2017-09-02 Sembilan Loka Terdiri dari Lima Amrta dan Empat Jenis Prana

undefined

Ceramah Lamdre ke-96 oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Puja Bakti Bersama Sadhana Mahadewi Yaochi, 2 September 2017 di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Terlebih dahulu marilah kita bersembah puja pada segenap Guru Silsilah, sembah puja pada Bhiksu Liaoming, sembah puja pada Guru Sakya Zhengkong, sembah puja pada Gyalwa Karmapa ke-16, sembah puja pada Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada Tri-ratna Mandala, sembah puja pada Istadevata puja bakti hari ini: Mahadewi Yaochi Suciwan Agung Maharani Barat.

Gurudara, para Acarya, Dharmacarya, Bhiksulama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat Sedharma, dan umat Sedharma yang menyaksikan melalui internet. Tamu agung yang hadir hari ini, Akuntan TBF, sdri. Teresa. Produser acara ‘Gei-ni dian-shang xin-deng’ di CTI Sdri. Xu Ya-qi. dr. Zhang Xinli. Sdri. Que Huiling , wakil dari Que Meisha anggota dewan Kota Taipei.  Anggota Legislatif Kota Gaoxiong ( terdahulu ): Bpk. Wu Dengshu dan putrinya sdri. Wu Wenxuan. Bagian belakang yang diberi tanda kurung, kabarnya sedang sakit, pusing dan pandangan mata kabur, bukan sakit berat, besok akan sembuh. 

Hari ini kita memajukan upacara perayaan hari jadi Mahadewi Yaochi, kita mengucapkan selamat hari jadi kepada Mahadewi Yaochi, semoga menyeberangkan insan yang tak terhingga banyaknya. Awal mula dari Zhenfo Zong adalah Mahadewi Yaochi, saat itu saya berusia 26 tahun, jika kalian membaca buku Mahaguru, kalian akan mengetahui bahwa Mahadewi Yaochi yang membukakan divyacaksu ( mata batin ), mulai semenjak saat itu. Dahulu saya menggunakan nama Lingxian Zong, kemudian baru berganti menjadi Zhenfo Zong, semua berkat bimbingan Mahadewi Yaochi. Saat itu saya berada dalam kesatuan militer, dalam kesatuan survei di Nanmenqiao Taichung, saya adalah pejabat geodesi di sana, saya berada di sana selama 3 tahun. Selama 3 tahun itu, saya memperoleh bimbingan dari Mahadewi Yaochi, hampir setiap malam, selalu ada Suciwan Agung yang datang mengajar, pengajaran setiap malamnya selalu tepat waktu.  Saya seorang diri di dalam asrama, sebab sebagian besar pejabat militer tinggal sendirian, sangat sederhana, sebuah ranjang, sebuah lemari, dan sebuah meja, di malam hari berada di asrama, demikianlah Beliau datang mengajar. Guru saat itu disebut Sanshanjiuhou Xiansheng. Beliau bisa menggerakkan tangan saya membentuk mudra, menggerakkan kaki saya, bukan membentuk mudra kaki, melainkan menggerakkan langkah kaki saya membentuk langkah konstelasi.

◎ Saya ini juga tidak terlalu dapat diandalkan, semenjak Mahadewi Yaochi membuka divyacaksu saya, di malam pertama kembali ke asrama, Beliau membawa saya mengarungi semua surga, semua sad-gati. Ada suara yang memberitahu saya: “Kehidupan lampau Anda adalah Padmakumara.” Kemudian, membawa saya untuk bertemu dengan Padmakumara, saat itu melakukan perjalanan terbang, masuk ke dalam sebuah lingkaran sinar, masuk dan melihat Padmakumara. Sebenarnya saya bukan melihat wujud, tapi apa yang saya lihat? Melihat seberkas sinar putih yang sangat terang-benderang, Beliau mengatakan: “Itulah Padmakumara” tidak berwujud dan tidak beratribut, seberkas sinar putih yang terang.

Demikianlah awal mula saya. Panjang untuk diceritakan, kisahnya sangat panjang, sebagian besar telah saya tulis di buku, di dalam buku periode awal: ‘Ramalan Dewata’. Tentu saja buku itu sangat menggemparkan, dan tentu saja banyak sekali kritikan, akan tetapi semua pengalaman sangat nyata. Sangat nyata bagaimana? Sebab suara yang memberitahu saya sangat jelas: “Anda adalah Padmakumara” memberitahu saya “Aku akan membawamu untuk melihat kehidupan lampau.” Sinar putih yang sangat terang, semua sangat nyata. Dalam seumur hidup saya ini tidak akan pernah terlupakan, kontak batin yang sangat kuat. Saat itu, ketika Buddha dan Bodhisattva datang untuk mengajarkan Dharma, sering mengangkat saya, mengajarkan langkah kaki, Beliau mengangkat kaki saya. Saat saya berdiri dengan satu kaki, satu kaki akan pegal. Saya ingin menurunkan kaki yang terangkat, sebab saya pikir sudah berdiri sangat lama, sudah saatnya diturunkan. Hah? Tidak bisa diturunkan, Beliau mengangkat kaki saya dan menahannya, sekujur tubuh saya kaku, mengangkat kaki saya untuk membentuk sebuah posisi, dan ingin supaya saya mencatat semuanya satu-persatu, demikianlah Beliau mengajari saya secara bertahap.

