6 Juni 2026 Liputan Pujabakti Istadewata Bodhisatwa Avalokitesvara di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple
Berita dari Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺)
Pada tanggal 6 Juni 2026, suhu di Seattle hari ini agak rendah, namun Seattle Ling Shen Ching Tze Temple tetap sangat ramai seperti hari Sabtu biasanya. Wihara cikal bakal menyambut kedatangan beberapa Acarya dan siswa dari New Jersey, Vancouver Kanada, Yan Zheng Tang Singapura, Indonesia, dan tempat lainnya. Setelah makan malam, semua orang datang lebih awal ke baktisala, menantikan untuk melakukan pujabakti bersama Buddha. Kemudian, di tengah pelantunan Mantra Hati Padmakumara yang agung, Mulacarya Silsilah Dharmaraja Lian Sheng disambut masuk. Dharmaraja Lian Sheng melangkah dengan tenang, memandang semua orang dengan penuh kasih, memasuki baktisala, lalu naik ke Dharmasana untuk memimpin pujabakti Istadewata Bodhisatwa Avalokitesvara.
Setelah pujabakti selesai, Dharmaraja Lian Sheng memberikan Dharmadesana bahwa di masa lampau Bodhisatwa Avalokitesvara adalah Tathagata Samyakdharmawidya, dan saat ini mewujud sebagai Bodhisatwa Avalokitesvara, yang kisahnya terutama bersumber dari Sutra Saddharmapundarika Bab Samantamukha Bodhisatwa Avalokitesvara. Kita semua tahu bahwa alam suci utama Beliau berada di Gunung Potalaka, namun sebenarnya Beliau juga memiliki sebuah alam suci yang disebut Alam Suci Penembusan Sempurna.
Di 88 Bodhimanda Shikoku di Jepang, terdapat Sutra Raja Agung dalam bahasa Jepang. Genghis Khan yang menguasai Kekaisaran Agung Mongol berhasil menduduki seluruh wilayah utara, dan wilayah kekuasaannya meluas hingga ke Eropa, bahkan Tibet pun berhasil dikuasai. Namun, ketika menyerang Kerajaan Xia Barat sebanyak sembilan kali, mereka tetap tidak dapat menaklukkannya. Mengapa? Karena rakyat Kerajaan Xia Barat semuanya membaca Sutra Raja Agung. Sutra Raja Agung sangat manjur dan terbukti nyata, dapat mengikis penderitaan kelahiran dan kematian, serta melenyapkan segala marabahaya dan racun; ini sangatlah penting.
Tidak peduli apakah Anda melafalkan nama Buddha Amitabha, Bodhisatwa Avalokitesvara, ataupun Bodhisatwa Mahastamaprapta, semuanya sama-sama dapat lahir di Sukhavatiloka.
Bodhisatwa Avalokitesvara adalah salah satu dari Trini Arya Sukhavatiloka, berdiri di sisi kiri Buddha Amitabha untuk membantu Buddha Amitabha. Sedangkan di sisi kanan Buddha Amitabha adalah Bodhisatwa Mahastamaprapta.
Upacara Agung kita pada bulan September tahun ini, Bodhisatwa Mahastamaprapta sebagai Istadewata. Di dalam Sutra Surangama terdapat Bab Pencapaian Sempurna Melalui Pelafalan Nama Buddha oleh Bodhisatwa Mahastamaprapta.
Mengapa disebut Mahastama? Karena Beliau secara khusus memiliki otoritas-Nya, memiliki kekuasaan yang besar. Apa pun yang ingin Anda dapatkan, Anda dapat memperolehnya. Beliau dapat membuat Anda memperoleh jabatan yang sangat tinggi. Misalnya, jika Anda ingin mendapatkan promosi jabatan, Anda harus menjadi pemohon utama kepada Bodhisatwa Mahastamaprapta.
