4 April 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Buddha Amitabha di Seattle

4 April 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Buddha Amitabha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple
Oleh TBSN Biksuni Lian En (蓮嗯法師)

Pada Sabtu, 4 April 2026, pukul 20.00 malam, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple di Amerika Serikat mengadakan pujabakti Istadewata Buddha Amitabha. Dengan tulus mengundang Mulacarya Silsilah Dharmaraja Lian Sheng untuk memimpin. Umat dan siswa berdatangan tanpa henti, berkumpul di wihara, baktisala penuh tanpa kursi kosong, dengan satu hati berpartisipasi dalam pujabakti.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan

Seorang siswa bertanya: Saya membagi bhavana menjadi bagian teori dan bagian praktik, yang pertama adalah prajna Buddha, yang kedua adalah bhavana nyata untuk mencapai Bodhi. Mengenai bhavana nyata, Mahaguru Lu memiliki banyak penjelasan rinci, mulai dari metode dasar hingga mencapai Sembilan Tingkat Dzogchen. Karya tulis Mahaguru Lu saat ini berjumlah 300 buku, saya merasa tidak tahu harus mulai dari mana. Jika harus membaca semuanya secara rinci lalu memahami, dalam satu kehidupan sungguh sulit tercapai. Bagaimana dalam waktu yang terbatas ini memilih bacaan yang paling efektif adalah kunci. Mohon petunjuk Mahaguru Lu, menurut tahapan, jika ingin mengembangkan prajna harus mulai dari kumpulan tulisan mana? Dari dasar ke menengah, lalu ke tingkat mendalam.

Mahaguru Lu menjawab: Prajna adalah kebijaksanaan Buddha. Sutra Surangama seluruhnya adalah kebijaksanaan, jika Anda mendengarkan Sutra Surangama maka Anda akan tahu dari mana harus mulai. Di dalam Sutra Surangama, ajaran Buddha Sakyamuni juga disampaikan langkah demi langkah, di dalamnya terdapat banyak prinsip, juga bagian bhavana nyata. Walaupun Anda lebih menekankan aspek prajna, namun bhavana nyata harus dipadukan dengan prajna. Prinsip prajna dan bhavana nyata tidak seharusnya dipisahkan, karena ada prinsip harus ada praktik, hanya melalui praktik nyata prinsip itu dapat dibuktikan.

Buddha Sakyamuni pertama-tama mengajarkan Dharma Empat Kebenaran Mulia. Berdasarkan apa yang diajarkan Buddha, dalam Mahayana metode bhavana yang bersifat upaya terampil adalah Enam Paramita. Seperti Tiga Puluh Tujuh Jalan Menuju Pencerahan merupakan suatu tahapan: empat perhatian penuh, empat usaha benar, empat landasan kekuatan batin, lima indra, lima kekuatan, tujuh faktor pencerahan, dan Jalan Kebenaran Berunsur Delapan. Di sini terdapat prinsip sekaligus praktik nyata. Berlatih sesuai Tiga Puluh Tujuh Jalan Menuju Pencerahan itulah suatu tahapan.

Buku yang ditulis oleh Dharmaraja Lian Sheng, ini sulit dijelaskan, karena sudah menulis tiga ratus buku, diri sendiri pun tidak dapat mengingat semuanya, yang lalu biarlah berlalu, tidak pernah memikirkannya lagi. Kumpulan tulisan masa lalu adalah perwujudan dari pemikiran dan tingkat bhavana pada saat itu. Baru-baru ini, setelah mengalami bencana sakit ini, tiba-tiba menyadari banyak hal, terhadap tubuh yang bukan milik diri sendiri, tentang hidup dan mati, berkumpul dan berpisah, memiliki perasaan yang sangat mendalam.

Mahaguru Lu juga menyebutkan bahwa beban di pundaknya, kelak akan diserahkan kepada semua orang. Diharapkan semua Acarya, Dharmacarya, Biksu/Biksuni, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, dan para siswa masing-masing harus tekun berusaha maju. Setiap orang harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri, bukan siapa yang bertanggung jawab atas siapa. Anda bertanggung jawab atas dirimu sendiri, lalu apa yang Anda peroleh, juga harus diteruskan diwariskan kepada orang lain.

◎ Pengulasan Sutra Surangama, Bab 4

“Ananda, engkau mengamati segala dharma yang dapat terbentuk di dunia, manakah yang tidak rusak?”
Arya Ananda, sarwa dharma (segala sesuatu) di dalam dunia saha ini, hal apakah yang tidak rusak?
Tidak ada yang tidak rusak! Tubuh juga akan rusak, kendaraan juga akan rusak, rumah juga akan rusak, bahkan gunung bisa runtuh, sungai bisa berubah alirannya, segala sesuatu pasti akan rusak.

