27 Maret 2021 Pujabakti Sadhana Istadevata Avalokitesvara Bodhisattva di Seattle Ling Shen Ching Tze

#27 Maret 2021 Pujabakti Sadhana Istadevata Avalokitesvara Bodhisattva di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

#Liputan TBS Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Pada hari Sabtu, tanggal 27 Maret 2021, pukul 8 malam, Dharmaraja Liansheng memimpin pujabakti Sadhana Istadevata Avalokitesvara Bodhisattva di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺), semua yang hadir dalam pujabakti tetap menjalankan protokol kesehatan dengan dispilin. Pada penghujung ritus, saat melimpahkan jasa, Mahaguru melantunkan gatha pujian ikrar Avalokitesvara Bodhisattva yang pernah beliau pelajari dari Vihara Ciyin di Taichung. Memohon kepada Namo Avalokitesvara Bodhisattva yang Mahamaitri Mahakaruna, yang memberikan inspirasi spiritual secara luas, untuk mewujudkan keagungan nama suci Avalokitesvara "Mendengarkan suara dan menolong semua yang menderita.", menerangi semua siswa Zhenfo, supaya para umat yang berjodoh dapat terpenuhi segala harapannya yang baik, supaya pandemi cepat berakhir.

Usai pujabakti, Mahaguru memberitahu para siswa bahwa asal-usul Avalokitesvara Bodhisattva adalah Hati para Buddha, Beliau memiliki perwujudan yang tak terhingga banyaknya, Beliau sangat mulia. Menekuni Sadhana Istadevata Avalokitesvara Bodhisattva dapat dengan cepat mencapai kontak yoga, sebab Beliau memberikan inspirasi spiritual kepada insan luas. Ibunda dari Mahaguru (Shima), semasa hidupnya tekun membaca Samanthamukavarga Avalokitesvara Bodhisattva dari Saddharmapundarikasutra, dan pada akhirnya berhasil mencapai tingkat Avalokitesvara Bodhisattva. Seattle Ling Shen Ching Tze Temple mempersemayamkan Shima Bodhisattva.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan - Anda Bertanya Saya Menjawab

Siswa bertanya:
1. Mahaguru pernah mengatakan, siang hari menekuni Sadhana Tara, malam hari menekuni Sadhana Dharmapala. Namun dalam Zhenfo Zong ada banyak Dharmapala yang tergolong sebagai Vajra dan Vidyaraja. Mohon petunjuk Mahaguru, apakah siswa yang menekuni Sadhana Dharmapala demi mendapatkan perlindungan, tergolong melangkahi urutan sadhana dengan langsung menekuni Sadhana Vajra? Sebab sesuai dengan petunjuk Mahaguru, bahwa siswa mesti menekuni sadhana sesuai urutan, dan hanya Vajrapani yang merupakan Dharmapala sekaligus Bodhisattva. Oleh karena itu, selain menekuni Sadhana Prayoga, apakah di malam hari boleh menekuni Sadhana Vajrapani Bodhisattva untuk memohon perlindungan?

Mahaguru menjawab:
Bagi yang telah mendapatkan abhiseka sadhana Dharmapala tersebut, boleh menekuninya, dan ini tidak tergolong sebagai perbuatan melangkahi urutan sadhana. Bagi sadhaka yang memiliki kesadaran benar, di belakangnya pasti ada Vajrapani Bodhisattva yang melindungi, boleh menekuni Sadhana Vajrapani Bodhisattva untuk memohon perlindungan.

Pertanyaan ke-2:
Dalam buku "Mó Yǎn", Mahaguru menulis: Sadhana Abhicaruka Tantra adalah kekerasan, dan mengatakan bahwa abhicaruka mesti berangkat dari Bodhicitta. Dalam buku tersebut juga disebutkan perseteruan antara Arya Maina dengan Raja Mara, Arya Maina menjapa Mantra Abhicaruka. Raja Mara berkata: "Mara timbul dari hati sendiri, Anda tidak memahami sunyata sehingga memantrai saya, Anda mesti tahu bahwa semua mara kebencian timbul karena tiga racun batin semenjak kehidupan lampau, dan tidak dapat ditaklukkan dengan Mantra Krodha." Seketika Arya Maina membangkitkan batin welas asih dan kesetaraan, sehingga Raja Mara dan para makhluk halus pun pergi meninggalkannya. Mohon petunjuk Mahaguru, apakah persamaan dan perbedaan antara Mantra Abhicaruka dengan Mantra Vajra Dharmapala, dan penekunan Sadhana Perlindungan Vajra Dharmapala dengan Sadhana Abhicaruka Vajra?

Mahaguru menjawab:
Apa yang dikatakan oleh Raja Mara kepada Arya Maina sangat baik. Setelah Anda menyaksikan margah, Buddha dan Mara satu hakikat, segalanya diciptakan oleh batin sendiri, karena batin timbul pikiran sesat, maka makhluk halus pun bisa mengganggu atau bahkan merasuki. Mantra Abhicaruka dalam Tantra, juga Mantra Vajra Dharmapala, atau penekunan Sadhana Vajra untuk perlindungan, dan penekunan Sadhana Abhicaruka, semua digunakan sebagai upaya kausalya, meskipun sebutannya berbeda, namun hakikatnya tidak jauh berbeda, semua adalah Dharmapala, Anda cukup menekuni satu Dharmapala saja, supaya setiap saat Dharmapala dapat melindungi Anda.

Siswa bertanya:
Dalam pendahuluan buku Mahaguru yang ke-206, "Tiānshàng de Yàoshí", tertulis: Ada dewa yang melihat Mahaguru sedang bermeditasi memancarkan tiga sinar: Sinar Buddha, sinar roh, dan sinar putih, ia pun bernamaskara dan memuji Mahaguru. Siswa tidak tahu apakah warna dari sinar Buddha, sinar roh, dan sinar putih adalah berbeda? Apakah jalan penekunan untuk menghasilkan ketiga sinar tersebut berbeda? Jika sesuai tata Dharma, mohon Mahaguru membabarkan dengan singkat metode penekunan tersebut.

Mahaguru menjawab:
Sinar Buddha, sinar roh, dan sinar putih, ketiganya adalah sinar terang. Untuk mencapai keberhasilan sejati bhavana sudah pasti diperlukan sinar terang. Saat roh, prana hati, dan prana jiwa keluar dari puncak kepala, jika prana hati Anda telah menjadi sinar terang melalui bhavana, maka sinar anak dan sinar induk bersatu, langsung menjadi Buddha. Jika prana hati belum berhasil menjadi sinar terang, namun saat keluar dapat berjumpa Istadevata, dan Istadevata menyinari Anda, Anda masuk hati Istadevata, Anda berubah menjadi Istadevata, dapat pergi menuju ke alam suci Istadevata.

Setelah mencapai keberhasilan dalam sampannakrama (Pelatihan prana, nadi, dan bindu), Anda pun mempunyai sinar terang, saat kelima cakra telah terbuka, satu cakra pun dapat memancarkan seutas sinar, cakra ajna terbuka memancarkan seutas sinar, demikian pula dengan cakra visuddha, cakra anahata, cakra manipura, dan cakra svadhisthana, ini adalah lima utas sinar mendasar, saat kelima sinar tersebut berpadu, ia menjadi sinar pelangi, langsung mencapai Kebuddhaan.

Jika di antara lima cakra, hanya berhasil membuka tiga cakra, maka akan muncul tiga sinar ini (Sinar Buddha, sinar roh, dan sinar putih), inilah jalan pelatihan. Apa warnanya? Saat mengulas Lamdre juga akan dibahas, saat cakra ajna terbuka akan muncul sinar, cakra visuddha memancarkan sinar merah, selain itu cakra ajna, cakra manipura, dan cakra svadhisthana juga memancarkan sinar dengan warna berbeda.

Pertanyaan ke-2:
Menurut Dharmadesana Mahaguru, bhavana Buddhadharma dan Tao dapat mencapai tingkat spiritual tertinggi. Ada orang mengatakan bahwa bhavana mencapai sinar ungu adalah tingkat tertinggi, sebab ada ungkapan bahwa Laozi "Qi ungu datang dari timur." Ada yang mengatakan bahwa sinar warna-warni adalah yang tertinggi, ada juga yang mengatakan bahwa pencapaian warna sinar matahari adalah yang tertinggi, sebab di alam ini energi matahari adalah yang terbesar. Mohon petunjuk Mahaguru, sinar warna apakah yang tertinggi?

Mahaguru menjawab:
Menurut saya pribadi, semua warna berpadu menjadi warna putih, warna putih adalah yang tertinggi. Setiap jenis sinar baik adanya, setiap warna melambangkan tiga nadi dan tujuh cakra.

Pertanyaan ke-3:
Siswa tahu bahwa bhavana mencapai Kebuddhaan adalah tingkat yang tertinggi, namun siswa tidak paham mengapa masih ada pembagian Buddha bhumi ke-11, bhumi ke-13 dan bhumi ke-16? Apakah setiap Buddha memiliki tingkat spiritual, abhijna, dan Dharmabala yang berbeda?

Mahaguru menjawab:
Buddha memiliki 10 macam daya, dan sangat banyak keleluasaan abhijna. Bodhisattva dari pramuditabhumi terus sampai ke bhumi ke-10 Dharmamegha, sebutan hanya untuk kemudahan, supaya insan di dunia memahami perbedaan pencapaian bhavana, jika tidak, semua disebut sebagai Bodhisattva. Buddha dibagi menjadi bhumi ke-13 dan bhumi ke-16, mulai dari Adi Buddha atau Kesadaran Mahatinggi Semesta, kemudian dibagi menjadi Pancadhyani Buddha. Vairocana Buddha di tengah, dibagi menjadi empat Buddha yang menguasai empat jenis kebijaksanaan agung, Amitabha Buddha menguasai Pratyaveksanajnana. Kenapa mesti dibagi-bagi? Supaya mudah Anda pahami, jika bukan karena itu, maka tidak ada perbedaan.

◎ Mahaguru Mengulas Lamdre

Slokha: "Meningkatkan pahala kebajikan, demikianlah makna yang dibabarkan. Berpadu dengan tingkatan di bawah bhumi ke-6, dibedakan berdasarkan pahala yang diperoleh."

Mahaguru menjelaskan:
Tahapan Bodhisattva bhumi awal sampai ke-6, merupakan bertambahnya pahala kebajikan. Di saat pahala Anda sedikit, itu adalah bhumi awal, di saat pahala lebih banyak, itu adalah bhumi ke-6.

Slokha: "Dan lagi, pemutusan dari tiap bhumi berbeda. Berhenti, maju, dan mundur, antara luas dan ringkas dibagi menjadi 12 jenis pikiran, berhenti di bawah bhumi ke-6, sedangkan 12 nidana vedana enam jenis di bawahnya sirna dan berhenti."

Mahaguru menjelaskan:
Bodhisattva bhumi ke-5, bhumi ke-6, semua ada sebutannya. Mengapa Anda berada di tingkatan bhumi tertentu? Sebab di bhumi tersebut Anda berhenti maju dan mundur. Di dalam 12 nidana ada vedana, yang juga merupakan salah satu dari pancaskandha: rupa, vedana, samjna, samskara, dan vijnana. Anda berhenti di salah satu bhumi di bawah bhumi ke-6.

Slokha: Tanda pembuktian internal berasal dari prana. "Prana tanda pembuktian internal berhenti pada 6 jari, 6 jari eksternal, 6 jari internal, seluruhnya berjumlah 12 jari, dihitung sebagai 6 grup prana karma, berhenti pada 1800 napas.

Slokha: Tanda pembuktian eksternal, "Tanda pembuktian eksternal pada svdhisthana, dikukuhkan dengan bindu. Tanda pembuktian eksternal membangkitkan bindu, bindu ini kukuh di svadhisthana, manipura, dan anahata. Pada setiap cakra diperoleh 2 bhumi, jumlahnya 6 bhumi. Membuka 32 simpul di nadi tengah, di bhumi awal membuka satu simpul, di bhumi ke-2 sampai ke-6, membuka 3 simpul, keseluruhannya membuka 16 simpul."

Setelah 3 nadi dan cakra memperoleh keleluasaan, loka kesucian kukuh tidak lagi mundur.

Slokha: "Menyaksikan beberapa Sambhogakaya, dari bhumi ke-1 sampai ke-6, menyaksikan Sambhogakaya, dan memperoleh adhisthana."

Mahaguru menjelaskan:
Bindu Anda kukuh, cakra svadhisthana juga telah terbuka, cakra manipura terbuka, cakra anahata terbuka, satu cakra dua bhumi, kelima cakra terbuka semua, berarti Dasabhumi Bodhisattva. Membuka 1 cakra berarti Bodhisattva bhumi ke-2; Membuka 2 cakra berarti Bodhisattva bhumi ke-4; Membuka 3 cakra, berarti Bodhisattva bhumi ke-6. Dalam nadi tengah ada 32 simpul nadi, saat berada di bhumi awal, membuka 1 simpul, di antara bhumi ke-2 sampai ke-6, membuka 3 simpul, nadi membuka 16 simpul.

Demikian juga dengan tanda pembuktian internal, jumlahnya beberapa kali napas, kemudian kundalini bergerak ke mana, bernapas sekian kali, bindu turun sampai ke mana. Kalimat terakhir "Menyaksikan beberapa Sambhogakaya.", apa itu Buddha Sambhogakaya? Dharmakaya yang dirias, disebut Sambhogakaya. Anda tidak bisa melihat Buddha Dharmakaya, yang nampak adalah Sambhogakaya, merupakan upaya kausalya supaya Anda bisa melihatnya. Sambhogakaya menjelma menjadi nirmanakaya. Semua yang kita lihat di altar mandala adalah pratima Buddha Sambhogakaya, semua dirias dengan sangat agung. Buddha memiliki 32 tanda keagungan utama, dan 80 keagungan minor. Anda masuk Bodhisattva bhumi awal sampai ke bhumi ke-10, semua bisa melihat Sambhogakaya, dapat memperoleh adhisthana dari Sambhogakaya.

Di penghujung Dharmadesana, Mahaguru mengingatkan siswa, mesti menggunakan prana, Bodhi putih, dan Kundalini untuk menembus nadi. Untuk menembus nadi mesti gunakan Vajramusti, jika Anda tidak berlatih Vajramusti, setidaknya Anda mesti berlatih Taichi, keduanya ada beberapa persamaan, semua bermanfaat untuk membantu menembus nadi dan membuka simpul nadi.

Setelah memberikan Dharmadesana yang sangat berharga, Mahaguru mengadhisthana Air Mahakaruna Dharani dan mengabhiseka pratima Buddha, kemudian mengadhisthana dan memberkati semua menggunakan vyajanacamara.

Festival Qingming akan tiba, jasa kebajikan Ksitigarbha Bodhisattva sungguh luar biasa, memberikan manfaat besar bagi diri sendiri, kerabat, maupun leluhur. Kami mengajak Anda semua untuk berpartisipasi dalam Sadhana Istadevata Ksitigarbha Bodhisattva yang akan dipimpin oleh Mahaguru pada tanggal 3 April 2021.

Teks Dharmadesana lengkap bahasa Mandarin dapat disimak melalui tautan di bawah ini:
www.tbsva.org/tbnw/epaper_detail1531.htm

「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。