23 Agustus 2026 Liputan Upacara Homa Guru Padmasambhava Rainbow Temple

23 Agustus 2026 Liputan Upacara Homa Guru Padmasambhava Rainbow Templ

Liputan TBSN Lianhua Li Hua (蓮花麗樺)

Pada tanggal 23 Agustus 2026, Rainbow Temple di Seattle dengan tulus mengundang Dharmaraja Lian Sheng untuk memimpin Upacara Homa Guru Padmasambhava. Setelah homa manggala, Dharmaraja pertama-tama mengumumkan bahwa hari Minggu depan adalah tanggal 18 bulan 7 penanggalan lunar, yang merupakan hari jadi Mahadewi Yaochi, pada saat itu akan diselenggarakan Upacara Homa Mahadewi Yaochi. Selanjutnya, Dharmaraja memperkenalkan Istadewata hari ini: Guru Padmasambhava adalah perwujudan trini kaya menjadi satu dari Buddha Sakyamuni, Buddha Amitabha, dan Bodhisatwa Avalokitesvara, gelar tantranya adalah Saroruha Vajra (海生金剛), merupakan Padmakumara sejati. Guru Padmasambhava diundang oleh Raja Tibet Trisong Detsen untuk masuk ke Tibet guna melakukan Pembabaran Dharma, dan bersama dengan Mahaguru Shantarakshita membangun Kuil Samye yang terkenal, meletakkan landasan bagi penyebaran Sadhana Tantra di Tibet.

Sadhana agung tertinggi yang ditransmisikan oleh Guru Padmasambhava adalah Ati Yoga di dalam Dzogchen, pencapaian puncaknya adalah Mahasiddhi Sinar Pelangi. Dharmaraja menunjukkan, jika seorang sadhaka mencapai tingkatan ini, setiap pori-pori di sekujur tubuhnya dapat memancarkan cahaya, berubah menjadi pelangi dan mencapai pembebasan sempurna, ini adalah pencapaian kebebasan yang sangat luar biasa. Jika dapat kontak yoga dengan Guru Padmasambhava, maka setara dengan kontak yoga bersama Buddha Sakyamuni, Buddha Amitabha, dan Bodhisatwa Avalokitesvara.

【Semua Dharma Kembali pada Yang Satu: Kebenaran Mula Lintas Agama】
Saat berbicara mengenai esensi inti dari bhavana, Dharmaraja Lian Sheng menekankan bahwa semua Dharma berasal dari sumber yang sama, semua keyakinan dan filosofi di dunia pada akhirnya akan kembali pada Yang Satu.

Dilihat dari pemikiran Taoisme, alam semesta berubah dari Wuji menjadi Taiji, Taiji kemudian melahirkan Yin dan Yang serta segala makhluk; puncak dari bhavana adalah melacak mundur, kembali ke sumber Wuji yang murni pada awalnya. Dan di dalam praktik Tantrayana, prinsip ini juga tercermin di dalam misteri aksara bija "Om. Ah. Hum." ; Om adalah Wuji, Yang Satu murni; Ah pada dirinya sendiri juga merupakan Yang Satu, mencakup segalanya; Hum adalah segalanya.

Masuk dari sudut pandang Buddhadharma, Buddha sejak awal telah mengungkapkan kebenaran sejati dari: “Hati, Buddha, dan makhluk.”, ketiganya tiada perbedaan. Segala sesuatu pada dasarnya memiliki Buddhata yang sempurna, alasan mengapa para makhluk menderita di Sahaloka, hanyalah karena pemikiran delusif yang terbalik, enam indra yang tidak murni, sehingga berputar dalam samsara mengikuti karma; jika dapat menghancurkan pemikiran delusif, maka dapat kembali pada Yang Satu yang murni. Kebijaksanaan penyatuan semacam ini juga terwujud dalam keyakinan Kristen, Tritunggal dari Yehuwa, Yesus, dan Roh Kudus, esensinya juga harmonis dan saling merangkum, tidak terpisahkan.

Dharmaraja menggunakan ini untuk menyatukan filosofi berbagai aliran, menunjukkan bahwa tidak peduli bagaimana nama dan bentuknya berubah, tujuan akhir dari semua Dharma, semuanya adalah menuntun jiwa-jiwa untuk melampaui perbedaan, kembali ke sumber alam semesta Maha Tinggi Anuttara. Dharmaraja juga menghela napas, kehidupan di Sahaloka sangatlah sulit, manusia biasa dikendalikan oleh tubuh jasmani dan beban ekonomi, menanggung delapan puluh empat ribu jenis penyakit dan berbagai macam kerisauan. Namun, pengembangan umat manusia terhadap kekuatan otak dan kekuatan batin sangatlah terbatas. Jika dapat menerobos keterbatasan tubuh fisik, memanfaatkan kekuatan batin dengan baik, membina cahaya hati, maka dapat memanifestasikan kekuatan abhijna tak terhingga dan tubuh manifestasi.

