21 Juni 2026 Liputan Upacara Homa Vidyaraja Raga di Rainbow Temple
Laporan TBSN Lianhua Li Hua (蓮花麗樺)
Rainbow Temple di Seattle dengan tulus mengundang Mulacarya Silsilah Dharmaraja Lian Sheng untuk memimpin Upacara Homa Namo Vidyaraja Raga pada tanggal 21 Juni 2026. Di awal Dharmadesana, Dharmaraja terlebih dahulu menganugerahkan adhisthana: “Makmur mendadak! Makmur mendadak! Makmur mendadak!” kepada khalayak ramai, serta mengumumkan bahwa pada hari Minggu depan, 28 Juni, jam 3 sore, akan memimpin Upacara Homa Vajra Vyaghravaktra di Rainbow Temple.
Dharmaraja Lian Sheng menjelaskan secara terperinci bahwa Vajra Vyaghravaktra adalah wujud krodha dari Mahadewi Yaochi, dan juga merupakan harimau tunggangan Mahadewi Yaochi. Dalam arah lima elemen, timur berelemen kayu adalah Naga Hijau, barat berelemen logam adalah Macan Putih, Mahadewi Yaochi yang berkedudukan di barat, wujud krodhanya adalah harimau. Dharmaraja memperagakan langsung mudra Vajra Vyaghravaktra yang berupa kedua tangan menjalin jemari ke dalam, kedua ibu jari terbuka menyerupai kepala harimau, serta mentransmisikan Mantra Hati : “Om. Jin Mu. Xi Di. Hom Hom Pei.”
Membahas tentang harimau, Dharmaraja bergurau dengan jenaka tentang diri-Nya sendiri. Beliau tersenyum dan mengatakan bahwa di Afrika sebenarnya tidak ada harimau melainkan hanya ada singa, pergi ke Afrika untuk berburu harimau adalah salah kaprah, sebaliknya di rumah sudah ada harimau, yang memicu tawa dari seluruh siswa di ruangan.
Mengenai Istadewata pujabakti hari itu yaitu Vidyaraja Raga, Dharmaraja Lian Sheng menyampaikan bahwa Mantra Hati-Nya adalah “Hom. Zha Zhi Hom. Re”, Istadewata ini merupakan wujud manifestasi dari padma di dalam kalasa. Dharmaraja menunjukkan bahwa Vidyaraja Raga memiliki metode sadhana yang sangat beragam, meliputi memutus kejahatan, menggambar, air amrita, memahat rupang, metode menaklukkan mara, dan metode purifikasi, dan di antaranya yang paling penting adalah sadhana vasikarana dan metode membantu kontak yoga dengan Istadewata.
Dharmaraja Lian Sheng secara khusus mengungkapkan bahwa banyak sadhaka jika merasa sulit mencapai kontak yoga dalam penekunan Istadewata, dapat terlebih dahulu merapal mantra Vidyaraja Raga sebanyak 300.000 kali. Karena dua kata Vidyaraja Raga itu sendiri merupakan sebuah media, Vidyaraja Raga memainkan peran sebagai makcomblang besar dalam proses penekunan. Melalui perantaraan dan bimbingan-Nya, sadhaka dapat lebih mudah menghasilkan jalinan jodoh dan kontak yoga dengan Istadewata-nya sendiri.
Selain itu, Vidyaraja Raga sebagai Istadewata Vasikarana yang berwarna merah, mereka yang penekunannya sempurna dapat memperoleh cinta kasih dan keharmonisan dari khalayak ramai serta antara Guru dan murid, bahkan memiliki otoritas yang luas. Dharmaraja mengajarkan bahwa jika dalam Upacara Homa menggunakan benang sari bunga berwarna merah sebagai persembahan, dapat sangat membantu pertumbuhan kekuatan vasikarana; di kalangan umum juga terdapat metode mulia seperti metode vasikarana air yin-yang Vidyaraja Raga.
Dharmaraja bahkan bergurau mengatakan bahwa masyarakat saat ini tidak peduli apakah ingin mencalonkan diri sebagai anggota parlemen, senator, atau anggota dewan perwakilan rakyat, asalkan melibatkan pemilu dan membutuhkan jalinan jodoh publik, semuanya harus mengandalkan adhisthana dari makcomblang publik ini. Jika ingin memahami detail sadhana yang lebih terperinci, dapat mempelajari dengan saksama Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo.
◎ Interaksi Adalah Kekuatan
Siswa yang berasal dari Malaysia bertanya:
Siswa saat membalik-balik kumpulan karya tulis Dharmaraja Lian Sheng melihat, Dharmaraja Lian Sheng dalam salah satu artikel karya tulis ke-67 menyebutkan Sadhana Yoga Pertobatan Tujuh Bagian Garbhadhatu Padmakumara.
