28 Juni 2026 Liputan Upacara Homa Vajra Vyaghravaktra di Rainbow Temple

28 Juni 2026 Liputan Upacara Homa Vajra Vyaghravaktra di Rainbow Temple

Berita TBSN Lianhua Li Hua (蓮花麗樺)

Rainbow Temple di Seattle pada tanggal 28 Juni 2026 dengan tulus mengundang Mulacarya Silsilah Dharmaraja Lian Sheng untuk memimpin Upacara Homa Namo Vajra Vyaghravaktra. Dalam Dharmadesana, Dharmaraja pertama-tama memberitahukan, hari Minggu depan (5 Juli) pukul 3 sore akan memimpin Upacara Homa Buddha Amitayus. Dharmaraja memperkenalkan secara rinci, wujud tubuh merah Buddha Amitayus adalah Buddha Amitabha, mudranya adalah mudra Dharmadhatu dhyana, aksara bijanya juga adalah aksara bija Buddha Amitabha, kedua tangan memegang kalasa amerta, mantranya adalah: “Om. A Ma Re Ni. Zu Wen Di Ye. Suo Ha”. Dharmaraja juga secara khusus memanjatkan syukur kepada Dharmapala Vajra Vyaghravaktra.

Malam Sebelum Upacara Kaki Kanan Mendadak Sakit Parah

Dharmaraja kemudian mengungkapkan kepada semua, sebelum naik ke Dharmasana pada upacara kemarin, saat berjalan keluar dari rumah kaki sudah agak tidak stabil. Acarya Lian Yi (蓮屹上師) dari ruang audio video yang melihat kondisi saat itu, dengan penuh perhatian memotong adegan berjalan yang tidak stabil tersebut. Dharmaraja berterus terang, meskipun kemarin memaksakan diri bertahan untuk segera mengakhiri pujabakti, tetapi begitu sampai di rumah dan selesai mandi, otot dan saraf kaki kanan tiba-tiba meradang hebat, bahkan satu langkah, setengah langkah pun tidak bisa digerakkan, bergerak sedikit saja terasa sakit.

Acarya Lian Qi (蓮麒上師) yang melayani saat itu dengan terkejut menyatakan, pada Tahun Baru Umum tahun ini Dharmaraja berbaring selama 4 hingga 5 hari, pada Tahun Baru Imlek bahkan menjalani dua kali operasi di rumah sakit, berbaring selama 20 hari, tidak disangka saat merayakan ulang tahun ternyata lagi-lagi satu langkah pun tidak bisa berjalan. Malam itu Dharmaraja kesakitan hingga duduk di kursi roda pun tidak bisa duduk dengan tenang, hanya bisa didorong kembali ke kamar untuk beristirahat. Menghadapi kondisi mengenaskan malam itu, Dharmaraja merasa sangat cemas di dalam hati, karena Rainbow Temple Seattle sudah sejak awal menerima banyak pendaftaran pemohon utama homa dari para siswa, jika keesokan harinya bahkan menyalakan api saja tidak bisa, bagaimana upacara bisa dilangsungkan?

Abdi Melindungi Sepanjang Malam
Vajra Vyaghravaktra Hadir Menganugerahkan Mukjizat


Mengingat malam saat penyakit kambuh, Dharmaraja menyatakan bahwa siswa dan anggota keluarga semuanya sangat berdedikasi. Pukul setengah dua tengah malam, Sdri. Qin, Sdri. Jiajia, Acarya Lian Qi, Acarya Lian Yi, dan Gurudara serta yang lainnya, karena mengkhawatirkan Dharmaraja, supaya Dharmaraja tidak terpeleset, mereka bersama-sama mengelap bersih seluruh lantai ruang ganti, kamar mandi, dan toilet.

