2016-11-13 Saya Paling Menjunjung Tinggi Mahadewi Yaochi

undefined

Ceramah Lamdre ke-45 oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Upacara Agung Homa Mahadewi Yaochi, Minggu 13 November 2016 di Rainbow Temple

Terlebih dahulu, marilah kita bersembah puja pada Bhiksu Liaoming, sembah puja pada Guru Sakya Zhengkong, sembah puja pada Gyalwa Karmapa ke-16, sembah puja pada Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada para Adhinatha mandala, sembah puja pada Adhinatha Homa hari ini: Mahadewi Yaochi.

Gurudara, para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat Sedharma, dan umat Sedharma yang menyaksikan melalui internet. Tamu agung yang hadir hari ini, Akuntan TBF, sdri. Teresa dan suami. Penasihat hukum TBF dan Asosiasi Vajrayana Taiwan, pengacara Zhuo Zhongsan. Ketua terdahulu dari Lotus Light Charity Society Taiwan, sdr. Wu Guande, beserta Sekretaris umum terdahulu Lotus Light Charity Society Taiwan, sdr. Tian Yueyi dan istri. Perwakilan pengusaha kehormatan Taiwan, Manajer Umum Ching Yi Biotech Co. Ltd. Sdri. Zhang Yuzhen. Produser acara Gei Ni Dian Shang Xin Deng di CTI Sdri. Xu Yaqi. Instruktur Li Huan, violinis Tionghoa dari Kanada. dr. Zhuang Junyao dan istri. dr. Huang Meijuan, dr. Huang Fu. Sdri. Chen anggota Tim Tari Pujana Yangguang. Segenap anggota Tim Paduan Suara Tianyin Yayue. Terima kasih atas kehadiran Anda semua. 'Thank you for coming' ! Selamat siang semuanya ! Apa kabar semuanya ! (Bahasa Taiwan) Selamat siang semuanya ! Apa kabar semuanya ! (Bahasa Mandarin) Apa kabar ! Apa kabar semuanya ! (Bahasa Kanton) Wugai ! Wugaishai ! (Bahasa Kanton: Terima kasih semuanya)

Hari ini sungguh berterima kasih kepada Mahadewi Yaochi, Mahadewi Yaochi dari Taiwan, Mahadewi Yaochi di altar rumah, di sisi kanan saya, Mahadewi Yaochi di sisi kiri saya, Mahadewi Yaochi di ruang tamu, semua terbang kemari; Terima kasih kepada Mereka, Mereka tidak memerlukan visa, juga tidak perlu melewati bea cukai, bisa langsung tiba di sini, tadi muncul dengan sangat jelas. Terima kasih pula kepada Mahadewi Yaochi dari Taiwan Lei Tsang Temple. Dengan demikian, untuk sementara, selama setengah tahun, tidak bisa melihat Mahadewi Yaochi yang teragung di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple; Selama setengah tahun, tidak bisa melihat Mahadewi Yaochi yang paling rupawan di kamar saya. Beliau adalah Mahadewi Yaochi yang paling rupawan, setiap hari saya melihatnya, sebentar lagi selama setengah tahun tidak bisa melihatnya, hari ini Dia juga tidak hadir. Bodhisattva melindungi, tidak peduli sejauh apa pun Anda berada, namun senantiasa berada di hati. 

Mahadewi Yaochi adalah Istadevata dari Mahaguru, juga merupakan Istadevata yang pertama, tanpa Mahadewi Yaochi tidak akan ada Dharmaraja Liansheng seperti hari ini; Tanpa Mahadewi Yaochi, tidak akan ada Lu Shengyan seperti hari ini; Tanpa Mahadewi Yaochi, agama saya tidak akan berubah. Mahadewi Yaochi merupakan pokok yang paling penting, semenjak saya berusia 20 sekian tahun, Beliau mengubah hidup saya, terus hingga saat ini. Beliau yang paling saya junjung tinggi, Mahadewi Yaochi yang teragung dan termulia.

Ada sebuah gatha Padmakumara, sudah ada semenjak masa Dinasti Tang:

蓮花童子見金仙,
Lián Huā Tóng Zǐ Jiàn Jīn Xiān,
Padmakumara menemui Suciwan Mulia Mahaagung,

落花虛空左右旋,
Luò Huā Xū Kōng Zuǒ Yòu Xuǎn,
Hujan bunga turun dari angkasa,

微妙天音雲外聽,
Wéi Miào Tiān Yīn Yun Wài Tīng,
Disambut dengan alunan musik surgawi,

盡說極樂勝諸天
Jǐn Shuō Jí Lè Shèng Zhū Tiān.
Membabarkan Sukhavati yang menggungguli semua surga.