Untuk menyeberangkan semua makhluk, seseorang harus memiliki kekuatan besar. Jika Anda fokus pada Bodhisatwa Mahastamaprapta, Anda akan mendapatkan mata kebijaksanaan dan pengamatan terang dari Bodhisatwa Mahastamaprapta, sehingga Anda akan menjadi orang yang memiliki pengetahuan agung dan kebijaksanaan agung, dan kekuasaan yang besar.
◎ Interaksi Adalah Kekuatan
Siswa bertanya: Dalam buku karya tulis Dharmaraja Lian Sheng nomor 304 yang berjudul Tanya Jawab di Bawah Pohon Pinus artikel ke-29, disebutkan mengenai penyeberangan arwah Saudara M. Karena pihak keluarga memohon penyeberangan arwah kepada Dharmaraja Lian Sheng, barulah ia mendapatkan penyeberangan arwah dari Ribuan Bahtera Dharma. Namun, karena diseret oleh arwah penasaran perempuan, ia kembali jatuh ke bawah. Mengapa arwah penasaran perempuan tersebut tidak dapat naik ke Bahtera Dharma untuk diseberangkan bersama-sama? Selain itu, pada artikel ke-25 disebutkan tentang Lianhua Ziting, ketika penagih utang karma berdatangan, semua orang segera membantu membaca Sutra dan mantra untuk Lianhua Ziting, serta memohon kepada Dharmaraja Lian Sheng. Dharmaraja Lian Sheng dengan welas asih memberikan adhisthana dengan menjamah kepala Lianhua Ziting, dan kemudian Lianhua Ziting pun sembuh. Izinkan saya bertanya, apakah para penagih hutang karma tersebut juga mendapatkan adhisthana dan penyeberangan arwah dari Dharmaraja Lian Sheng sehingga memperoleh pembebasan?
Dharmaraja Lian Sheng menjawab: Sebenarnya, penyeberangan arwah melalui Ribuan Bahtera Dharma bukanlah sesuatu yang dapat saya putuskan sendiri. Memang benar saya yang menekuni sadhana, tetapi yang mengumpulkan roh-roh halus ini untuk lahir di Sukhavatiloka adalah Bodhisatwa Ksitigarbha, bukan saya. Jika ada orang yang memohon penyeberangan arwah, selama saya berbicara dan menyanggupinya, saya pasti akan membantu menyeberangkan Anda, tetapi Bodhisatwa Ksitigarbha yang akan memeriksa dan menyeleksinya. Jika orang tersebut memenuhi syarat untuk naik ke atas Ribuan Bahtera Dharma, maka ia dapat lahir di Sukhavatiloka. Namun, masih ada yang tidak bisa pergi karena tidak termasuk dalam perintah pemanggilan dari Bodhisatwa Ksitigarbha.
Oleh karena itu, ini bukanlah masalah dari diri saya sendiri, bukan berarti Dharmaraja welas asih kepada seseorang dan tidak welas asih kepada orang lain, melainkan Bodhisatwa Ksitigarbha yang menyaring siapa saja yang memiliki kualifikasi untuk naik ke Bahtera Dharma.
Untuk menuju ke Sukhavatiloka, ada dua syarat: harus memiliki kapasitas kebajikan, dan melafalkan nama Buddha dengan segenap hati tanpa kacau. Beberapa orang jahat juga bisa pergi ke Sukhavatiloka karena menjelang ajal mereka disadarkan oleh sahabat kebajikan agar segera melafalkan nama Buddha. Seperti narapidana hukuman mati di Singapura, mereka bertobat menjelang ajal, memunculkan satu pikiran kebajikan. Karena memiliki pikiran bajik ini, mereka membaca Sutra Raja Agung dengan sekuat tenaga, bertobat, dan terus-menerus merapal Mantra Hati Guru. Setelah meninggal dan dikremasi, menghasilkan banyak sarira. Peristiwa ini sangat menggemparkan di Singapura, dan mereka semua telah sampai di Sukhavatiloka.
