2 Agustus 2026 Liputan Upacara Homa Bodhisatwa Avalokitesvara Rainbow Temple
Liputan TBSN Lianhua Lihua (蓮花麗樺)
Pada tanggal 2 Agustus 2026, Rainbow Temple di Seattle dengan tulus mengundang Mulacarya Dharmaraja Lian Sheng untuk memimpin Upacara Homa Bodhisatwa Avalokitesvara. Setelah Homa manggala, Dharmaraja terlebih dahulu bersembah puja kepada Guru Sesepuh, Triratna Mandala, dan Istadewata Homa Bodhisatwa Avalokitesvara yang Maha Maitri Karuna, serta menyampaikan salam hangat kepada umat Sedharma dari seluruh dunia baik yang hadir di lokasi maupun secara daring.
Minggu Depan Upacara Homa Jambhala Kuning
Dharmaraja Lian Sheng mengumumkan, pada hari Minggu depan, 9 Agustus 2026, pukul 3 sore akan diselenggarakan Upacara Homa Jambhala Kuning. Mudra Jambhala Kuning adalah Vajra Anjali, dan mantranya adalah “Om. Zhen Ba La. Zha Leng Zha Na Ye. Suo Ha.” Dharmaraja juga mengadhisthana semua supaya makmur mendadak! makmur mendadak! makmur mendadak!, suasana di lokasi dipenuhi sukacita dan kehangatan.
Upacara Musim Gugur Transmisi Sadhana Istadewata Mahastamaprapta
Menegaskan Kunci Kontak Yoga dengan Trini Arya Sukhavati
Dharmaraja menyebutkan bahwa hari sebelumnya (tanggal 19 bulan 6 Imlek) adalah hari peringatan pencapaian pencerahan Bodhisatwa Avalokitesvara, secara khusus dalam Upacara Homa hari itu menyanyikan lagu selamat ulang tahun versi Indonesia untuk Bodhisatwa Avalokitesvara demi merayakan hari jadi.
Dharmaraja secara khusus menekankan bahwa Bodhisatwa Avalokitesvara, Bodhisatwa Mahastamaprapta, dan Buddha Amitabha bersama-sama adalah Trini Arya Sukhavatiloka. Upacara musim gugur kali ini akan mentransmisikan Sadhana Istadewata Bodhisatwa Mahastamaprapta, Dharmaraja menunjuk bahwa tiga huruf Da Shi Zhi (Mahastamaprapta) memiliki kekuatan yang luar biasa, kiat paling rahasia akan diungkapkan ketika kekuatan besar (Mahastama) tiba, yang merupakan gerbang Dharma sangat penting untuk mencapai vimoksa. Dharmaraja menyatakan, melatih gerbang Dharma terkait Trini Arya Sukhavati saling berhubungan, asalkan kontak yoga dengan Bodhisatwa Mahastamaprapta, maka Bodhisatwa Avalokitesvara dan Buddha Amitabha juga pasti bisa kontak yoga.
Hal Penting Saat Melewati Bea Cukai Amerika:
Melapor Dengan Jujur Akan Mengikuti Upacara
Bagi umat Sedharma dari luar negeri yang ingin pergi ke Seattle, Amerika Serikat, untuk mengikuti Upacara Musim Gugur, Dharmaraja secara khusus mengingatkan hal-hal yang perlu diperhatikan saat masuk dan mengurus visa:
Mengurus visa: Dapat melampirkan berita dan informasi terkait Upacara, untuk menjelaskan kepada kantor kedutaan Amerika setempat tentang tujuan kedatangan untuk mengikuti upacara.
Penjelasan di bea cukai: Pemeriksaan bea cukai Seattle tergolong ketat, jika petugas imigrasi menanyakan tujuan kedatangan, dapat secara langsung menjelaskan bahwa datang untuk mengikuti Upacara Master Lu. Sebagian besar petugas imigrasi setempat sudah mengenal baik Rainbow Temple dan Master Lu, penjelasan yang jelas dapat membuat pihak bea cukai lebih mengerti tujuan kedatangan.
Membawa uang tunai dan melapor dengan jujur: Dharmaraja menekankan jangan sekali-kali menipu petugas bea cukai dan imigrasi. Jika membawa uang tunai lebih dari 10.000 dolar AS, harus melapor sesuai dengan keadaan sebenarnya, asalkan mengisi formulir deklarasi dengan jujur maka dapat masuk dengan mematuhi aturan.
