23 Januari 2022 Upacara Agung Homa Vajra Mahabala di Rainbow Temple

23 Januari 2022 Upacara Agung Homa Vajra Mahabala di Rainbow Temple

#LiputanTBSN

Pada tanggal 23 Januari 2022, Rainbow Temple (Caihong Leizangsi-彩虹雷藏寺) dengan tulus mengundang Dharmaraja Liansheng untuk memimpin Upacara Agung Homa Vajra Mahabala (Dali Jingang-大力金剛). Usai upacara, terlebih dahulu Dharmaraja Liansheng memberitahukan bahwa minggu depan adalah Upacara Homa Manohara Vasudhara (Goucai Tiannv-勾財天女) yang merupakan Dewi Rezeki agung yang menjelma dari dalam Hati Buddha Amitabha, dan sudah tak terhitung banyaknya umat yang menang lotre berkat Sadhana Manohara Vasudhara.

Dharmaraja Liansheng mengungkapkan, Yidam hari ini adalah Vajra Mahabala yang memiliki wibawa spiritual luar biasa, begitu Mudra dibentuk, Beliau langsung turun hadir. Beliau merupakan Dharmapala agung yang direkrut secara khusus dalam Zhenfo Zong. Vyajanacamara yang dibawa merepresentasikan Mahadewi Yaochi, toya vajra merepresentasikan Padmakumara, di puncak kepala Beliau adalah Buddha Amitabha, dan Vajra Mahabala sendiri merupakan Mahabala Duta di antara Enam Duta Bodhisatwa Ksitigarbha, sehingga Vajra Mahabala adalah Dewa Vajra Dharmapala agung yang merupakan perpaduan dari Lima Makhluk Suci. Toya vajra dapat mementung musuh, tali atau pasa dapat mengikat musuh, vyajanacamara dapat mengikis karmavarana, Mudra Tarjani menandakan menaklukkan semua, oleh karena itu kekuatan dan wibawa Beliau tak terhingga. Dharmaraja Liansheng menunjukkan jempol kanan beliau yang terdapat tanda Mahabala Duta, Bodhisatwa Ksitigarbha yang menitahkan Vajra Mahabala untuk datang melindungi dan mendukung Zhenfo Zong.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan – Anda Bertanya Saya Menjawab

Pertanyaan pertama dari siswa di Singapura:
Di tengah sedang bersadhana, jika dupa sudah habis terbakar, apakah perlu lanjut membakar dupa lagi? Kadang saat kita bermeditasi, dupa dan lilin sudah habis terbakar, apakah ini bisa berakibat tidak baik?

Dharmaraja Liansheng menjawab:
Tidak perlu berpikiran macam-macam! Setelah mempersembahkan dupa dan lilin, Anda cukup bersadhana, mengenai jika dupa sudah habis terbakar, atau lilin sudah padam, tidak ada hubungannya dengan Anda, Anda hanya perlu melanjutkan sadhana sampai selesai, tidak perlu terlalu dipusingkan. Jika Anda ikhlas untuk mempersembahkan dupa lagi, boleh juga. Jika Anda tidak ingin, juga tidak masalah."

Pertanyaan kedua:
Jika altar mandala ada di dalam lemari berpintu, setelah selesai bersadhana, jika dupa masih belum habis terbakar, bolehkah menggunakan api untuk membakar habis dupa tersebut, kemudian setelah semua padam, bisa menutup pintu lemari? Dharmaraja Liansheng menjawab: "Tentu saja boleh."

Pertanyaan ketiga:
Bersarana kepada Buddha, Dharma, dan Sangha, apakah yang dimaksud dengan Sangha adalah semua biksu dan biksuni yang masih berbhavana dan belum mencapai Kebuddhaan? Atau biksu dan biksuni yang sudah mencapai tingkat kesucian?

Dharmaraja Liansheng menjawab:
Yang dimaksud dengan Sangha adalah Sangha suci, dan bukan biksu atau biksuni yang hanya menumpang hidup dan berperilaku serong, serta melanggar sila. Kita bersarana kepada Buddha yang telah mencapai vimoksa tertinggi, bersarana kepada Dharma yang dibabarkan oleh Buddha, serta bersarana kepada Acarya yang menaati sila, memahami Buddhadharma, penuh kebajikan dan berperilaku lurus. Bukan bersarana kepada biksu atau biksuni yang setiap hari hanya melantur dan mengejar harta, seks, nama, makan, dan tidur.

Sangha suci yang sejati, ketika ingin tenang lagsung bisa masuk kondisi tenang, saat perlu beraktivitas segala perilakunya juga sesuai, inilah standar seorang Sangha suci. Semua kembali lagi pada satu hal, Sarana yang sesungguhnya adalah Bersarana kepada diri sendiri, pertama, Anda memahami Buddhadharma dan mengamalkan Buddhadharma. Kedua, Anda mencapai tingkat vimoksa, diri sendiri berhasil mencapai vimoksa, juga bisa membimbing insan lain untuk mencapai vimoksa. Ketiga, Anda adalah seorang Sangha suci yang mematuhi sila, inilah Sarana sejati kepada diri sendiri.

Selanjutnya adalah pertanyaan pertama dari siswa di Indonesia:
Dalam Tripitaka tertulis bahwa Dewi Mahasri Laksmi merupakan Ibu Sarwa Tathagata, Ibu Sarwa Dewa. Kadang Mahaguru memberi petunjuk kepada umat yang menekuni Sadhana Bodhisatwa Avalokitesvara untuk menjadikan Dewi Mahasri Laksmi sebagai Dharmapala. Dari Tripitaka, buku Mahaguru Lu, dan Dharmadesana Mahaguru Lu, bisa diketahui bahwa Dewi ini punya nidana yang erat dengan Bodhisatwa Avalokitesvara, apakah Dewi Mahasri Laksmi merupakan perwujudan Bodhisatwa Avalokitesvara? Apakah Dewi ini bukan dewata biasa, bahkan bukan Bodhisatwa biasa?

Dharmaraja Liansheng menjawab:
Dalam Tantra Tibet, Dewi Mahasri Laksmi berwujud Vajra krodha naik kuda langit, mengenakan kalung 50 kepala manusia; Sedangkan dalam Tantra Timur, Dewi Mahasri Laksmi berwujud dewi, sangat cantik. Ibu Dewi Mahasri di Tantra Tibet bisa dijadikan Dharmapala, di Tantra Timur juga tergolong sebagai Dharmapala.

"Apakah Dewi Mahasri Laksmi merupakan perwujudan dari Bodhisatwa Avalokitesvara?" Dharmaraja menjawab dengan tawa, "Hanya bisa mengatakan, singkat kata, ada hubungan kerabat! Sebenarnya dalam bhavana, banyak Buddha dan Bodhisatwa yang ada hubungan, seperti Pancadhyani Buddha yang dibedakan menjadi pemimpin panca kula, Buddha Amitabha adalah pemimpin Padmakula, Bodhisatwa Avalokitesvara juga Padmakula, sedangkan Mahasri Laksmi adalah kerabat dari Padmakula."

Pertanyaan kedua dari siswa di Indonesia:
Dalam buku Mahaguru Lu tertulis: "Dewi Mahasri Laksmi lebih sesuai ditekuni oleh perempuan, dan kurang cocok untuk laki-laki, karena Dewi ini berwujud gadis yang parasnya luar biasa cantik, memiliki hati yang bersih dan suci, sehingga jika laki-laki menekuni sadhana ini mudah menyalahi Sang Dewi." Bagi siswa laki-laki yang memiliki penghormatan sangat besar kepada Dewi Mahasri Laksmi, jika mereka ingin menekuni dan berpuja kepada Dewi Mahasri Laksmi, harus bagaimana supaya tidak mudah menyalahi?

Dharmaraja Liansheng menjawab:
Cukup menjaga sila! Mesti mematuhi pancasila Buddhis yang mendasar, dengan demikian tidak akan menyalahi Sang Dewi. Antara lain: Tidak membunuh, gunakan persembahan makanan yang bersih sebagai sarana puja. Tidak mencuri, barang hasil pencurian berarti kotor, jangan dipersembahkan. Tidak asusila, dalam berpuja kepada Dewi Mahasri Laksmi jangan sampai mempunyai pikiran kotor. Tidak berdusta, tidak berbohong dan tidak berucap kasar. Tidak bermabukkan, persembahan bagi Dewa Vajra menggunakan arak, Dewi Mahasri Laksmi juga merupakan Dewa Vajra, sungguh sayang jika harus membuang arak yang sudah dipersembahkan, sadhaka boleh meminumnya sedikit untuk kesehatan, tidak boleh sampai mabuk, dengan demikian tidak akan menyalahi Sang Dewi.

◎ Dharmaraja Liansheng Mengulas Sutra Vajra

Teks Sutra:
Bagian 16, Purifikasi Karmavarana

Dharmaraja Liansheng menjelaskan, "Bagian 16, Purifikasi Karmavarana", bisa membersihkan karmavarana Anda, setelah karmavarana bersih, tercapai vimoksa, Anda bisa mencapai Alam Suci Cahaya Kedamaian Abadi di Sukhavatiloka, tubuh Anda memancarkan sinar. Anda juga bisa mencapai Alam Suci Keagungan Sejati Sambhogakaya, sudah pasti bisa ke Alam Suci Upaya Bersisa, Anda bisa mencapai alam Buddha di sepuluh penjuru. Sutra Vajra bisa membersihkan karmavarana Anda, setelah karmavarana terkikis, Anda bisa pergi ke setiap alam Buddha di sepuluh penjuru, Anda juga mencapai Kebuddhaan, atau mencapai kesucian Bodhisatwa, atau Sravaka, atau Pratyekabuddha, empat tingkat kesucian.

Dharmaraja Liansheng menambahkan, Sutra Vajra membahas sunya, Sutra Hati juga membahas sunya. Ada satu perumpamaan, Anda semua mendengar Dharma, tapi Sutra Vajra menyatakan tidak ada orang yang membabarkan Dharma, tidak ada yang mendengar Dharma, juga tidak ada Dharma, ini adalah sunya, ketiganya semua sunya.

"Kondisi batin saat ini, ibarat masuk bioskop dan nonton film. Tokoh utama pria dalam film disebut Sheng-yen Lu, tokoh utama wanita adalah Lu Lixiang, kemudian mulai bermain drama, banyak skenario, set panggung, tokoh pendukung, dan figuran. Kadang set panggung ada di Taiwan, Kaohsiung, Taichung, kemudian dipentaskan sampai di Seattle Amerika Serikat, mulai dari Sheng-yen Lu sampai menjadi Mahaguru Lu, punya banyak siswa, kemudian merintis Zhenfo Zong. Saya sedang menonton film ini, judulnya adalah ‘Riwayat Sheng-yen Lu’, mulai lahir sampai akhir, film pun berakhir, ‘The End’. Setelah nonton, saya pun meninggalkan bioskop."

"Tentu saja, film itu bisa membuat saya terharu, sebab di dalamnya ada sukacita, amarah, kesedihan, dan kebahagiaan, saya berjalan mengikuti jalan cerita, melihat Sheng-yen Lu dan Lu Lixiang bermain peran, dan akhirnya berakhir, saya pun keluar dari bioskop. Yang sekarang Berdharmadesana, adalah Sheng-yen Lu palsu, Buddhata saya adalah Sheng-yen Lu yang sesungguhnya. Sheng-yen Lu sejati sedang melihat film Sheng-yen Lu palsu. Setelah film berakhir, apa hubungan antara tokoh utama pria, tokoh utama wanita, tokoh pendukung, skenario, dan penonton? Tentu saja, ketika nonton film, bisa terbawa emosi dalam film, tapi setelah film berakhir, hanya sebuah film, tidak ada hubungannya dengan penonton. Saya sekarang adalah penonton, melihat film yang diperankan oleh diri sendiri, inilah makna utama Sutra Vajra."

"Semua di dalam film adalah palsu, yang palsu juga tidak berbeda jauh dengan yang asli, tapi saya hanya seorang penonton, penonton ini adalah Buddhata, Sheng-yen Lu yang sejati, sedangkan Sheng-yen Lu yang saat ini ada di dunia saha adalah palsu, pemeran palsu, semua adalah palsu, tiada atribut keakuan, tiada atribut pribadi, tiada atribut makhluk hidup, dan tiada atribut jangka kehidupan, tapi Buddhata Anda mandiri, setelah selesai nonton film, Sheng-yen Lu yang sejati dan Sheng-yen Lu palsu di dalam film tidak ada hubungannya. Saya adalah Buddhata. Saya babarkan hal ini kepada Anda semua, sehingga Anda memahai apa itu Buddhata, apa itu vimoksa. Sheng-yen Lu yang sejati barulah vimoksa, dan semua peran dalam film adalah palsu."

"Jika Sheng-yen Lu di dalam film tersebut melanggar sila, tetap ada karmavarana, dan dia akan tetap terlahir kembali di enam alam samsara. Bisa dibilang, semua dalam enam alam samsara adalah palsu, jika Anda tidak mengenalinya, selamanya Anda berada dalam enam alam samsara. Jika Anda berhasil mengenalinya, Anda hanya menonton sandiwara, dan pada akhirnya sandiwara tersebut akan berakhir, Anda mencapai vimoksa, Anda dapat mengendalikan diri, Anda leluasa, tidak perlu terlahir kembali di enam alam samsara. Jika Anda sudah mengenali Sheng-yen Lu yang palsu, berarti Anda adalah Sheng-yen Lu yang sejati, tapi jika Anda masih melanggar sila dan berbuat salah, Anda harus menerima akibat karma dan terus terlahir kembali. Demikianlah cara mencapai vimoksa menurut Sutra Vajra, dan bagaimana cara membersihkan karmavarana."

"Patriark ke-6 mengatakan, ‘tidak memikirkan baik dan buruk’, sebab baik dan buruk tidak ada hubungannya dengan beliau, karena setelah Anda membaca Sutra Vajra, Anda telah terbebaskan, Anda hanya sedang melihat diri sendiri sedang bermain peran. Namun, Anda tetap perlu membersihkan diri, baru bisa terbebas dari enam alam samsara. Jika Anda tidak membersihkan karmavarana diri, maka tidak akan bisa terbebas dari samsara."

"Suatu hari nanti, ketika Sheng-yen Lu yang palsu mangkat, saya hanya meninggalkan tiga kata ‘tidak ikut campur’! Saya tidak ada hubungannya dengan Sheng-yen Lu yang palsu, saya hanya seorang penonton! Bagaimana membersihkan karmavarana diri? Anda sudah bisa melihat dengan jelas, bahwa hidup ini adalah sebuah film, setiap insan sedang bermain peran, memerankan film diri, suatu hari nanti film akan berakhir, jika Anda masih belum memahami Buddhata, maka Anda akan selamanya mengira bahwa diri Anda dalam film adalah asli, dan Anda terus terlahir kembali di enam alam."

"Ketika Anda memahami makna utama Sutra Vajra: tanpa atribut keakuan, tanpa atribut pribadi, tanpa atribut makhluk hidup, dan tanpa atribut jangka kehidupan, maka tidak perlu lagi memerankan film ini, saya membersihkan diri, keluar menjadi penonton, nonton film diri, supaya diri sendiri di dalam film tidak lagi berbuat karma buruk, dan Anda tidak perlu lagi meneruskan peran dalam film enam alam samsara. Kikis tamak, benci, bodoh, ragu, dan sombong, tutup mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran, tidak ada rupa, suara, bebauan, cita rasa, sentuhan, dan bentuk pikiran, tidak ada rasa tamak terhadap harta, seks, nama, makan, dan tidur, Anda pun terbebaskan! Ada Sheng-yen Lu palsu maka ada kelahiran kembali, Sheng-yen Lu yang sejati tidak terlahir kembali."

Membahas perihal tamak, Dharmaraja tertawa mengisahkan dua hari lalu, Gurudara memberitahu Dharmaraja bahwa di atas kendaraan kecil di dalam rumah ada sesosok hantu perempuan, saat itu Dharmaraja bertanya dengan bercanda, "Apakah cantik?", Dharmaraja tertawa mengatakan, "Ini adalah isi batin Sheng-yen Lu yang palsu, jelas-jelas hantu, masih perlu bertanya apakah hantu itu cantik!"

Dharmaraja menegaskan, "Sungguh ada alam baka, sungguh ada makhluk halus tak berwujud! Oleh karena itu, jangan jatuh ke dalam bardo! Kelak semua mesti mengamalkan Sutra Vajra, supaya bisa membersihkan karmavarana diri sendiri."

Usai Dharmadesana, Dharmaraja Liansheng memandu semua untuk melakukan maha namaskara kepada altar mandala, kemudian menyapa segenap siswa melalui Zoom, dilanjutkan dengan menganugerahkan Abhiseka Sadhana Vajra Mahabala. Dengan demikian, serangkaian kegiatan Upacara Homa, Dharmadesana, dan abhiseka telah usai dengan sempurna."

------------------------

Artikel lengkap Dharmadesana dapat disimak melalui situs True Buddha News (Bahasa Mandarin):
https://ch.tbsn.org/news/detail/1545/2022%E5%B9%B41%E6%9C%8823%E6%97%A5%E5%BD%A9%E8%99%B9%E9%9B%B7%E8%97%8F%E5%AF%BA%E5%8D%97%E6%91%A9%E5%A4%A7%E5%8A%9B%E9%87%91%E5%89%9B%E8%AD%B7%E6%91%A9%E5%A4%A7%E6%B3%95%E6%9C%83_.html

Marilah kita saksikan berbagai ceramah Dharma berharga yang disampaikan oleh Dharmaraja Liansheng di kanal YouTube:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

#TautanPendaftaranUpacaraRainbowTemple: https://tbs-rainbow.org/Donate

Tautan partisipasi dalam upacara homa melalui Zoom: https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。 億萬虎頭金剛心咒,招財鎮煞降伏瘟疫