1. Dalam visualisasinya harus membentuk mudra vilepana, memohon petunjuk Mahaguru Lu bagaimana membentuk mudra vilepana ini dan pembabarannya, mengapa harus mudra vilepana?
2. Sadhana ini ditransmisikan oleh Mahaguru Lu dalam buku secara khusus ditujukan bagi siswa yang setelah berlindung pada guru tertentu kemudian bersarana ke Zhenfo Zong. Apakah siswa yang telah lama bersarana pada Dharmaraja Lian Sheng dalam Zhenfo Zong juga boleh menekuni sadhana ini?
3. Apa makna mendalam dari sadhana ini? Terima kasih atas Dharmadesana Mulacarya yang welas asih.
Dharmaraja terlebih dahulu menjawab, yang disebut tujuh bagian dalam Sutra Buddha merujuk pada tujuh jenis pertobatan, oleh karena itu makna paling inti dan paling mendalam dari Yoga Pertobatan Tujuh Bagian adalah bertobat. Meskipun sadhana ini awalnya ditransmisikan untuk siswa yang beralih bersarana ke Zhenfo Zong setelah bersarana pada guru lain, namun Dharmaraja menyatakan dengan jelas bahwa asalkan merupakan siswa yang bersarana ke Zhenfo Zong, tidak peduli berapa lama telah bersarana, tentu saja semuanya dapat menekuni sadhana ini.
Terhadap mudra vilepana yang ditanyakan oleh siswa, Dharmaraja juga memperagakan sendiri secara langsung di tempat. Dharmaraja menjelaskan bahwa biasanya dalam pancapuja meliputi bunga, dupa, pelita, teh, dan buah, saat menekuni sadhana ini, cukup membentuk mudra dupa sesuai dengan saat melakukan pancapuja biasanya.
"Di kolong langit ini hanya ada satu orang yang tidak memiliki kesalahan, tapi saya tidak akan memberi tahu siapa orangnya!" Dharmaraja Lian Sheng kemudian berkata dengan nada jenaka yang seperti biasanya, mengundang tawa riang dari seluruh hadirin.
Dharmaraja menunjukkan dengan serius bahwa semua orang di dunia memiliki kesalahan, asalkan pikiran sedikit saja tidak benar, itu berarti pikiran tidak suci; berbicara kurang tepat, berarti melakukan karma ucapan; sentuhan tubuh yang tidak patut, berarti pelanggaran dan karma jasmani. Asalkan salah satu dari jasmani, ucapan, dan pikiran melakukan kesalahan, maka harus bertobat, bukan hanya orang yang bersarana saja yang membutuhkan. Setiap orang berbuat salah setiap hari, oleh karena itu setiap hari harus melakukan pertobatan.
Dharmaraja lebih lanjut berbicara tentang pentingnya menjaga kemurnian sila. Apakah itu 250 sila bagi bhiksu yang melepaskan keduniawian, 500 sila bagi bhiksuni, atau Sila Bodhisatwa yang diterima oleh umat awam, serta lima sila dasar: menghindari pembunuhan, pencurian, asusila, kebohongan, dan mabuk-mabukan, semuanya sangatlah ketat, kurang sedikit saja tidak boleh, jika melanggar harus bertobat dengan tulus.
◎ Pengulasan Sutra Surangama
Setelah menjawab pertanyaan siswa, Dharmaraja Lian Sheng melanjutkan pengulasan mendalam Sutra Surangama Bab Keempat, dengan teks sutra sebagai berikut:
“Ananda. Jika sekarang semua indramu telah dicabut sepenuhnya, bagian dalam akan berkilau dan memancarkan cahaya. Dengan demikian, debu yang mengambang dan berbagai wujud perubahan di dunia material akan seperti air panas yang mencairkan es, dalam sekilas pikiran akan berubah menjadi kesadaran yang tiada tara.”
Dharmaraja Lian Sheng dengan welas asih mengungkapkan bahwa jika sadhaka dapat mencabut dan memutus sepenuhnya enam indra seperti mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran, Batin Sejati Terang nan Luhur (Buddhata) yang semula melekat dan tertutup secara alami akan menampilkan cahaya yang tiada tara, semua materi dan wujud ilusi palsu di dunia saha juga akan segera larut seperti air panas yang menyiram es, dan membuktikan Samyaksambodhi yang tiada tara.
Dharmaraja menggunakan perumpamaan bijaksana yang jenaka dan mengikuti jodoh seperti biasanya, membicarakan dengan jenaka kiasan sejarah "seperti air panas mencairkan es" dalam teks Sutra. Dharmaraja menunjukkan bahwa di India pada masa itu mungkin jarang ada salju, sehingga Buddha menggunakan air panas sebagai perumpamaan mencairkan es; namun saat kaca mobil membeku di musim dingin di Seattle, jika disiram air panas justru akan merusak kaca, biasanya harus menggunakan air dingin atau menaburkan garam. Dharmaraja menggunakan hal ini untuk memperluas penjelasan bahwa berbagai hukum di dunia dan "berbagai wujud perubahan di dunia material" memiliki perbedaan geografis dan etnis.
Dharmaraja Lian Sheng lebih lanjut Berdharmadesana bahwa semua makhluk di dunia saha sangat mudah menerima gangguan dari wujud perubahan duniawi, dan pengaruh-pengaruh ini semuanya masuk melalui enam indra seperti mata. Dharmaraja berbagi bahwa baru-baru ini Beliau memberkati selembar surat permohonan bantuan dari TBF, di dalam surat tersebut seorang anak kecil karena kecanduan ponsel tidak mau pergi ke sekolah, setelah orang tuanya mengambil paksa ponselnya, dia malah memilih untuk melompat dari gedung dan mengakhiri hidupnya, hal ini sangat menyedihkan. Dharmaraja menyatakan bahwa bahkan Beliau sendiri meskipun membawa ponsel Apple model terbaru, namun tidak pernah menyalakannya, sekali mengisi daya dapat digunakan selama satu tahun, oleh karena itu pasti tidak akan tersesat oleh ponsel atau komplotan penipu.
Dharmaraja Lian Sheng kemudian membandingkan "wujud perubahan duniawi" antara Timur dan Barat, serta memperbincangkan dengan menarik perbedaan efisiensi dan konsep di kedua tempat tersebut. Dharmaraja menyebutkan bahwa rumah Sdri. Fo Qing bocor dan diperbaiki selama satu tahun, mobil sport Ferrari yang dihadiahkan oleh Hanifa kepadanya harus diperbaiki selama tiga minggu karena menunggu suku cadang dari Italia, bahkan mesin pengering di rumah berulang kali diperbaiki dan berulang kali rusak hingga masa garansi berakhir.
Dharmaraja memuji bahwa di Timur terdapat insinyur rajin yang "siaga 24 jam", seperti pekerja di Taiwan dalam satu malam dapat memasang 200 ping marmer tanpa sambungan, sedangkan di Barat segala sesuatu memerlukan penantian yang panjang (everything is waiting), ini justru merupakan wujud perubahan dari keseimbangan ekonomi produksi dan konsumsi antara Timur dan Barat. Dharmaraja bahkan bergurau membicarakan budaya rumah sakit yang langsung membuang jarum suntik yang baru digunakan sekali, dan mengatakan secara langsung bahwa meskipun semua wujud perubahan di dunia material memiliki perbedaan masing-masing, namun asalkan enam indra dicabut seluruhnya, cahaya internal menonjol, maka akan dapat mengetahui segala sesuatu tanpa batas.
"Ketika pemikiranmu berubah menjadi kesadaran yang tiada tara, hatimu sendiri adalah ponsel!" Dharmaraja mengungkapkan bahwa melihat Buddha Sakyamuni yang telah wafat 2.600 tahun lalu sebenarnya sangat sederhana. Asalkan bhavana mencapai pemancaran cahaya hati, memasuki Samadhi melalui meditasi, begitu pikiran berputar, antena diri sendiri dapat terhubung dengan gelombang radio Buddha Sakyamuni, muncul dengan sangat jelas layaknya panggilan video ponsel. Sutra Satya Buddha justru berasal dari pemancaran cahaya hati seperti ini. Ketika mencapai alam ini, asalkan merindukan seseorang, pihak lain akan muncul dalam cahaya hati.
Dharmaraja Lian Sheng menggunakan hal ini untuk menyemangati semua bahwa patung kayu ukiran yang dilihat oleh mata telanjang manusia awam hanyalah "wujud palsu" lahiriah saja, hanya melalui bhavana nyata, memancarkan cahaya hati, baru dapat menembus berlapir-lapis wujud ilusi di dunia material, menyaksikan sendiri "tubuh sejati dari cahaya" yang nyata seperti para Buddha, Bodhisatwa, dan dewi yang sempurna.
Setelah Dharmadesana berakhir, semua bertepuk tangan meriah meluapkan rasa terima kasih. Selanjutnya Dharmaraja turun dari Dharmasana dan menyapa para siswa yang berpartisipasi secara daring, serta menganugerahkan Abhiseka Sadhana Vidyaraja Raga kepada semua yang hadir, upacara sampai selesai dengan sempurna.
------------------------------
Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate
Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊
Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw
Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature
Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org
Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng
TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia
#VidyarajaRaga
Istadewata Homa minggu depan #VajraVyaghravaktra