5 September 2021 Upacara Agung Musim Gugur Tahun Xinchou Homa Buddha Amitabha di Rainbow Temple

5 September 2021 Upacara Agung Musim Gugur Tahun Xinchou Homa Buddha Amitabha di Rainbow Temple

#LiputanTBSN

Pada tanggal 5 September 2021, Rainbow Temple (彩虹雷藏寺) Seattle Amerika Serikat dengan tulus mengundang Mulaguru Dharmaraja Liansheng untuk memimpin upacara agung tahunan, yaitu Upacara Agung Musim Gugur Tahun Xinchou Homa Buddha Amitabha, serta melanjutkan pengulasan Sutra Vajra (Jīngāng jīng -金剛經). Pada pagi hari itu, di Rainbow Temple, Dharmaraja Liansheng juga memimpin ritual Shengji, melakukan Shengji untuk segenap siswa. Dapat memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam Shengji yang dilakukan secara langsung oleh Dharmaraja Liansheng di tanah mestika sungguh merupakan berkah besar bagi segenap umat Zhenfo Zong.

Usai upacara, Dharmaraja memberitahukan bahwa hari Minggu depan, tanggal 12 September 2021 adalah Upacara Homa Syama Tara (Lǜdùmǔ -綠度母). Dharmaraja mengenang Gyalwa Karmapa ke-16 pernah menuturkan bahwa siang hari menekuni Sadhana Syama Tara, malam hari menekuni Sadhana Dharmapala Mahakala. Dharmaraja bertanya, "Mengapa menekuni Sadhana Tara?" Karmapa menjawab, "Tara paling mudah kontak yoga, sebab Bodhisattva Tara (Syama Tara) pernah berikrar untuk membantu Bodhisattva Avalokitesvara untuk menyeberangkan semua makhluk." Dharmaraja mendorong segenap siswa untuk menjalin jodoh dengan Syama Tara, sebab welas asih dan kontak batin Tara sungguh luar biasa.

Dalam Upacara Agung Musim Semi Homa Buddha Amitabha kali ini, selain mengikuti pelafalan suara mantra dan Nama Agung Buddha Amitabha, Dharmaraja juga melantunkan Mantra Hati Guru Padmasambhava, Dharmaraja menyaksikan di tengah angkasa muncul bahtera Dharma yang tak terhingga banyaknya, dipandu oleh Buddha Amitabha, semua menuju ke arah Alam Suci Barat, mencapai tingkat spiritual : selamanya tak mundur lagi. Kelak segenap siswa Zhenfo juga mesti memasuki alam suci Sukhavatiloka, setiap orang mencapai Kebuddhaan ! Di Alam Suci Barat tiada lagi niat berselisih, sebab dalam Buddhaloka "tiada pertikaian".

"Harus tekun ! Ketekunan sangat penting!"

Dharmaraja mencontohkan diri sendiri, setiap hari bersadhana, setiap hari menulis, setiap hari menyeberangkan arwah, tiada pengecualian. Semenjak Covid-19 merebak, setiap malam Dharmaraja melakukan penyeberangan ribuan bahtera Dharma, bahtera Dharma dari satu berubah menjadi sepuluh, sepuluh menjadi ratusan, ratusan menjadi ribuan, setelah ribuan bahtera Dharma tersucikan, perlahan naik menuju alam suci yang melampaui surga, tiada satu hari pun terkecuali. Siswa Buddha mesti tekun bersadhana setiap hari, tidak boleh bermalasan. Setiap hari mesti tekun mengamalkan Sadparamita, kemalasan membuat Anda mudah terjerumus ke tiga alam rendah.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan – Anda Bertanya Saya Menjawab

1. Lianhua Ruilong dari Malaysia bertanya :
Dalam restoran prasmanan setelah mengambil lauk, dan saat berada dalam perjamuan nikah, setelah satu macam lauk disajikan, baru mulai bersantap, tidak sempat lagi melakukan penyeberangan dan persembahan, bagaimana seharusnya kita melakukan penyeberangan dan persembahan ?

Dharmaraja menjawab :
Tidak perlu melakukan ritual penyeberangan untuk lauk semua orang, cukup menyeberangkan lauk yang hendak kita makan. Saat menghadiri perjamuan nikah, cukup menyeberangkan lauk pertama sebagai representasi semua lauk yang akan disajikan dalam perjamuan tersebut.

2. Lianhua Cheng Fu dari Taiwan bertanya :
Dalam edisi Mahasiddhi Sinar Pelangi ke-6, ceramah ke-83 : "Pujana Langsung dalam Tantra" ada siswa yang bertanya, "Ia pergi berkunjung ke museum, melihat ada banyak lukisan antik ternama, bolehkah dipersembahkan kepada para Buddha dan Bodhisattva?" Dharmaraja menjawab, "Semua yang Anda lihat boleh dipersembahkan, kadang Anda pergi ke SAFEWAY, visualisasikan semua barang di dalam supermarket menjadi tak terhingga banyaknya dan dipersembahkan kepada para Arya. Mengundang para Arya, kemudian dipersembahkan kepada Mereka, ini adalah mahapuja. Meskipun Anda tidak membeli barang-barang dalam supermarket tersebut, tapi Anda punya niat tersebut, melakukan persembahan langsung seperti ini juga berpahala."