Di antara para Acarya kita, ada dua orang yang tidak naik ke Bahtera Dharma, yaitu mantan kepala Rainbow Temple Acarya Lian Yin dan mantan kepala True Buddha Temple Chicago Acarya Lian Long. Namun, mereka berdua juga telah sampai di tempat yang sangat baik, yaitu Alam Dewa Vaisravana.
◎ Pengulasan Sutra Surangama
“Oleh karena pergeseran antara dua kondisi seperti pemisahan dan perpaduan, di dalam keluhuran nan sempurna yang jernih mendalam timbullah kesadaran yang melekat, sari kesadaran merefleksikan sentuhan, perpaduan sentuhan membentuk indra, landasan indra dipandang sebagai empat unsur utama yang murni, sehingga dinamakan tubuh, bagaikan rongga gendang pinggang. Empat objek indra luar yang mengambang, mengalir bebas memburu sentuhan.”
Mata, telinga, hidung, dan lidah sudah dibahas semuanya, sekarang giliran membahas tentang tubuh. Buddha mengumpamakan tubuh seperti rongga gendang pinggang. Tubuh manusia yang gemuk seperti tempayan air, sedangkan yang kurus seperti batang bambu.
Sensasi tubuh terdiri atas dua jenis, yaitu berpisah dan bersentuhan. Dari mana perasaan itu muncul? Berjabat tangan, bersentuhan, maka akan ada sensasi. Jika tubuh dengan tubuh tidak bersentuhan, maka tidak akan ada sensasi.
Saat masa Sekolah Dasar, suatu kali saya pergi menonton film yang diputar oleh Perusahaan Listrik Taiwan di Distrik Gushan. Asrama kami mengirimkan sebuah kendaraan, dan semua orang berdesakan di dalam kendaraan tersebut. Kaki saya kebetulan bersentuhan dengan kaki gadis yang saya kagumi, bersentuhan terus dari asrama hingga ke Distrik Gushan, membuat saya sampai tidak tahu apa yang ditayangkan dalam film tersebut.
“Empat objek indra luar yang mengambang, mengalir bebas memburu sentuhan.”, tubuh manusia adalah seperti itu.
Betapa pentingnya tubuh ini, ia eksis di dalam kesadaran pikiran Anda sendiri, dan teks Sutra berikutnya akan membahas tentang kesadaran pikiran. Mengapa orang-orang di dunia dapat menyanyikan begitu banyak lagu cinta? Itu karena hati semua orang berada di dalam Sahaloka dan tidak mampu melampauinya. Bagi yang paham cara melampauinya, Anda akan menjadi makhluk suci; sedangkan yang tidak paham cara melampauinya, maka tetap menjadi manusia awam.
Mengenai tubuh ini, apa yang harus Anda lampaui? Anda harus melampaui enam indra, enam objek indra, dan enam kesadaran indra. Bagaimana cara melampauinya? Di dalam Sutra Surangama akan disebutkan mengenai hal ini. Buddha Sakyamuni akan menjabarkan metode bhavana Beliau, dan dua puluh lima Bodhisatwa juga akan menyebutkan metode bhavana mereka masing-masing. Menggunakan apa untuk melakukan bhavana? Menggunakan mata untuk melakukan bhavana, menggunakan telinga untuk melakukan bhavana, menggunakan hidung untuk melakukan bhavana, menggunakan lidah untuk melakukan bhavana, menggunakan tubuh Anda untuk melakukan bhavana, dan menggunakan kesadaran pikiran Anda untuk melakukan bhavana.
Dharmadesana Dharmaraja Lian Sheng meninggalkan kesan mendalam yang tak henti-hentinya dan perenungan yang mendalam bagi semua orang. Dharmasukha sangat kental, semua orang melangkah di jalan pulang dengan penuh suka cita, menantikan esok hari untuk kembali mendengarkan Dharmadesana yang luar biasa dan mendalam.
------------------------------
Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate
Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊
Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw
Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature
Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org
Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng
TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia