14 Juni 2026 Liputan Upacara Homa Bodhisatwa Mahapratisara di Rainbow Temple

14 Juni 2026 Liputan Upacara Homa Bodhisatwa Mahapratisara di Rainbow Temple

Liputan TBSN Lianhua Li Hua (蓮花麗樺)

Pada tanggal 14 Juni 2026, Rainbow Temple Seattle dengan tulus mengundang Mulacarya Silsilah Dharmaraja Lian Sheng untuk memimpin Upacara Homa Bodhisatwa Mahapratisara. Dalam Dharmadesana, Dharmaraja untuk pertama kalinya mentransmisikan secara mendetail mudra kunci untuk menghadirkan Bodhisatwa Mahapratisara, dan memberitahukan bahwa pada hari Minggu depan akan memimpin Upacara Homa Vidyaraja Raga.

Pemberitahuan Minggu Depan:
Upacara Homa Vidyaraja Raga Memiliki Daya Tarik Besar


Dharmaraja Lian Sheng memberitahukan kepada khalayak, pada hari Minggu 21 Juni, pukul 3 sore, akan memimpin Upacara Homa Vidyaraja Raga di Rainbow Temple. Vidyaraja Raga dan Bhagavati Kurukulla adalah dua Istadewata vasikarana utama dalam Zhenfo Zong, mantra pendeknya adalah: “Hong. Zha Zhi Hong. Re.” Dharmaraja Lian Sheng menekankan, Istadewata vasikarana selain dapat memperbaiki hubungan asmara pria dan wanita, juga memiliki daya tarik massa yang sangat kuat, bagi tokoh dari berbagai kalangan yang membutuhkan daya tarik dukungan orang banyak (seperti kandidat pemilihan), ini adalah Istadewata yang sangat penting.

Kunci Menghadirkan Bodhisatwa Mahapratisara:
Mudra Kotak Sutra Tepuk Tiga Kali, Gesek Tiga Kali


Mengenai Istadewata utama pada hari itu, Dharmaraja Lian Sheng memberikan Dharmadesana bahwa Bodhisatwa Mahapratisara adalah emanasi dari Bodhisatwa Avalokitesvara, yang dapat mengabulkan harapan semua makhluk. Inti dari Sadhana Istadewata ini terletak pada Asta Mudra Mahapratisara, dan kunci setelah memperagakan delapan mudra tersebut terletak pada mudra terakhir yaitu Mudra Kotak Sutra atau Mudra Kitab Suci:

Kiat Menghadirkan di Mandala: Saat membentuk Mudra Kotak Sutra, harus menepuk tiga kali terlebih dahulu, lalu menggesek tiga kali. Tindakan ini akan menyentuh Hati Bodhisatwa Mahapratisara, Istadewata akan segera turun. Pada saat ini merapalkan mantra Istadewata “Om. Ma Ha Bo La Di. Sa Luo. Suo Ha.” untuk memanjatkan permohonan, baik santika, paustika, abhicaruka, maupun vasikarana, semuanya dapat terkabul sesuai harapan.

Kisah Santika: Dharmaraja mengutip Sutra Buddha, putra Buddha, Rahula, ketika berada dalam kandungan ibunya, pernah menghadapi bencana lubang api, dan berkat memusatkan pikiran dan merapalkan Dharani Bodhisatwa Mahapratisara, barulah lubang api tersebut berubah menjadi kolam teratai, menyelamatkan dirinya dan ibunya.

Jodoh Kehidupan Masa Lalu Berkumpul
Janji Tujuh Tahun Terjadi di Seattle


Jodoh luhur pada upacara hari itu sangat istimewa, banyak siswa yang memiliki jodoh mendalam dengan Dharmaraja Lian Sheng hadir langsung di lokasi, termasuk umat sedharma yang identitas aslinya adalah Padmakumara, yang tujuh tahun lalu berjanji di Taiwan Lei Tsang Temple untuk bertemu di Seattle; titisan dari bidadari Istana Zixia di Tempat Pemandangan Indah Sungai Langit di kahyangan; serta Putri Kecil Penghilang Gundah yang sering muncul dalam buku. Putri Kecil Penghilang Gundah bahkan mengerahkan usaha yang sangat besar, menemukan dan mempersembahkan seluruh jejak kehidupan masa muda Dharmaraja di Kaohsiung dan Taichung, lagu sekolah dari almamater Sekolah Dasar Datong, serta data tiga generasi Pendeta Su Tianming yang membaptis Dharmaraja pada masa itu, membuat Dharmaraja sangat terharu. Dharmaraja juga sekilas menyebutkan bahwa Acarya Lian He (蓮訶上師) dari Brasil, Acarya Lian Yi (蓮屹上師), Acarya Lian Qi (蓮麒上師), dan Xiao Sheng (小勝) semuanya memiliki asal-usul, serta tiga Acarya perintis yaitu Acarya Lian Huo (蓮火), Acarya Lian Shi (蓮世), dan Acarya Lian Zhu (蓮主), semuanya adalah orang-orang mulia yang memiliki jodoh kehidupan masa lalu yang sangat mendalam dan pahala besar dengan Zhenfo Zong.

