Mahesvararaja Buddha

MantraHati Mahesvararaja Buddha - Pinyin- “ Om. Mo-xi-shi-la-po-ya. Bu-da. Suoha.”

 

MantraPenolong Agung Dalam Bencana / Mantra Pereda Bencana - pinyin-Tā chì zhā zhālā. Tā chì lǔ lóu lì. Ma ha lǔ lóu lì. Ālā mó lā. Duō lā. Suōhā

 

Perkenalan Singkat Pratima Mahesvararaja Buddha

Mahesvara-raja Buddha ( Da-zi-zai-wang Fo / 大自在王佛 ) , tubuh berwarna biru, mengenakan jubah kasaya berwarna kuning, memiliki 32 tanda kesempurnaan, kedua tangan membentuk Mudra Memutar Dharmacakra, duduk di atas padmasana.

 

KutipanDharmadesana Dharmaraja Lian-sheng Mengenai Mahesvararaja Buddha

Dalam Agama Hindu, dalam Tri-murti, ada Dewa Pencipta, kemudian Dewa Pelebur yaitu Mahesvara Devaraja, dan yang ketiga adalah Dewa Subhakrtsna ( Dewa Vishnu ) atau Dewa Pelindung.

Oleh karena itu, dalam Agama Hindu ketiga Mahadeva : Pencipta, Pelindung dan Pelebur inilah yang memimpin alam semesta, inilah siklus dalam Agama Hindu.

 

Sakyamuni Buddha adalah Sasanapati Agama Buddha, ada satu kalimat : “Raja segala raja adalah Raja Surga Keenam ; Suciwan segala Suciwan adalah Buddha Mahabodhi.” Dalam kalimat : “Raja segala raja adalah Raja Surga Keenam.” Mahesvara-raja Tathagata berada di Surga Keenam, yaitu Surga Mahesvara. Suciwan segala Suciwan adalah Buddha Mahabodhi – Sakyamuni Buddha.

 

Dalam Surga Kamadhatu ( Surga Alam Nafsu Keinginan ) terdapat enam surga, dalam enam surga tersebut , para dewatanya memiliki wujud dan atribut seperti halnya manusia. Dunia manusia kita ini juga berada di surga kamadhatu, di surga kamadhatu berwujud, ada pria dan ada wanita. Surga tertinggi di kamadhatu adalah surga keenam, surga yang paling mulia.

 

Kita menyebut Surga Mahesvara sebagai mara, sebab Raja Mara ada di sana. Banyak surga yang mempunyai Ksetra-parisuddhi, di dalam Ksetra-parisuddhi Surga Mahesvara terdapat Istana Dharmadhatu Terunggul, didalamnya ada Buddha yaitu Mahesvara-raja Buddha, di Surga Mahesvara banyak Buddha yang datang dan pergi.

 

Surga yang dikuasai oleh Mahesvara Deva Mara memiliki aula dalam dan aula luar, yang berada dalam aula dalam adalah Mahesvara-raja Buddha, sedangkan yang berada dalam aula luar adalah Mahesvara Deva, di setiap surga ada sisi depan dan sisi kebalikannya, ada tempat kediaman para dewa dan ada kediaman para Bodhisattva, juga ada kediaman para Buddha.

 

Di Jepang ada aliran Nichiren, Nichiren Shonin menuliskan sebuah Gohonzon dan mempersemayamkannya dalam Buddha-guha, saat tidak ada penjapaan, Buddha-guha akan ditutup, saat menjapa, Buddha-guha dibuka. Nichirenshu melafalkan dalam Bahasa Jepang : Namo Saddharmapundarika sutra ( Namu Myohorengekyo ) di bagian tengah Gohonzon adalah Namu Myohorengekyo, disampingnya adalah Dewa Mara Surga Keenam, Nichiren Shonin juga sangat menghormati Dewa Mara Surga Keenam.

 

Membuka Gohonzon mereka , di tengah adalah Namo Sakyamuni Buddha, di sebelah kiri-Nya adalah Mahesvaradeva mara, di dalam Gohonzon yang mereka hormati terdapat Mahesvara deva mara.

Mengapa Nichirenshu bersembah puja pada Dewa Mara Surga Keenam ? Bukankah Dewa Mara sangat menakutkan ? Dalam sutra Buddha dikatakan, sesungguhnya Dewa Mara adalah Bodhisattva Bhumi mendalam. Apa itu Bodhisattva Bhumi mendalam ? Pelatihan dirinya sangat tinggi dan mendalam,dikarenakan Beliau datang untuk menuntun semua makhluk, maka Beliau menggunakan metode yang berlawanan untuk menuntun insan. Metode yang berlawanan adalah merintangi Anda, menghalangi Anda, namun apabila Anda mampu melampauinya, maka Anda akan memperoleh realisasi.

 

Buddha pernah mengatakan bahwa Dewa Mara adalah Bodhisattva Bhumi mendalam. Bodhisattva Bhumi Mendalam adalah Bodhisattva yang sangat tinggi, yaitu Bodhisattva Sambuddha, yaitu Bodhisattva Dasabhumi, sedangkan Bodhisattva Bhumi Kesebelas disebut sebagai Bodhi Nan Luhur, ini berarti Buddha. Oleh karena itu, Beliau adalah Bodhisattva Bhumi yang sangat mendalam, sama dengan Buddha. Dapat dikatakan, Mahesvara Deva Mara adalah Mahesvara-raja Buddha, dalam satu tubuh terdapat dua wajah, Buddha dan Mara satu hakikat.

 

Sesungguhnya mara adalah manifestasi Buddha, pada hakikatnya sama. Saat alam semesta berpulang pada akhir juga adalah satu. Kita umat manusia kelak saat berpulang, juga akan berpulang pada satu ! Mahesvara Deva ini juga bermanifestasi dari Buddha.

 

Bagaimana lahirnya Mahesvara-raja Buddha ? Menggunakan wujud Mahavairocana Tathagata sebagai wujud Mahesvara-raja Buddha, menggunakan wujud Buddha Bhumi Ketiga belas sebagai wujud Mahesvara-raja Buddha.

 

Ia mempunyai mantra, mudra dan wujud, jubah yang dikenakan juga sama dengan Buddha, wujud Mahesvararaja Buddha adalah wujud Buddha, tubuhnya berwarna biru tua, yang dikenakan adalah jubah ratna berwarna kuning, persis seperti Buddha. Bijaksaranya adalah aksara A, mantranya : “Om. Moxishilapoya. Buda. Suoha.” Om adalah alam semesta ; Moxi adalah Mahesvara, yaitu Mahesvara Deva ; Shilapoya – secara sederhana adalah Shiva, yaitu Mahesvara Deva Shiva ; Buda adalah Buddha ; Suoha adalah semua paripurna. Dalam mantra ini ada Mahesvara Devaraja dan ada Buddha, mantra ini adalah Buddha Mara satu hakikat.

 

Selain itu ada sebuah mantra yaitu Mantra Pertolongan Agung Bagi Bencana ( Mantra Pereda Bencana ) dari Dewa Raja Surga Keenam. Bukankah Ia adalah Dewa Mara? Mengapa mempunyai Mantra Pereda Bencana ? Saya katakan, Buddha dan Mara satu hakikat, satu tubuh dua sisi.

 

Mahesvara-raja Buddha telah mentransmisikan Mantra Pereda Bencana pada Dharmaraja Lian-sheng : “Tā chì zhā zhālā. Tā chì lǔ lóulì. Ma ha lǔ lóu lì. Ā lā mó lā. Duō lā. Suōhā” Saat para insan dilanda bencana, saya menjapa mantra ini untuk menolong.

 

Begitu Mantra Pereda Bencana digalakkan, maka para korban jiwa dalam bencana dan para korban yang bertahan hidup di daerah bencana, semua dapat memperoleh perlindungan Mantra Pereda Bencana. Ia mampu menggerakkan supaya berbagai negara di dunia menitik beratkan usaha pertolongan,menggerakkan berbagai organisasi sosial untuk mengerahkan pertolongan, juga melindungi para korban supaya tidak tertimpa akibat buruk yang menyusul usai bencana, seperti wabah penyakit dan lain sebagainya.

 

Orang yang telah meninggal dunia ditolong menggunakan Sukhavativyuha Dharani ( Mantra Pereda Bencana juga dapat menyeberangkan arwah)

Korban bencana yang hidup, dapat dilindungi dengan Mantra Pereda Bencana.

Saya beritahu Anda semua, Buddha ini adalah Buddha yang sangat-sangat rahasia, nama Buddha ini adalah : Mahesvara-raja Buddha.

 

Bukankah kita mengetahui padma ? Padma merepresentasikan tekad untuk membebaskan diri dari samsara. Apa itu cakra-candra ? Cakra candra merepresentasikan Bodhicitta. Apa itu Buddha? Buddha merepresentasikan Samyakdharma. Hari ini mengajarkan Mahesvara-raja Buddha kepada Anda, bertujuan untuk mengajarkan Anda untuk keluar dari Dewa Raja Mara, mencapai keberhasilan Buddha yang sejati.

 

Mara adalah mara, selamanya selalu dicela, namun pada suatu hari nanti, mara akan berdiri dengan sangat tegap, Ia juga harus menerima sanjungan, sebab Ia sesungguhnya adalah Mahesvara-raja Buddha. Pada akhirnya akan ada manusia yang keluar dari mara mencapai Kebuddhaan. Demikian pula dengan Sakyamuni Buddha, tanpa mara, tidak akan dapat mencapai Kebuddhaan. Begitu Ia datang ke dunia, untuk mencapai Kebuddhaan harus melalui Dewa Raja Mara. Keluar dari Raja Mara, berdiri paling tegap, ialah Sakyamuni Buddha.

 

Mahesvara-raja Buddha dan Mahesvara Raja Mara adalah satu, hanya berbeda nama. Apabila Anda mampu menolong diri sendiri, maka Anda adalah Mahesvararaja Buddha ; Apabila Anda terjerumus ke neraka, ke tiga alam rendah, Anda adalah Mahesvara Raja Mara. Ini adalah kebenaran yang sangat mendalam.

 

Perhatian : Apabila bertekad menekuni Sadhana Tantra Zhenfo, harus terlebihdahulu bersarna kepada Dharmaraja Liansheng , kemudian memperoleh abhisekapenekunan sadhana, dengan demikian menjadi sebuah penekunan sadhana yang sesuaiDharma.

undefined
undefined

Tata RitualTata RitualTata Ritual


MudraMudraMudra


MantraMantraMantra


全球真佛宗眾上師、教授師、法師、講師、助教暨全球弟子,萬眾一心,持誦 瑤池金母心咒,同心祈願 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。