31 Desember 2022 Upacara Homa Bodhisatwa Sahasrabhuja Sahasranetra

31 Desember 2022 Upacara Homa Bodhisatwa Avalokitesvara Sahasrabhuja Sahasranetra di Taiwan Lei Tsang Temple
#LiputanTBSN

Tanggal 31 Desember 2022, merupakan hari terakhir dalam tahun 2022, bertepatan dengan Taiwan Lei Tsang Temple (Taiwan Leizangsi-台灣雷藏寺) dengan tulus mengundang Mulacarya Dharmaraja Liansheng untuk memimpin Upacara Agung Homa Bodhisatwa Avalokitesvara Sahasrabhuja Sahasranetra (Qianshou Qianyan Guanshiyin Pusa-千手千眼觀世音菩薩). Sekitar 15,000 siswa datang dari lima benua di dunia, memanfaatkan saat-saat yang istimewa ini untuk berhimpun bersama berpartisipasi dalam upacara, menjadikan akhir yang sempurna bagi tahun 2022.

Terlebih dahulu Dharmaraja Liansheng mengungkapkan bahwa hari ini di depan tungku homa, beliau melihat ribuan Bahtera Dharma dari kertas lipat, semenjak pandemi, Dharmaraja Liansheng terus melakukan penyeberangan arwah ribuan Bahtera Dharma, sampai saat ini sudah 3 setengah tahun, dan tidak pernah berhenti. "Saat hendak kembali ke Taiwan, dari negara bagian Washington, Amerika Serikat, saya sempat bertanya: 'Setelah saya kembali ke Taiwan, apakah tidak perlu lagi melakukan penyeberangan Ribuan Bahtera Dharma?' Mahadewi Yaochi menjawab: 'Tetap harus dilakukan, tidak ada peluang untuk menawarnya.' Sebenarnya perlu dilakukan maka lakukan saja, sedikit susah payah tidak apa, kita sadhaka memang harus tekun, sedikit pun tidak boleh bermalasan, juga tidak boleh mandek. Saya lihat, penyeberangan Ribuan Bahtera Dharma, selama masih bernapas, harus dilakukan sampai usai."

Dharmaraja Liansheng: "Satu-satunya yang saya punya adalah keuletan."

"Saya sendiri tidak punya kemampuan apa pun, juga bukan sangat luar biasa, juga bukan karena asal-usul diri sendiri yang luar biasa sehingga ada hal yang istimewa. Satu-satunya yang saya punya adalah keuletan. Seperti dalam menulis buku, tetap ketekunan, setiap hari menulis, tidak pernah berhenti sehari pun. Seperti sadhana, setiap hari bersadhana, tidak pernah berhenti sehari pun. Oleh karena itu saya pernah mengatakan, hidup sehari, bahagia sehari, hidup sehari mesti bersyukur sehari, hidup sehari mesti berbhavana sehari. Oleh karena itu, saya sendiri tidak pernah beristirahat."

"Beberapa hari lalu, berpartisipasi dalam reuni perguruan tinggi, dari lebih 40 orang alumni, hanya 13 orang yang hadir, sebab ada yang sudah meninggal dunia, ada yang sakit, ada yang tidak ikut serta, sehingga yang datang ada 13 orang bersama keluarga mereka. Di antaranya ada Zhu Jinshui dan Chen Zhexia, mereka alumni yang sangat penting. Saya ingat, saat semester itu, Zhu Jinshui peringkat satu di kelas, ketua kelas adalah Yang Chonghui (楊崇輝) yang tidak hadir karena positif Covid-19. Dari masuk perguruan tinggi, hingga kini, dua tahun lagi, kita semua merupakan alumni selama 60 tahun. Hidup ini ada berapa kali 60 tahun?! Oleh karena itu, saya undang semua alumni untuk datang ke Seattle, Amerika Serikat, kita selenggarakan lagi reuni alumni ke-32. Dulu saya pernah mengadakan sekali, reuni alumni menyelenggarakan sekali. 2 tahun kemudian, 60 tahun kelulusan semua, patut dikenang, mengadakan reuni sekali lagi. Pada saatnya nanti, entah tersisa berapa orang. Saya lihat kawan alumni saya, setiap orang alisnya sudah memutih, rambutnya juga sudah memutih. Semua kawan alumni sudah pensiun, hanya Mahaguru Lu yang tidak boleh pensiun, masih terus berkarya di tengah segala kesukaran, bersusah payah menjalani hari. Tidak peduli bagaimana pun Anda, menjalani sehari, berbhavana sehari, menjalani sehari, membabarkan Dharma sehari. Kita ada derma harta, derma Dharma, dan derma abhaya. Ada maitri, karuna, mudita, upeksa, catur apramanacitta. Upeksa adalah melepas dengan kesetaraan, semua Dharma Tantra yang berharga didermakan demi kebaikan semua makhluk.

"Semua sudah tahu asal-usul Bodhisatwa Avalokitesvara Sahasrabhuja Sahasrantera, Bodhisatwa Avalokitesvara paling berjodoh dengan semua makhluk, jika kalian punya Mata Dharma, kalian akan lihat satu Bodhisatwa Avalokitesvara Sahasrabhuja Sahasranetra datang kemari. Bodhisatwa Sahasrabhuja Sahasranetra yang saya lihat ini berasal dari Vihara Foguang, Gunung Guanyin, di Puli, Nantou. Vihara Foguang ada di dekat Biara Chung Tai Chan, jika kalian pergi ke Puli, sekalian berkunjung ke Vihara Foguang, di dalam ada satu Bodhisatwa Avalokitesvara Sahasrabhuja Sahasranetra."

"Bukankah hari itu sudah saya katakan? Saya memanjatkan doa kepada Mahadewi Yaochi, kepada Sarwa Buddha Bodhisatwa, supaya di angkasa muncul chattra, kemudian semua boleh memotretnya. Ponsel biasa, tidak bisa memotret penampakan. Justru ponsel yang hampir rusak bisa memotret di angkasa Lei Tsang Temple ada chattra cahaya. Kenapa sabda Mahaguru bisa terwujud? Karena ketekunan saya mengharukan Buddha Bodhisatwa. Saya harap setiap umat juga tekun. Bodhisatwa ada Sadparamita: dana, sila, ksanti, virya, dhyana, dan prajna, dan keenamnya semua meliputi virya, tidak ada satu pun (dalam Sadparamita) yang bisa asal-asalan dan bermalasan. Setiap hari Anda mesti mengerjakan tugas keseharian dengan baik. Saya pernah mengatakan, 'Lakukan setiap hal kecil dengan baik,  berarti melakukan hal besar.' Kita sudah belajar Buddhadharma, berjodoh dengan Buddha, Buddhadharma laksana-hetu, abadi-sukha-Aku Sejati-suci, berjodoh dengan Buddhadharma. Karena Anda berjodoh dengan Buddhadharma, maka Anda tidak terpisahkan dengan ketekunan, Anda mesti tekun setiap hari hidup dalam Buddhadharma, Anda mesti belajar Buddhadharma, belajar 37 Bodhipaksika, merapal dan mengenang Buddha, Dharma, Sangha, dan menekuni Sadhana Tantra. Tugas apa pun itu, harus mencakup virya (ketekunan)."

"Karena Bodhisatwa Avalokitesvara Sahasrabhuja Sahasranetra berjodoh dengan semua makhluk, akhirnya Beliau menyadari bahwa semua makhluk tidak bertambah pun tidak berkurang, tidak ada lebih satu yang mencapai keberhasilan, pun tidak kekurangan satu pun. Timbul lengah dan rasa malas, sehingga melanggar ikrar, sehingga sekujur tubuh pecah berkeping-keping. Akhirnya, Buddha Amitabha menggunakan Dharmabala, menyusun kembali Bodhisatwa Avalokitesvara, menjadi Bodhisatwa Avalokitesvara bertangan dan bermata seribu, bermuka sebelas, tiga muka di depan adalah muka Bodhisatwa, tiga muka di sisi kiri adalah muka krodha, tiga muka di sisi kanan adalah muka pisaca, muka di belakang adalah muka keji tertawa terbahak-bahak, paling puncak adalah muka Buddha. Semua muka tersebut merepresentasikan pancakula, paling atas adalah Buddhakula, bagian depan merepresentasikan ratnakula, muka Bodhisatwa Pisaca merepresentasikan padmakula, muka krodha merepresentasikan vajrakula, muka keji terbahak-bahak merepresentasikan karmakula. Bodhisatwa Avalokitesvara Sahasrabhuja berlengan seribu, saat Mahaguru melakukan penyeberangan Ribuan Bahtera Dharma, yang paling mengharukan adalah, suatu ketika, saat melakukannya saya setengah tertidur, Ribuan Bahtera Dharma melayang-layang di tengah angkasa, menunggu saya terbangun, tampak setiap tangan dari Bodhisatwa Sahasrabhuja menopang satu Bahtera Dharma. Saat saya sedang melakukan penyeberangan Ribuan Bahtera Dharma, banyak kali melihat Bodhisatwa Sahasrabhuja Sahasranetra, setiap kali selalu merepotkan Beliau untuk menjaga Ribuan Bahtera Dharma. Sejak saat itu, tiap kali saya melakukan penyeberangan Ribuan Bahtera Dharma, tidak berani lagi ketiduran, tidak enak hati, merasa malu atas kekeliruan diri, benar-benar letih sampai ketiduran. Oleh karena itu, Bodhisatwa Avalokitesvara Sahasrabhuja Sahasrantera merupakan Bodhisatwa yang paling saya hormati."

◎ Interaksi Adalah Kekuatan – Anda Bertanya Saya Menjawab

Ada siswa yang bertanya, biasanya saat tergoda oleh rangsangan eksternal, pada dasarnya masih bisa mengendalikan pikiran; Namun, tubuh jasmani tidak bisa dikendalikan, tiap kali selisih sekitar 7 hari, pasti melanggar sila, jika tidak, jadi seperti pecandu narkoba, sekujur tubuh sangat menderita. Kebiasaan buruk ini sudah bertahun-tahun, sudah mencoba berbagai metode, tetap tidak sanggup mengatasinya. Mohon Mahaguru, Buddha, dan Bodhisatwa membantu memberi petunjuk atas beberapa pertanyaan siswa di bawah ini:
1. Apakah kebiasaan buruk ini merupakan tabiat karmavarana diri sendiri, atau disebabkan oleh rintangan eksternal seperti Mara atau Penagih Utang Karma? Atau penyebab internal maupun eksternal semua ada?
2. Dalam dua buku Mahaguru yang terdahulu diajarkan dua metode: Buku nomor 133 "Langlang Buana Tanpa Jejak" Sadhana Meditasi Pedang Dewata dalam artikel 'Skar Hitam Besar di Dada', buku nomor 52 "Sekelumit Sensasi Dhyana" Sadhana Menyerap dalam artikel 'Arus Hasrat Kegelapan', semua sudah siswa coba, tapi sepertinya tidak berkhasiat, apakah siswa cocok menggunakan dua metode ini? Apa ada kiat utamanya?

Dharmaraja Liansheng tertawa menjawab, "Karena kedua metode itu tidak berfungsi untuk Anda, hanya ada satu cara, yaitu minta suntik dokter! Kabarnya ada satu jenis suntikan, begitu suntik hasrat pun sirna. (Di lokasi ada siswa yang berprofesi sebagai dokter menjawab, setelah disuntik, tidak ada lagi fungsi seksual.) Namun, mungkin masih ada hasrat, hanya saja mengalami disfungsi."

Saat itu, ada siswa yang menjawab, "Tekuni Visualisasi Tulang Putih." Dharmaraja tertawa, "Semua bisa melakukan Visualisasi Tulang Putih, tapi tulang masih bisa tumbuh daging, alhasil menjadi visualisasi telanjang. Sebelumnya, saya pernah menanyai Anda, apakah saat melihat perempuan Anda masih ada hasrat? (Umat itu menjawab: "Ada!") Berarti kontradiksi! Jika Visualisasi Tulang Putih berkhasiat untuk Anda, maka Anda tidak akan memiliki hasrat."

"Baiklah! Saya beritahu Anda semua, Mahaguru bukan tidak punya hasrat! Sejak usia kanak-kanak Mahaguru sudah punya hasrat. Sampai saat ini, hampir menginjak usia 80 tahun, terus terang saya beritahu semua, pada umumnya orang yang menekuni Tao, usia 60 tahun disebut satu 'jiazi', orang yang belajar Tao sampai usia 60 tahun, pada umumnya sudah tidak memperhatikan lagi, dengan kata lain sama sekali tidak ada aktivitas seksual, tidak lagi tiris. Setelah pergantian tahun, saya sudah berusia 79 tahun. Terus terang saya beritahu Anda semua, jika saya bisa hidup sampai usia 80 atau 90 tahun, saya masih tetap laksana pilar menjulang ke langit! Sampai hari ini, Mahaguru bukannya tidak punya hasrat, saya tetap laksana pilar menjulang ke langit, tapi saya selamanya tidak tiris. Menginjak usia 40 sekian tahun, saya berbhavana berhasil mencapai kondisi anasrava, semenjak saat itu, saya tidak pernah tiris. Inilah bhavana saya, keuletan saya, saya menekuninya selama 5 tahun penuh, baru saya mencapai keberhasilan anasrava. Lima tahun kemudian, akhirnya saya berhasil, ini saya ungkapkan kepada Anda semua dengan apa adanya! Siapa yang bisa membuktikannya?! Saya beritahu Anda semua, dibuktikan melalui anasrava! Hari ini saya duduk di sini, Buddha Bodhisatwa ada di sini, apa yang saya katakan, sama sekali tiada dusta! Namun, apa saya masih bisa berketurunan? Jika Anda ingin berketurunan, masih bisa! Asalkan Anda buka pintu air bendungan, melepas air bah, masih bisa berketurunan. Namun, pintu air bendungan saya sudah sangat lama tidak dibuka, sudah berkarat, ingin buka pun tidak terbuka, sehingga tidak bisa lagi berketurunan."

"Pertanyaan dari umat ini, bagaimana saya harus menjawab? Saya juga tidak bisa mengajari Anda untuk 'kres', menjadi Kitab Bunga Matahari, menjadi Dongfangbubai. Bagaimana ini? Begini saja, Anda tekuni Enam Postur Sakya: mentari dan rembulan hadap langit, ujung lidah sentuh rahang atas, tekan jakun, keluarkan prana sirkulasi atas, ketatkan otot anus, tarik perut, tarik empat organ. Cara saya dulu, begitu muncul hasrat, langsung mandi air dingin, padamkan api Anda. Jika masih tidak bisa, belie s dan letakkan di atas kepala. Jika masih tidak berhasil, belajarlah Sadparamita Bodhisatwa, salah satunya ada Ksantiparamita, Anda mesti belajar Ksantiparamita!"

"Saya beritahu Anda satu hal, sesungguhnya rupa laki-laki dan perempuan, adalah karena mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran, akar pikiran, alaya, ini adalah tabiat yang muncul dari tubuh jasmani Anda sendiri, muncul dari tabiat yang terakumulasi sejak banyak kelahiran, sehingga bukan tidak ada hasrat. Namun, jika Anda berhasil menekuni Ksantiparamita, Anda bisa sama seperti Mahaguru. Anda tekuni metode angkat: mentari dan rembulan hadap langit, ujung lidah sentuh rahang atas, tekan jakun, keluarkan prana sirkulasi atas, ketatkan otot anus, tarik perut, tarik empat organ. Jika tidak berhasil, mandi air dingin. Masih tidak berhasil, gunakan es untuk Visualisasi Sejuk. Jika masih gagal, saya pun tidak ada cara lagi! Semua itu yang saya amalkan, demikianlah metode saya. Saat saya menempuh pendidikan perguruan tinggi, saya berhasil mengamalkan itu semua, benar-benar berkat Ksantiparamita. Saya sudah beritahu Anda sekian banyak metode, jika masih tidak bisa, saya juga tidak tahu lagi. Orang yang belajar Buddha, titik beratnya ada pada keuletan, dengan demikian masalah kecil seperti itu bisa diatasi. Jika Anda tidak berhasil dalam keuletan, maka masalah kecil pun tidak akan bisa diatasi. Ksantiparamita menjadi Ksantiviryaparamita (kesabaran dan ketekunan)."

"Beritahu umat tersebut, Ksantiparamita, gunakan keuletan Anda, tidak ada kiat dan kunci khusus! Kiat dan kunci utamanya adalah keuletan, gunakan keuletan Anda untuk mematahkannya! Kadang saya berpikir, kita orang yang belajar Buddha, ada yang disebut sebagai atribut sejati. Sunya adalah atribut sejati, jika Anda bisa visualisasi sunya. Saya sering berpikir demikian, Anda visualisasi sunya! Saya pernah tulis, segala atribut adalah tanpa atribut, semua adalah ilusi. Oleh karena itu, dahulu Buddha juga mengatakan, kepada yang lebih tua, pandanglah sebagai ibu sendiri; Terhadap yang muda, pandanglah sebagai putri Anda sendiri; Kepada yang berusia setara, pandanglah sebagai saudara kandung sendiri. Jika demikian Anda masih ada hasrat, berarti adalah binatang."