Dharmaraja Lian Sheng mengungkapkan kepada khalayak, meskipun tubuh sejati Beliau hanya ada satu, tetapi emanasi beliau sering kali mengikuti siswa yang berjodoh selama dua puluh empat jam. Di mana hati saya berada, di situlah emanasi saya berada. Itu adalah emanasi dari dalam hati saya. Siswa dan tubuh sejati mungkin memiliki jarak, tetapi dengan emanasi sama sekali tidak ada jarak, asalkan siswa merindukannya, emanasi akan seketika terwujud, mendampingi seperti bayangan untuk memberi adhistana dan perlindungan.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan

Pertanyaan pertama: Siswa Singapura bertanya apakah Mahadewi Yaochi Wanfoshou Wujiyan saling bertransformasi gabungan dengan Buddha Amitabha atau Bodhisatwa Avalokitesvara Sahasrabhuja?

Dharmaraja Lian Sheng menunjukkan, dalam Sadhana Penyeberangan Ribuan Bahtera Dharma Zhenfo Zong, setiap kali Mahadewi Yaochi dan Vajra Vyaghravaktra bertindak sebagai penguasa yang memberi perintah, memimpin bahtera Dharma berlayar menuju alam suci Buddha Amitabha di Sukhavatiloka, jodoh Dharma dari kedua Istadewata ini pada dasarnya adalah satu kesatuan yang berkesinambungan.

Dharmaraja Lian Sheng mengutip penelitian akademis dan asal-usul ajaran Tantra yang menyatakan, Mahadewi Yaochi atau Maharani Barat di Pegunungan Kunlun, Xinjiang, memiliki sangat banyak emanasi, Vajrayogini di Tibet, Yeshe Tsogyal, Machig Labdron, Saraswati, bahkan Achi Chokyi Drolma dari Kagyudpa, semua adalah emanasi Mahadewi Yaochi, memiliki hubungan yang sangat mendalam dengan ajaran Tantra.

Dharmaraja Lian Sheng lebih lanjut memecahkan kode rahasia transformasi gabungan dalam satu kalimat: Mudra Bodhisatwa Avalokitesvara Sahasrabhuja dan Sahasranetra, dan Mahadewi Yaochi Wanfoshou Wujiyan sepenuhnya sama, dan mantra Mahadewi Yaochi “Om. Jin Mu Xi Di. Da Mo Xie.” di mana “Da Mo Xie” tepat merupakan mantra akhir dan nama agung Bodhisatwa Avalokitesvara Sahasrabhuja. Kedua Istadewata saling berkaitan luar dan dalam, saling bermanifestasi, sebenarnya adalah transformasi dari entitas yang sama.

Pertanyaan kedua: Menekuni Sadhana Bhagavati Sitatapatra, apakah dapat melimpahkan jasa untuk melindungi Pingalakumara dan Drashi Lhamo?

Dharmaraja mengonfirmasi melalui ramalan dewata, kemudian dengan welas asih memberikan petunjuk: Boleh, tidak perlu khawatir ada kontradiksi apa pun. Saat menekuni Sadhana Bhagavati Sitatapatra, tidak hanya dapat memohon Bhagavati melindungi Pingalakumara dan Drashi Lhamo, sadhaka bahkan dapat mengumpulkan keluarganya sendiri, seluruh keluarga besarnya, bahkan seluruh bumi dan semua makhluk, semuanya di bawah naungan Sitatapatra, menaungi dan memberi adhistana kepada mereka agar tenteram. Dharmaraja menekankan, ini adalah perwujudan cinta kasih agung yang sangat baik, sadhaka tidak perlu khawatir.

◎ Pengulasan Sutra Surangama

Mendalami Makna Sutra: Enam Pencuri Tercabut
Kembali pada Batin Sejati Terang nan Luhur


Segera setelah itu, Dharmaraja dengan luar biasa mengulas teks Sutra Surangama:

“Bukan berubah bukan hambar, pengecapan tidak menghasilkan apa-apa. Bukan berpisah bukan menyatu, kesadaran sentuhan pada dasarnya tidak ada. Tidak ada kemusnahan tidak ada kelahiran, pemahaman dan pengetahuan berada di mana. Engkau asalkan tidak mengikuti bergerak dan diam, menyatu dan berpisah, hambar dan berubah, tembus dan tersumbat, kelahiran dan kemusnahan, terang dan gelap, yang demikian adalah dua belas wujud samskrta. Ikuti dan cabut satu akar indra, terlepas dari kemelekatan dan menundukkan ke dalam kembali ke kebenaran hakiki, memancarkan terang luhur. Sifat terang memancar, kelima kemelekatan lainnya, akan tercabut dan terlepas sempurna. Bukan pemahaman yang ditimbulkan oleh debu objek luar. Terang tidak mengikuti akar indra, menumpang pada akar indra terang memancar. Oleh karena itu enam indra dapat saling berfungsi.”

Dharmaraja Lian Sheng mengulas:
Manusia melalui indra pengecap lidah baru dapat membedakan hambar, asin atau perubahan rasa, jika lidah kehilangan fungsinya, maka pengecapan tidak menghasilkan apa-apa, makan apa pun sama sekali tidak ada rasanya.

Dharmaraja mengibaratkan indah dan jelek, kotor dan bersih, di dunia semuanya adalah ilusi relatif dari indra pengecap dan persepsi. Jika lidah tidak memiliki lagi indra pengecap yang melekat, segala sesuatu pada esensinya tidak ada perbedaannya. Dengan prinsip yang sama, mengenai indra peraba dari tubuh, Dharmaraja Lian Sheng menunjukkan, terlepas dari sentuhan pada kulit, lidah, bibir, mata atau telinga, semuanya akan memancing fungsi kesadaran. Jika sepenuhnya meninggalkan kelima akar indra ini, kesadaran tidak memiliki cara untuk timbul, mencapai kekosongan dan kesucian, tidak ada kemusnahan, pun tidak ada kelahiran.

Dharmaraja Lian Sheng melanjutkan penjelasan: Buddha Sakyamuni Berdharmadesana kepada Ayushmat Ananda, asalkan tidak mengikuti dua belas macam Dharma samskrta yang berwujud, dalam dhyana samadhi ikuti dan cabut satu akar indra (seperti menutup mata memutuskan indra penglihatan, tidak mendengar memutus indra pendengaran, mengatur pernapasan, tidak memunculkan kesadaran), asalkan salah satu akar indra terlepas dari belenggu, kelima akar indra (lima kemelekatan) sisanya juga akan ikut terlepas sempurna, menundukkan dan mengembalikan kepada kebenaran hakiki.

Ketika fungsi enam indra (enam pencuri) seluruhnya tercabut dan menghilang, Batin Sejati Terang nan Luhur (Buddhata) yang tersembunyi di baliknya akan sepenuhnya memancarkan cahaya, inilah terang tidak mengikuti akar indra. Pada saat ini, enam indra sadhaka dapat saling berfungsi, di dalam samadhi yang sepenuhnya suci memunculkan cahaya bintang.

Arya Vimalakirti Mengikuti Arus Namun Tidak Tercemar
Dharmaraja Membabarkan Rahasia Emanasi Cahaya Batin


Mengenai perwujudan Dharmakaya yang diperhatikan oleh siswa, Dharmaraja mengungkapkan, banyak umat sedharma yang hadir yang memiliki jodoh mendalam dengannya pernah berinteraksi dengan Dharmakaya Dharmaraja, bahkan ada siswa yang begitu meneteskan air mata, Dharmakaya Dharmaraja akan merespons dan menampakkan diri.

Dharmaraja mengutip kisah Sutra Vimalakirti: Arya Vimalakirti memiliki istri dan dewi yang mendampingi, bahkan keluar masuk rumah bordil, namun mampu mengikuti arus tanpa tercemar, tepatnya karena Beliau telah merealisasikan Buddhata, cahaya batin memancar.

Dharmaraja dengan welas asih menyatakan, Dharmakaya Beliau sendiri juga diemanasikan dari cahaya batin. Beberapa hari lalu Arya Vimalakirti pernah menampakkan diri bermaksud membawa roh Dharmaraja pergi berkelana, tetapi hati Dharmaraja terikat pada Gurudara yang sedang sakit, merasa tanggung jawab belum selesai dan menolaknya secara halus.

