik, tapi minggu depan saya hendak melakukan cek kesehatan, pemeriksaan kesehatan juga merupakan sebuah ujian, mesti mengamati raut muka dokter, mengamati bagaimana cara dokter menatap saya. Tiap kali, dokter selalu menanyai saya: “Apakah Anda merasa baik?” Saya menjawab: “Sangat baik!” kadang dokter akan memberitahu apa yang terlalu tinggi, apa yang terlalu rendah, mesti makan sesuatu lebih banyak, atau mesti banyak olahraga dan lain sebagainya, ia akan menuturkannya. Mereka mengandalkan angka hasil pemeriksaan. Mahaguru merasa sangat bersemangat, bisa tidur sesuai kehendak, bisa berdiri dengan leluasa, bisa berdiri tegak sesuai keinginan. Meskipun Mahaguru telah berusia 70 sekian tahun, tapi Mahaguru menjamin masih bisa melahirkan anak. Saya mencapai realisasi anasrava, banyak orang yang sudah mengetahuinya sejak lama, semenjak 40 sekian tahun sampai sekarang, bukan banyak orang yang tahu, ucapan ini ada masalah, Gurudara yang tahu. Papa mengajak putranya yang berusia 4 tahun bermain di pantai, di pantai ada seekor burung camar yang sudah mati, putra bertanya kepada papa: “Dia kenapa?” Papa menjawab: “Dia sudah mati, sudah pergi ke surga.” , putra menimpali “Tapi kenapa Tuhan melemparnya lagi ke bawah?”

◎ Kita orang yang berpengathuan akan tahu, manusia mati menghasilkan hawa sisa, hawa ini sama dengan roh, yang naik ke atas adalah roh, mencapai Kebuddhaan lewat bardo. Tentu saja dalam Tantra ada membahas Kebuddhaan dalam tubuh saat ini juga, bahkan tubuh jasmani juga mencapai Kebuddhaan, ini yang paling hebat; Jika tubuh ini tidak bisa menjadi Buddha, menjadi Buddha dengan menjelma menjadi sinar pelangi, ini juga sangat hebat; Jika meninggalkan tubuh jasmani, tapi kesadaran yang menjadi Buddha, ini juga merupakan tingkat tertinggi. Ketiganya ini sangat penting. Seorang apoteker berjalan masuk ke toko buku di dekat, mengambil sebuah buku dari rak, kemudian bertanya kepada pramuniaga: “Apakah buku ini menarik?” Pramuniaga menjawab: “Tidak tahu, saya tidak pernah baca.” Apoteker bertanya: “Kenapa Anda menjual buku yang belum pernah Anda baca?” Pramuniaga menjawab: “Apakah sebagai apoteker, Anda akan mencoba tiap obat di apotek Anda?” Ini adalah logika, nilai perbandingan. Hari ini, dalam perjalanan pulang, karena turun salju, kalian mesti hati-hati dalam berkendara, semoga semua selamat dalam perjalanan.

Om Mani Padme Hum.

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。