Mukjizat terjadi pada pukul dua lebih tengah malam, Vajra Vyaghravaktra dari Barat yang merupakan penjelmaan dari Mahadewi Yaochi tiba-tiba hadir, mulutnya menggigit seekor ikan meminta Dharmaraja memakannya. Dharmaraja mengenang, Ikan itu sangat asin! Menggigit satu suapan rasanya benar-benar seperti garam, saya pikir pasti ini adalah ikan laut dalam. Tetapi Beliau menyuruh saya makan, saya pun memakannya. Hasilnya, Dharmaraja tertidur pulas hingga pukul 9:20 pagi, setelah bangun mencoba menggerakkan kaki, ternyata sudah sepenuhnya bisa digerakkan. Dharmaraja dengan humor berkata, Ikan asin dari Vajra Vyaghravaktra sungguh hebat, kali ini benar-benar ikan asin membalikkan badan, akhirnya saya bisa datang!

Berlatih Yoga Meregangkan Otot Penyakit Lama Kambuh
Pernah Meratap Hidup Lebih Buruk Daripada Mati


Dharmaraja lebih lanjut mengungkapkan penyebab utama penyakit kali ini. Sebelumnya demi mengobati nyeri kaki kiri, mendengarkan saran baik dari orang lain untuk berlatih yoga meregangkan otot. Dharmaraja menertawakan diri sendiri, Saya tahun ini berusia 81 tahun Masehi, 82 tahun Imlek, membuat satu kaki menjadi bentuk angka 4, lalu secara paksa menarik lutut ke dada dan menekan hingga ke dasar, hasilnya mendengar suara krek, kaki kiri meskipun sudah sembuh, tetapi menyebabkan otot dan saraf pinggang sebelah kanan meradang hebat. Dharmaraja di masa lalu pernah memiliki riwayat penyakit saraf tulang belakang menonjol, dokter saat itu pernah memperingatkan jika melakukan yoga tidak sembuh maka harus dioperasi. Dharmaraja meratap bahwa dirinya sebelumnya telah mengalami dua kali operasi, dan sangat merasakan rasa dari hidup lebih buruk daripada mati.

Memuji Abdi: Lian Yi yang Penuh Bakat
Dharmaraja Menunjukkan Sifat Asli Jujur dan Pemberontak


Dharmaraja menyebutkan, pagi ini dan siang ini, Acarya Lian Yi selalu mengambilkan obat antiradang untuk diminum oleh Beliau, dan berpesan agar setibanya di Rainbow Temple mengurangi push-up, tidak menaiki tangga. Tetapi Dharmaraja sambil tertawa menyebut dirinya sebagai Guru yang lebih pemberontak daripada siswa, malah tidak percaya hal tersebut, bersikeras melakukan 30 kali push-up, dan sebentar lagi masih akan menaiki tangga, berlatih tinju.

Dharmaraja dalam Dharmadesana juga secara khusus memuji abdi doktor medis di sisinya, Acarya Lian Yi. Mengungkapkan bahwa Lian Yi adalah seorang jenius yang sangat berwawasan dan pemberontak, pernah belajar di Rusia dan lulus dari universitas di Ukraina, menguasai bahasa Rusia, bahasa Ukraina, bahasa Norwegia, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Kanton, bahasa Tiochiu, bahasa Hakka, dan lain-lain hingga sepuluh jenis bahasa dan dialek, serta mahir bermain piano, biola, seruling, dan vokal. Dharmaraja menyatakan, dirinya dari kecil hingga besar juga sangat pemberontak, pernah tidur di ruang penyimpanan Moroki dan lemari pakaian, tidak punya uang sepeser pun namun berani mengejar cinta sejati yang murni. Dharmaraja menyemangati khalayak, Menjadi pemberontak juga bukan hal yang buruk, tetapi asalkan bertindak jujur, apa yang orang lain tidak bisa capai dalam pelatihannya, Anda bisa mencapainya.

Menekuni Sadhana Tantra dan Membuktikan Secara Nyata
Jasa Kebajikan Anasrava Adalah Nyata dan Bukan Omong Kosong


Dharmaraja Lian Sheng melalui pengalaman bhavana-nya sendiri, menyemangati seluruh siswa Zhenfo Zong. Dharmaraja menekankan, di dalam Tantra, Anasrava Dharma, Enam Yoga Sakya, Metode Phowa, Pernapasan Botol, dan Samadhi Kundalini, semuanya adalah nyata dan bukan omong kosong, saat dirinya masih muda juga pernah berlatih keras di dalam gua batu selama lima tahun baru berhasil melatih Sadhana Vajra Anasrava.