Dharmaraja Lian Sheng berbicara terus terang, beliau sendiri telah mencapai pembinaan jasmani anasrava, dan dalam hal batin anasrava (menundukkan semua klesa), Dharmaraja menyemangati khalayak setelah mencapai usia tertentu harus mengerti untuk pasrah pada keadaan. Terlepas dari betapa besarnya lika-liku yang dialami dalam kehidupan, Bodhicitta selalu kokoh tidak tergoyahkan, inilah tingkatan di atas bhumi kedelapan Bodhisatwa (Acalabhumi). Asalkan merealisasikan anasrava jasmani dan batin sekaligus, emas, harta benda, ketenaran dan kekayaan di dunia, semuanya sama sekali tidak ada di dalam pandangan.

Dharmadesana Tegas Menghormati Guru dan Menghargai Dharma
Jangan Memohon Dharma Anuttara dengan Hati yang Meremehkan


Dalam Dharmadesana, Dharmaraja juga secara langka memberikan teguran keras menanggapi fenomena tidak menghargai Dharma dari sebagian umat sedharma. Dharmaraja memberikan contoh: Ada umat sedharma Malaysia yang mengirimkan 100 dolar AS meminta abhiseka 100 Istadewata, rata-rata satu dolar untuk satu abhiseka; bahkan ada yang mengirimkan 2 ringgit Malaysia, tetapi dengan serakah meminta pasang Tai Sui, pasang lampu pelita, menyemayamkan papan arwah leluhur, dan sisanya untuk persembahan kepada Mahaguru.

Dharmaraja dengan raut wajah serius memberikan petunjuk, Guru Padmasambhava pernah mentransmisikan, yang paling penting dalam bhavana terletak pada menghormati Guru, menghargai Dharma, dan tekun berbhavana. Dharma tak ternilai harganya, meskipun Dharmaraja tidak pernah menetapkan tarif, tetapi sadhaka wajib sesuai kemampuan, memahami betapa berharganya Dharma. Dalam Zhenfo Zong dari abhiseka pertama hingga abhiseka keempat Dzogchen, dan kiat lisan, semuanya telah ditulis di dalam buku, jika siswa tidak menghargai Dharma, tidak tekun berbhavana, maka tidak ada cara untuk membina pencapaian Panca Caksu dan Enam Abhijna serta Mahasiddhi Sinar Pelangi.

Kesaksian Umat Sedharma:
Drashi Lhamo Menunjukkan Mukjizat secara Diam-diam
Lancar Mengawal Pratima Kembali ke Taiwan


Setelah Dharmadesana sempurna, Dharmaraja Lian Sheng secara khusus menyerahkan mikrofon kepada sdr. Wang Hongmin (王泓閔) dari Xiang Hua Lei Zang Temple (香華雷藏寺), untuk berbagi sebuah kisah kontak batin yang tak terbayangkan dengan Drashi Lhamo.

Sdr. Wang menyatakan, beberapa hari lalu ia menerima sebuah tugas mendesak, harus mengangkut tiga pratima Drashi Lhamo yang dikirim dari Tiongkok daratan kembali ke Taiwan. Pada saat itu kebetulan sehari sebelumnya angin dan ombak terlalu besar, tiga jadwal kapal berhenti berlayar, menyebabkan Dermaga Wutong di Xiamen penuh sesak dengan lautan manusia, tiket kapal cadangan sudah antre hingga nomor 1500 lebih (di lokasi hanya baru dipanggil sampai nomor 200 lebih).

Dalam situasi buntu di mana hampir tidak mungkin untuk membeli tiket kapal dan tiket pesawat pada hari itu, sdr. Wang melalui bantuan teman agen perjalanan lokal, secara ajaib di dalam setengah jam secara bersamaan berhasil mendapatkan satu lembar tiket kapal cadangan dan satu lembar tiket pesawat cadangan. Yang lebih tak terbayangkan adalah, waktu tiket kapal dan tiket pesawat hanya berjarak 30 menit, membuatnya setelah turun dari kapal kebetulan bisa langsung menyambung tanpa jeda bergegas ke bandara, pada malam hari itu pukul setengah delapan lancar mengawal pratima kembali ke Taiwan. Perjalanan yang lancar ini, membuat umat sedharma sangat memuji bahwa semuanya adalah mukjizat yang telah diatur lebih awal oleh Drashi Lhamo.

Setelah Dharmadesana berakhir, khalayak memberikan tepuk tangan meriah sebagai ungkapan rasa terima kasih. Selanjutnya Dharmaraja Lian Sheng turun dari Dharmasana dan saling menyapa dengan siswa daring, serta menganugerahkan Abhiseka Sadhana Bodhisatwa Mahapratisara kepada khalayak yang hadir, upacara sampai di sini berakhir dengan sempurna.

------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

#BodhisatwaMahapratisara
Istadewata Homa minggu depan #VidyarajaRaga

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。