16 Mei 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Padmakumara di Seattle

16 Mei 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Padmakumara di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple / Lianhua Ci Hui (蓮花慈暉)

Pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 8 malam, Dharmaraja Lian Sheng di baktisala Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, Amerika Serikat, memimpin empat kelompok siswa dari seluruh dunia untuk melakukan pujabakti Sadhana Istadewata Padmakumara, dan melanjutkan pengulasan Sutra Surangama, suasana di lokasi sangat khusyuk dan penuh sukacita.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan

Setelah pujabakti, dilanjutkan dengan sesi “Anda Bertanya – Saya Menjawab”. Seorang siswa memohon petunjuk, karena ingin mengonsumsi air fu dalam jangka panjang, ia ingin mencari metode yang lebih sehat dan dapat diterapkan dalam jangka waktu lama.

Di internet ada yang menjual kertas fu beras ketan yang dapat dimakan dan pena roti, karena khawatir pembakaran kertas fu tradisional mungkin menghasilkan zat karsinogenik, oleh karena itu bertanya apakah jika tidak dibakar, dan langsung melarutkan kertas fu beras ketan ke dalam air untuk diminum, apakah sesuai dengan tata Dharma? Atau apakah pembakaran memiliki makna khusus, dan harus melalui proses pembakaran?

Dharmaraja Lian Sheng menyatakan bahwa Beliau sendiri belum pernah melihat kertas fu yang terbuat dari beras ketan dan pena untuk menggambar fu yang bisa dimakan, lalu dengan tersenyum bertanya kepada hadirin apakah ada yang pernah memakannya.

Mengenai kekhawatiran siswa bahwa pembakaran kertas fu dapat memicu kanker, Dharmaraja Lian Sheng mengatakan, segala sesuatu berpotensi memicu kanker, fokus utamanya tetap pada kondisi fisik seseorang. Dharmaraja Lian Sheng lebih lanjut menjelaskan bahwa segala sesuatu di dunia memiliki dua sisi, tanaman apa pun bisa mengobati penyakit namun juga bisa menyebabkan penyakit, kuncinya tetap pada kondisi fisik pribadi, lingkungan, dan cara penggunaannya. Kondisi fisik, kekebalan tubuh, dan kemampuan adaptasi setiap orang berbeda-beda, obat, makanan, dan lingkungan yang sama, juga dapat menghasilkan hasil yang berbeda.

Dharmaraja Lian Sheng juga mengambil contoh perjalanannya ke India, sambil tertawa bercerita bahwa pada saat itu dari delapan belas orang yang bepergian bersama, tujuh belas di antaranya mengalami diare, hanya Beliau sendiri yang baik-baik saja, hal ini memicu tawa tanpa henti dari hadirin.

Setelah itu, Dharmaraja Lian Sheng memohon petunjuk kepada Buddha Bodhisatwa, dan jawaban yang diperoleh adalah: Masalah pada manusia menempati sembilan puluh persen, sedangkan masalah pada kertas dan pena hanya menempati sepuluh persen.

◎ Pengulasan Sutra Surangama

“Buddha memberi tahu Ananda, saat ini engkau telah mencapai buah Srotaapanna, telah memusnahkan delusi pandangan dari para makhluk di triloka, namun masih belum mengetahui kebiasaan ilusi tanpa awal yang terakumulasi di dalam indra. Kebiasaan tersebut harus diputuskan melalui bhavana. Terlebih lagi di dalamnya terdapat proses lahir, berdiam, berubah, dan lenyap, dengan jumlah bagian yang tak terhitung. Sekarang cobalah engkau amati enam indra di depanmu, apakah satu? Atau enam? Ananda, jika dikatakan satu, mengapa telinga tidak bisa melihat? Mata tidak bisa mendengar? Kepala mengapa tidak bisa berjalan? Kaki mengapa tidak bisa bicara? Seperti persamuhan hari ini, membabarkan Gerbang Dharma yang sangat halus dan gaib kepadamu, di antara enam indramu, siapa yang menerimanya? Ananda menjawab, saya mendengarnya menggunakan telinga.”

““Buddha memberi tahu Ananda, saat ini engkau telah mencapai buah Srotaapanna, telah memusnahkan delusi pandangan dari para makhluk di triloka, namun masih belum mengetahui kebiasaan ilusi tanpa awal yang terakumulasi di dalam indra.”

Buddha Sakyamuni memberi tahu Arya Ananda, engkau hari ini telah mencapai buah Srotaapanna, meskipun telah memusnahkan delusi pandangan dari para makhluk di triloka, telah memutuskan banyak delusi, tetapi, masih belum mengetahui seluruh kebiasaan yang terakumulasi dari banyak kehidupan di dalam enam indra dirimu yaitu mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran.

Arhat memiliki total empat buah pencapaian: buah pertama Srotaapanna, buah kedua Sakrdagamin, buah ketiga Anagamin, serta buah keempat Arhat. Buah Srotaapanna tergolong dalam tahap melihat jalan, setelah itu masih ada tahap membina jalan, tahap mempraktikkan jalan, dan tahap merealisasikan jalan, yang berarti empat tahapan yaitu melihat, membina, mempraktikkan, dan merealisasikan. Arya Ananda pada saat itu baru mencapai buah pertama Srotaapanna.