◎ Saat itu saya cenderung malas, saya pun mengatakan: “Sekarang Anda tidak perlu angkat kaki saya, kelak saat hendak memerlukan metode tersebut, barulah Anda angkat kaki saya.” Semenjak saat itu, selama beberapa hari, Beliau tidak datang untuk mengajari saya, Buddha dan Bodhisattva juga bisa merasa: “Anda ini terlalu malas. Mengajarkan sebuah metode kepada Anda, tapi Anda tidak mau belajar, malah mengatakan: Nanti saja sewaktu metode ini dibutuhkan, barulah Buddha dan Bodhisattva angkat kaki saya.”

Sungguh, demikianlah setiap malam, bahkan tiap sesi lamanya satu jam. Suatu ketika di musim dingin! Beliau meminta saya untuk bangun, saya mengatakan tidak mau, saya tidak mau bangun, musim dingin hawanya sangat dingin, lebih baik berselimut, sangat hangat, meringkuk di dalam selimut, saya ingin tidur dan tidak mau bangun. Wah! Beliau sungguh mengangkat selimut dan tubuh saya, diangkat dari kaki saya, menjadi terbalik, puncak kepala saya menempel ke kasur, dan kaki terangkat ke angkasa, kemudian dilepaskan, dan “Bum!” Sangat nyata, demikianlah, mau tidak mau mesti bangun. Demikianlah cara Beliau mengajar, mengajar selama 3 tahun, demikianlah saya ditempa. 

Seumur hidup ini, sangat banyak tempaan bagi saya, Mahadewi Yaochi yang membukakan divyacaksu saya, membuat saya mengetahui kehidupan lampau, “Anda punya tugas untuk menyeberangkan insan.” Terlebih dahulu memberi saya: ‘Lingxian Zong’, kemudian berubah menjadi ‘Zhenfo Zong’, saya terus menulis buku tanpa henti, ini sangat nyata. Saya beritahu Anda semua, tanpa pengalaman ini, saya tidak akan bersedia percaya bahwa ini nyata, dan saya juga akan enggan untuk mengungkapkannya. Setelah saya pertama kali memperoleh ini, pertama-tama saya memberitahu ayah dan ibu, saat itu beliau tinggal di jalan Lixing nomor 39 di Taichung, tempat itu disebut: Hezuo Xincun, di samping jalan lingkar Hezuo Xincun. Saya pulang dan memberitahu ayah: “Aku adalah Padmakumara.” Ayah saya menjawab: “Jika kamu adalah Padmakumara, maka aku adalah Li Jing.” Li Jing salah satu dari Catur Maharajakayika, kenapa? Sebab menurut Kisah Penganugerahan Dewa ada seorang Padmakumara yang terlahir kembali dari padma, disebut Pangeran Ketiga Nazha, ayah-Nya adalah Devaraja Penopang Pagoda, oleh karena itulah ayah saya mengatakan: “Jika kamu adalah Padmakumara, maka aku adalah Devaraja Penopang Pagoda ( Li Jing ).” Saat itu, saya mulai belajar Buddha, ah! Waktu telah berlalu sangat lama, dan sekarang menjadi seperti ini, demikianlah Zhenfo Zong, itu semua adalah peristiwa lampau, peristiwa di masa usia 26 tahun. Tahun ini berusia 73 tahun, selama bertahun-tahun, tentu saja ada banyak kegagalan, membayangkan betapa Mahadewi Yaochi telah menempa saya dengan keras, saat itu, apabila saya tidak melangkah mengikuti Mahadewi Yaochi, paling tidak saya akan dengan tenteram menjadi seorang tentara dalam kesatuan militer, jabatan juga terus naik, terus sampai mayor baru kemudian mundur. Setelah mundur, saya terus memberi pelayanan konsultasi, terus menolong orang, setelah mundur dari militer, 3 tahun kemudian, saya datang ke Amerika, saat itu berusia 38 tahun, datang pada tanggal 16 Juni. Ayah memberitahu saya: “Anda datang ke Amerika pada tanggal ‘Le yi le’ ( bahagia / homofon 616 ).” ‘Le yi le’, selamanya saya ingat, pada tanggal 16 Juni menginjakkan kaki di Amerika. Pada tahun 1980, saya pernah datang ke Amerika, kemudian pada tanggal 16 Juni 1982 barulah saya berimigrasi ke Amerika. Sudah sekian lama berlalu.

undefined

Saat baru datang ke Amerika, saya mengandalkan kakak pertama ( Acarya Lianhuo ), kedua ( Acarya Lianshi ), dan ketiga ( Acarya Lianzhu ), mereka sangat banyak membantu. Apalagi kakak pertama, kedua, dan ketiga datang terlebih dahulu, saya datang belakangan. Saat saya datang, tidak ada apa-apa, saya, Gurudara, Foqing, dan Foqi, tidak datang dengan membawa koper, kami tidak punya koper, apa yang dibawa? Satu orang satu buntelan, isinya pakaian dalam, celana dalam, dan beberapa pakaian untuk ganti, dibungkus dengan kain persegi empat, masing-masing memanggul satu buntelan kain, demikianlah kami sekeluarga berempat datang kemari.