Ini adalah gatha Padmakumara, di masa Dinasti Tang, gatha ini telah tersebar di kalangan rakyat, ini membuktikan bahwa di masa Dinasti Tang sudah ada orang yang mengenal Padmakumara. Sejarah Tiongkok, sampai saat ini sudah berapa lama ? Dinasti Tang, Yu, Xia, Shang, Zhou, Qin, Han, 4 Negara, Wei dan Jin, Utara dan Selatan, Sui, Tang, Song, Yuan, Ming, Qing, kemudian Republik Tiongkok. Di masa Dinasti Tang, gatha ini telah tersebar luas, “Padmakumara menemui Suciwan Mulia Mahaagung, hujan bunga turun dari angkasa, disambut dengan alunan musik surgawi, membabarkan Sukhavati yang menggungguli semua surga.” Oleh karena itu, Padmakumara berasal dari Sukhavatiloka, Padmakumara juga merupakan emanasi Amitabha Tathagata. Suciwan Mulia adalah Buddha. Apa itu Buddha ? yaitu Suciwan Mulia Mahaagung, Mahadewi Yaochi yang teragung, dan Mahadewi Yaochi di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple. Mahadewi Yaochi yang cantik, saya tidak memperlihatkannya, saya letakkan di kamar saya, paling cantik. Setiap hari saya memandang-Nya dan Dia memandang saya; Saya tahu Dia sedang memandang saya, Dia juga tahu saya juga memandang-Nya.

Di Shandong Yinan, di antara peninggalan bersejarah yang paling awal digali, ditemukan ukiran dari masa Dinasti Han Timur, berupa Mahadewi Yaochi atau Maharani Barat, Dongwanggong (Donghuadijun), dan Grivaprabhakumara atau Padmakumara, ketiganya bersama. Selain itu, Shakyamuni Buddha, Maharani Barat, dan Grivaprabhakumara atau Padmakumara, ketiganya juga bersama. Padmakumara adalah Bodhisattva di atas bhumi ke-8, Mahadewi Yaochi dan Padmakumara tak terpisahkan. Dalam kehidupan saya kali ini, ada tiga Istadevata Mahaguru, yaitu Raja Buddha, Amitabha Buddha dari Sukhavatiloka alam suci Barat, kemudian adalah Mahadewi Yaochi atau Raja Rsi, dan Ksitigarbha Bodhisattva atau Raja Bumi, inilah Tri Mulaistadevata dalam bhavana Mahaguru. Dalam sutra-Nya, Mahadewi Yaochi telah mengatakan, “Bagaimana mengukuhkan akar ? Bakti merupakan akar dari umat manusia, dan vitalitas merupakan akar dari Dao.” Ajaran Konfusius menjadikan bakti sebagai akar, ajaran Dao menjadikan vitalitas sebagai akar, sedangkan Tantra menjadikan prana, nadi, dan bindu sebagai akar, sesungguhnya ini sama dengan esensi, energi,  dan roh, memiliki kesamaan dengan ajaran Dao. 

Dalam sutra dikatakan: “Terlebih dahulu singkirkan enam pencuri, telinga tak mendengar suara, mata tak melihat rupa, tubuh tak menyentuh kekotoran, dan pikiran tak melekati materi.” Ini berarti amanasikara; Dalam Satyabuddha Sutra dikatakan: “Amanasikara sebagai Abhisambodhi Buddharatna.” Selain itu, “Hidung tidak sembarang membaui, mulut tidak rakus, enam pencuri sunya, dengan sendirinya pancaskandha akan terang.” Ini ada dalam ‘Sutra Pembebasan’ dari Mahadewi Yaochi, (Sutra Mahadewi Yaochi Mengajarkan Pembebasan Melalui Samadhi dan Prajna ). Sadhana Mahadewi Yaochi yang telah saya transmisikan sangat banyak, antara lain, Sadhana Istadevata Mahadewi Yaochi, Astamahayoga Mahadewi Yaochi, Jiuzhuan Xuangong, Mahasadhana Mahadewi Yaochi Menitahkan Laskar Devata, Sadhana Mahadewi Yaochi untuk Mendatangkan Rezeki, Mahasadhana Kuixing Pelajar Cemerlang, Sadhana Argam Puja Mahadewi Yaochi, Sadhana Mashangyouqian, Sadhana Tubuh Substitusi, Sadhana Vyagrhavaktravajra Krodha Mahadewi Yaochi, dan lain sebagainya, ini semua telah ditransmisikan oleh Mahaguru.

undefined

Lianhua Suomai yang pertama kali memenangkan lotre Amerika, dia menekuni Sadhana Mahadewi Yaochi Mashangyouqian, dan dia memenangkan hadiah utama lotre Amerika, setelah memenangkannya, dia dan keluarga pun pindah, putra dan putrinya langsung berhenti bersekolah. Kemana mereka sekeluarga pindah ? Pindah ke penginapan kecil di samping anak sungai Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, dia bersembunyi di sana selama beberapa bulan, sebab sangat banyak orang yang mengejarnya.

