23 Mei 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Tathagata Bhaisajyaguru di Seattle

23 Mei 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Tathagata Bhaisajyaguru Vaiduryaprabharaja di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Sabtu, 23 Mei 2026, Dharmaraja Lian Sheng yang welas asih memimpin pujabakti Sadhana Istadewata Tathagata Bhaisajyaguru Vaiduryaprabha dan mengulas Sutra Surangama. Seiring dengan lantunan suara Mantra Padmakumara yang merdu, Dharmaraja Lian Sheng berjalan perlahan dan damai memasuki baktisala, umat bersujud dengan hormat, dengan tulus mengikuti panduan pembawa acara berpartisipasi dalam pujabakti bersama.

Pujabakti berakhir dengan paripurna di bawah adhistana cahaya Buddha Dharmaraja Lian Sheng.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan

Siswa bertanya: Siswa menekuni Sadhana Bhagavati Maha Sitatapatra, setelah visualisasi tiga tahap Dharmabhava dalam tahap inti, ingin menambahkan satu tahap visualisasi: Mengundang Bhagavati, bervisualisasi dari angkasa turun cahaya putih (yaitu Bhagavati). Kemudian bervisualisasi cahaya putih memasuki cermin mantra, lalu dari cermin memantul ke atas air persembahan, sekaligus menyinari siswa, hingga cahaya putih menembus tubuh sendiri. Setelah itu merapal Mantra Hati Bhagavati Sitatapatra 108 kali, setelah sadhana paripurna meminum air persembahan ini. Mohon petunjuknya apakah visualisasi seperti ini sesuai dengan Dharma?

Dharmaraja Lian Sheng menjawab:
Visualisasi ini boleh dilakukan. Kita memiliki semacam visualisasi, di angkasa muncul Bhagavati Sitatapatra, tri cahaya mengadhistana menyinari diri sendiri, kemudian di dalam cakra anahata diri sendiri ada sebuah aksara “Om” berwarna putih dari Sitatapatra, menyambut Bhagavati Sitatapatra, “Za. Hom. Ban. Huo.” terus sampai ke cakra sahasrara, lalu turun ke dalam tubuh Anda dan menyatu dengan Anda, diri Anda sendiri pun berubah menjadi Bhagavati Sitatapatra.

Siswa bertanya:
Apa nama alam suci dari Bhagavati Sitatapatra? Apakah siswa boleh berikrar terlahir di Mahapadminiloka?

Dharmaraja Lian Sheng menjawab:
Bhagavati Sitatapatra sendiri disebut Usnisa Anuttara Sakyamuni, yaitu Buddha Sakyamuni memancarkan cahaya dari usnisa Beliau, berubah menjadi Bhagavati Sitatapatra, untuk melindungi Dewa Sakra. Jadi, alam suci Beliau seharusnya berada di alam suci Buddha Sakyamuni. Anda menekuni Sadhana Bhagavati Maha Sitatapatra hingga kontak yoga, satu Buddha kontak yoga, maka semua Buddha akan kontak yoga, Anda ingin pergi ke Buddhaksetra mana pun, termasuk Mahapadminiloka, semuanya bisa dituju.

Siswa bertanya: Apakah Bhagavati Sitatapatra memiliki metode paustika (meningkatkan berkah) dan vasikarana (cinta kasih)?

Dharmaraja Lian Sheng menjawab:
Silsilah Sadhana Bhagavati Maha Sitatapatra, ditransmisikan dari Guru Norlha kepada Biksu Liao Ming, lalu dari Biksu Liao Ming ditransmisikan kepada Dharmaraja Lian Sheng. Di antara semua sadhana agung Guru Norlha, salah satu sadhana agung adalah Sadhana Bhagavati Maha Sitatapatra. Bhagavati Sitatapatra memiliki keberuntungan dan kebijaksanaan, Sitatapatra agung bukan hanya sekadar payung putih saja, Anda dapat memvisualisasikannya terbuat dari berlian putih. Setelah Anda kontak yoga dengan Bhagavati Sitatapatra, payung ini menjadi milik Anda, inilah metode paustika.