Dharmaraja menekankan, belajar Buddhadharma bukan hanya melakukan pembelajaran teori, terlebih lagi harus menggabungkan kebijaksanaan dan metode bhavana nyata secara bersamaan. Harus membina hingga memancarkan cahaya sendiri, menyimpan cahaya di alam semesta, menyatu dengan seluruh alam semesta, menembus tiga nadi dan tujuh cakra serta memancarkan cahaya, di masa depan mencapai Kebuddhaan dalam tubuh saat ini. Melepaskan tubuh jasmani, menyisakan cahaya, tidak akan berada dalam sadgati, poin inilah yang paling penting. Dharmaraja juga menjelaskan, alasan mengapa Vajra Vyaghravaktra yang bermanifestasi datang untuk menyelamatkan, adalah karena Mahadewi Yaochi menjelma menjadi salah satu dari empat hewan suci spiritual Barat yakni Vajra Vyaghravaktra. Terakhir Dharmaraja dengan bercanda menjelaskan kepada khalayak, suara Beliau hari ini agak serak, semuanya adalah karena memakan obat yang diberikan oleh Acarya Lian Yi.

◎ Pengulasan Sutra Surangama

Selanjutnya, Dharmaraja melanjutkan pengulasan Sutra Surangama bab keempat, teks sutra sebagai berikut:
“Ananda berkata kepada Sang Buddha: ‘Begawan. Seperti yang Buddha katakan, pikiran pencerahan di tahap sebab, jika ingin mencapai kediaman kekal, harus beryoga dengan beberapa istilah dalam tahap hasil. Begawan. Jika di dalam tahap hasil, Bodhi, nirwana, Tathata, Buddhata, amala-vijnana, sunya tathagatagarbha, adarsana-jnana, adalah tujuh jenis nama, sebutan meskipun berbeda, namun murni dan sempurna, substansinya padat dan kuat, bagaikan Raja Vajra, berdiam selamanya tak lapuk. Jika melihat dan mendengar ini, terlepas dari terang gelap, bergerak diam, lapang dan tersumbat, pada akhirnya tidak memiliki substansi. Bagaikan pikiran yang mengingat, terlepas dari objek luar, pada dasarnya tidak ada apa-apa. Mengapa menggunakan pemutusan mutlak ini sebagai sebab bhavana, untuk mendapatkan tujuh buah kediaman kekal Tathagata. Begawan. Jika terlepas dari terang dan gelap, penglihatan pada akhirnya adalah kosong. Jika tidak ada objek luar, pikiran akan padam dengan sendirinya. Berputar bolak-balik, dianalisis secara halus, pada dasarnya tidak ada batin saya dan objek dari batin saya, lantas siapa yang akan menetapkan sebab untuk memohon pencerahan tertinggi. Tathagata sebelumnya mengatakan bahwa intisarinya adalah murni sempurna dan kekal. Jika melanggar kata-kata yang tulus, akhirnya menjadi omong kosong belaka. Mengapa Tathagata disebut sebagai yang berucap satya. Mohon curahkan maha karuna, menyingkap tabir ketidaktahuan saya.’”

Arya Ananda Melontarkan Tidak Ada Sebab Bagaimana Ada Buah
Jawaban Akan Diungkapkan pada Kesempatan Mendatang


Dharmaraja pertama-tama memimpin semua memasuki adegan dialog Sutra Surangama. Dalam skenario tersebut Arya Ananda mengajukan keraguan di dalam hatinya kepada Buddha Sakyamuni, beranggapan bahwa Buddha di masa lalu pernah memberikan Dharmadesana sebab apa membuahkan hasil apa, dan bhavana tidak bisa menggunakan batin yang timbul dan lenyap untuk memohon tahap hasil Tathagata yang tidak timbul dan tidak lenyap.

Ananda bertanya dengan bingung, jika menurut apa yang dikatakan Buddha, harus meninggalkan objek luar seperti terang dan gelap, bergerak dan diam, lapang dan tersumbat, serta enam indra yakni mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran semuanya lenyap, kalau begitu bahkan batin yang memikirkan dan tubuh jasmani pun sudah tidak ada, sebenarnya apa yang harus diambil oleh sadhaka untuk dijadikan sebab, agar bisa mendapatkan tujuh keberhasilan suci kediaman kekal Tathagata (Bodhi, nirwana, Tathata, Buddhata, amala-vijnana, sunya tathagatagarbha, adarsana-jnana)?