Acarya Lianning tahu, sangat banyak yang mengejarnya. Suatu hari, dia muncul untuk ikut berpuja bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, langsung diketahui oleh orang, beberapa Acarya yang hendak mendirikan vihara langsung mengejarnya ! Dia langsung melarikan diri. Mereka yang mengejarnya mengatakan: “Hei ! Kami akan mendirikan Vihara Vajragrabha, Anda harus menyumbangkan uang dan berkah Anda kepada Vihara Vajragarbha.” Begitu dia mendengarnya, langsung ketakutan, dan dia pun melarikan diri. Sampai saat ini, dia belum muncul. Tentu saja saya tahu di mana dia tinggal, namun, saya tidak pernah pergi ke sana. Acarya Lianning pernah berkunjung ke sana, ada beberapa orang yang pernah, saya tidak minta uang kepadanya, Anda semua jangan salah paham. Persembahan yang dia berikan kepada saya adalah US$ 100. Semula mereka adalah keluarga yang sangat miskin, hampir tidak punya uang, keluarga yang sangat miskin. Dulu rumahnya ada di North Bend, di dekat sini, dulu mereka tinggal di rumah yang sangat kecil. Setelah kabur, mereka pindah ke rumah yang lebih besar, rumah itu sangat besar, ada kolam, air mancur, bangunan yang sangat besar, sangat mewah. Setelah kabur dari Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, kabur untuk kedua kalinya, kemudian tidak pernah kembali lagi. Karena para Acarya ibarat harimau mengincar mangsanya, begitu melihatnya muncul, langsung mengigitnya erat, membuatnya terkejut setengah mati, dan tidak berani kembali lagi. Saya harap dia dapat bersadhana dengan sebaik-baiknya, ini adalah kontak batin berkat penekunan Sadhana Mahadewi Yaochi Mashangyouqian.

Respon spiritual dari Mahadewi Yaochi sangat kuat, sangat ampuh, banyak hal yang setelah Anda panjatkan kepada-Nya, maka Anda pun akan tahu keampuhannya. Seperti sdri. Teresa, ketika dia sedang mencari seseorang, Mahadewi Yaochi mengatakan akan muncul dalam beberapa hari. Benar tidak ? sdri. Teresa, silakan berdiri. Benar tidak ? Sangat ampuh ! Hanya dalam beberapa jam, dia pun muncul. Padahal orang itu sudah sangat lama tidak muncul. Namun setelah Mahadewi Yaochi menyatakannya, dia pun langsung muncul. Ada juga yang berasal dari Tiongkok Daratan, dia hendak mencari putranya, ada tidak ? Mahadewi Yaochi mengatakan: “Anda datang memohon kepada-Ku, maka dia akan langsung muncul.” Sungguh, kira-kira sekitar sehari ?! Malam hari itu juga putranya langsung muncul.

Peristiwa kontak batin sudah tak terhitung lagi banyaknya. Seorang saudari Sedharma dari tim tari pujana, saudari Peiliang, di mana dia ? Ayahnya telah terlahir di Negeri Buddha, sebelumnya dia bertanya: “Kapan ayah akan mangkat ?” Mahadewi Yaochi mengatakan: “Hari ini, ketika matahari terbenam, ayah Anda akan terlahir di Negeri Buddha.” Malam hari itu, benar tidak ? Ya ! Waktu yang ditunjukkan-Nya sangat akurat, bahkan memberitahunya: “Malam hari ini juga ayah Anda akan terlahir di Negeri Buddha.” Saya pikir, saat Mahadewi Yaochi memberitahu saya, saya sangat khawatir, mengapa ? Sebenarnya tidak perlu khawatir. Beliau memberitahu saya: “Malam hari setelah konsultasi ini, ayahnya akan meninggal dunia.” Bagaimana jika ternyata terulur sampai besok pagi ? Dan bagaimana jika dia hidup sampai beberapa hari lagi ? Bagaimana jika dia hidup sampai satu atau dua bulan lagi ? Atau bahkan setahun ? Bukankah saya akan habis ? Setelah berkonsultasi, saya berlutut memohon kepada Mahadewi Yaochi: “Anda mengatakan kepadanya malam hari ini juga, apakah Anda tidak keliru ? Menyatakan hari ini, itu artinya langsung terjadi ! Sebab dia berkonsultasi pada siang hari ! Anda mengatakan malam hari ini juga akan terlahir di Negeri Buddha, langsung tergenapi ! Beberapa jam kemudian harus langsung terbukti.” Saya sangat gugup, saya pun bertanya: “Sudah meninggal belum ?” Untunglah, pimpinan vihara, Acarya Dehui memberitahu saya, dia meninggal dunia malam hari itu juga. Semua mesti terbukti, mana boleh tidak terbukti ? Jika ini sampai meleset, akibatnya sungguh besar. Hari ini di sini saya katakan, Mahadewi Yaochi sungguh ampuh, seperti ketika mengobati Bhiksuni Liangen, juga butuh pembuktian, di akhir, saya memberitahunya: “Bakar tiga kertas mulia di tungku pertama.” Dia pun langsung membakar 3 kertas mulia di tungku pertama, dan langsung sembuh. Benar tidak ? Sebab dia terus demam, sekalipun sudah minum obat, demamnya turun, namun naik lagi, turun naik. Saya berjalan ke hadapannya dan bertanya: “Sudah sembuh ?” Dia mengatakan: “Belum.” Wah ! Sungguh membingungkan. Bagaimana ini ? Dia belum sembuh ? Maka saya berkata kepada Mahadewi Yaochi: “Bagaimana ini ? Sebenarnya Anda mau apa ?” Saat itu saya katakan: “Beliau memberi petunjuk, bakar 3 kertas mulia di tungku pertama, lakukan malam hari ini juga.” Keesokan harinya, dia pun sembuh. Dia sudah demam selama berhari-hari dan tak kunjung sembuh, sudah periksa ke dokter beberapa kali, dan tak terduga Mahadewi Yaochi mengatakan: “Bakar 3 kertas mulia di tungku pertama.” Dan dia pun sembuh. Dari mana keampuhan ini ? Sungguh sangat ampuh, Mahadewi Yaochi yang teragung dan termulia.