Tapi sebelumnya telah minta supaya Acarya Lianzhu (蓮主上師) membeli sebuah rumah di Ballard, seharga US$ 80 ribu. Saat itu satu rumah hanya seharga US$ 80 ribu, terlebih dahulu membeli satu di Ballard, ada tempat tinggal, ada pakaian, karena kami ke mana-mana membeli pakaian ‘garage sale’, kami sering minta kepada kakak pertama, kedua, dan ketiga untuk berkendara, di hari Sabtu dan Minggu untuk mencari ‘garage sale’ atau ‘yard sale’. ‘Garage sale’ berarti membuka garasi dan menjual barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi, sedangkan ‘yard sale’ penjualan dilakukan di halaman rumahnya, menjual pakaian bekas mereka di atas halaman rumput mereka, pakaian yang sudah bekas dan selimut. Saat berada di Ballard, sangat dingin, turun salju, saya tidak pernah menyalakan pemanas, anak-anak diberi beberapa selimut, mereka tumbuh besar dengan bermantelkan selimut. Piring yang digunakan oleh Gurudara saat itu masih ada hingga saat ini, saat itu juga beli sofa seharga US$ 10, semua barang di dalam rumah, juga sebuah cermin usang, sampai saat ini masih tergantung di Taman Arama Zhenfo, itu juga dibeli seharga beberapa dolar saja.

Selain itu, kakak pertama, kedua, dan ketiga pergi ke sebuah supermarket yang bernama Lucky, membeli sayur dan buah sisa yang sudah kedaluwarsa, sepulangnya tinggal potong bagian yang busuk, kami memotong bagian yang tidak baik, semua adalah barang kedaluwarsa di Lucky supermarket, yang sudah hendak dibuang. Mereka membelinya dengan harga murah, kami keluarga yang kemari ikut kakak pertama, mereka akan membeli satu kardus untuk kita, setiap keluarga ada. Kami makan dengan gembira, mereka yang kaya merasa tidak senang, tapi kami yang miskin ini, akan makan dengan perasaan gembira. Demikianlah saat itu kami melewati keseharian. Demikianlah Zhenfo Zong, sekarang tidak ada yang menarik untuk diceritakan. Kadang, saya memberitahu Mahadewi Yaochi: “Anda lah yang meminta supaya kami datang ke Amerika.” Saya datang karena mendengar saran-Nya. Benarkah keputusan kami untuk datang kemari? ( Umat: “Benar!” ) Siswa dari Taiwan, Zhang Huangming mengatakan, kehidupan Mahaguru di Amerika sungguh berat, sepertinya sudah hampir tidak sanggup lagi, tapi akhirnya kami pun bisa melalui hari-hari seperti itu.

◎ Mahadewi Yaochi sungguh agung dan mulia, saya sangat menghormati-Nya, Beliau sungguh telah banyak membantu saya, namun terus terang, jika saya ingin melihat Mahadewi Yaochi, sangat sukar. Beliau bisa memberi petunjuk, bisa hadir, Beliau bisa berkomunikasi dengan saya, namun sangat sukar untuk melihat tubuh sejati-Nya.

Ada seseorang yang mengaku bahwa ia sangat mudah berjumpa dengan Mahadewi Yaochi, orang ini adalah XX. Untuk melihat Mahadewi Yaochi pun sangat sukar bagi saya, namun saya tahu bahwa respon spiritual Beliau sangat kuat. XX paling mudah mendapat penglihatan, bahkan bisa berbicara dengannya, dan selalu menggunakan bahasa Taiwan. Baru-baru ini saya membaca catatan ceramah XX, pada tanggal 12 Februari 1998, setelah ia memimpin homa Mahadewi Yaochi, XX mengatakan bahwa Mahadewi Yaochi hadir, mengenakan jubah dan mahkota feniks, wajahnya sama persis dengan Mahadewi Yaochi dari Seattle, Mahadewi Yaochi yang ini, Mahadewi Yaochi di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple yang pergi ke sana, XX mengatakan Qingniao ( burung berwarna sian ) terbang berputar di samping Mahadewi Yaochi. Mahadewi Yaochi punya tiga ekor Qingniao, namanya: Shaoluan, dan 2 lagi, yaitu Qingluan, dan Daluan. XX mengatakan Qingniao terbang berputar di samping, sambil mematuk mutiara dari mahkota feniks Mahadewi Yaochi, mutiara itu seperti kristal tembus pandang, bahkan lebih transparan daripada bola kristal. Qingniao berada di XX Temple, memberikan mutiara mahkota feniks Mahadewi Yaochi kepada semua umat yang sedang mendengarkan ceramah XX, untuk mereka makan, setiap orang bisa makan mutiara dari mahkota feniks Mahadewi Yaochi. Saya pikir, bahkan saya pun tidak bisa memakannya, tapi mereka semua bisa memakannya, Mahadewi Yaochi sungguh tidak adil, kenapa mereka bisa makan? Ada lagi, Mahadewi Yaochi menghadiahkan vyajana kepada XX, sebesar apakah kekuatan vyajana tersebut, tahukah Anda?

Begitu XX mengebutkannya! Dikebutkan kepada seseorang, maka orang itu langsung bersih, hawa gelap pun mengalir keluar. Apalagi Mahadewi Yaochi menghadiahkan vyajana tersebut kepadanya. Kenapa Mahadewi Yaochi tidak menghadiahkannya kepada saya? Lu Shengyan sungguh kasihan, kenapa vyajana tidak diberikan kepada saya, melainkan kepada XX? Kemudian XX mengatakan, Mahadewi Yaochi membawa sebuah persik surgawi yang paling besar dari surga, jamuan persik surgawi, tahukah Anda? Setiap 3 ribu tahun tumbuh satu buah persik, diletakkan di tungku homa XX. XX pun berceramah: “Ada persik dari Mahadewi Yaochi, telah terbakar di dalam tungku homa, asalkan kalian makan sedikit saja abu homa ini, maka kalian pun akan bersih, karmavarana trikala akan tersingkirkan. Kalian boleh membawa pulang abu homa ini, tabur di dalam rumah, dengan demikian rumah pun akan bersih; Jika dipendam di empat penjuru rumah, maka segala macam hawa kotor tidak akan masuk, kemudian boleh mencampur abu homa dengan air, minumkan kepada setiap anggota keluarga, maka tidak hanya karmavarana yang terkikis, bahkan sekujur tubuhnya akan bersih.” Makan persik surgawi dari Mahadewi Yaochi, persik surgawi itu sudah berubah menjadi abu homa, menurut yang tercatat dalam pustaka kuno, tumbuh setiap 3 ribu tahun sekali, jika para dewa memakannya, maka usianya akan bertambah seribu tahun, setiap umat XX Temple sudah makan abu homa itu, semua mencampurnya dengan air, dan semua bisa hidup sampai seribu tahun.”

undefined

◎ Saya protes kepada Mahadewi Yaochi: “Kenapa Anda tidak memberi saya persik surgawi? Kenapa tidak diberikan kepada kami setiap orang? Kenapa persik surgawi sebesar itu dipindahkan ke tungku homa XX? Saya telah banyak melakukan homa Anda, kenapa tidak pernah ada persik surgawi di tungku homa kami?” Saya bertanya kepada Mahadewi Yaochi, Mahadewi Yaochi menjawab: “Aku sama sekali tidak pergi ke sana, Aku juga tidak memberikan vyajana kepadanya, apakah mutiara di mahkota feniks bisa dimakan?” Apakah itu mochi? Mochi bisa dimakan, mochi sangat lembut, bisa dimakan.

Apakah mutiara itu bisa dimakan? Dimakan sekalipun tetap akan keluar utuh, itu adalah benda yang tidak dapat dicerna! Untung Mahadewi Yaochi memberitahu saya: “Aku sama sekali tidak pergi ke sana.” Saya katakan: “Dia sungguh hebat, bisa berbicara dengan Anda dalam bahasa Taiwan, berarti Anda bicara dalam bahasa Taiwan?! Dia juga bicara dengan Anda menggunakan bahasa Taiwan! Bagaimana menurut Anda?” Saya hitung dulu nilainya: “Mohon petunjuk.” ( Mahaguru melakukan ramalan dewata ), sebab menurut saya XX sangat hebat, kenapa saya tidak bisa sehebat itu? Beliau mengatakan nilai bhavana XX adalah nol. Tapi kenapa demikian banyak orang bisa percaya kepadanya? Kenapa demikian banyak orang melekat di tempat XX?

◎ Mahadewi Yaochi mengatakan: “Ia menutupi langit dan bumi. ( Bualan besar ) ” Saya katakan: “Kenapa menutupi langit dan bumi?” Beliau mengatakan: “Ucapan dia bisa menutupi langit dan bumi, dia benar-benar seorang pembual, tidak ada satu pun ucapannya yang benar.” 

Membaca catatan ceramah XX, ia mengatakan pertama kali berjumpa dengan Shakyamuni Buddha, ia mengatakan bahwa karena nidananya sendiri, karena ia berasal dari Taiwan, jadi Beliau berbicara dalam bahasa Taiwan. Baiklah! Sekarang saya menanyai Anda (XX): “Bahasa apa yang Anda gunakan untuk berbicara dengan Shakyamuni Buddha? Apakah Sansekerta kuno? Sansekerta modern? Ataukah bahasa Pali? Atau bahasa apa?” Itu adalah bualan! Hubungannya dengan Shakyamuni Buddha sungguh baik! “Tangan Shakyamuni Buddha menggandeng.” Menggandeng tangannya! “Dibasahi gerimis hujan, bergandengan tangan, melangkah bersamamu.”, berjalan mengikuti langkah-Nya! Shakyamuni Buddha mengarungi surga sambil menggandeng tangannya, bertamasya bersama para Buddha! Menurut saya, benar-benar kalah dengannya! Setelah saya bertanya kepada Mahadewi Yaochi, Mahadewi Yaochi menjawab: “Menutupi langit dan bumi! ( Membual ), sungguh merupakan seorang pembual yang tidak pernah berucap satya!” Sangat banyak, sungguh!

Menurut saya, berbhavana sampai saat ini, cukup sukar untuk berjumpa dengan Mahadewi Yaochi, berjumpa dengan Amitabha Buddha juga hanya beberapa kali. Mahabhiksu Huiyuan dari Lushan, beliau adalah perintis sekte Sukhavati di Tiongkok, berapa kali beliau berjumpa dengan Amitabha Buddha semasa hidupnya? Hanya 2 atau 3 kali, Mahaguru juga demikian, hanya 2 atau 3 kali berjumpa dengan Amitabha Buddha, hanya 2 atau 3 kali berjumpa dengan Bhaisajyaguru Buddha, hanya beberapa kali berjumpa dengan Avalokitesvara Bodhisattva, dan tidak selalu melihat, Buddha Bodhisattva tidak sering menampakkan diri, tapi malah menampakkan diri setiap hari di tempat XX. Tiap kali homa, Adhinathanya selalu hadir berbicara dengannya, setelah selesai bicara, XX mengungkapkan pembicaraannya dalam ceramah, isi ceramahnya kebanyakan tentang mesti bersabar, jangan melekat, jangan penuh rasa tamak, benci, dan kebodohan, dia juga membahas hal ini, perlu meditasi, mesti punya kebijaksanaan, jangan bodoh, semua seputar ini, baik juga, membahas hal-hal ini ada benarnya, tapi setiap hari menampakkan diri, apakah ini benar? Singkat kata, Mahadewi Yaochi menyatakan bahwa bhavana XX nol, demikianlah.

◎ Kita lanjutkan pengulasan Lamdre! Terus terang, saya bisa berkomunikasi dengan Buddha dan Bodhisattva, tapi kami bukan berbicara, bukan pembicaraan saling berhadapan, bukan menyampaikan apa yang dikatakan oleh Buddha dan Bodhisattva, bukan. Buddhadharma ini berasal dari belajar pada banyak Guru saya, Guru Padmasambhava memberitahu saya: “Anda mesti mencari Guru di dunia, barulah ada silsilah!” Hari ini kita mendaraskan “Sutra Mahadewi Yaochi Mengajarkan Pembebasan Melalui Samadhi dan Prajna”, Beliau juga punya silsilah, Guru yang paling awal adalah Xuanxuan Shangren, kemudian ditransmisikan kepada Donghua Dijun atau Mugong, baru kemudian ditransmisikan kepada Mahadewi Yaochi di barat, demikianlah silsilahnya memang ada. Xuanxuan Shangren mentransmisikan kepada Mugong Shangsheng Donghua Dijun, kemudian Donghua Dijun mentransmisikan kepada Mahadewi Yaochi, ada silsilahnya, bukannya tidak ada.

Saya tidak bisa katakan bahwa Vairocana Buddha mentransmisikan Dharma kepada Tathagata Mata Tanpa Cela ( Buddha Locani ), kemudian Tathagata Mata Tanpa Cela mentransmisikan kepada Amitabha Tathagata, dan Amitabha Buddha mentransmisikan kepada Padmakumara, Padmakumara mentransmisikan pada Mahaguru, ini adalah silsilah Langit. Silsilah dari dunia manusia juga dibutuhkan, baru bisa belajar Buddhadharma yang sejati. Saya pergi berguru kepada Guru, kemudian Guru mentransmisikan Dharma kepada saya, demikianlah silsilahnya. Sehingga hari ini saya bisa membabarkan Lamdre.

undefined

◎ “Sembilan loka menghimpun karakteristik hangat” dari “Tiga karakteristik hangat”, apa itu “Sembilan loka”? Yaitu “Lima jenis amrta ditambah dengan empat jenis prana”, menjadi sembilan loka, apa sajakah empat jenis prana? “Prana sirkulasi atas, prana sirkulasi bawah, prana sirkulasi samping, dan prana mitra api.” Prana yang menelusuri nadi tengah disebut sebagai prana mitra api. “Prana sirkulasi atas” mengendalikan tubuh bagian atas, “Prana sirkulasi bawah” adalah prana yang mengendalikan tubuh bagian bawah, “Prana sirkulasi samping” adalah prana yang bersirkulasi di sekujur tubuh Anda.

Selain itu, “Prana mitra api” adalah kundalini yang bangkit, menelusuri nadi tengah, prana yang berputar di samping nadi tengah, ini adalah empat loka. Ada lagi, lima amrta, disebut sebagai lima loka. Apa itu lima amrta? Lima amrta dalam Tantra sangat ‘dirty’, sangat kotor, tapi sesungguhnya merupakan kristalisasi tubuh Anda sendiri. Apa itu kristalisasi? Lima jenis amrta, yang pertama adalah air seni; Air seni adalah amrta! Yang kedua adalah kotoran, ini merupakan amrta tubuh Anda! Berikutnya, adalah darah tubuh Anda; Berikutnya, ingus dari hidung Anda; Berikutnya, liur dari mulut Anda; Inilah lima amrta. 

Lima amrta dalam Tantra adalah lima amrta tubuh Anda. Setelah mendengarnya Anda akan merasa ‘so dirty’, “Apa ini? Apakah ini adalah amrta?” Saya beritahu Anda! Ketika Anda benar-benar mencapai keberhasilan bhavana, Anda dapat mengubah lima benda kotor tubuh Anda menjadi benda yang paling bersih. Oleh karena itulah kita menyebut air seni sebagai ‘wangi kecil’, dan kotoran sebagai ‘wangi besar’. Selain itu, darah tubuh Anda, liur mulut Anda, ingus hidung Anda, sesungguhnya semua ini ditransformasikan menjadi sembilan loka yang bersih. Apa maksudnya? Tubuh kita pada dasarnya sangat kotor, tapi Anda bisa mentransformasikannya menjadi bersih. Apa itu amrta? Mudah sekali, saya beritahu Anda, jika tubuh Anda tidak ada amrta, maka habislah Anda, semua hasil sekresi bhavana Anda adalah amrta.  

Ketika karakteristik hangat kundalini telah bangkit, membakar sekujur tubuh, mengubah yang kotor menjadi bersih, ini disebut: “Homa internal”. Berbeda dengan “Homa eksternal”, homa eksternal adalah puja dengan sarana api, homa internal adalah puja api dalam diri sendiri. Apabila api dalam diri sendiri bisa bangkit, maka tubuh akan sangat cemerlang, dan akan memancarkan banyak sinar. Sembilan loka tubuh Anda mesti dipersembahkan kepada Buddha dan Bodhisattva. Kedengarannya sangat menjijikkan, memasukkan lima amrta ke dalam mangkuk, ada air seni, ada kotoran, ada ingus, ada darah, ada liur, “So yak!”, tahukah Anda? Semangkuk pujana ini adalah lima amrta yang paling berharga. Lihatlah Dakini, bukankah tangannya membawa kapala? Isi dari kapala itu adalah lima amrta. Itu adalah lima amrta sebagai pujana bagi Buddha dan Bodhisattva! Lima amrta manusia sangat kotor, sangat ‘dirty’, tapi setelah Anda mencapai keberhasilan dalam bhavana, kelima amrta itu akan menjadi sinar terang, menjadi lima loka, ditambah dengan prana tubuh Anda, Triratna dalam Tantra: prana, nadi, dan bindu, apa itu bindu? Lima amrta. Kundalini dibangkitkan supaya air istana surgawi bisa mengalir turun, kemudian air dan api melebur, saling berpadu, menjadi kesucian. Membuka lima cakra Anda, mengalirkan prana ke semua nadi, metode bhavana Tantra ini saya babarkan kepada Anda semua, sangat jarang ada yang membabarkannya, dan jarang ada yang tahu. 

Mahaguru hanya bisa membabarkan ini, Mahaguru tidak bisa bercerita tentang Qingniao, tidak akan membahas: “Qingniao mematuk mutiara yang terjuntai dari mahkote feniks Mahadewi Yaochi, untuk dimakan semua orang.”, saya tidak akan demikian. “Mahadewi Yaochi mengambil persik surgawi dan diletakkan di tungku homa, nanti setelah makan abu homa, kalian akan menjadi bersih.” Apakah nanti ada kue tar? ( Umat: “Ada!” ) Oh! Inilah yang tidak ada pada kita, kenapa? Tiap kali hari jadi Buddha dan Bodhisattva, misalnya hari jadi Mahadewi Yaochi, Shakyamuni Buddha, Amitabha Buddha, atau Adhinatha yang mana pun, selalu mengadhisthana kue tar tersebut, “Asalkan kalian makan sepotong saja, maka karmavarana trikala akan terhapuskan.” Di XX Temple, inilah semua yang dibabarkan oleh XX, setelah makan kue tar, karmavarana trikala akan terhapuskan! Setelah mendengarnya, saya ingin merangkak sampai ke San Francisco! Sungguh! Saya mesti makan sepotong kue tar itu, demi menghapuskan karmavarana trikala! Wahai Mahadewi Yaochi! Mohon berempati kepada saya! Supaya semua yang makan sepotong kue tar dapat menghapuskan karmavarana trikala, boleh tidak?