Dharmaraja memuji bahwa Ananda sebenarnya bertanya dengan sangat masuk akal, Tidak ada sebab dari mana datangnya buah? Anda tidak punya perasaan, Anda melatih apa? Dharmaraja lebih lanjut membagikan saat pertama kali mengunjungi Upasaka Li Bingnan di tahun-tahun awalnya, pihak sana bertanya kepada-Nya belajar Buddha untuk apa, Beliau langsung berkata Saya ingin menjadi Buddha, inilah yang disebut punya niat dalam belajar Buddha.

Dharmaraja kemudian mengutip koan Patriark Kedua dari aliran Zen yang memohon ketenangan batin kepada Patriark Bodhidharma, menunjukkan bahwa tidak dapat menemukan batin adalah menemukan batin, menasihati semuanya jika otak tidak bisa memikirkannya maka jangan dipikirkan dulu, pulang ke rumah dan makan dengan baik. Dharmaraja sambil tertawa menyebutkan, pertanyaan yang sangat misterius ini tinggal melihat bagaimana Buddha Sakyamuni menjawabnya, jika Buddha tidak bisa menjawabnya, hari ini akan berakhir sampai di sini, di masa depan juga tidak perlu lagi melakukan puja Homa. Dharmaraja dengan nada penuh misteri menyatakan, kita bicarakan lagi lain kali, Buddhadharma itu sangat menyenangkan!

Memegang Teguh Kejujuran Menunjukkan Sifat Asli Pemberontak
Dharmaraja Menyemangati Jadikan Klesa Sebagai Kebahagiaan


Dharmaraja dengan penuh perasaan berkata, dirinya tadi malam bahkan tidak bisa berjalan satu langkah pun, hari ini malah bisa berjalan lebih jauh, hidup ini sangat menarik, menyemangati para siswa saat menemui rintangan jangan pernah berkecil hati. Meskipun dokter menggelengkan kepala dan berpesan tidak boleh berlatih tinju, Dharmaraja malah ingin menunjukkan sifat asli pemberontak, mendeklarasikan pria tua ini hari ini malah ingin berlatih tinju, karena duniawi menyuruh kita bagaimana, kita malah tidak begitu, inilah kecerdasan dan kelengkapan orang yang belajar agama Buddha.

Dharmaraja lebih lanjut mengutip kebijaksanaan Konfusius yang menunjukkan mengikuti keinginan hati namun tidak melampaui batas, segala sesuatu asalkan ada ukurannya, tahu kapan harus maju dan mundur sudah cukup. Dharmaraja sambil tersenyum berkata kepada para siswa, “Kalian memberi saya persembahan, saya pasti akan menerimanya, jika saya tidak terima kalian akan menangis, akan mengira Mahaguru menganggapnya kurang atau diri kalian sendiri bakal ada bencana.”

Dharmaraja menekankan, usia bukanlah masalah, kuncinya ada pada suasana hati. Asalkan hati selamanya polos seperti kumara, menjadikan klesa sebagai kebahagiaan, setiap hari bisa hidup dengan sangat nyata. Mengenai bagaimana semuanya bisa kaya dan makmur mendadak? Dharmaraja dengan humor berkata, pulang dan tidur saja maka akan terwujud! dan mendorong semuanya untuk tinggal dan mendengarkan Dharma di lain waktu, baru bisa mendapatkan jawaban akhir dari Buddha Sakyamuni kepada Arya Ananda.

Setelah menyelesaikan Dharmadesana yang istimewa, Dharmaraja Lian Sheng dengan welas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Vajra Vyaghravaktra kepada para hadirin di tempat, upacara ditutup dengan sempurna dalam kekhidmatan para siswa dan sukacita Dharma yang tak terhingga.

------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

#VajraVyaghravaktra
Istadewata Homa minggu depan #BuddhaAmitayus

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。