Pelayanan konsultasi yang saya berikan seumur hidup ini, semua mengandalkan Mahadewi Yaochi. Saat itu memberi konsultasi di Taiwan, ibu dari Gurudara datang membawa Gurudara untuk berkonsultasi, ibu dari Gurudara berkonsultasi mengenai leluhur sampai dengan cucunya, ketika hendak pergi, dia pun bertanya: “Kapan jodoh pernikahan putriku ini ?” Saya pun bertanya kepada Mahadewi Yaochi, saya masih bisa bicara apa lagi ? Sepertinya saat itu saya memberitahunya empat tahun lagi ? “Empat tahun lagi jodoh pernikahannya akan tiba.” Ketika berkonsultasi, dia berusia 22 tahun, empat tahun kemudian adalah 26 tahun, saat itu saya berusia 30 tahun, entah ini patut bergembira atau bersedih. Singkat kata, di usia 30 tahun saya memperistri Gurudara yang saat itu berusia 26 tahun. Ibunya datang berkonsultasi, jika tidak berkonsultasi, mungkin tidak masalah. Setelah berkonsultasi, sungguh menjadi: ‘Suami bernyanyi dan istri menyahut.’ ( keharmonisan rumah tangga ), sampai saat ini, saya masih membawa PM, apa itu PM ? Yaitu polisi militer, polisi militer adalah PM. Lihatlah ? Tiap kali keluar rumah selalu membawa polisi militer, ini patut berbahagia atau bersedih, sukar dikatakan. Setelah berkonsultasi, ibunya mengatakan sangat akurat, bahkan janin yang sedang dikandung oleh anggota keluarganya pun diketahui-Nya, begitu menuliskan alamatnya, Beliau pun tahu berapa orang yang tinggal di rumah Anda. Ibunya mengatakan: “Tidak benar !” Saya katakan: “Mana yang tidak benar ? Ada satu lagi di dalam perut.”, “Berarti benar.” Lihatlah, sangat ampuh. Masuk seorang diri, menulis nama, dan menanyakan nasib dan peruntungan perorangan kepada saya, saya katakan saya adalah Lu setengah dewa, “Orang ini setengah hidup. “Apa itu setengah hidup ?”, “Tidak tahukah Anda ? Masih hidup, namun dia dalam kondisi vegetatif, manusia yang setengah hidup.” Air matanya langsung mengalir. Begitu seseorang masuk, belum angkat bicara untuk bertanya, “Di dalam tas Anda ada sebuah secarik fu, fu dari Chen Jinggu di kuil Dao Lushan, benar tidak ?” Dia langsung membuka tasnya, “Chen Jinggu, kuil Dao Lushan” itulah fu milik dia. Saat itu, konsultasi di Taiwan sangat ampuh, sehingga menghebohkan. Namun, semua telah berlalu, dan saat ini masih adalah Mahadewi Yaochi, sampai saat ini saya masih menjunjung tinggi Trimulaistadevata saya, yang pertama adalah mula saya Mahadewi Yaochi yang berkontak yoga dengan saya. Divyacaksu saya dibuka oleh-Nya.

Hari ini mengulas Lamdre, “Dalam Lokuttaramarga, yang terutama adalah berdasarkan abhiseka, marga, bhumi, alam suci, mandala, dan asas aliran, untuk membedakan bhumi mula-mula sampai bhumi ke-12 setengah (setengah sebelum bhumi ke-13).” Apabila saya tidak mengulas kalimat ini, maka semua tidak akan mengerti, ini saling berkaitan. “Dalam Lokuttaramarga, yang terutama adalah berdasarkan abhiseka”, kita tiap tantrika terlebih dahulu menerima abhiseka, kemudian baru membahas marga, berikutnya adalah bhumi, alam suci, mandala, dan asas aliran.