Dharmaraja lanjut membaca pertanyaan :

1. Menggunakan cara di atas untuk mempersembahkan perhiasan dan berbagai barang mewah lainnya di etalase kepada para Buddha dan Bodhisattva, jika kemudian ada tantrika yang membelinya untuk dibawa pulang dan dipersembahkan, apakah dengan demikian siswa telah melanggar karma mencuri ? Karena mengakibatkan saat pembeli mempersembahkannya, para Buddha dan Bodhisattva tidak berkenan menerima.

2. Untuk memvisualisasikan sarana puja yang disebutkan di atas, apakah harus disertai membakar dupa dan mempersembahkan air, kemudian menggunakan pikiran untuk visualisasi mengubahnya menjadi tak terhingga banyaknya (muncul dari asap dupa, atau muncul dari air), baru bisa dipersembahkan kepada para Buddha dan Bodhisattva, supaya lebih pantas, sama seperti cara mempersembahkan mandalapuja.

Dharmaraja menjawab :
Persembahan bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun, tidak perlu terikat formalitas. "Pujana Langsung" mengutamakan persembahan hati, jangan terlampau banyak pikiran, sekalipun Anda lupa apakah barang tersebut sudah pernah dipersembahkan atau belum, kemudian Anda mempersembahkannya lagi, ini juga tidak masalah.

◎ Dharmaraja Melanjutkan Pengulasan Sutra Vajra

Bagian 4, Perbuatan Luhur Tanpa Terikat
"Dan lagi, wahai Subhuti, dalam mempraktikkan Dharma, semestinya seorang Bodhisattva tidak terikat pada suatu apa pun. Saat seorang Bodhisattva mempraktikkan kedermawanan, ia tidak terikat pada rupa, tidak terikat pada suara, bebauan, cita rasa, objek sentuhan, dan objek pikiran. Subhuti, demikianlah seharusnya seorang Bodhisattva mempraktikkan kedermawanan, yakni tidak terikat pada atribut apa pun. Mengapa demikian? Apabila seorang Bodhisattva mempraktikkan kedermawanan tanpa terikat pada atribut, berkah kebajikan yang dihasilkan tak dapat dibayangkan atau diukur."

"Subhuti, apakah menurutmu ruang angkasa di sebelah timur dapat diukur?"
"Tidak, Bhagavan."
"Subhuti, dapatkah ruang angkasa di sebelah barat, selatan, utara, atas, dan bawah diukur?"
"Tidak, Bhagavan."

"Subhuti, jika seorang Bodhisattva tidak terikat pada atribut apa pun sewaktu mempraktikkan kedermawanan, maka berkah kebajikan yang timbul dari perbuatan bajik tersebut laksana angkasa, tak terbayangkan dan tak terukur. Subhuti, demikianlah hendaknya Bodhisattva mengamalkan ajaran."

Dharmaraja memberi contoh, dalam injil Matius, Yesus mengatakan, saat Anda berderma, jangan sampai tangan kiri Anda tahu apa yang dilakukan oleh tangan kanan Anda. Perbuatan luhur adalah perbuatan baik, sudah semestinya berbuat baik tanpa disimpan di dalam hati, "Jangan sampai tangan kiri Anda tahu apa yang dilakukan oleh tangan kanan Anda." Ini adalah tidak terikat. Begitu Anda mulai memperhitungkan semua pemberian, berarti Anda telah terikat pada atribut, sehingga pahalanya menjadi terbatas.

Dharmaraja mengisahkan, mengapa Vihara Vajragarbha di Dallas Texas dinamakan "Vihara Vajragarbha Trimandala", kedermawanan yang sesungguhnya mesti bisa mengamalkan "Trimandala parisuddhi", tiada orang yang berderma, tiada penerima derma, juga tiada barang yang didermakan, ini adalah : "Berderma tanpa terikat atribut." Sebaliknya, saat menerima budi jasa orang lain, kita mesti senantiasa mengingatnya dan berterima kasih. Dharmaraja menuturkan bahwa dalam hidup ini, yang tersisa hanyalah rasa terima kasih, tidak peduli diperlakukan bagaimanapun, berjumpa dengan orang sejahat apa pun, mesti ingat sisi baiknya, berterima kasih kepada semua.

"Bimbinglah insan ! Jangan merintangi insan, satu insan datang, maka bimbinglah dia !"

Dharmaraja mengingatkan, setiap insan adalah objek kita untuk berderma, derma tidak hanya sebatas materi, sebuah senyuman, kata-kata lembut yang tulus, menawarkan teh, melayani insan, semua ini adalah derma. Dapat membuat insan menyukai Zhenfo Zong, mengenal Zhenfo Zong, membuat para insan bersedia bersarana kepada Zhenfo, ini semua merupakan derma yang terbaik.

Selama masa pandemi, para siswa tidak bisa secara langsung hadir dalam Upacara Agung Musim Gugur, tapi semua masih bisa memanfaatkan teknologi, dan berpartisipasi melalui internet. Dharmaraja berjalan menuju depan layar Zoom untuk berinteraksi dengan para siswa, Dharmaraja berwelas asih mengadhisthana segenap siswa di lokasi dan semua yang berpartisipasi melalui siaran langsung, supaya semua dapat memperoleh adhisthana Buddha Amitabha. Upacara Agung Musim Gugur Homa Buddha Amitabha telah usai dengan sempurna.

#TautanPendaftaranUpacaradiRainbowTemple: https://tbs-rainbow.org/Donate

Berpartisipasi dalam Upacara Homa melalui Zoom: https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Marilah kita saksikan berbagai ceramah Dharma berharga yang disampaikan oleh Dharmaraja Liansheng di kanal YouTube:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

#BuddhaAmitabha

Yidam Upacara Homa minggu depan adalah #SyamaTara

「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。