◎ Anda Bertanya Saya Menjawab
Pada segmen interaksi adalah kekuatan, siswa dari Singapura bertanya:
Pertanyaan pertama: Saat ini manusia telah beralih dari era e-commerce memasuki era AI. Baru-baru ini orang terkaya di dunia, Elon Musk, mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa mungkin dalam dua tahun mendatang akan diluncurkan robot asisten rumah tangga, yang dapat membantu membersihkan rumah, memasak, mengajak anjing jalan-jalan, menemani orang tua, dan lain-lain. AI dapat mengumpulkan, mengatur data, menyiapkan laporan, dan lain-lain, sehingga pekerja kerah putih mungkin juga akan kehilangan pekerjaan.
Pertanyaan: Di era yang berubah dengan cepat ini, apa yang harus dilakukan oleh siswa Zhenfo Zong agar dapat tetap stabil, memiliki pekerjaan, dan bekal sumber daya yang memadai? Apakah harus melakukan genap tiga ribu perbuatan jasa kebajikan?
Dharmaraja Lian Sheng Membicarakan Dampak Era AI:
Di dalam Hati Ada Bodhi Maka Tiada Ketakutan
Menghadapi kebangkitan teknologi AI yang pesat, Dharmaraja dengan humor membagikan saat sebelumnya melihat siswa dari Singapura yang berusia 9 tahun menulis puisi tujuh aksara yang indah, Beliau pernah memuji bakatnya melebihi Li Bai dan diri Beliau sendiri, dengan bercanda mengatakan bahwa Beliau hampir membuang pena dan tidak ingin menulis lagi. Dharmaraja menunjuk bahwa, meskipun AI telah membaca seluruh Tripitaka, mengetahui segalanya, serta dapat berkreasi dan menggambar, tetapi AI pada akhirnya tidak dapat membuktikan Kebuddhaan atau menyadari Batin Sejati Terang nan Luhur. Manusia memiliki Buddhata dan ingatan spiritual yang unik, ini adalah sesuatu yang tidak mungkin dimiliki oleh mesin.
Di lokasi juga ditayangkan foto-foto Dharmaraja ketika mengunjungi Basilika Santo Paulus di Italia pada tahun 2006, di mana di belakang Beliau memanifestasikan cahaya dan bayangan suci. Dharmaraja menggunakan cerita para rasul kudus Kristen awal (seperti Santo Petrus, Santo Yakobus, Santo Paulus) yang memegang teguh iman dan berani menjadi martir untuk menjelaskan: alasan mengapa para orang kudus dan bijak zaman dahulu tidak takut pada hidup dan mati, sepenuhnya karena di dalam hati terdapat kebenaran. Sama halnya, di era perkembangan AI yang cepat saat ini, masyarakat tidak perlu panik, asalkan mengenali Buddhata sendiri, di dalam hati terdapat Bodhi, secara alami tiada ketakutan, dan menetap pada kekinian.
Mengubah Pola Pikir dalam Memandang Teknologi
Jasa Kebajikan dan Bhavana Tetap Perlu Diamalkan Sendiri
Menanggapi kemudahan yang dibawa oleh AI, Dharmaraja Lian Sheng mendorong semua orang untuk berpikir dari sisi baiknya, menganggapnya sebagai alat untuk membantu kehidupan. Dharmaraja secara khusus menekankan, mengumpulkan jasa kebajikan dan bhavana pribadi tetap tidak dapat digantikan oleh teknologi, AI bisa berkreasi, kita tetap bisa terus menulis dan menggambar; kunci paling inti terletak pada mengenali Buddhata sendiri, dan menemukan jalan hidup sendiri dalam kehidupan, menetap pada saat ini, dan hati tiada kemelekatan.
Pertanyaan kedua: Sembilan Bintang Terbang Jiu Gong setiap tahun berbeda. Tahun kuda Bingwu tahun ini yang paling parah adalah Wu Huang Sha di sektor selatan. Orang pada umumnya menggunakan Uang Enam Kaisar atau hulu untuk menangkal hawa buruk sha. Mahaguru Lu pernah berkata bahwa Vajra Vyaghravaktra dapat menetralisir hawa buruk pada rumah.
Pertanyaan: Apakah Vajra Vyaghravaktra dapat menangkal hawa buruk dari Sembilan Bintang Terbang Jiu Gong? Jika iya, apakah menyemayamkan Vajra Vyaghravaktra di rumah dan menjapa mantra semuanya bisa? Jadi tidak perlu lagi menggantung hulu dan Uang Enam Kaisar?