undefined

Apa itu abhiseka ? Telah diulas kepada Anda semua, dalam Tantra ada empat jenis abhiseka, Abhiseka Kalasa, Abhiseka Internal, Abhiseka Guhya, dan Abhiseka Guhyatiguhya. Abhiseka Istadevata pada umumnya tergolong dalam Abhiseka Kalasa; Pelatihan prana, nadi, dan bindu adalah Abhiseka Internal; Pelatihan Sadhana Vajra, Anuttaratantra adalah abhiseka Anuttaratantra; Terakhir adalah Abhiseka Mahapurna. Saya sering membahas sebuah abhiseka, apabila abhiseka Anda bukan abhiseka sejati, misalnya Acarya yang mewakili Mahaguru untuk mengabhiseka, Acarya memberi abhiseka di luar, apabila Anda tidak benar-benar mengundang kehadiran Istadevata abhiseka, kemudian mengabhiseka orang lain, itu artinya penipuan. Abhiseka bukan hanya membawa kalasa abhiseka, “Telah mengabhiseka Anda semua !” Tiap kali sebelum saya memberi abhiseka, terlebih dahulu menyentuh ubun-ubun, terlebih dahulu mengundang kehadiran Istadevata abhiseka, setelah Beliau hadir, saya tahu Beliau telah memasuki kalasa abhiseka, kemudian, semua arus Dharma dari tubuh-Nya mengalir memasuki air di dalam kalasa abhiseka, saat itu baru mengetahui bahwa itu merupakan abhiseka yang sahih. Datang dari angkasa, telah mencapai mandala, kemudian dari mandala mencapai kalasa abhiseka, kemudian Acarya menggunakan kalasa itu untuk mengabhiseka Anda, di dalamnya harus benar-benar mengandung arus Dharma barulah merupakan abhiseka sejati, jika tidak, berarti hanya penipuan. Oleh karena itu yang saya ajarkan adalah, apabila Anda telah berkontak yoga dengan Istadevata ini, maka Anda boleh melakukan abhiseka Istadevata tersebut. Sebagian Acarya bersikap sembarang, ketika orang memohon abhiseka, dia juga tidak paham ritus abhiseka. Abhiseka ada aturannya. Suatu ketika saya berkunjung ke luar negeri, dan makan di hotel, di tengah makan, saya pergi ke toilet, saya hendak buang air kecil, mendadak di samping ada seorang umat yang berlutut, saya sungguh terkejut sampai air seni tidak bisa keluar. Saya katakan: “Apa yang Anda lakukan ?”, “Saya mohon abhiseka.” Mohon abhiseka di dalam toilet ?!  Saya bertanya, “Bagaimana Anda bisa tahu saya ada di sini ?” Dia mengatakan: “Mahaguru pasti ke toilet.” Saya katakan: “Saat ini hanya ada abhiseka air seni, tidak ada abhiseka lainnya, saya hendak buang air kecil.” Abhiseka memerlukan prasarana abhiseka, mesti ada mandala, mengenakan jubah, mengenakan topi. Tentu saja ini pengecualian bagi Mahasiddha, sebab Beliau mempunyai mandala tubuh. Saya telah katakan, Mahavairocana Tathagata ada di cakra ajna, Amitabha Buddha di cakra visuddha, Aksobhya Buddha di cakra anahata, Ratnasambhava Buddha di cakra manipura, Amogasiddhi Buddha di cakra svadhisthana, Pancadhyani Buddha ada di tubuh Anda, semua Adhinatha ada di tubuh Anda, begitu Anda mengangkat tangan itu adalah abhiseka, begitu mengadhisthana sudah merupakan abhiseka Adhinatha tertentu. Ini hanya ada pada Mahasiddha, yang lain tidak melakukan ini, tidak boleh demikian. Tidak boleh sembarang berbaris, “Mahaguru, saya ingin abhiseka.” Saya katakan: “Mana sarana puja abhiseka Anda ?” Saya mesti mengundang Istadevata itu, “Mana sarana puja ? Mana persiapan Anda ?”, “Tidak ada.” Ini artinya: Memberikan abhiseka tanpa memenuhi kualifikasi, ini ada dalam 14 Sila Dasar Tantra, kecuali Anda adalah seorang Mahasiddha. Tentu saja, saya tidak boleh menyatakan diri sendiri adalah Mahasiddha, “Baik, saya beri Anda abhiseka.”, buang air kecil sembari mengabhiseka Anda. Suatu ketika, saya sedang menggunakan toilet, mendadak ada secarik kertas yang dimasukkan melalui sela pintu toilet, saya katakan: “Untuk apa ? Siapa di luar ?”, “Sekarang Mahaguru paling luang, bolehkah membaca secarik kertas dari saya ?” Saya pun mengambil dan membaca kertas itu, dia ingin abhiseka, “Apakah sekarang boleh ?”, “Tidak boleh.” Saya sedang menggunakan toilet, sedang buang air besar, dia menyelipkan secarik kertas dari sela pintu, dalam kondisi begini juga ingin abhiseka, ini keliru. Dalam hal abhiseka, inilah yang dimaksud dengan: “Memberikan abhiseka tanpa memenuhi kualifikasi.” Selain itu ? Ada satu lagi, kalian para Acarya, apakah mereka benar-benar telah berhasil mengundang Istadevata Prajna tersebut dari angkasa kemudian mengabhiseka Anda ? Ini merupakan tanggung jawab seorang Acarya, apabila tidak berhasil mengundang dan mengabhiseka orang lain, tanpa kontak yoga akan sangat sukar untuk mengundang-Nya. Mahaguru telah berkontak yoga dengan Amitabha Buddha, Mahadewi Yaochi, dan Ksitigarbha Bodhisattva, berkontak yoga dengan ketiga Istadevata ini, asalkan telah berkontak yoga dengan satu Istadevata, maka dengan cepat, dapat berkontak yoga pula dengan banyak Adhinatha. Bisa berkontak yoga dengan banyak Adhinatha, sebab semua saling terhubung, seperti Mahamayuri Vidyarajni, Beliau merepresentasikan sangat banyak Buddha, banyak Bodhisattva, banyak konstelasi, termasuk 28 konstelasi dalam Dao, semua merupakan parivar dari Mahamayuri Vidyarajni. Asalkan Anda berkontak yoga dengan Mahamayuri Vidyarajni, maka sangat banyak Buddha dan Bodhisattva yang berkontak yoga dengan Anda, berkontak yoga dengan semua, ini mengenai abhiseka.

‘Marga’, apa itu marga ? Bhavana ada tingkatannya, yang pertama adalah sambharamarga, kedua adalah adhisthanamarga (prayogamarga), ketiga adalah darsanamarga, keempat adalah bhavanamarga, dan kelima adalah Parayana, Anda mesti melalui lima marga ini baru bisa berhasil, ini mengulas mengenai marga. Kemudian, mengulas ‘bhumi’, apa itu bhumi ? Ada Dasabhumi Bodhisattva, sampai pada bhumi ke-10 adalah Dharmamega, berarti pencerahan setara, lebih lanjut, bhumi ke-11 adalah Buddha, Tathagata, disebut pencerahan terluhur. Demikianlah bhumi demi bhumi. Padmakumara di atas bhumi ke-8, ini mengenai bhumi dari Bodhisattva, Dasabhumi Bodhisattva; Bhumi ke-13 dari Buddha, Mahavairocana Tathagata ada di bhumi ke-13, di atasnya, Adharma Buddha ada di bhumi ke-16, ini mengenai Tathagata. Mengulas alam suci, Negeri Buddha, ada banyak alam suci, seperti alam suci Cuiwei dari Ksitigarbha Bodhisattva, alam suci Yaochi dari Mahadewi Yaochi, dan alam suci Sukhavati dari Amitabha Buddha, tiap Buddha dan Bodhisattva mempunyai alam suci. Kemudian adalah mandala, mandala apa yang hendak Anda dirikan, maka Istadevata itulah yang akan disambut, antara mandala dan Istadevata saling berhubungan, dari angkasa menjadi mandala yang berwujud. 

Berikutnya adalah asas aliran, apa asas Mahaguru ? Ada Acarya yang menjawab: “Mencerahi hati dan menyaksikan Buddhata.”, itu ada pada darsanabhumi, masih belum Parayana, mencerahi hati adalah pencerahan, menyaksikan Buddhata berarti hampir melihat alam suci diri sendiri. “Asas aliran”, Mahaguru pernah mengatakan, dalam Satyabuddha Sutra, “Amanasikara sebagai Abisambodhi Buddharatna”, Amanasikara adalah asas aliran Zhenfo Zong. Ini semua digunakan untuk membedakan 12 bhumi, dan 13 bhumi, melalui penjelasan ini, Anda semua dapat memahaminya dengan jelas.

Kelelawar melamar pipit, namun ditolak, kelelawar sangat bersedih, dia mengatakan: “Apa yang kurang dari saya, mohon pipit katakan, saya bisa memperbaikinya.” Pipit menjawab: “Bukan saya ! Tapi ibu saya yang menentang.” Kelelawar mengatakan: “Saya tahu ! Dia pasti tidak suka karena saya hitam.” Kelelawar berwarna hitam, pipit mengatakan: “Bukan ! Ibu saya mengatakan, pria yang selalu keluar di malam hari pasti bukan burung yang baik !” Mahaguru sangat jarang keluar di malam hari, selama setengah tahun saya berada di Seattle, hari ini adalah ‘This year last talk Dharma’, hari ini adalah Dharmadesana terakhir di Seattle untuk tahun ini. Saya beritahu Anda semua, saya tidak pernah pergi ke Bellevue Square; Safeway, saya tidak pernah ke sana; Target, saya juga tidak pernah; Fred Mayer, saya juga tidak pernah; Semua supermarket, saya tidak pernah mengunjunginya. “Jadi, di mana kah Anda ?”, setiap malam, saya ada di rumah. Gurudara dapat mengonfirmasinya, benar tidak ? Tidak pergi ke mana pun, saya adalah burung yang baik ! Pernah satu kali makan makanan kecil di malam hari. Sekali, dua kali, sepertinya pergi ke Denny’s, IHOP, sebab ada yang mengundang, dan pergi makan dengan mereka. Gurudara juga ikut, sebab kemanapun saya pergi selalu ada PM di sisi, bahkan ketika Acarya Lianyu (蓮伃上師) membantu saya mengerjakan beberapa hal, kemudian saya mengantarnya pulang di malam hari, Gurudara juga duduk di samping, semua sama, sangat sukar memperoleh waktu luang, tidak ada. Selama setengah tahun ini, demikianlah menjalani hidup, jika bukan di rumah, pasti di vihara, atau di Rainbow Temple, hanya tiga tempat ini. Apabila membahas bagaimana perubahan Seattle saat ini, selain ke China Town, mengunjungi festival bahari setahun sekali, sekarang diubah menjadi festival naga, ‘One year one time’, ‘go to the China Town Street Fair only.’ Hanya ini, tidak ada lagi. Oleh karena itu, demikianlah kehidupan saya, inilah sadhaka ! Dengan demikian, saya baru bisa tekun menjapa mantra, tekun melafal sutra, tekun bersamadhi, selama setengah tahun ini tidak bepergian.