◎ Pengulasan Sutra Vimalakirti

Bagian 1, Varga Buddhaksetra.
"Menampilkan fenomena mahaluas di dunia ini, semua muncul di dalamnya; Semua Gunung Sumeru, Gunung Himadri, Gunung Mucilinda, Gunung Mahamucilinda, Gunung Gandhamadana, Gunung Ratnaparvata, Gunung Kanakagiri, Gunung Kalaparvata, Gunung Cakravada, Gunung Mahacakravada, semua mahasamudra, danau, dan sungai, semua sumber air, semua matahari, bulan, dan konstelasi, semua istana surga dan istana naga, semua istana Dewata, tampak dalam chattra ratna."

Dharmaraja Liansheng menjelaskan: "Di dalam chattra ratna bahkan ada trisahasra mahasahasra lokadhatu. Gunung Sumeru merupakan pandangan sistem dunia kecil dalam agama Buddha. Visualisasi dalam agama Buddha: Gunung Sumeru di tengah, di sekeliling terdapat empat benua besar dan delapan benua kecil, ada samudra banyu wangi, dikelilingi Gunung Cakravada. Ini adalah seribu loka kecil. Gunung Sumeru dan Gunung Himadri ada di dalam chattra ratna. Gunung Himadri adalah Gunung Himalaya, sepanjang tahun ada salju. Gunung Mucilinda, Mucilinda adalah nama Raja Naga, yaitu gunung tempat tinggal Raja Naga Mucilinda. Gunung Mahamucilinda merupakan gunung tempat kediaman Raja Naga yang lebih besar. Gunung Gandhamadana, dalam agama Buddha disebutkan samudra banyu wangi, gunung di dalam samudra banyu wangi adalah Gunung Gandhamadana. Gunung Ratnaparvata adalah gunung yang terdapat mineral dan permata. Gunung Kanakagiri, di dalamnya ada emas, menurut saya adalah gunung tempat tambang emas. Gunung Kalaparvata, dalam Sutra Ksitigarbha ada Gunung Kalaparvata, dekat dengan Gunung Cakravada, ada beberapa neraka yang berada di Gunung Kalaparvata. Gunung Cakravada, dalam Sutra Buddha disebutkan, Gunung Sumeru di tengah, di sekeliling terdapat tujuh gunung dan delapan samudra, kemudian dikelilingi oleh Gunung Cakravada. Gunung Mahacakravada merupakan Gunung Cakravada yang mengelilingi maha ribu loka. Selain itu, masih ada lautan, danau, dan sungai, sumber air dan matahari, rembulan, bintang, istana surga, istana naga, dan istana para Dewata, semua ada di dalam chattra ratna.

Chattra ratna ini sangat besar, trisahasra mahasahasra lokadhatu ada di dalamnya termasuk istana surga, dan istana di dasar samudra, istana dari semua Buddha dan Bodhisatwa, semua ada di dalam chattra ratna. Sepuluh penjuru Buddha membabarkan Dharma juga muncul di dalam chattra ratna. Inilah abhijna Buddha Sakyamuni, benar-benar besar, tidak hanya meliputi ribuan loka kecil, bahkan meliputi maharibu loka, alam suci Buddhaksetra, sepuluh penjuru loka, semua muncul dalam chattra ratna, abhijna ini sungguh terlampau besar. Sabtu minggu lalu, Mahaguru hanya memunculkan satu chattra ratna, yang hanya menaungi Taiwan Lei Tsang Temple.

Kita meyakini Buddha Sakyamuni, Beliau telah menampilkan mahabhijna, sedangkan Mahaguru hanya bisa menampilkan abhijna kecil. Abhijna yang ditampilkan oleh Buddha Sakyamuni dapat memunculkan matahari, bulan, konstelasi, istana surga, istana naga, semua istana, semua surga, Buddhaksetra, dan sepuluh penjuru Buddha ada dalam chattra ratna. Membuat semua orang dalam persamuhan saat itu dapat melihatnya. Buddha pernah mengatakan, Buddha bukan pendusta, ucapannya konsisten, satu kebenaran, ucapannya tidak mendua. Buddha juga tidak banyak bicara, tapi abhijna yang ditampilkan oleh Buddha sangat agung! Sedangkan yang ditampilkan oleh Mahaguru hanya 'small potatoes'. Oleh karena itu, semua mesti meyakini Sutra yang dibabarkan oleh Buddha. Pengulasan dilanjutkan di kesempatan mendatang."

Dharmaraja Liansheng memberitahukan, "Upacara besok diselenggarakan oleh The Fahua Buddhist Center (Fahuatang-法華堂) di Chiayi, yaitu Vidyaraja Acalanatha Pancawarna. Ketahuilah, Vidyaraja Acalanatha pernah membantu Mahaguru, Dharmapala saya adalah Vidyaraja Acalanatha, selain itu, ada Vajra Yamantaka. Besok kalian pergi berpartisipasi, ada manfaatnya! Sebab Vidyaraja Acalanatha punya ikrar: 'Barang siapa melihat tubuh-Ku, membangkitkan Bodhicitta; Mendengar nama-Ku, menghentikan kejahatan dan menekuni kebajikan; Mendengar ucapan-Ku, memperoleh Mahaprajna; Memahami Hati-Ku, mencapai Kebuddhaan dalam tubuh saat ini.' Vidyaraja Acalanatha Pancawarna yang diselenggarakan oleh The Fahua Buddhist Center ini, siapa tahu besok Vidyaraja Acalanatha akan menampakkan diri. Besok Mahaguru akan membabarkan ikrar Acalanatha, Hati Acalanatha adalah hati apa! Jika kalian bisa memahami Hati Acalanatha, maka kalian bisa mencapai Kebuddhaan dalam tubuh saat ini!"

"Saya pernah memimpin Upacara Vajra Kalacakra di Jakarta, Indonesia, saya mempersembahkan dupa dan mengundang Vajra Kalacakra, asap dupa dengan sendirinya membentuk Vajra Kalacakra, sehingga saya dan Vajra Kalacakra saling berhadapan. Semua melihatnya, bagian mata berbentuk mata, bagian hidung berbentuk hidung, bagian mulut berbentuk mulut, merupakan rupa krodha Vajra Kalacakra, muncul pada asap dupa, semua orang melihatnya, sungguh takjub. Selain itu, Vajra Kalacakra juga menampilkan rantai vajra. Apakah pada upacara besok Vidyaraja Acalanatha bisa muncul?" (Hadirin menjawab: "Bisa!")

Dharmaraja tertawa menjawab, "Kalian yang bilang! Kalian yang harus menjaminnya! Baik! Muncullah! Kita semua, semua anggota, semua yang mendengar Dharma, semua berhimpun di Chiayi, besok kita jumpa lagi! Juga hari Minggu depan, di Emperor Temple, semua juga harus hadir! Minggu depan adalah Dewa Rezeki, semua orang suka! Kedua, kita semua adalah anak cucu Yan Huang, Yan adalah Shennong, Huang adalah Huangdi atau Xuanyuanshi, minggu depan ke Emperor Temple untuk menghormati leluhur! Anda adalah anak cucu Yan Huang! Ini adalah Emperor Temple satu-satunya di seantero Taiwan, di sana ada acara jemput Dewa Rezeki, Anda bisa mengundangnya pulang rumah, ketika setiap negara mulai membuka kuncitara, Dewa Rezeki pun masuk! Jangan lewatkan beberapa upacara ini!"

Usai Dharmadesana, Dharmaraja Liansheng menganugerahkan Abhiseka Sadhana Bodhisatwa Avalokitesvara Sahasrabhuja Sahasranetra. Dharmadesana hari ini seputar dua kiat utama keberhasilan bhavana: keuletan dan ketekunan, sungguh kita semua patut introspeksi diri, bahkan seorang Mahasiddha seperti Dharmaraja Liansheng tetap tekun dan tidak bermalasan, apalagi kita yang belum berhasil, sudah sepatutnya ulet dan tekun tanpa pernah lengah, hidup ini sungguh singkat, manfaatkan untuk tekun berbhavana mencapai Kebuddhaan, dengan demikian baru bisa membalas jasa Guru.

#DharmadesanaDharmarajaLiansheng
#TrueBuddhaSchool
#BodhisatwaAvalokitesvaraSahasrabhujaSahasranetra
#SutraVimalakirti
Yidam Homa Minggu depan #VidyarajniMahamayuri

Informasi Pendaftaran Upacara Taiwan Lei Tsang Temple:
https://tbsec.org/公佈看板/〈台灣雷藏寺〉網路報名系統%20正式上線!

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

TBSNTV bahasa Mandarin:
https://www.youtube.com/c/真佛宗網路電視台tbsnTV

慶賀真佛宗根本傳承上師八十聖壽 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。