“Kebiasaan tersebut harus diputuskan melalui bhavana.”

Kebiasaan ini mesti melalui bhavana, baru bisa diputuskan.

“Terlebih lagi di dalamnya terdapat proses lahir, berdiam, berubah, dan lenyap, dengan jumlah bagian yang tak terhitung.”

Terlebih lagi pada saat tahap membina jalan, kebiasaan masih ada yang lahir, yang sekarang, yang berubah, dan yang lenyap, jika dibagi maka tidak akan terhitung jumlahnya.

Memulai bhavana setelah pencerahan, Arya Ananda baru saja mencapai pencerahan, masih belum membina jalan! Buddha Sakyamuni memberi tahu Arya Ananda, engkau baru mencapai tahap melihat jalan, masih sangat jauh! Di dalamnya masih terdapat banyak bhavana, engkau bahkan belum mulai membina sama sekali.

“Sekarang cobalah engkau amati enam indra di depanmu, apakah satu? Atau enam?”

Saya sekarang bertanya kepadamu, coba engkau lihat enam indra di depanmu yaitu mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran, apakah satu? Atau enam?

“Ananda, jika dikatakan satu, mengapa telinga tidak bisa melihat? Mata tidak bisa mendengar? Kepala mengapa tidak bisa berjalan? Kaki mengapa tidak bisa bicara?”

Arya Ananda, jika engkau mengatakan enam indra adalah satu, mengapa telinga tidak bisa melihat? Mata tidak bisa mendengar? Kepala tidak bisa berjalan? Kaki tidak bisa berbicara?

“Seperti persamuhan hari ini, membabarkan Gerbang Dharma yang sangat halus dan gaib kepadamu.”

Di dalam Upacara hari ini, Saya membabarkan pintu Dharma yang sangat halus dan gaib kepadamu.

“Di antara enam indramu, siapa yang menerimanya?”

Di dalam enam indramu, indra mana yang menerima Dharma yang Saya babarkan?

“Ananda menjawab, saya mendengarnya menggunakan telinga.”

Arya Ananda menjawab: Saya mendengarnya menggunakan telinga.

Sebelumnya sudah pernah disampaikan kepada semuanya, mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran apakah satu atau enam. Satu semuanya ada di dalam tubuhmu, mata, telinga, hidung, lidah semuanya ada di dalam tubuhmu, tubuh adalah badanmu, pikiran juga ada di dalam benakmu, apakah satu atau enam? Di belakang ada jawabannya, di belakang akan dijelaskan kembali apakah sebenarnya satu atau enam.

Buddha Sakyamuni mengatakan bukan satu, karena Beliau sudah bilang, jika satu, mengapa kepalamu tidak bisa berjalan? Mengapa matamu tidak bisa mendengar? Telinga tidak bisa melihat? Kaki tidak bisa berbicara? Oleh karena itu bukan satu.

Berbicara mengenai kondisi batin dalam kehidupan, Dharmaraja Lian Sheng membagikan pemahamannya setelah sakit. Pada masa pemulihan setelah operasi, Beliau sempat terjerumus dalam kondisi batin yang rendah dan kelabu. Kemudian Mahadewi Yaochi memberikan Dharmadesana: Lakukanlah hal-hal yang membuatmu bahagia dan bermakna. Dharmaraja Lian Sheng menyatakan, jika seseorang terjerumus dalam kemurungan untuk jangka waktu yang panjang, kehilangan minat terhadap segala hal, maka akan mudah terjebak di dalam zona kelabu, oleh karena itu harus menemukan kembali kebahagiaan dan makna dari dalam kehidupan.

Dharmaraja Lian Sheng juga membagikan pengalamannya mengunjungi museum Asia, menyatakan bahwa orang lain hanya melihat sekilas lalu lewat, namun Beliau sendiri bisa menulis artikel dari setiap pratima Buddha, dan setiap artefak, contohnya Dewa Kama atau dewa nafsu keinginan, patung Buddha Sakyamuni sedang berjalan, stupa sarira, dan Vaisravana, semuanya bisa menjadi topik tulisan yang menginspirasi kehidupan dan makna Zen.

Selanjutnya, Dharmaraja Lian Sheng dengan humor menyinggung tentang kebun binatang, menyatakan: Kita pergi ke kebun binatang, sebenarnya juga pergi untuk dilihat oleh hewan, kita saling melihat! Beliau juga membahas bahwa banyak Buddha Bodhisatwa memiliki hewan peliharaan, seperti Bodhisatwa Manjusri menunggangi singa, Bodhisatwa Samantabhadra mengendarai gajah putih, Bodhisatwa Ksitigarbha memiliki Diting, dan sebagainya.

Terakhir, Dharmaraja Lian Sheng dengan welas asih memberkati air Mantra Maha Karuna Dharani untuk hadirin, melakukan abhiseka pada pratima Buddha, dan memegang vyajana-camara untuk memberikan adhisthana kepada para hadirin. Di dalam suasana yang hangat dan penuh sukacita, pujabakti berakhir dengan paripurna.

---------------------------------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

全球真佛宗眾上師、教授師、法師、講師、助教暨全球弟子,萬眾一心,持誦 瑤池金母心咒,同心祈願 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。