17 Desember 2022 Upacara Homa Vajra Yamantaka

17 Desember 2022 Upacara Homa Vajra Yamantaka di Taiwan Lei Tsang Temple

#LiputanTBSN

Pada tanggal 17 Desember 2022, Taiwan Lei Tsang Temple (Taiwan Leizangsi-台灣雷藏寺) dengan tulus mengundang Mulacarya Dharmaraja Liansheng memimpin Upacara Homa Vajra Yamantaka (Daweide Jingang-大威德金剛). Pada hari upacara, walau cuaca sangat dingin, segenap siswa tetap antusias mendukung Homa, tidak ingin melewatkan kesempatan istimewa untuk menerima transmisi Dharma dari Mulacarya Liansheng. Sebelum Homa dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan Upacara Mohon Transmisi Dharma yang dilakukan dengan khidmat oleh segenap perwakilan The Fahua Buddhist Center (Fahuatang-法華堂) yang dengan tulus mengundang Dharmaraja Liansheng untuk hadir di Chiayi Municipal Sports Park Gymnasium (嘉義市立港坪運動中心體育館) pada tanggal 1 Januari 2023, memimpin Upacara Agung Vidyaraja Acalanatha Pancawarna untuk santika, paustika, vasikarana, menyingkirkan rintangan, dan penyeberangan, serta secara perdana mentransmisikan Mahasadhana Avenika Vidyaraja Acalanatha Pancawarna (Wuse Budongmingwang-五色不動明王).

Sebelum sesi Dharmadesana, terlebih dahulu mempersilakan Bupati Nantou: Lin Ming-chen (林明溱) untuk naik podium memberi kata sambutan. Usai kata sambutan, dalam Dharmadesana, Dharmaraja Liansheng mengenang, transmisi perdana Sadhana Vajra Yamantaka dilakukan di Seattle, pada saat itu cuaca sama seperti sekarang, hujan angin dan hawa dingin. Tiap kali menggelar Upacara Homa Vajra Yamantaka, cuacanya selalu demikian, menampakkan daya agung Vajra Yamantaka.

Melihat hujan turun, Dharmaraja teringat lagu: "Bergandengan Tangan" (Qiān ruǎn de shǒu/牽阮的手), Dharmaraja pun menyanyikan lagu tersebut, menyampaikan makna yang terkandung dalam lagu: Walau hujan angin menerpa, Dharmaraja akan tetap menggandeng tangan kita semua, berjalan bersama mencapai Mahapadminiloka. Segenap umat di lokasi bertepuk tangan, keharuan memenuhi sanubari.

Dharmaraja Liansheng mengungkapkan, ada tiga keistimewaan dari Sadhana Vajra Yamantaka yang ditransmisikan hari ini:
1. Orang yang menerima Abhiseka Sadhana Vajra Yamantaka dan menekuninya, tidak akan tewas karena kecelakaan; 2. Orang yang menekuni Sadhana Vajra Yamantaka tidak akan galau, sebab rasa galau dapat merintangi terang dalam hati, menyebabkan tidak bisa mencapai Buddhaksetra. Menekuni Sadhana Vajra Yamantaka dapat membersihkan hati, menghasilkan cahaya terang, mencapai alam suci, sehingga tidak galau dan tidak terjerumus ke enam alam samsara; 3. Prana, nadi, bindu, dan Kundalini, semua tembus, tidak akan tersumbat. Sebab begitu nadi tersumbat, dapat mengakibatkan strok, bahkan bisa mengakibatkan gangguan jiwa. Jika Kundalini berputar dalam tubuh, bindu bisa dengan mudah mengaliri setiap nadi, menekuni Sadhana Vajra Yamantaka membuat nadi sekujur tubuh tembus. Semua yang pada hari itu menerima abhiseka, menekuni Sadhana Vajra Yamantaka sebagai Dharmapala, memperoleh tiga pahala istimewa tersebut.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan – Anda Bertanya Saya Menjawab

1. Dalam Sutra Buddha disebutkan: Api amarah membakar hutan pahala. Setelah kita merapal Sutra Mantra, dipersembahkan ke atas dan didermakan ke bawah, mendengar pembabaran Dharma dan pengulasan Sutra, melakukan kebajikan, dan melimpahkan jasa, pada hari itu juga, beberapa saat kemudian marah-marah, apakah karena pahala telah dilimpahkan kepada Mahaguru, leluhur, orang tua, penagih utang karma, semua makhluk Dharmadhatu, dan diri sendiri, maka pahala tidak akan terbakar oleh api amarah? Atau pahala yang dilimpahkan kepada diri sendiri yang akan terbakar, tapi yang dilimpahkan kepada orang lain tidak akan terbakar? Atau semuanya akan terbakar habis? Jika demikian, apakah ada metode untuk memperbaikinya?

Dharmaraja Liansheng menjawab, metode untuk memperbaikinya adalah jangan marah, jika ada sesuatu, sampaikan dengan baik. Kondisi batin Dharmaraja saat ini adalah, sangat menghormati setiap makhluk hidup, termasuk kepada pengemis, kepada Covid-19, terhadap Nenek Hantu, atau kepada terpidana. Mesti memperlakukan setiap orang dengan baik, semua mesti dihormati. Setiap insan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, kita mesti banyak meneladani kelebihan orang lain, kurangi melihat kekurangan orang lain. Dharmaraja juga menasihati segenap siswa, jangan marah, dan bisa melimpahkan jasa kepada diri sendiri supaya tidak marah.

2. Siswa sudah lama kontak yoga dengan Buddha Amitabha. Mahaguru pernah memberitahu, ketika tubuh sadhaka mendadak dingin, mendadak panas, itu tanda akan ada musibah, selama sekitar 10 tahun ini musibah benar-benar terus berdatangan, banyak orang berniat jahat, menggunjing dan memfitnah, bahkan menerima tuduhan keliru dan tidak adil dari penegak hukum. Selain merasakan panas dingin silih berganti, tubuh siswa juga mengalami beberapa masalah kesehatan, serta sensasi tidak jelas dalam tubuh, yang sukar diungkapkan dengan kata-kata, sekali tidur bisa lebih dari 12 jam bahkan terjadi terus selama beberapa hari. Mohon petunjuk Mahaguru Lu, apakah ini fenomena kemunculan karma penyakit diri sendiri, atau Yidam yang mempersiapkan karma penyakit demi mengikis karmavarana siswa? (Siswa sudah berusia kira-kira 50 tahun). Semenjak kontak yoga dengan Yidam, dalam kehidupan sehari-hari siswa dengan sangat jelas merasakan kehadiran-Nya.

Dharmaraja Liansheng mengungkapkan bahwa beliau sendiri juga sering digunjingkan, bahkan dicelakai, tapi hati ini justru berterima kasih kepada mereka. Semakin banyak ujian dan rintangan, maka kita patut semakin berterima kasih, mereka menimpakan tuduhan palsu kepada Anda supaya Anda bisa melampaui. Saat menghadapi ketidakadilan, kita sedang diajari untuk mengamalkan ksantiparamita Bodhisatwa, tidak perlu gigi ganti gigi, benci dibalas benci. Semua yang diberikan orang lain, kita menerimanya, sedangkan terhadap kesalahan diri sendiri, kita wajib memperbaikinya, tapi jika diri sendiri benar, maka kita mesti bisa bersabar. Menghadapi tempaan justru merupakan saat-saat di mana kita bisa belajar mengamalkan Buddhadharma, oleh karena itu kita sepatutnya berterima kasih.

Dharmaraja Liansheng mengisahkan, dulu semasa muda, diri sendiri kurang bijak, pernah menulis : "Belalak Mata Vajra" dan "Amarah Bodhisatwa Tanah Liat", sekarang menyesal pun terlambat, secara lugas mengungkapkan diri sendiri mesti berterima kasih. Sekarang Dharmaraja Liansheng justru berterima kasih kepada Nenek Hantu dan para Acarya yang telah pergi, jika diri sendiri ada salahnya, maka akan memperbaiki, jika tidak, maka wajib bersabar, ini merupakan dasar sebagai Bodhisatwa, karena Bodhisatwa mengamalkan Sadparamita. Setelah Dharmaraja Liansheng tercerahkan, pernah menyatakan tidak akan menggugat orang, Dharmaraja menekankan, tidak ada suatu hal pun yang memerlukan kemarahan. Pada saat yang sama, Dharmaraja juga menyatakan permohonan maaf kepada orang-orang yang pernah beliau bahas dalam kedua buah buku karya tulis beliau tadi.

◎ Pengulasan Sutra Vimalakirti

Teks Sutra:
"Pada saat itu, Buddha bersama segenap hadirin yang tak terhingga banyaknya, yang mengelilingi dengan penuh hormat, membabarkan Dharma kepada mereka, laksana Raja Gunung Sumeru, menampilkan mahasamudra, duduk khidmat di atas berbagai ratnasimhasana, menutupi segenap hadirin."

"Saat itu, di Vaisali ada Licchaviputra, bernama Ratnakara, bersama lima ratus Licchaviputra."

Dharmaraja Liansheng mengulas, saat itu Buddha laksana Gunung Sumeru, menurut penggambaran dalam Sutra Buddha, Gunung Sumeru laksana gunung tertinggi di tengah seribu loka kecil, di puncak gunung merupakan kediaman Sakradevanam Indra, di bagian lereng gunung merupakan kediaman Catur Maharajakayika. Gunung Sumeru muncul menjulang dari samudra dan di bawah tanah, masing-masing ada 80,000 yojana, yojana merupakan satuan ukuran panjang di India. Jumlah Gunung Sumeru tak terhingga banyaknya, dalam trisahasra mahasahasra lokadhatu terdapat banyak Gunung Sumeru, inilah yang disebutkan dalam Sutra Buddha.

Saat Buddha Sakyamuni membabarkan Dharma, para hadirin mengelilingi Beliau, termasuk di antaranya adalah Bodhisatwa, Biksu/Biksuni, Delapan Divisi Dewa Naga, segenap Dewata, dan Dewa Mahabrahma. Buddha Sakyamuni duduk di tengah laksana Gunung Sumeru, segenap hadirin mengelilingi. Saat itu Buddha Sakyamuni laksana Raja Gunung Sumeru, tampak di atas mahasamudra, para hadirin laksana mahasamudra.

Dharmasana Buddha Sakyamuni terbuat dari saptaratna, terukir singa dan beberapa benda mestika. Dharmaraja Liansheng mengungkapkan bahwa dalam Sutra Raja Agung terdapat: "Buddha bersabda kepada Buddha Raja Gunung Sumeru." (Fogao Xumishanwangfo-佛告須彌山王佛), Buddha Raja Gunung Sumeru menyimpan ratnasana dari sepuluh penjuru Buddha. Dharmasana Buddha Sakyamuni adalah simhasana, merupakan Dharmasana Beliau yang istimewa.

Ketika mengulas bagian: "Saat itu, di Vaisali ada Licchaviputra, bernama Ratnakara, bersama lima ratus Licchaviputra." , Dharmaraja Liansheng mengutip "Grhapati Anathapindada" dalam Sutra Buddha, yang mempersembahkan Anathapindasyarama kepada Buddha Sakyamuni. Ada beberapa makna "grhapati": 1. Bangsawan, dalam India kuno, pembagian strata sosial sangat jelas, grhapati menduduki level pertama; 2. Sangat kaya; 3. Memiliki moralitas yang sangat baik; Yang terakhir, berarti yang dituakan. Kenapa ada tambahan aksara "zi"? Aksara "zi" merupakan sebutan hormat, seperti Kongfuzi, Mengzi, dan lain-lain, merupakan sebutan kehormatan kepada grhapati, bukan berarti anak dari grhapati. Ratnakuta adalah nama seorang Bodhisatwa, merupakan Bodhisatwa yang menghimpun sangat banyak Dharmaratna dari Buddhadharma. Lima ratus berarti jumlah orang yang sangat banyak.

Di pengujung Dharmadesana, Dharmaraja mengingatkan semua untuk memperhatikan jaga kehangatan tubuh, karena udara sedang sangat dingin. Setelah Dharmadesana usai, Dharmaraja Liansheng mengadhisthana Air Mahakaruna Dharani, dan menginisiasi pratima Buddha, dilanjutkan dengan menganugerahkan Abhiseka Mahasadhana Avenika Vajra Yamantaka kepada segenap umat yang hadir di lokasi. Upacara pun usai dengan sempurna, kami mengajak Anda semua untuk kembali berpartisipasi dalam Upacara Homa Bodhisatwa Mahapratisara (Dasuiqiu Pusa-大隨求菩薩) minggu depan.

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool
#VajraYamantaka
#SutraVimalakirti
Yidam Homa Minggu depan #BodhisatwaMahapratisara

Informasi Pendaftaran Upacara Taiwan Lei Tsang Temple:
https://tbsec.org/公佈看板/〈台灣雷藏寺〉網路報名系統%20正式上線!

Alamat Tbboyeh: 
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

TBSNTV bahasa Mandarin:
https://www.youtube.com/c/真佛宗網路電視台tbsnTV

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。