18 April 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Bodhisatwa Ksitigarbha di Seattle

18 April 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Bodhisatwa Ksitigarbha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

18 April 2026, hari musim semi yang hangat dan bunga bermekaran di Seattle. Wihara cikal bakal menyambut 30 orang biksu/biksuni dan umat Sedharma dari Shi Cheng Temple Singapura, Malaysia, Dayi Temple Taiwan dan lain-lain yang datang Berdharmayatra. Setelah makan malam, semuanya datang lebih awal ke baktisala, menantikan pujabakti bersama Buddha.Di tengah pelantunan Mantra Hati Padmakumara yang agung, menyambut Mulacarya Silsilah Dharmaraja Lian Sheng. melangkah dengan tenang, menatap dengan welas asih kepada semua orang, memasuki baktisala, naik ke Dharmasana, memimpin pujabakti Sadhana Istadewata Bodhisatwa Ksitigarbha.

Setelah pujabakti, Dharmaraja Lian Sheng berbicara sambil tertawa mengenai salju bulan April beberapa hari yang lalu di Seattle, yang hari ini malah sangat panas, dan menghela napas menyadari bahwa segala sesuatu tidaklah kekal.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan

Siswa bertanya: Di Taiwan, begitu tiba kegiatan prosesi Mazu dari Baishatun, memikat puluhan ribu orang untuk berpartisipasi, terlebih lagi Mazu dari Baishatun sangat welas asih dan bersikap dengan kesetaraan, mencintai semua makhluk tanpa membedakan status, serta sangat menyukai anak kecil, sangat mirip dengan Dharmaraja Lian Sheng. Satu-satunya perbedaan adalah Dharmaraja Lian Sheng mengajarkan Sadhana Tantra yang sangat banyak dan praktis. Ingin memohon petunjuk Dharmaraja Lian Sheng, apakah tingkatan buah Bodhisatwa dari Mazu kuil ini sangat tinggi? Mohon tanya apakah Beliau adalah siswa Dharmaraja Lian Sheng? Apakah tingkatan setiap Mazu berbeda-beda?

Dharmaraja Lian Sheng menjawab: Mazu berasal dari Pulau Meizhou di daratan Tiongkok. Dari ujung utara Taiwan hingga ujung selatan Taiwan di mana-mana terdapat kuil Mazu. Mazu sangat banyak, saudari-Nya sangat banyak. Mazu adalah Bodhisatwa, karena Beliau menyeberangkan semua makhluk. Yang memberikan manfaat kepada semua makhluk semuanya adalah Bodhisatwa, tingkatan buah Bodhisatwa tentu saja sangat tinggi.

Saat Mazu mencapai siddhi, saya belum lahir. Menurut apa yang tercatat di dalam buku, Mazu adalah siswa Bodhisatwa Avalokitesvara. Tingkatan setiap Mazu, kita tidak bisa secara sembarangan membaginya, tidak bisa mengatakan Dama adalah yang paling tua dan Qima adalah yang kecil. Sebagai contoh, Mahadewi Yaochi dari Seattle Ling Shen Ching Tze Temple dan Mahadewi Yaochi dari Rainbow Temple, wajahnya berbeda, postur tubuhnya juga berbeda, semuanya berbeda. Tetapi asalkan merupakan fenling dari Mazu, semuanya adalah bersaudari, kalau bukan kakak perempuan, maka adik perempuan.

◎ Pengulasan Sutra Surangama

“Ananda, jika hari ini engkau ingin membuat persepsi melihat mendengar merasakan mengetahui, dari jauh selaras dengan sifat Kekal Bahagia Aku Suci dari Tathagata, seharusnya terlebih dahulu memilih akar kelahiran dan kematian, bersandar pada sifat dasar terang sempurna yang tidak lahir dan tidak mati, menggunakan keterang-benderangan untuk mentransformasikan kelahir-matian yang semu, menaklukkan dan kembali pada pencerahan mula, mendapatkan sifat tidak lahir dan tidak mati dari pencerahan terang mula sebagai batin hetu-bumi, barulah kemudian mencapai dengan sempurna pembuktian bhavana di phala-bumi.”