Mengenai metode vasikarana, Anda gunakan payung berlian Anda, menempatkan diri Anda dan semua orang, termasuk keluarga Anda, kerabat, bahkan semua sesama umat, semuanya dimasukkan ke dalam payung, mendapatkan perlindungan dari pembinaan sadhana Anda. Banyak orang akan menjadi sangat baik dengan Anda, di sisi Anda, Anda juga memiliki banyak teman, inilah metode vasikarana.

◎ Pengulasan Sutra Surangama
Dharmaraja Lian Sheng melanjutkan pengulasan Sutra Surangama.

“Buddha berkata, ‘Telingamu sendiri yang mendengar, apa hubungannya dengan tubuh dan mulut? Mulut yang bertanya maknanya, tubuh yang bangkit untuk menerima dan menaati dengan hormat. Oleh karena itu, harus diketahui, yang bukan satu pada akhirnya adalah enam, yang bukan enam pada akhirnya adalah satu, pada akhirnya indramu pada dasarnya bukanlah satu atau enam. Ananda, ketahuilah bahwa indra-indra ini, bukan satu dan bukan enam, sejak masa tanpa awal, terbalik dan terus berganti, sehingga pada sifat yang bulat dan jernih sempurna, muncul makna satu dan enam. Engkau Srotaapanna, meskipun telah mencapai pelenyapan enam indra, masih belum melenyapkan yang satu. Bagaikan angkasa raya, yang berisi berbagai macam wadah, karena bentuk wadah yang berbeda-beda, maka dinamakan angkasa yang berbeda. Jika wadah disingkirkan dan memandang angkasa, maka dikatakan angkasa adalah satu. Angkasa raya tersebut, bagaimana bisa bagimu menjadi sama atau tidak sama? Apalagi jika diubah namanya menjadi satu atau bukan satu, maka engkau memahami dengan jelas, enam indra yang menikmati dan menggunakan ini, juga adalah demikian.’”

“Buddha berkata, ‘Telingamu sendiri yang mendengar, apa hubungannya dengan tubuh dan mulut? Mulut yang bertanya maknanya, tubuh yang bangkit untuk menerima dan menaati dengan hormat.’”

Buddha Sakyamuni berkata, Arya Ananda engkau menggunakan telinga untuk mendengar, ini tidak ada hubungannya dengan tubuh dan mulut. Namun, mulut juga datang untuk menanyakan maknanya, tubuh juga berdiri untuk bersujud kepada-Ku.

"Oleh karena itu harus diketahui, yang bukan satu pada akhirnya adalah enam, yang bukan enam pada akhirnya adalah satu."

Jadi, engkau seharusnya mengetahui "bukan satu pada akhirnya adalah enam", bukan "satu", dan juga bukan "enam"; "bukan enam pada akhirnya adalah satu", bukan enam, dan juga bukan satu.

"Pada akhirnya indramu pada dasarnya bukanlah satu atau enam. Ananda ketahuilah, indra ini bukan satu bukan enam."

Mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran, adalah enam indra. Mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran, bukanlah satu, bukanlah satu kesatuan, karena fungsinya berbeda, jadi bukan satu. Juga bukan enam, dan bukan enam pula, karena saling berkaitan. Keenam indra ini bukanlah enam, dan juga bukan satu, bukan satu bukan enam.

Mengapa "bukan satu bukan enam"? Karena mata hanya bisa melihat, telinga hanya bisa mendengar, mulut hanya bisa berbicara, meskipun Anda Arya Ananda telah mendengar, tetapi Anda juga bisa menggunakan mulut untuk menanyakan makna yang saya dengar, dan juga dapat berdiri dan menggunakan indra sentuhan untuk bersujud kepada Buddha Sakyamuni.

"Sejak masa tanpa awal, terbalik dan terus berganti, sehingga pada sifat yang bulat dan jernih sempurna, muncul makna satu dan enam."

Mengapa ada penjelasan perbedaan antara satu dan enam? Karena sejak awal mula tanpa awal, awal mula tanpa awal yaitu masa lalu, masa kini, masa mendatang, dalam beberapa samsara masa lalu, Anda menghasilkan enam indra ini.

Mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran dihasilkan dari delusi sejak masa tanpa awal.

"Engkau Srotaapanna, meskipun telah mencapai pelenyapan enam indra, masih belum melenyapkan yang satu."

Anda telah mencapai buah pertama Arhat yaitu Srotaapanna. "Meskipun telah mencapai pelenyapan enam indra", keenam indra ini yaitu mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran, meskipun Anda bisa melenyapkannya semua, "masih belum melenyapkan yang satu", namun "satu" yang pada dasarnya milikmu tidak bisa dilenyapkan.

Anda telah menyelesaikan sebagian, tetapi sebagian lainnya belum diselesaikan, kebiasaan buruk Anda sendiri belum diubah.

"Bagaikan angkasa raya, yang berisi berbagai macam wadah, karena bentuk wadah yang berbeda-beda, maka dinamakan angkasa yang berbeda. Jika wadah disingkirkan dan memandang angkasa, maka dikatakan angkasa adalah satu. Angkasa raya tersebut, bagaimana bisa bagimu menjadi sama atau tidak sama? Apalagi jika diubah namanya menjadi satu atau bukan satu, maka engkau memahami dengan jelas, enam indra yang menikmati dan menggunakan ini, juga adalah demikian."

Seperti hari ini mendung, kita melihat angkasa raya ini, di angkasa ada awan tidak ada matahari, Anda mengatakan angkasa adalah awan, itu adalah apa yang dilihat oleh mata Anda, salah! Mengapa? Karena besok sudah tidak ada awan, angkasa tetaplah angkasa, pada dasarnya tidak ada apa-apa, hujan, guntur, kilat dan lain-lain, semuanya adalah fenomena sementara dari angkasa, hanya lahiriah.

Mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran Anda, semuanya adalah lahiriah, Anda harus memahami ini barulah dapat mempelajari Buddhadharma. Anda melihat seorang yang sangat cantik, menoleh melihat orang lain, orang itu terlihat sangat jelek, tetapi jika Anda mengambil semua daging di tubuh orang yang cantik itu, tetap saja sebuah kerangka tulang! Setiap orang semuanya sama, hanya penampilan luarnya saja yang berbeda, bagian dalamnya pada dasarnya sama, angkasa juga seperti ini.

Katak di dasar sumur memandang langit, mengira langit itu bulat, mana ada langit yang bulat! Anda duduk di dalam bingkai persegi empat itu melihat langit, langit itu persegi empat. Padahal, langit adalah angkasa, tidak ada apa-apa, kilat, guntur, angin kencang, mendung, hujan, hujan es, turun salju, semuanya hanya fenomena sementara saja.

Semua yang dilihat oleh mata Anda, didengar oleh telinga, dicium oleh hidung, dikecap oleh lidah, dirasakan oleh tubuh, dipikirkan oleh pikiran, semuanya hanya ada di permukaan, yang benar-benar paling nyata adalah Batin Sejati Terang nan Luhur, Sifat Kebuddhaan, yang lainnya semuanya adalah palsu, hanya ada di permukaan.

Dharmaraja Lian Sheng dengan piawai menjelaskan prinsip Buddhadharma yang mendalam dengan bahasa yang mudah dipahami, seketika membuat kerisauan di dalam hati banyak orang lenyap bagaikan asap dan awan yang sirna, menjadi lapang dan penuh kedamaian.

Setelah Dharmaraja Lian Sheng selesai Berdharmadesana, Beliau memberikan Abhiseka Sarana bagi umat yang baru membangkitkan tekada Sarana, serta mengadhistana air Mantra Maha Karuna dan melakukan abhiseka pada pratima Buddha.

Di dalam baktisala bergema Mantra Hati Buddha Bhaisajyaguru yang menyentuh, para siswa beranjali dengan tulus, dengan sukacita menerima adhistana vyajana-camara dari Dharmaraja Lian Sheng, setiap siswa merasakan purifikasi tubuh dan batin, penuh dengan sukacita Dharma.

---------------------------------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。