3 Mei 2026 Liputan Upacara Homa Mahadewi Yaochi di Rainbow Temple

3 Mei 2026 Liputan Upacara Homa Mahadewi Yaochi di Rainbow Temple

Liputan TBSN Lianhua Yun Shen (蓮花云紳)

Pada 3 Mei 2026, Rainbow Temple dengan tulus mengundang Dharmaraja Lian Sheng, untuk memimpin Upacara Homa Namo Bhagavati Cundi.

Dharmaraja pertama-tama memberitahukan bahwa hari Minggu depan adalah Upacara Homa Bodhisatwa Avalokitesvara Raja Agung. Dharmaraja menyebutkan bahwa pada masa awal kitab suci pertama yang diberikan oleh Kepala Wihara: Biksu Hui Ling di Kelenteng Yu Huang, adalah Sutra Raja Agung Avalokitesvara, di mana Dharmaraja paling menyukai kalimat: “Memadamkan penderitaan hidup dan mati, melenyapkan segala mara bahaya dan racun.”

Di dalam sutra terdapat Asta Maha Bodhisatwa, para Buddha trikala, para Buddha sepuluh penjuru, ratusan ribu koti laksa Buddha, dan juga ratusan juta Bodhisatwa, serta kematian dapat berubah menjadi kehidupan. Ada orang yang mengatakan bahwa Sutra Raja Agung bukan disabdakan oleh Buddha, melainkan sutra yang diajarkan melalui mimpi, tetapi orang zaman dahulu setelah membacanya, memang benar-benar mematahkan golok berkeping-keping, api tidak dapat membakar, air tidak dapat menenggelamkan. Saat gempa bumi besar 921 di Taiwan, wihara-wihara di sekitar Taiwan Lei Tsang Temple semuanya runtuh, hanya Taiwan Lei Tsang Temple yang berdiri tegak dan tidak runtuh, ini juga merupakan kekuatan Bodhisatwa Avalokitesvara Raja Agung.

Dharmaraja kemudian memperkenalkan Istadewata utama upacara kali ini yakni Bhagavati Maha Cundi, merupakan Istadewata utama yang sangat dijunjung tinggi oleh Tantra Gunung Tiantai dan aliran Shingon, juga merupakan salah satu emanasi Bodhisatwa Avalokitesvara, bisa dijadikan sebagai Istadewata, juga bisa dijadikan sebagai Dharmapala.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan

Siswa dari Amerika bertanya,
1. Tubuh penjelmaan Dewi Mamo, Iblis Wanita Suojibuzhi, Ibu Loka Keadilan Raksasi, secara umum dihormati dengan gelar-gelar tersebut, Vajrini yang tertawa di siang hari, saat fajar Cermin Kesempurnaan Dakini, pada malam hari Mahesvari leluasa, Dewi Kemakmuran Suojibuzhi, karma dan tekad masa lampau, matang pada saat ini mengumpulkan satu ikrar, dengan sungguh-sungguh dan lantang memanggil Anda, memohon dengan cepat turun ke sini.
(Seperti pada kalimat pertama apakah berarti Drashi Lhamo adalah penjelmaan dari Dewi Mamo? Siapakah Dewi Mamo? Siapa Suojibuzhi? Loka Keadilan merujuk pada apa? dan lain-lain)

2. Mengingat arah utara adalah tempat tinggal Dewa Rezeki Tantra, lalu pada saat menekuni Sadhana Dewa Rezeki dan melafalkan Mantra Hati miliknya, apakah menghadap ke utara akan lebih baik?

3. Lalu bagaimana dengan Mahadewi Yaochi? Pada saat menekuni Sadhana Mahadewi Yaochi Segera Makmur, apakah seharusnya menghadap ke barat?

4. Padmakumara berada di alam suci Buddha Amitabha, jadi pada saat menekuni Sadhana Yoga Padmakumara, apakah kita juga seharusnya menghadap ke barat?