Gokong dan Samcong sama-sama mengikuti acara memilih jodoh di televisi Star, Gokong naik panggung, semua 24 lampu padam, semua wanita memadamkan lampunya. Pernah nonton acara ini ? Pernah. Begitu Gokong naik, ke 24 lampu padam semua, sebabnya adalah: Yang pertama, dia tidak punya rumah dan tidak punya mobil, hanya punya satu toya butut; Yang kedua, profesi sebagai pengawal sangat berbahaya; Yang ketiga, dia suka memukul siluman, Gokong tidak lembut terhadap wanita; Yang keempat, dia punya catatan kriminal, dia pernah dipenjara, ditekan di bawah Gunung Lima Jari selama 500 tahun. Dengan sedih Gokong turun dari panggung, tidak ada satu pun wanita yang menyukainya. Giliran Samcong yang naik panggung, wah ! ke 24 lampu semua menyala, semua wanita mencintainya, sebabnya adalah: Yang pertama, dia adalah seorang pejabat; Yang kedua, dia adalah saudara kaisar, kaisar mengangkatnya sebagai saudara, yang berikutnya paling hebat; Ketiga, dia menguasai Bahasa Sansekerta dan berbagai bahasa lain; Yang keempat, Tong Samcong sangat tampan; Yang kelima, yang paling menentukan, dia punya kuda pusaka ! Ini merupakan pengamatan materi, sadhaka tidak boleh melihat materi, baik-baik lah berada di rumah, sadhaka berlatih keras. Lafal sutra ! Bersamadhi, tekuni bermeditasi.

Pelatihan meditasi yang tertinggi, sehari mesti enam kali, bahkan empat kali. Mahaguru sudah tergolong baik, satu kali sudah baik, satu kali sudah cukup. Bhavana memang sungguh sukar. Yang paling mengherankan adalah, ternyata selama setengah tahun ini, Mahaguru tidak pernah pergi ke pasar, atau supermarket, semua tidak pernah; Selama setengah tahun ini, sekali pun tidak pernah.

Sepasang suami istri sedang menyelesaikan hitungan tagihan bulan ini, istri mengatakan: “Untuk belanja sayur mayur sudah 3000 dolar.” Suami mengatakan: “Masukkan pada biaya makanan.” Istrinya mengatakan: “Beli sabun cuci, pasta gigi, 500 dolar.” Suami mengatakan: “Masukkan ke biaya barang sehari-hari.” Istri: “Beli make-up 4000 dolar.” Suami mengatakan: “Masukkan biaya pemeliharaan peralatan.” Wanita butuh riasan, setelah dirias sungguh nampak baik, tanpa riasan sungguh menjadi orang yang berbeda, adakalanya bahkan tidak bisa dikenali. Yuping datang, bahkan rambut juga berubah, baru 3 bulan tidak berjumpa, apa yang saya katakan kepadanya: “Anda sangat mirip seseorang, dari mana kalian ?”, “Dari San Francisco.” Lianhua Yuping dari San Fransisco, dia membawa beberapa orang teman. Saya katakan: “Anda sangat mirip seseorang, dulu di Seattle ada yang seperti itu, sekarang Anda mirip dengan orang itu.” Saya tidak mengenalinya. Sebenarnya dia adalah Yuping, wajahnya telah berubah, bahkan model rambutnya juga berubah. Gurudara mengatakan lebih cantik, benarkah ? Lebih cantik daripada dulu. Dulu dia merias dengan sangat tebal, tiga bulan kemudian kembali kemari, ada yang menanyainya, apakah dia melakukan operasi, dia mengatakan: “Tidak.”, dia tidak operasi plastik. Banyak yang demikian ! Jelas-jelas operasi, dia mengatakan: “Saya tidak operasi !” Benar tidak ? Saya sendiri juga sangat ingin operasi, kenapa ? Sebab saya merasa kuping saya pendek, alangkah baiknya jika bisa sepanjang Amitabha Buddha, ditarik lebih panjang, atau diisi sesuatu supaya bisa lebih besar. Wajah ! Saya juga ingin sulam ! Sulam pemerah pipi ! Warnanya selalu nampak indah. Pemerah pipi dimasukkan ke dalam kulit, cukup mencuci muka, maka wajah akan senantiasa memerah, sama seperti Bodhisattva ! Wah ! Sama seperti Mahadewi Yaochi, juga sulam pemerah pipi, wajahnya sangat sedap dipandang. Jelas-jelas sulam pemerah pipi, tidak perlu diungkit lagi. Saya juga ingin sulam pemerah pipi, nanti ketika orang menanyai saya: “Kenapa wajah Anda selalu nampak kemerahan ?”, “Ini berkat sadhana.”, “Mahaguru, mengapa Anda selalu nampak kemerahan ?”, “Ini hasil sadhana.”, “Hasil sadhana bagaimana ?”, “Ini dibuat dengan tusuk demi tusuk jarum.” Bhavana jangan dipalsukan, tidak boleh memalsukan. Bhavana adalah abhiseka, marga, Bodhisattva bhumi ke-10 sampai bhumi ke-13, alam suci, mandala, asas aliran, masing-masing mesti direalisasikan. Bukan malah melalui riasan, tidak boleh demikian, pergi melakukan sulam ! Ada juga sulam bibir.

undefined

Seharian penuh suami bermain game ! Istri sangat marah, akhirnya karena tidak bisa menahan amarah, istrinya menghardik: “Lebih penting game atau istri ?” Suami menjawab: “Tentu saja istri.” Istri bertanya lagi: “Kenapa kamu terus ‘da’ - ‘game’ ?” (‘Da’ atau bermain homofon dengan memukul) Suami menjawab: “Apakah kamu ingin saya ‘da’ ?” Ini adalah lelucon. Guru berkata kepada Xiaoming: “Semua mesti lebih bersabar, Roma tidak dibangun dalam sehari.” Xiaoming: “Guru, tiap kali Anda memberi pekerjaan rumah, selalu harus diselesaikan sehari.” Guru mengatakan: “Keluar !” Bhavana bukan sekali langsung berhasil, apalagi penekunan Sadhana Tantra, bukan langsung berhasil, tidak ada yang begitu diabhiseka langsung mencapai Kebuddhaan. Tidak ada yang karena homa, penyeberangan arwah, langsung menjadi Buddha, sangat langka yang demikian. Tergantung sampai di mana bhavana Anda sendiri, apabila Anda telah mencapai pencerahan setara, berarti hanya selisih pencerahan terluhur, baru kemudian mencapai Kebuddhaan, jika bukan pencerahan setara, pasti tidak bisa menjadi Buddha. Setelah Anda mencapai alam suci, masih perlu untuk kembali berbhavana, tempuh jalan bhavana dengan sebaik-baiknya, baru bisa mencapai Kebuddhaan.

Ceritakan sebuah lelucon lagi, guru mengatakan: “Babi adalah hewan yang sangat bermanfaat, dagingnya bisa dimakan, kulitnya bisa dijadikan kulit bahan, rambutnya bisa dijadikan sikat, sekarang siapa yang masih bisa menyebutkan manfaatnya yang lain ?” Xiaoming menjawab: “Namanya bisa digunakan untuk memaki orang.” Guru: “Keluar kamu !” Dalam Bahasa Taiwan: “Gan nai di.” (Mirip babi), presiden Amerika Kennedy, Anda mengatakan 'Kennedy' berarti sedang memaki orang. Kita sadhaka tidak boleh memaki dan berucap kasar. Karma ucapan sangat berat, jangan berdusta, jangan berucap kasar, jangan berbicara yang tidak bermanfaat, jangan berbohong, mesti berucap dengan tutur kata yang lembut. Ada seorang rekan yang cantik yang dirampok tasnya, dia malah berlari ke arah yang berlawanan, saya menanyai kenapa dia tidak mengejar perampok itu. Dia menjawab: “Di dalam tas saya hanya ada sebuah pembalut dan gulungan tisu, saya khawatir perampok itu kembali dan memukul saya.” Apabila sesuatu yang benar-benar Anda miliki, dan Anda sanggup mendanakannya kepada orang lain, Anda memiliki semua ajaran suci Tathagata, Anda dapat memberikannya kepada para insan, ini artinya berdana. Membabarkan Dharma juga merupakan berdana. Anda memiliki kekayaan Buddhadharma, Anda memahami banyak hal, maka Anda mesti membabarkan Dharma, bila tidak, Anda akan masuk ke dalam Hinayana, tingkatan yang Anda capai hanyalah Arahat. Apabila Anda ingin mencapai Kebodhisattvaan, maka mesti tahu berdana. Arahat adalah Sravaka, Hinayana adalah Sravaka. Apabila Anda memahami Buddhadharma, dan Anda tidak mendanakannya, maka Anda hanya bisa memperoleh tingkatan Arahat Hinayana; Apabila Anda mendanakannya, Anda tahu memberi, berarti Anda adalah Bodhisattva. Suami berkata kepada istri: “Istri, aku merasa kamu mirip dengan tokoh masa lampau.” Istri bertanya: “Siapa ?” Suami menjawab: “Diaochan.” (Salah satu dari empat wanita cantik legendaris) Istri mengatakan: “Benarkah ? Mana mungkin saya secantik itu ?” Suaminya mengatakan: “Sebab sifatmu ‘diao’ (licik), dan mulutmu ‘chan’ (rakus), bukankah itu adalah Diaochan ?” Plak ! Sebuah tamparan. Baiklah ! Selesai !

Om Mani Padme Hum.

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。