◎ Kita punya banyak Siddha ( sadhaka yang telah mencapai keberhasilan bhavana ), seperti Acarya Lian-deng (蓮嶝上師), beliau juga mencapai keberhasilan, beliau menampakkan diri, sekujur tubuh bersinar terang; Lihatlah Acarya Lianhua Yimin (蓮花益民上師) dari Montreal, menghasilkan sarira sekujur tubuh! Lihatlah Acarya Liu Wenqing (劉文卿上師), sungguh! Mereka menampakkan diri, memperlihatkan diri kepada saya, para Acarya kita itu sangat mulia, Acarya Lian-deng tidak menampakkan diri kepada saya, beliau menampakkan diri kepada wakil pemimpin Yayasan Tzu Chi, Ci Zunzhe (慈尊者), beliau sudah berumur, Acarya Lian-deng menampakkan diri kepada beliau, Ci Zunzhe bernamaskara kepada foto Acarya Lian-deng, siswa di sampingnya mengatakan: “Anda sudah berumur, tidak perlu demikian.” Beliau menjawab, tidak boleh tidak, beliau mesti lakukan, Acarya Lian-deng menampakkan diri kepada Ci Zunzhe, maka beliau harus bernamaskara, asisten di samping memapah beliau: “Anda sudah demikian tua, tidak perlu bernamaskara.”, akan tetapi beliau bersikeras untuk namaskara. “Sebab Acarya Lian-deng adalah Buddha Bodhisattva.”, terjadi peristiwa kontak batin seperti ini. Mengenai bhavana saya sendiri, menurut saya, asalkan bisa terlahir di alam suci, itu sudah baik, sudah cukup. Saya kalah dengan Acarya Lian-deng, saya juga kalah dengan Acarya Lianhua Yimin, untuk mencapai keberhasilan sarira sekujur tubuh, menurut saya cukup sukar. Acarya Lianhua Yimin bisa mencapai keberhasilan sarira sekujur tubuh, saya kalah dengan mereka. 

Saya sangat kalah dibandingkan dengan satu orang, tidak akan bisa mengunggulinya, ia bahkan bisa bertamasya bersama Buddha! Orang itu adalah XX, saya pasti kalah dengannya. Apalagi ia mengatakan, ia bisa rapat dengan Mahaguru di Mahapadminiloka. Saya beritahu Anda! Saya bahkan tidak ke Mahapadminiloka, rapat apa lagi, tidak ada rapat! Buddha Bodhisattva melindungi! Semoga Guru Lu bisa terlahir di alam suci, saya hanya ingin Berdharmadesana, menyampaikan apa yang telah diajarkan oleh Guru kepada saya. Semua mesti bersadhana sampai kontak yoga dengan Istadevata, setelah Anda berkontak yoga dengan Istadevata, tentu ada kepastian untuk terlahir di alam suci. Jika Anda telah berkontak yoga dengan Amitabha Buddha, pada saat menjelang wafat, Amitabha Buddha pasti menampakkan diri menjemput Anda, membawa padmasana menjemput Anda, setelah Anda naik padmasana, maka Anda akan mencapai Sukhavatiloka, asalkan Anda bersadhana sampai kontak yoga, maka tentu ada kepastian untuk terlahir di alam suci. Anda melatih prana, nadi, dan bindu, maka Anda bisa langsung mencapai keberhasilan Istadevata Anda.

undefined

◎ Tantra mentransformasikan trikarma Anda menjadi triguhya, pikiran Anda bersih, ucapan Anda bersih, dan tubuh Anda bersih, Anda pun bisa bertansformasi menjadi tubuh Buddha, tubuh Bodhisattva, semua bisa. Bhavana melatih prana, nadi, dan bindu itu berbeda, tidak sama, sinar yang Anda pancarkan manunggal dengan sinar alam semesta, dan Anda pun mencapai keberhasilan. Keutamaan pelatihan prana, nadi, dan bindu adalah kesucian.

Saat Guru Thubten Dhargye akan berpulang, beliau hanya mengucapkan: “Qingjing” ( suci bersih ). Asalkan tubuh, ucapan, dan pikiran Anda bersih, maka Anda pasti dapat berkontak yoga dengan Istadevata Anda, dapat berpulang ke Negeri Buddha. Jangan sembarang makan. Apakah mutiara dari mahkota feniks Mahadewi Yaochi bisa dimakan? Sungguh aneh, saat saya membacanya: “Qingniao mematuk mutiara mahkota feniks untuk dibagikan dan dimakan umat.”, semua mutiara mahkota feniks pun habis, vyajana Mahadewi Yaochi sudah tidak ada lagi, semua diambil oleh XX, persik surgawi Mahadewi Yaochi juga sudah tidak ada, pantas saja Beliau hanya memegang ruyi, sebab persik surgawi sudah diberikan kepada XX, sungguh, jangan sembarangan makan. Makan kue tar boleh saja. Amituofo!

Ceritakan beberapa lelucon! Di sebuah desa terpencil, di atas jalan sempit dan berkelok, ada sebuah tiang listrik yang sangat aneh, sering terjadi kecelakaan di situ. Belum lama ini, ada sepasang pria dan wanita yang berkendara dan mengalami kecelakaan, menabrak tiang listrik itu, dan tewas. Di suatu malam, Xiaoming yang berusia 5 tahun bersama ibunya melewati tiang listrik itu, Xiaoming memberitahu ibunya: “Ibu, di atas tiang listrik ada 2 orang.” Ibu menegur XIaoming: “Jangan sembarangan bicara!” Tapi kabar tentang hantu itu langsung tersebar, seorang wartawan juga datang ke desa kecil itu untuk mewawancarai Xiaoming, wartawan bertanya kepada Xiaoming: “Di manakah 2 orang itu?” Xiaoming menunjuk bagian atas tiang listrik, di sana tertempel secarik kertas, begitu semua melihatnya, di atas tertulis: “Orang-orang bertanggung jawab atas keselamatan berlalu lintas.” Xiaoming mengatakan ada 2 orang ( tulisan: “Orang – orang.” ). Oleh karena itu, sebuah penglihatan belum tentu benar, tapi Buddhadharma sudah pasti benar.

Seorang teman memperkenalkan dirinya, namanya adalah “Ziteng”, zi dari kata putra, teng dari kata terbang melayang, teman pun bertanya apa marganya, dia selalu menjawab: “Cukup panggil saya Ziteng, marga tidak penting.” Suatu hari, temannya diam-diam melihat SIM miliknya, ternyata dia bermarga Du, disebut: ‘Du Ziteng’ ( Sakit perut ). Ini adalah lelucon perpaduan. Seorang dokter memasangkan gigi palsu kepada pasiennya, kemudian pasien membayar. Begitu dokter melihatnya, ada yang salah, ia langsung menghentikan pasien itu, “Eh! Ini salah! Ini uang palsu!” Pasien menjawab: “Apakah menurut Anda saya ini bodoh? Otak saya sangat jelas, Anda memasangkan gigi palsu untuk saya, apakah saya harus bayar Anda menggunakan uang asli?” Ucapannya cukup beralasan, tapi sesungguhnya tidak benar.

Akhir-akhir ini saya sering baca artikel ceramah XX, saya membacanya huruf demi huruf dari awal, konon XX membahas Manjusri Bodhisattva, “Manjusri Bodhisattva langsung hadir, membawa pedang, pedang dicabut ke arah atas, pedang ini bukan untuk membunuh orang, pedang ini untuk membunuh diri sendiri.”cukup masuk akal! Tapi dia salah menggunakan aksara, “Untuk apakah fungsi pedang? Untuk menebas, menebas lobha, dvesa, dan moha Anda sendiri, menebas kemelekatan Anda sendiri, menebas avidya Anda sendiri, menebas XXX Anda sendiri, semua ditebas.” Menurut saya, pedang Manjusri Bodhisattva untuk menusuk, XX berceramah mengatakan untuk menebas, apakah pedang bisa digunakan untuk menebas? Golok yang bisa digunakan untuk menebas, seperti golok dari Guangong digunakan untuk menebas, golok milik Dadaowangwu juga untuk menebas, XX tidak menyebutnya tusuk atau potong, sebab, jika pinggiran pedang itu tipis, bisa juga digunakan untuk memotong, gunakan kata ‘potong’ dan ‘tusuk’ semua benar, yang dipegang oleh Manjusri Bodhisattva adalah pedang, bukan golok, tidak boleh gunakan kata menebas. Saya menguak kesalahan Anda, pedang Manjusri yang palsu, jika Manjusri Bodhisattva menggunakan golok, tentu saja boleh digunakan untuk menebas. Bagaimana mungkin pedang digunakan untuk menebas? Jadi Manjusri yang palsu tidak punya pengetahuan umum di dunia.

◎ A Long pulang pada pukul 12 malam, ia lewat di depan sebuah rumah, dari dalam rumah itu terdengar suara tangisan seorang anak, dan ibunya membohonginya: “Masih mau menangis? Biar nanti hantu di luar menangkap kamu!” Demi menyelesaikan persoalan anak itu, A Long berbaik hati mengatakan: “Ibu kamu tidak bohong, kamu mesti patuh.” Akhirnya, ibu dan anak pun sama-sama menangis. Sungguh ada hantu! Setelah membaca ceramah-ceramah XX, semua isinya hanyalah omongan hantu ( bohong ), tidak ada yang benar. Hari ini sampai di sini.

Om Mani Padme Hum.

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。