Dharmaraja Lian Sheng menjawab, menurut aliran Tantra, sebagian besar mengutamakan Vaisravana, itu sama dengan sebuah sebutan umum, jadi menekuni Sadhana Dewa Rezeki, Anda menghadap ke arah utara. Jika Anda ingin terlahir di barat, maka Anda menekuni Avalokitesvara, Amitabha, Mahastamaprapta, tentu saja menghadap ke barat adalah yang terbaik. Tetapi meskipun Anda menghadap ke timur, tetap sama akan dijemput. Karena kekuatan wibawa Buddha Bodhisatwa adalah tak terhingga, Beliau tidak memedulikan alam mana pun, Beliau semuanya dapat membantu menjemput Anda, jadi menuju arah mana pun, tidak diperhitungkan. Dan Anda menekuni Sadhana Dewa Rezeki, kekayaan datang dari utara, maka tentu saja Anda bersikap hormat ke arah utara, Drashi Lhamo juga mengarah ke utara, maka Anda menghadap ke utara.

Mengenai Mamo, dalam agama Hindu ada yang disebut Dewa Kama, Dewa Kama, adalah tergolong dewa cinta dan hasrat. Manusia pada dasarnya dilahirkan dari cinta dan hasrat, terlebih lagi pada tubuh setiap orang semuanya dipenuhi dengan cinta dan hasrat, yaitu cinta dan keinginan. Makmur mendadak, adalah hasrat. Maka bhavana, harus sebisa mungkin mengurangi hasrat dan tahu merasa puas. Apa yang disebut dengan Mamo? Yaitu Dewi Mamo, yang dijelmakan oleh Dewi Mamo, jika Anda mencari di kamus agama Buddha, di dalamnya akan menjelaskannya kepada Anda dengan jelas, yang tergolong dalam jenis hantu dan dewa, semuanya disebut Mamo, merupakan dewa dan juga hantu, disebut manusia setengah dewa. Suojibuzhi adalah nama masa kehidupan lampau dari Drashi Lhamo. Ibu Loka Keadilan Raksasi, Beliau adalah raksasi yang memiliki keadilan.

Sadhana Mahadewi Yaochi Segera Makmur, Mahadewi Yaochi sangat agung, Mahadewi Yaochi berada di puncak Gunung Kunlun arah barat, di atas angin surga, maka Anda menghadap ke arah barat ini. Padmakumara adalah alam suci Buddha Amitabha, juga berada di barat. Tetapi Buddha Bodhisatwa tidak memperhitungkan, enam alam samsara semuanya diterima, arah mana pun alam mana pun, semuanya diterima, itu baru disebut setara dan lurus, tidak lagi memperhitungkannya.

◎ Pengulasan Sutra Surangama, Bab 4

Selanjutnya, Dharmaraja melanjutkan penjelasan Sutra Surangama Bab Keempat:

“Ananda! Engkau kembali di dalamnya, menetapkan keunggulan dan kelemahan. Seperti mata melihat, belakang gelap depan terang, arah depan terang sepenuhnya, arah belakang gelap sepenuhnya. Melihat ke samping kiri dan kanan, dua pertiga, secara keseluruhan mengenai yang dilakukan, jasa kebajikan tidak utuh. Tiga bagian disebut jasa kebajikan, satu bagian tiada jasa kebajikan, patut diketahui mata hanya delapan ratus jasa kebajikan. Seperti telinga mendengar sekeliling, sepuluh penjuru tiada yang terlewat, bergerak baik dekat maupun jauh, diam tiada batas, patut diketahui indra telinga, sempurna seribu dua ratus jasa kebajikan. Seperti hidung membaui, mengalirkan napas keluar masuk, ada keluar ada masuk, namun kurang pertukaran di tengah, diuji pada indra hidung, dari tiga bagian kurang satu, patut diketahui hidung hanya delapan ratus jasa kebajikan.”

“Seperti lidah menyebarluaskan, mencakup sepenuhnya kebijaksanaan duniawi, maupun kebijaksanaan melampaui duniawi. Perkataan ada batas arahnya, kebenaran tiada habisnya, patut diketahui indra lidah, sempurna seribu dua ratus jasa kebajikan. Seperti tubuh merasakan sentuhan, mengenali pertentangan dan kesesuaian, saat menyatu dapat merasakan, saat berpisah tidak tahu, berpisah adalah satu, menyatu adalah ganda. Diuji pada indra tubuh dari tiga bagian kurang satu. Patut diketahui tubuh hanya delapan ratus jasa kebajikan. Seperti pikiran menampung dalam diam, sepuluh penjuru tiga masa, segala sesuatu di duniawi, maupun Dharma melampaui duniawi, baik suci maupun awam, tiada yang tidak tertampung, hingga batas akhirnya. Patut diketahui indra pikiran, sempurna seribu dua ratus jasa kebajikan.”

Dharmaraja beranggapan bahwa bagian ini ada sedikit masalah, karena ini sama sekali tidak perlu memperhitungkan berapa banyak jasa kebajikan. Dharmaraja menjelaskan teks Sutra: Di dalam hal ini, Anda wajib menentukan keunggulan dan kelemahan dari enam indra. Menetapkan keunggulan dan kelemahan, ada yang sempurna, ada yang memiliki kekurangan.

Seperti mata melihat, belakang gelap depan terang. Arah depan terang sepenuhnya. Arah belakang gelap sepenuhnya. Melihat ke kiri dan kanan dua pertiga, secara keseluruhan mengenai yang dilakukan, jasa kebajikan tidak utuh. Tiga bagian disebut jasa kebajikan. Satu bagian tiada jasa kebajikan. Patut diketahui mata hanya delapan ratus jasa kebajikan.

Yang kita lihat di depan adalah terang, di belakang tidak terlihat maka disebut gelap, ini adalah kekurangan mata. Anda tiga bagian berjasa kebajikan, satu bagian tidak memperoleh, mata hanya memiliki delapan ratus jasa kebajikan. Tetapi Sutra Saddharmapundarika tidak mengatakannya seperti ini, Sutra Saddharmapundarika mengatakan, semuanya adalah seribu dua ratus jasa kebajikan, mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran masing-masing seribu dua ratus jasa kebajikan, tidak ada mengatakan delapan ratus jasa kebajikan, ini tidak tahu bagaimana kejadiannya, sutra itu mengatakan jasa kebajikan mata. Anda hanya bisa melihat 180 derajat, jadi hanya ada delapan ratus jasa kebajikan ini.

Seperti telinga mendengar sekeliling, sepuluh penjuru tiada yang terlewat, bergerak baik dekat maupun jauh, diam tiada batas, patut diketahui indra telinga, sempurna seribu dua ratus jasa kebajikan.

“Telinga Anda dapat mendengar sepuluh penjuru, indra telinga memiliki seribu dua ratus jasa kebajikan.”

Seperti hidung membaui, mengalirkan napas keluar masuk, ada keluar ada masuk, namun kurang pertukaran di tengah, diuji pada indra hidung, dari tiga bagian kurang satu, patut diketahui hidung hanya delapan ratus jasa kebajikan.

Bagaimana dengan hidung? Adalah membaui, hidung mengalirkan napas keluar masuk, meskipun ada keluar ada masuk, yang masuk maka Anda dapat membauinya, masuk ke dalam hidung Anda. Asalkan Anda memencet hidung Anda, maka sudah tidak dapat membauinya lagi. Jadi beberapa yang jauh Anda tidak dapat membauinya, yang dekat kalian dapat membauinya, jadi sutra tersebut mengatakan hidung hanya ada delapan ratus jasa kebajikan.

Seperti lidah menyebarluaskan, mencakup sepenuhnya kebijaksanaan duniawi, maupun kebijaksanaan melampaui duniawi. Perkataan ada batas arahnya, kebenaran tiada habisnya, patut diketahui indra lidah, sempurna seribu dua ratus jasa kebajikan.

Lidah, dapat membicarakan kebijaksanaan melampaui duniawi, suara berbicara ini ada jangkauannya, tetapi kebenarannya tiada habisnya. Jadi indra lidah sempurna seribu dua ratus jasa kebajikan.

Seperti tubuh merasakan sentuhan, mengenali pertentangan dan kesesuaian, saat menyatu dapat merasakan, saat berpisah tidak tahu, berpisah adalah satu, menyatu adalah ganda. Diuji pada indra tubuh dari tiga bagian kurang satu. Patut diketahui tubuh hanya delapan ratus jasa kebajikan.

Tubuh itu memiliki indra perasa, yaitu indra peraba, Anda tidak menyentuh, maka Anda tidak ada perasaan. Karena ada sentuhan, hal semacam itu disebut indra peraba. Berpisah, maka Anda tidak ada perasaan lagi; menyentuh, maka Anda ada perasaan, berpisah maka tidak ada perasaan, ini diuji pada indra tubuh, jadi masih memiliki kekurangan, maka jasa kebajikan hanya delapan ratus.

Seperti pikiran menampung dalam diam, sepuluh penjuru tiga masa, segala sesuatu di duniawi, maupun Dharma melampaui duniawi, baik suci maupun awam, tiada yang tidak tertampung, hingga batas akhirnya. Patut diketahui indra pikiran, sempurna seribu dua ratus jasa kebajikan.

Dan juga indra pikiran, daya ingat, sebenarnya banyak hal mengandalkan pikiran, mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, semuanya terpadu bersama dengan pikiran, jadi pikiran adalah seribu dua ratus jasa kebajikan. Bagian ini saya merasa agak kurang rasional, mengapa? Enam indra bekerja bersamaan, enam indra saling merespons, tetapi jika Anda tidak suci, Anda sama sekali tidak memiliki jasa kebajikan; jika dapat suci maka adalah jasa kebajikan.

Sutra Saddharmapundarika pernah menyebutkan seribu dua ratus jasa kebajikan, Sutra Mahesvararaja juga pernah menyebutkannya, Sutra Avatamsaka juga pernah menyebutkannya satu kali, berbagai sutra semuanya seribu dua ratus jasa kebajikan, mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran, tidak pernah mengatakan delapan ratus jasa kebajikan, sebenarnya seharusnya semuanya seribu dua ratus jasa kebajikan. Sutra Surangama di sini mengatakan delapan ratus jasa kebajikan tidak tahu siapa yang mengubahnya? Siapa yang memasukkannya?

Dharmaraja menyimpulkan: Enam indra saling digunakan bersamaan, menjadi suci, maka adalah jasa kebajikan; Anda tercemar debu, maka tiada jasa kebajikan, malah menjadi rintangan, merintangi bhavana Anda. Mata melihat yang tidak seharusnya dilihat; telinga mendengar yang tidak seharusnya didengar; lidah membicarakan hal yang tidak seharusnya diucapkan; tubuh menyentuh yang tidak seharusnya disentuh; pikiran memikirkan hal-hal yang tidak karuan, Anda mengundang debu, berubah menjadi rintangan klesa Anda, sama sekali tidak ada jasa kebajikan. Satu kalimat diucapkan untuk Anda dengarkan, apa yang disebut dengan jasa kebajikan?
Mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran enam indra digunakan bersamaan memperoleh kesucian, itulah jasa kebajikan. Enam indra digunakan bersamaan, tidak memperoleh kesucian, maka adalah mengundang debu, maka bukanlah jasa kebajikan. Apa yang disebut jasa kebajikan? Memberi manfaat kepada semua makhluk itulah jasa kebajikan, yang tidak memberi manfaat kepada semua makhluk maka bukanlah jasa kebajikan, itu semua adalah penggunaan enam indra, Anda menggunakan enam indra, Anda mencemari diri Anda sendiri, maka sama sekali tidak ada jasa kebajikan. Penggunaan enam indra, Anda memperoleh kesucian, maka itu adalah jasa kebajikan.

Dharmaraja Lian Sheng juga di tempat melantunkan sebutan nama Buddha versi panjang enam huruf dan versi pendek empat huruf, kemudian bertanya balik kepada khalayak, yang mana yang lebih memiliki jasa kebajikan? Dharmaraja melanjutkan, Sama saja, hati Anda dapat menjadi tenang maka adalah jasa kebajikan; hati sangat kalut, maka bukanlah jasa kebajikan, hati dapat suci, maka adalah jasa kebajikan, perbedaannya hanya ada di sini saja. Jangan memperhitungkan delapan ratus jasa kebajikan, seribu dua ratus jasa kebajikan, tiga ratus jasa kebajikan, lima ratus jasa kebajikan, hal itu tidak perlu diperhitungkan, bagian ini adalah membicarakan jasa kebajikan.

Usai Dharmadesana, khalayak membalas dengan tepuk tangan meriah sebagai ucapan terima kasih. Selanjutnya Dharmaraja turun dari Dharmasana dan saling menyapa dengan para siswa yang daring, serta menganugerahkan Abhiseka Sadhana Bhagavati Maha Cundi kepada semua yang hadir, upacara dengan ini berakhir paripurna.

---------------------------------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

#BhagavatiCundi
Istadewata Homa minggu depan #AvalokitesvaraRajaAgung

全球真佛宗眾上師、教授師、法師、講師、助教暨全球弟子,萬眾一心,持誦 瑤池金母心咒,同心祈願 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。