13 Juni 2026 Liputan Pujabakti Istadewata Bodhisatwa Ksitigarbha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple
Liputan dari Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺)
Oleh Lianhua Ci Hui (蓮花慈暉)
Pada Sabtu, 13 Juni 2026, pukul 8 malam, Dharmaraja Lian Sheng di baktisala Seattle Ling Shen Ching Tze Temple di Amerika Serikat, memimpin empat kelompok siswa dari seluruh dunia melakukan pujabakti Sadhana Istadewata Bodhisatwa Ksitigarbha. Setelah pujabakti selesai, Dharmaraja Lian Sheng memberikan Dharmadesana tentang nidana kekayaan dan pandangan bhavana, kemudian menjelaskan secara mendalam makna enam indra dari Sutra Surangama, serta mendorong khalayak untuk merenungkan batin sendiri dan berdiam pada sifat asal. Suasana di lokasi berlangsung khidmat dan penuh sukacita.
Saat membicarakan nidana kekayaan, Dharmaraja Lian Sheng sambil tersenyum mengatakan, menurut ramalan Tie Ban Shen Suan, dirinya bukanlah bernasib makmur mendadak, melainkan bertipe air mengalir perlahan dan panjang. Saat muda karena sangat membutuhkan dana untuk membeli rumah, Beliau pernah memohon kepada Mahadewi Yaochi, dan mendapat belas kasih pengecualian satu kali, melalui petunjuk dari Sudhanakumara tentang waktu yang tepat untuk jual beli, sehingga beliau dapat membeli di saat harga emas rendah dan menjualnya di saat harga tinggi. Setelah beberapa kali bolak-balik, hasilnya kebetulan cukup untuk membeli rumah pertama dalam hidupnya.
Jual beli pada masa itu semuanya dilakukan di toko emas Jinbaoshan (Magic Gold Diamond) di Taichung, sehingga menjalin persahabatan dengan keluarga toko emas tersebut. Baru-baru ini Sdri. Sufeng pergi ke toko emas ini untuk memesan hadiah ulang tahun yang akan diberikan kepada Dharmaraja Lian Sheng, keluarga pemilik toko setelah mendengar nama Dharmaraja Lian Sheng berturut-turut menyampaikan salam. Dharmaraja Lian Sheng oleh karena itu teringat kembali pada kenangan masa lalu, dan dengan sungguh hati berpesan bahwa emas, rumah, dan kekayaan semuanya adalah perpaduan nidana, yang pada akhirnya bukanlah benda nyata yang bisa benar-benar diperoleh.
◎ Interaksi Adalah Kekuatan
Dalam sesi Anda Bertanya Saya Menjawab, seorang siswa bertanya bahwa dirinya memiliki sekitar lima ratus lembar kertas mulia Wang Qi Ru Men Fu (Hawa Kemakmuran Mengalir Masuk) yang diberkati oleh Dharmaraja Lian Sheng belasan tahun yang lalu, tidak tahu bagaimana cara menggunakannya? Serta bagaimana seharusnya merespons kejadian tak terduga seperti penyerangan acak?
Dharmaraja Lian Sheng menjawab, jika itu adalah Wang Qi Ru Men Fu yang digambar oleh Dharmaraja, maka penggunaannya adalah dengan ditempel, bukan dibakar; jika itu adalah kertas mulia Wang Qi Ru Men yang dibeli di wihara, setelah Dharmaraja mengembuskan prana dan menyuruh Anda membakarnya, Anda harus segera membakarnya, Anda telah menyimpannya selama belasan tahun sehingga prana tersebut sudah tidak ada lagi. Anda sekarang memiliki lima ratus lembar, saya rasa Anda sebaiknya membakarnya saja.
Umumnya saat sembahyang membakar kertas mulia, yang diberikan untuk para Buddha dan Bodhisatwa dibakar di dalam pintu, yang diberikan untuk makhluk halus dibakar di luar pintu. Membakar kertas mulia tidak membedakan apakah mulai dibakar dari kepala fu atau ekor fu, bagaimana pun cara membakarnya terserah Anda, Anda langsung membakarnya di atas tanah juga boleh, membakarnya di dalam tungku pembakaran juga boleh, yang terbaik adalah menggunakan tungku pembakaran, pastikan jangan sampai membakar rumah. Yang dibakar untuk makhluk halus dilakukan pada sore hari, sedangkan yang dibakar untuk para Buddha dan Bodhisatwa bebas dilakukan kapan saja.
Terhadap kejadian penyerangan mendadak, jika berada di lokasi dan tidak memiliki kemampuan untuk mencegahnya, dapat merapal Mantra Peredam Bencana atau Mantra Hati Istadewata, memohon para Buddha dan Bodhisatwa mengadhisthana untuk mencegah kejadian buruk atau mengurangi cedera; jika ada yang meninggal dunia, dapat merapal Mantra Penyeberangan untuk membantu mereka terlahir di alam suci.
◎ Pengulasan Sutra Surangama
"Ananda, enam indra yang demikian ini, berasal dari pencerahan yang terang, memiliki kesadaran yang sangat terang, kehilangan pemahaman esensialnya, melekat pada khayalan dan memancarkan cahaya. Oleh karena itu, sekarang engkau terlepas dari gelap dan terlepas dari terang, tidak ada substansi penglihatan. Terlepas dari gerak dan terlepas dari diam, pada dasarnya tidak ada substansi pendengaran. Tanpa tembus dan tanpa sumbat, sifat penciuman tidak muncul."
Pengulasan Dharmaraja Lian Sheng:
Arya Ananda, enam indra yaitu mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran, pada dasarnya semuanya berasal dari Batin Sejati Terang nan Luhur yang bercahaya, namun menutupi Buddhata yang bercahaya dari kesadaran yang sangat terang ini. Kehilangan pemahaman esensialnya, menutupinya, membuangnya. Melekat pada khayalan dan memancarkan cahaya, satu pikiran khayalan merekatkan Batin Sejati Terang nan Luhur, sebaliknya membiarkan enam indra berkuasa, berubah menjadi enam jenis fungsi yaitu mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran.
Anda meninggalkan cahaya, meninggalkan kegelapan, tidak ada cahaya, tidak ada kegelapan, maka mata tidak memiliki fungsi lagi, tidak ada substansi penglihatan.
Meninggalkan gerak, juga meninggalkan diam, sama sekali tidak ada pergerakan maupun kediaman, oleh karena itu tidak ada suara sedikit pun, telinga Anda tidak memiliki fungsi apa pun.
Hidung Anda tidak tembus juga tidak tersumbat, maka indra penciuman pun hilang.
Dharmaraja Lian Sheng menunjukkan, fungsi enam indra semuanya muncul bergantung pada objek, tidak memiliki sifat asal yang nyata. Sutra Surangama melalui hal ini membabarkan kepada semua makhluk untuk merenungkan kembali batin sendiri, agar tidak terpengaruh oleh objek luar.
Buddha tidak hanya sedang menjelaskan fungsi enam indra, melainkan lebih lanjut sedang mengajarkan kepada semua makhluk bagaimana cara menarik kembali enam indra, masuk ke dalam dhyana samadhi, merenungkan sifat asal, dan memancarkan Buddhata yang pada dasarnya dimiliki.
Dharmaraja Lian Sheng lebih lanjut menunjukkan, kunci dari bhavana terletak pada beralih dari luar ke dalam, tidak hanyut mengikuti kondisi objek seperti wujud, suara, wangi dan sebagainya, maka dapat merenungkan Batin Sejati Terang nan Luhur yang pada dasarnya sudah ada.
Bhavana pertama-tama dari banyak kembali kepada satu, membuat batin fokus dan tidak kacau, mencapai satu batin yang tidak kacau; kemudian dari satu kembali kepada nol, memasuki kondisi keheningan tanpa pembedaan. Dhyana samadhi bukanlah tidur, juga bukan terjaga, melainkan kondisi kesadaran di antara terjaga dan tidur. Beliau juga mengambil Metode Dhyana Samadhi Satu Objek sebagai contoh, mengajarkan sadhaka untuk fokus pada cahaya redup di ujung hio, aroma kayu cendana, atau suara air mengalir, membuat batin terpusat pada satu kondisi, dari fokus kemudian secara bertahap memasuki keheningan, pada akhirnya merenungkan kembali sifat asal, dan memancarkan Buddhata yang semula ada.
Selanjutnya, Dharmaraja Lian Sheng dengan cara yang humoris menjelaskan bagaimana enam indra memengaruhi batin pembedaan manusia. Saat mata manusia melihat wujud luar, maka secara alami akan muncul berbagai kesan seperti indah dan jelek, asli dan palsu, suka dan duka, perasaan-perasaan ini masuk ke dalam kesadaran melalui indra mata, membentuk berbagai penilaian di dalam batin. Namun, pembedaan yang dihasilkan oleh objek luar ini, adalah perasaan yang terbentuk dari fungsi enam indra. Apa yang diajarkan oleh Buddha, tepatnya adalah melampaui kemelekatan terhadap wujud luar, sehingga kembali pada kesadaran terang benderang dari Batin Sejati Terang nan Luhur.
Dharmaraja Lian Sheng juga mengutip percakapannya dengan siswa yang menunjukkan bahwa, perasaan yang sesungguhnya tidaklah berhenti pada penampilan luar, melainkan menempatkan pihak lain di dalam hati, menempatkan di dalam hati, barulah cinta sejati.
Terakhir, Dharmaraja Lian Sheng dengan welas asih mengadhisthana air Maha Karuna Dharani untuk khalayak, mengabhiseka pratima Buddha, dan memegang vyajana-camara untuk mengadhisthana siswa yang hadir. Dalam suasana yang hangat dan penuh sukacita, pujabakti malam itu berakhir dengan sempurna.
------------------------------
Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate
Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊
Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw
Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature
Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org
Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng
TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia