26 April 2026 Liputan Upacara Homa Mahadewi Yaochi di Rainbow Temple

26 April 2026 Liputan Upacara Homa Mahadewi Yaochi di Rainbow Temple

Liputan TBSN Lianhua Li Hua (蓮花麗樺)

Pada 26 April 2026, Rainbow Temple di Seattle, Amerika Serikat, dengan tulus mengundang Dharmaraja Lian Sheng untuk memimpin Upacara Homa Mahadewi Yaochi. Setelah Homa selesai sempurna, Dharmaraja memberitahukan bahwa hari minggu depan, tanggal 3 Mei, pukul tiga sore akan diselenggarakan Upacara Homa Bhagavati Cundi. Dharmaraja secara langsung melantunkan Mantra Hati Bhagavati Cundi: “Om. Zhe Li. Zhu Li. Zhun Ti. Suo Ha.” dan memperkenalkan mudra Bhagavati Cundi yaitu Mudra Dharani.

Lima Sesepuh Taoisme dan Panca Dhyani Buddha: Kedudukan Mahadewi Yaochi Sangat Mulia

Dharmaraja menyebutkan bahwa Taoisme memiliki Lima Sesepuh, yang masing-masing berkaitan dengan Panca Dhyani Buddha. Di antaranya, tengah adalah Huang Lao (berkaitan dengan Buddha Vairocana), timur adalah Donghua Dijun atau Mugong (berkaitan dengan Buddha Aksobhya), barat adalah Mahadewi Yaochi atau Jinmu (berkaitan dengan Buddha Amitabha), selatan adalah Huode, dan utara adalah Shuijing.

Dharmaraja secara khusus menekankan bahwa Mahadewi Yaochi atau Xiwangmu memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Taoisme, menempati peringkat utama di antara para dewa. Dalam pandangan agama Buddha Tibet, Bhagavati tingkat tinggi seperti Dorje Phagmo atau Vajravarahi dan Vajrayogini, juga dipandang sebagai emanasi Mahadewi Yaochi. Dharmaraja mengutip Sutra Sejati Pembebasan Samadhi Prajna Purna Mahadewi Yaochi, menyatakan bahwa jing, qi, dan shen dalam Taoisme dan prana, nadi, serta bindu dalam bhavana Tantrayana pada hakikatnya memiliki prinsip yang sama, semuanya adalah Triratna dalam bhavana.

Berbicara tentang masyarakat saat ini yang mengejar kekayaan, Dharmaraja dengan humor menyebutkan bahwa beberapa umat di Taiwan dengan hormat menyebut Mahadewi Yaochi sebagai Mahadewi Pohon Uang. Dharmaraja menyatakan bahwa ini sebenarnya adalah upayakausalya dalam Buddhadharma, seperti pepatah yang mengatakan: pertama-tama memancing mereka dengan keinginan, baru kemudian membimbing mereka masuk ke dalam jalan Buddha. Melalui sadhana Dewa Rezeki untuk memenuhi keinginan bertahan hidup dari semua makhluk, dan kemudian membimbing mereka memasuki tingkatan Buddhadharma yang tanpa klesa. Dharmaraja dengan terus terang mengatakan bahwa meskipun tanpa keinginan berarti tanpa penderitaan, tetapi sadhaka tetap perlu mempertahankan keinginan bertahan hidup yang mendasar, seperti makan minum dan tidur, barulah dapat berjalan dan berbhavana di dunia ini.

Pola Makan Dharmaraja Berubah Drastis Setelah Sakit:
Dari Tidak Makan Ikan Menjadi Setiap Makan Ada Ikan

Dharmaraja di dalam Upacara juga membagikan kondisi tubuhnya baru-baru ini setelah dirawat dan keluar dari rumah sakit. Yang mengejutkan adalah, Dharmaraja di masa lalu tidak suka makan ikan karena bau amisnya, namun setelah keluar dari rumah sakit kebiasaan makannya berubah sama sekali, berubah menjadi setiap makan ada ikan, dan sebaliknya kehilangan minat pada daging.

Dharmaraja sambil tersenyum mengatakan bahwa ini mungkin berhubungan dengan transfusi darah selama masa rawat inap, juga menyebutkan bahwa ini mungkin adalah reaksi alami setelah keadaan fisiologis berubah. Selain itu, mengenai perubahan berat badan, Dharmaraja menyatakan bahwa sebelumnya mengonsumsi terlalu banyak telur dan yogurt setiap hari, yang menyebabkan berat badan bertambah, setelah porsinya dikurangi baru-baru ini telah turun kembali menjadi 144 pon. Dharmaraja berpendapat bahwa berat badan harus dipertahankan proporsional, terlalu berat akan menambah beban pada kaki, sedangkan terlalu kurus akan kurang berwibawa, yang paling penting adalah menjaga seluruh tubuh tetap rileks dan terhindar dari pegal linu. Dharmaraja juga secara khusus berpesan kepada para umat yang hadir di lokasi maupun yang menyaksikan secara daring, bahwa berhati-hati saat melangkah dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang sangat penting. Dharmaraja menjelaskan, setelah anak kecil jatuh tulangnya dapat pulih dengan cepat, namun tulang lanjut usia rapuh dan sudah kaku, sekali jatuh hingga terjadi patah tulang, proses pemulihannya akan sangat berat.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan

Dalam sesi Interaksi Adalah Kekuatan, siswa dari Taiwan bertanya:
Membeli buku karya Dharmaraja Lian Sheng pahalanya sama dengan pahala memberikan persembahan kepada Mahaguru, apakah konsep ini benar?

Saat menjawab, Dharmaraja mengatakan dengan terus terang bahwa dirinya biasanya paling tidak suka membicarakan dua kata pahala, karena bhavana yang sesungguhnya tidak seharusnya dipaksakan demi mengumpulkan poin. Terkait pernyataan beli buku sama dengan memberikan persembahan, Dharmaraja menyatakan bahwa jika membeli buku namun hanya ditumpuk di rumah tanpa dibaca, atau membelinya dengan mentalitas transaksional, maka maknanya akan sangat berkurang.

Janganlah memperhitungkan pahala besar, pahala kecil, atau setara, biarkan Langit yang menghitungnya, jangan kita yang menghitung. Dharmaraja mengutip pandangan Guru Yin Shun dan menyatakan bahwa makna asli ajaran Buddha bukanlah mengajarkan orang untuk menghitung pahala. Terlepas dari apakah itu memberikan persembahan kepada Mulacarya, anggota Sangha, orang miskin, atau orang sakit, asalkan menganggap hal tersebut adalah baik dan bermakna, lakukan saja, tidak seharusnya dicatat di dalam hati.

Berkah Tidak Akan Sia-Sia: Perbuatan Baik Secara Alami Akan Mendapat Balasan

Dharmaraja Lian Sheng lebih lanjut menguraikan prinsip berkah tidak akan sia-sia, yang artinya asalkan memberi dengan tulus, energi kebaikan ini secara alami akan kembali kepada diri sendiri. Bhavana seharusnya mengejar tingkatan tanpa wujud seperti yang dikatakan oleh Taoisme atau Tantrayana, ketika seseorang mampu benar-benar tanpa keinginan egois dan tidak memperhitungkan balasan, klesa secara alami akan berkurang. Dharmaraja menyemangati para siswa, jika membeli buku karya Dharmaraja Lian Sheg dapat membacanya sendiri dan mendapatkan manfaat, atau menghadiahkannya kepada orang lain untuk menjalin jodoh, perbuatan baik ini sendiri sudah memiliki makna, tidak perlu terbelenggu dengan apakah pahalanya setara dengan bentuk persembahan lainnya.

Berbicara Singkat Mengenai Silsilah Tibet:
Jejak Manifestasi Welas Asih Bodhisatwa Avalokitesvara

Dharmaraja Lian Sheng menyebutkan bahwa Agama Buddha Tibet, dari masa penyebaran awal oleh Guru Padmasambhava, hingga masa penyebaran akhir setelah Yang Mulia Atisha memasuki Tibet, telah membangun sistem Sutra, Vinaya, dan Abhidharma yang ketat. Bodhipathapradipa karya Yang Mulia Atisha dan Lamrim Chenmo karya Je Tsongkhapa kemudian, keduanya adalah karya tulis penting yang berpengaruh besar.

Tibet dipandang sebagai wilayah Pembabaran Dharma Bodhisatwa Avalokitesvara. Baik itu Raja Songtsen Gampo, atau banyak Mahasiddha dalam sejarah Tibet, sebagian besar dipandang sebagai titisan Avalokitesvara. Dharmaraja menggunakan hal ini untuk mengingatkan khalayak bahwa penyebaran Buddhadharma di dunia memiliki upayakausalya dan nidananya tersendiri, para siswa seharusnya belajar semangat welas asih Bodhisatwa, dan bukannya hanya meneliti secara mendalam pada wujud pahala.

◎ Pengulasan Sutra Surangama, Bab 4

Setelah menjawab pertanyaan siswa, Dharmaraja melanjutkan Dharmadesana Sutra Surangama Bab Keempat, isi sutranya adalah sebagai berikut:

“Ananda. Engkau membina Bodhi, jika tidak mengamati akar klesa secara saksama, maka tidak akan bisa mengetahui di mana letak kebingungan antara indra dan objek yang semu. Jika letaknya saja tidak diketahui, bagaimana bisa menaklukkan dan mencapai tingkat Tathagata. Ananda. Engkau perhatikan orang di dunia yang melepas simpul, jika tidak melihat letak simpulnya, bagaimana tahu cara melepasnya. Belum pernah terdengar angkasa hancur olehmu. Mengapa demikian. Karena angkasa tidak berwujud, tidak ada simpul maupun pelepasan. Maka indra mata, telinga, hidung, lidah, serta tubuh dan pikiranmu saat ini, keenamnya menjadi perantara pencuri, merampok pusaka rumah sendiri. Karena inilah dunia semua makhluk sejak masa tanpa awal, terbelenggu sehingga tidak dapat melampaui dunia materi.”

Dharmaraja mengutip ajaran Buddha kepada Ananda: “Jika tidak mengamati akar klesa secara saksama, maka tidak akan bisa mengetahui di mana letak kebingungan antara indra dan objek yang semu. Beliau menjelaskan, semua makhluk melalui mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran (enam indra) bersentuhan dengan dunia luar (enam objek indra), sehingga timbul berbagai kesadaran yang semu. Persepsi indra ini tampak nyata, namun sebenarnya memiliki kemunculan dan kelenyapan.”

Dharmaraja Lian Sheng memberikan perumpamaan yang hidup, bahwa enam indra ini bagaikan pencuri rumah, yang tanpa disadari akan mencuri Batin Sejati Terang nan Luhur yang semula dimiliki oleh semua makhluk. Karena melekat pada kepalsuan yang dibawa oleh indra ini, semua makhluk terbelenggu oleh rintangan karma, sehingga selamanya tidak dapat melampaui dunia materi yang berwujud, dan terus berputar dalam samsara.

Jalan Melepas Simpul:
Dari Muncul-Lenyap yang Berwujud Memasuki Angkasa yang Tanpa Wujud

Dharmaraja menganalisis, untuk melepas simpul dalam batin, harus melihat terlebih dahulu di mana letak simpul tersebut. Namun, tingkatan bhavana yang tertinggi adalah meneladani angkasa. Dharmaraja menunjukkan bahwa angkasa tidak berwujud dan tidak berfenomena, tidak peduli kilat dan guntur atau awan yang datang dan pergi, semuanya adalah perubahan muncul dan lenyap di dalam angkasa, hanya angkasa itu sendiri yang tidak berubah, tidak rusak, dan tidak ada simpul yang perlu dilepas.

Asalkan berhasil membina hukum tanpa atribut, sunyata, dan asamskrta dharma, pada dasarnya tidak ada simpul, juga tidak perlu dilepas. Dharmaraja menyemangati khalayak, jika dapat melenyapkan klesa yang mendasar, kembali ke keheningan nirwana yang tanpa lahir dan tanpa mati seperti angkasa, maka Batin Sejati Terang nan Luhur akan muncul dengan sendirinya. Dharmaraja berterus terang bahwa seiring dengan pendalaman bhavana, terkadang akan memasuki tingkatan di mana sama sekali tidak tertarik lagi pada nama dan keuntungan duniawi, uang, bahkan materi (seperti berlian dan emas). Mengenai hal ini, Mahadewi Yaochi pernah memberikan petunjuk dengan welas asih: “Lakukanlah apa yang kamu suka lakukan!”

Dharmaraja menyadari bahwa bhavana bukan berarti hidup dengan hambar dan tidak menarik, melainkan menemukan ketertarikan di dalam ketidaktertarikan. Beliau mendefinisikan ketertarikan ini sebagai memberi manfaat bagi orang lain—memberikan kebahagiaan kepada orang lain dan mengurangi penderitaan orang lain, inilah praktik dari maitri, karuna, mudita, dan upeksa. Dharmaraja secara humor menyatakan, meskipun melihat perilaku semua makhluk tidak berkenan di mata, juga dapat menerimanya dengan hati yang biasa bahwa semua makhluk memanglah demikian, lalu beralih mencari kegembiraan dalam keharmonisan diri sendiri dan orang lain.

Di penghujung upacara, Dharmaraja Lian Sheng melihat grup umat dari Singapura, Vihara Vajragarbha Da Yi Taiwan, dan tempat lainnya, serta mengungkapkan kegembiraan yang tulus. Setelah mengakhiri Dharmadesana yang luar biasa, Dharmaraja dengan welas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Istadewata Mahadewi Yaochi dan Delapan Maha Sadhana Mahadewi Yaochi kepada siswa yang hadir, upacara pun berakhir dengan sempurna.

---------------------------------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

#MahadewiYaochi
Istadewata Homa minggu depan #BhagavatiCundi

全球真佛宗眾上師、教授師、法師、講師、助教暨全球弟子,萬眾一心,持誦 瑤池金母心咒,同心祈願 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。