“Namun tidak pernah terdengar bahwa angkasa menjadi rusak.” Ada satu hal yang tidak rusak, yaitu “angkasa” ini tidak rusak.

“Mengapa demikian? Karena angkasa bukan sesuatu yang dapat dibuat, oleh sebab itu dari awal hingga akhir tidak mengalami kerusakan maupun kehancuran.” Angkasa tidak berbuat dan tidak berkondisi, membiarkan awan datang dan pergi, membiarkan hujan turun, membiarkan kilat, membiarkan matahari terbit, membiarkan bulan muncul, membiarkan semua planet muncul. Ruang hampa tidak berbuat dan tidak berkondisi, hanya membiarkan engkau datang dan pergi, ia tidak akan rusak.

Angkasa tidak dapat melakukan apa pun; yang dapat dibuat pasti akan rusak, hanya yang tidak dapat dibuat itulah yang tidak rusak, yaitu angkasa! “Oleh sebab itu dari awal hingga akhir tidak mengalami kerusakan maupun kehancuran”, angkasa itu tidak akan pernah rusak.

“Maka di dalam tubuhmu, sifat keras menjadi unsur bumi, kelembapan menjadi unsur air, sentuhan hangat menjadi unsur api, gerak menjadi unsur angin.” Ananda, di dalam tubuhmu, yang keras disebut unsur bumi; yang lembap adalah unsur air, seperti darah dalam tubuh adalah air; “sentuhan hangat menjadi unsur api”, engkau memiliki rasa hangat, suhu itulah api; gerakan tubuh adalah angin.

Tubuh manusia tersusun dari unsur bumi, air, api, dan angin. Bumi seperti daging dan tulang, yang lebih padat; air adalah darah; api adalah suhu; gerakan adalah napas, yaitu energi, itulah angin.

“Oleh keterikatan empat hal ini, membagi Batin Mula nan Luhur dan Sempurna menjadi penglihatan, pendengaran, perasaan, dan pengamatan; dari awal hingga akhir, menjadi lima lapis kekotoran.” Selain bumi, air, api, dan angin, Batin Sejati Terang nan Luhur juga berada di dalamnya. Tetapi karena engkau menggunakan mata untuk melihat, menggunakan telinga untuk mendengar, menggunakan perasaan, dan melakukan pengamatan, “dari awal hingga akhir”, dari situlah terbentuk “lima lapis kekotoran”.

Apa yang dimaksud dengan “lima lapis kekotoran”? Artinya Batin Sejati Terang nan Luhur pada awalnya sangat murni, tetapi karena engkau memiliki mata, memiliki penglihatan, memiliki telinga untuk mendengar, menggunakan perasaan sendiri, dengan mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran untuk merasakan hal-hal di luar, maka Batin Sejati Terang nan Luhu menjadi kacau dan tercemar, menjadi kotor.

Dirimu sendiri tidak mampu mengetahui Batin Sejati Terang nan Luhur, karena engkau telah tertipu oleh mata, tertipu oleh telinga, tertipu oleh penciuman hidung, tertipu oleh indera perasa, tertipu oleh semua perasaanmu, sehingga engkau tidak dapat melihat Batin Sejati Terang nan Luhur diri sendiri, engkau telah menjadi keruh, itulah maksudnya.

Mahaguru Lu menunjukkan bahwa manusia memiliki kelahiran dan kematian, tetapi Batin Sejati Terang nan Luhur tidak lahir dan tidak mati. Hanya dengan mencapai pencerahan barulah mencerahi tidak lahir dan tidak mati; tanpa mencapai pencerahan, maka masih ada kelahiran dan kematian. Buddha Sakyamuni mengajarkan bahwa semua hal di dunia saha mengalami lahir dan lenyap, dan manusia di dunia saha juga demikian mengalami lahir dan lenyap.

Setelah Dharmadesana yang istimewa dan berharga dari Dharmaraja Lian Sheng, dengan penuh welas asih Beliau mengadhisthana Air Mantra Maha Karuna bagi semua, serta melakukan abhiseka pratima Buddha. Selanjutnya, Dharmaraja Lian Sheng memegang vyajanacamara dan mengadhisthana seluruh hadirin.

---------------------------------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

全球真佛宗眾上師、教授師、法師、講師、助教暨全球弟子,萬眾一心,持誦 瑤池金母心咒,同心祈願 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。