Kewibawaan Vajra Vyaghravaktra Tak Terhingga
Memuja dan Merapal Mantra Lebih Baik daripada Benda Penolak Hawa Buruk Feng Shui
Dharmaraja menjelaskan, Mahadewi Yaochi adalah salah satu dari Lima Sesepuh Taoisme, mewakili Wuji ( Tak Terhingga ), yang mampu mengubah dan melahirkan yin yang serta segala sesuatu, wujud krodha-Nya adalah Vajra Vyaghravaktra. Fu Xi menggunakan Qian Kun Yin Yang untuk menggambar Bagua, membentuk teori relativitas yang saling menghidupi dan menaklukkan; sedangkan Wuji dari Mahadewi Yaochi termasuk dalam Monisme, memiliki kekuatan tertinggi yang tak tertembus. Asalkan menyemayamkan Vajra Vyaghravaktra, dengan tulus merapal Mantra Mahadewi Yaochi atau Mantra Vajra Vyaghravaktra, kewibawaan-Nya mampu memecahkan segala hawa buruk, tidak perlu melekat pada ornamen feng shui eksternal.
Bhavana Ibarat Berlatih Piano Setiap Hari
Mengubah Keinginan Duniawi Menjadi Bodhi
Dharmaraja menekankan, bhavana tidak bisa hanya sebatas slogan, sama seperti ingin menjadi pianis tidak bisa hanya mengerti teori musik, harus setiap hari duduk di depan piano untuk berlatih. Membina diri setiap hari, mengasah diri setiap hari, keahlian yang matang secara alami akan dapat membuktikan Bodhi.
Terkait keinginan masyarakat yang sulit diputus, Dharmaraja membagikan kiat transformasi praktis yang ditransmisikan oleh Guru:
Pengalihan pikiran: Ketika keinginan muncul tidak perlu ditekan dengan paksa, melainkan mengalihkan perhatian pada pernapasan.
Pernapasan dalam Cakra Pusar: Orang pada umumnya bernapas hanya sampai tenggorokan atau rongga dada, pernapasan sadhaka harus ditarik dalam-dalam hingga ke Cakra Pusar Dantian, membawa prana benar-benar turun ke Dantian.
Dasar Anasrava: Setiap hari rajin berlatih olah prana dan pernapasan dalam, berhasil mengubah keinginan dan pikiran, ini adalah separuh landasan yang sangat penting bagi pencapaian Sadhana Internal.
◎ Pengulasan Sutra Surangama
Dharmaraja Lian Sheng melanjutkan Dharmadesana Sutra Surangama Bab ke-5.
“Apa pendapatmu? Simpul pertama yang diikat, dinamakan yang pertama. Demikian seterusnya sampai simpul keenam terbentuk. Aku sekarang ingin menjadikan nama simpul keenam menjadi yang pertama, apakah bisa?”
“Tidak, Begawan. Jika enam simpul ada, nama keenam ini, pada akhirnya bukanlah yang pertama. Walaupun aku menghabiskan seluruh hidup untuk berdebat dengan jelas, bagaimana bisa membuat nama enam simpul ini menjadi kacau.”
Buddha berkata: “Demikianlah, enam simpul berbeda. Melihat kembali pada penyebab asalnya, diciptakan oleh satu saputangan. Jika ingin membuatnya kacau, pada akhirnya tidak akan berhasil. Maka enam indra kalian, juga demikian. Di dalam kesamaan yang hakiki, lahirlah perbedaan yang hakiki.”
Buddha memberitahu Ananda, “Engkau pasti tidak menyukai enam simpul ini terbentuk, mengharapkan dan menyukai agar menjadi satu, lalu bagaimana bisa didapatkan.”
Ananda berkata: “Jika simpul ini ada, perdebatan benar salah akan muncul tajam. Di dalamnya secara alami lahir pikiran simpul ini bukan itu, simpul itu bukan ini. Jika Tathagata hari ini menguraikan semuanya. Jika simpul tidak lahir, maka tidak akan ada ini dan itu. Dinamakan satu pun belum bisa, bagaimana bisa terbentuk enam.”
Buddha berkata: “Enam terurai satu pun lenyap, juga demikian. Oleh karena sejak awal tak bermula pikiran dan sifatmu beringas dan kacau, pandangan keliru muncul. Keliru yang tak kunjung padam, pandangan lelah melahirkan debu. Bagaikan mata yang kelelahan, maka akan ada ilusi bunga di udara. Di dalam kejernihan esensi yang terang, kebingungan muncul tanpa sebab. Segala gunung, sungai, bumi, kelahiran kematian dan nirwana di seluruh dunia, semuanya adalah wujud ilusi bunga-bunga gila dan terbalik. Ananda berkata: Kelelahan ini sama dengan simpul, bagaimana cara mengurainya.”
Mengenali Batin Sejati Terang nan Luhur
Mengubah Jalinan Jodoh Buruk Menjadi Bhavana
Dharmaraja mengutip dialog antara Buddha Sakyamuni dan Arya Ananda dalam teks Sutra, Buddha mengibaratkannya dengan sehelai khata yang diikat menjadi enam simpul:
Hubungan antara enam indra dan batin sejati: Enam simpul pada khata mewakili mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran enam indra manusia, sedangkan sehelai khata itu sendiri adalah Batin Sejati Terang nan Luhur, Bodhi milik kita.
Kesesatan manusia di dunia: Orang pada umumnya seringkali hanya memperhatikan enam simpul pada permukaannya, ditarik oleh perasaan dari enam indra, memunculkan keserakahan, kebencian, dan kebodohan, menciptakan karma lalu menjadi gila, tetapi mengabaikan Batin Sejati Terang nan Luhur yang kekal abadi di belakangnya.
Enam terurai satu pun lenyap: Gunung, sungai, dan bumi di dunia, kelahiran kematian nirwana serta berbagai fenomena kekacauan, semuanya adalah wujud ilusi bunga-bunga gila dan terbalik yang dihasilkan oleh pergerakan keliru dari enam indra. Asalkan melepaskan kemelekatan dari enam indra, kembali pada Batin Sejati Terang nan Luhur yang mendasar, segala wujud ilusi dan kekacauan secara alami akan melebur. Dharmaraja mengumumkan, Sadhana Tantra tentang bagaimana mengurai enam simpul ini untuk melihat Bodhi, akan ditransmisikan secara lebih tajam dalam Upacara Transmisi Istadewata Bodhisatwa Mahastamaprapta berikutnya.
Acarya Lian Ci (蓮慈上師) di lokasi bertanya: Jika melalui bhavana membuka ingatan kehidupan lampau, melihat budi dan dendam di masa lalu atau penagih utang karma, bagaimana cara menghadapinya?
Dharmaraja memberikan bimbingan yang mendalam:
Jalinan jodoh buruk adalah kesempatan untuk berbuat bajik dan berbhavana: Jika melihat penagih utang karma dari kehidupan lampau atau orang yang tidak baik terhadap diri sendiri, jangan membenci atau menelantarkannya, karena membenci berarti menciptakan karma. Ini justru memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk berbuat bajik, memberikan kelapangan dada dan penyeberangan, harus berinisiatif untuk memaafkan, berdana, dan menyentuh hati pihak lain.
Segala sesuatu adalah satu kesatuan, melukai orang lain sama dengan melukai diri sendiri: Belajar Buddha harus mengerti bahwa semua orang pada dasarnya adalah satu kesatuan. Egois dan penolakan adalah kejahatan, hanya menginginkan diri sendiri yang terlahir di Sukhavatiloka lalu meninggalkan insan lain, ini bukanlah jalan pembebasan; hanya dengan saling bertoleransi, mengubah jalinan jodoh buruk menjadi jalinan jodoh baik, bersama-sama menyeberangkan dan meningkatkan diri, barulah merupakan bhavana yang sesungguhnya.
Pada akhirnya Dharmaraja menyemangati semua, pertemuan di dunia semuanya adalah karena memiliki jalinan jodoh di kehidupan lampau, dalam menghadapi segala situasi harus memperlakukannya dengan kelapangan dada, di dalam hati terdapat Bodhi, memahami prinsip satu kesatuan, barulah dapat benar-benar hati tiada kemelekatan.
Usai Dharmadesana, semua bertepuk tangan meriah meluapkan rasa terima kasih kepada Dharmaraja. Selanjutnya Dharmaraja Lian Sheng turun dari Dharmasana dan saling menyapa dengan para siswa daring, serta menganugerahkan Abhiseka Sadhana Bodhisatwa Avalokitesvara kepada siswa yang hadir. Upacara berakhir dengan manggala.
------------------------------
Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate
Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊
Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw
Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature
Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org
Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng
TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia
#Bodhisatwa Avalokitesvara
Istadewata Upacara minggu depan adalah #JambhalaKuning