Buddha Sakyamuni berkata kepada Arya Ananda, engkau ingin mencapai sifat Buddha dari Tathagata, Batin Sejati Terang nan Luhur, harus mulai bhavana bagaimana? Tidak bisa menggunakan hati yang lahir dan mati untuk melakukan bhavana, mesti menggunakan hati yang tidak lahir dan tidak mati sebagai sebab, barulah engkau dapat selaras dengan Batin Sejati Terang nan Luhur dari Tathagata.

Jika engkau menggunakan melihat mendengar merasakan mengetahui untuk bhavana, itu adalah wujud luar. Apa yang engkau lihat, dengar, dan rasakan, semuanya tidaklah nyata, semuanya memiliki kelahiran dan kematian. Oleh karena itu, menggunakan hati yang lahir dan mati sebagai sebab untuk bhavana, tidak akan membuktikan Batin Sejati Terang nan Luhur Tathagata. Hanya dengan menggunakan hati yang tidak lahir dan tidak mati sebagai sebab untuk bhavana, barulah dapat selaras dengan Batin Sejati Terang nan Luhur Tathagata. Ini adalah poin utamanya.

Wahai Arya Ananda, jika hari ini engkau ingin menggunakan apa yang engkau lihat, dengar, rasakan, dan ketahui, untuk selaras dengan empat kebajikan Tathagata yaitu Kekal Bahagia Aku Suci, seharusnya memilih apa itu akar fundamental yang tidak lahir dan tidak mati. Harus bersandar pada sifat Buddha yang tidak lahir dan tidak mati serta pada asalnya ada, untuk mengembalikan yang semu serta yang memiliki kelahir-matian ke asalnya. Mengembalikan ke asal, adalah kembali ke Batin Sejati Terang nan Luhur yang semula di sana. Dengan mengembalikan ke asal hati yang tidak lahir dan tidak mati sebagai lahan sebab bhavana, dengan demikian barulah dapat mencapai keberhasilan, dan pada akhirnya barulah dapat membuktikan Batin Sejati Terang nan Luhur Tathagata.

Di hetu-bumi, apa yang engkau gunakan untuk bhavana? Engkau mesti mengamati segala sesuatu di dunia ini semuanya adalah semu. Mengembalikan ke asal, kembali mengenali Batin Sejati Terang nan Luhur milikmu sendiri yang semula, menggunakan ini sebagai sebab untuk bhavana, barulah engkau dapat membuktikan Batin Sejati Terang nan Luhur Tathagata. Ternyata adalah sifat dasar milik diri sendiri, sifat Buddha yang mula-mula. Jika tidak, engkau menggunakan Dharma lokiya untuk bhavana, engkau tidak bisa membuktikan Batin Sejati Terang nan Luhur Tathagata, itu hanyalah di permukaan saja.

Itu berarti mengembalikan ke asal, kembali kepada yang semula, menggunakan sebab ini untuk melatih buah ini. Dari lahan sebab (hetu) menuju lahan buah (phala), pada mulanya memang demikian, barulah dapat menyatu dengan Batin Sejati Terang nan Luhur milik Tathagata itu sendiri. Dan tidak bisa menggunakan kepalsuan untuk bhavana. Menggunakan hal semu untuk bhavana, hasilnya tetap tidak bisa didapatkan, tetap tidak bisa melihat Buddhatva diri sendiri.

Bagaimana perumpamaannya? Buddha Sakyamuni memiliki perumpamaan. Saya sekarang terlebih dahulu menjelaskan prinsip kepada semuanya, besok baru menjelaskan perumpamaannya.

Banyak sekte menganjurkan dhyana samadhi, mengapa perlu dhyana samadhi? Karena perlu menghilangkan delusi. Padahal delusi pada dasarnya memang ada, begitu engkau duduk akan langsung berpikir ke mana-mana. Begitu bermeditasi, terlalu tenang, tidak memikirkan apapun, malah akan tertidur. Lalu bagaimana? Yaitu di tengah-tengah antara berpikir ke mana-mana dan tertidur, itulah yang disebut samadhi.

Samadhi yang sesungguhnya itu apa? Menjauh dari berpikir ke mana-mana. Karena berpikir ke mana-mana adalah semu, bukan nyata. Tetapi engkau juga tidak boleh tertidur. Yaitu di tengah-tengah antara berpikir ke mana-mana dan tertidur. Saat engkau tidak berpikir ke mana-mana, engkau akan memancarkan cahaya.

Oleh karena itu Buddha Sakyamuni berkata, Tathagata adalah Kekal Bahagia Aku Suci. Buddha Sakyamuni juga disebut Yang Mampu Berwelas Asih, juga Mampu Suci. Karuna maitri adalah Bodhisatwa Avalokitesvara, mudita upekkha adalah Bodhisatwa Mahastamaprapta, kesetaraan dan kelurusan adalah Buddha Amitabha, batin yang setara dan lurus adalah Buddha Amitabha. Beliau semua memiliki karakteristik.

Di sini Kekal Bahagia Aku Suci, Aku Suci adalah Mampu Suci, mampu menjadi suci murni, tidak ada pikiran campuran adalah Mampu Suci.


Oleh karena itu, setelah mendengar seharusnya semua memiliki semacam pemahaman, Buddha Sakyamuni sedang mengajarkan kita kesucian. Karena, kita manusia biasa memiliki klesa, itu karena pikiran campuran terlalu banyak. Engkau mesti mengubah klesa menjadi kesucian, ini adalah ajaran Buddha Sakyamuni. Kekal bahagia, pada saat itu setelah klesa disingkirkan engkau akan selamanya bahagia. Tathagata adalah empat macam kebajikan Kekal Bahagia Aku Suci: Kekal adalah selamanya, Bahagia adalah kebahagiaan selamanya, Aku adalah Buddha dan Tathagata, Suci adalah Tathagata Beliau sendiri adalah suci murni.

Oleh karena itu, yang memiliki kelahiran dan kematian tidak boleh dijadikan sandaran. Klesa adalah memiliki kelahiran dan kematian, memiliki kelahir-matian. Harus bersandar pada yang tidak lahir dan tidak mati sebagai sebab, bhavana lahan sebab engkau harus mencapai tidak lahir dan tidak mati. Apa itu tidak lahir dan tidak mati? Segala fenomena di dunia ini semuanya memiliki kelahiran dan kematian. Rumah, mobil, tanah memiliki umur, gunung laut bumi daratan semuanya memiliki umur. Semua makhluk hidup memiliki umur, ada yang panjang dan ada yang pendek.

Kura-kura paling panjang umur, ia tidak bergerak, ia adalah Aku Suci, sehingga ia bisa hidup 400 tahun. Kelinci hanya bisa hidup dua tiga tahun karena bergeraknya cepat. Orang-orang bertanya mengapa Maha Biksu Xuyun bisa hidup 120 tahun? Karena Beliau mampu memasuki dhyana samadhi, Beliau mampu suci. Tetapi kita manusia tidak bisa dikatakan sama sekali tidak berolahraga, tetap harus berolahraga untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Bergerak dan diam harus sesuai, juga mampu diam, juga mampu bergerak, dengan demikian barulah tubuh akan sehat.

Kita hari ini melakukan Sadhana Bodhisatwa Ksitigarbha. Yang disebut Ksiti adalah tidak bergerak, stabil seperti bumi. Lei Zang Si kita, Lei (petir) adalah bergerak, suara petir menggetarkan Sepuluh Dharmadhatu, yaitu di masa depan Lei Zang Si Zhenfo Zong tersebar di seluruh dunia, bermakna menyeberangkan semua makhluk secara luas. Zang (garbha) adalah tidak bergerak, menyimpan Buddhatva Tathagata sejati milikku, yaitu tidak bergerak, tersembunyi di dalam, memunculkan Buddhatva Tathagata yang sesungguhnya. Inilah makna dari dua karakter Lei Zang. Pada awalnya adalah Bodhisatwa Ksitigarbha, Buddha Amitabha, dan Mahadewi Yaochi, yang menganugerahkan nama Lei Zang Si.

Besok setelah saya tiba di Rainbow Temple baru akan menceritakan kepada semuanya perumpamaan Buddha Sakyamuni, bagaimana Beliau mengumpamakan seharusnya bagaimana melakukan bhavana.

Semuanya merasa belum puas, membawa analisis brilian Dharmaraja Lian Sheng, rasa Dharma yang sangat kental, melangkah di jalan pulang, menantikan hari esok untuk lanjut menyimak Dharmadesana Dharmaraja Lian Sheng.

---------------------------------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

全球真佛宗眾上師、教授師、法師、講師、助教暨全球弟子,萬眾一心,持誦 瑤池金母心咒,同心祈願 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。