Dharmaraja mengungkapkan, para Buddha semuanya berasal dari Cahaya Kesunyataan Abadi, yaitu apa yang disebut di dalam Sutra Surangama sebagai Batin Sejati Terang nan Luhur. Tujuan akhir dari bhavana, adalah kembali pada Yang Satu murni ini, membuktikan pencapaian alam Cahaya Kesunyataan Abadi. Pada saat itu akan dapat menjelma tak terhitung jumlahnya, tersebar di seluruh alam semesta, memanifestasikan fungsi luar biasa yang tiada berbeda dari para Buddha.

◎ Anda Bertanya Saya Menjawab
Di dalam segmen Interaksi Adalah Kekuatan, siswa dari Malaysia bertanya:

Tanggal 9 bulan 1 penanggalan lunar, adalah hari jadi Giok Hong Siang Tee (Kaisar Kumala), adat istiadat rakyat memiliki upacara sembahyang Tuhan, sedangkan Buddhisme dan Taoisme memiliki ritual persembahan kepada para dewata.

Dalam Buku Karya Tulis Dharmaraja Lian Sheng ke-26 – “Daya Mistis” (玄秘的力量), Tata Ritual Puja Tian Gang dan Di Sha - dalam artikel tersebut mencatat dan mengajarkan siswa menggunakan tujuh piring persembahan untuk mewakili lima elemen logam, kayu, air, api, tanah, serta hidangan gunung, hidangan laut: Logam - bunga lily kuning, Kayu - jamur kuping, Air - soun, Api - tahu, Tanah - jamur hioko, Hidangan gunung - jahe, Hidangan laut - garam, ditambah dengan bunga segar dan buah vegetarian untuk dipersembahkan dan bersembahyang kepada langit dan bumi.

Saat melakukan puja dapat melafalkan: "Siswa dengan tulus demi semua makhluk di seluruh Dharmadhatu, menyalakan dupa dan bernamaskara kepada sarwa Buddha Dharmadhatu, sarwa Saddharma, sarwa Bodhisatwa, Pratyekabuddha, Sravaka dan para Arya. Ke atas mulai dari semua surga, Raja Dewa, para dewata, matahari, bulan, bintang, Bintang Selatan, Bintang Utara, dewa takdir, dewa nasib, dewa angin, dewa hujan, seluruh roh dewa penguasa penciptaan, bersembah puja kepada semua. Ke bawah mulai dari dewa bumi, gunung besar lautan dalam, pegunungan dan perairan, seluruh roh dewa penguasa penciptaan. Ke tengah menjangkau alam manusia, seluruh roh dewa penguasa kemalangan dan keberuntungan, bersembah puja kepada semua, memohon keberhasilan seluruh ikrar kebajikan."

Mohon petunjuk Buddha Guru:

1. Pada hari jadi Giok Hong Siang Tee, bolehkah tempat ibadah menyiapkan persembahan menggunakan metode persembahan ritual tersebut, dan dikombinasikan dengan pujabakti bersama Ratna Ksama Satya Buddha untuk memanjatkan puja hari jadi kepada Giok Hong Siang Tee?

Dharmaraja menjawab: Boleh.

2. Jika kemampuan pelantunan tempat ibadah mengizinkan, bolehkah tempat ibadah mengadakan Ritual Pertobatan Suvarnaprabhasa Persembahan Surgawi pada hari jadi Giok Hong Siang Tee?

Dharmaraja menjawab: Itu diperbolehkan.

3. Di dalam Garbha Ratna Sadhana Tantra Mahaguru Lu apakah masih ada Sadhana Tantra lainnya untuk puja kepada Giok Hong Siang Tee? Mohon Mahaguru Lu berwelas asih mentransmisikannya.

Dharmaraja menunjukkan, banyak siswa sering dengan gigih memohon rahasia di dalam rahasia, namun kebenaran dan kebijaksanaan tertinggi dari bhavana, sejak awal sudah terintegrasi ke dalam transmisi kata-kata Dharma sehari-hari. Dharmaraja secara khusus mengungkapkan, saat ini sedang menulis buku baru ke-312 Rahasia Pamungkas (最後的秘密), yang akan menampilkan sepenuhnya sari pati bhavana dan pencerahan tertinggi selama puluhan tahun seumur hidupnya, dan mengumumkan bahwa esensinya akan diungkapkan kepada publik di Upacara Bodhisatwa Mahastamaprapta yang akan datang, diberikan seutuhnya untuk bhavana bagi segenap insan.

【Semua Diciptakan oleh Batin: Hati Kontak Yoga Tubuh Manifestasi】

Mengenai bhavana dan komunikasi inspirasi spiritual, Dharmaraja mengutip kebenaran sejati Buddhadharma Segala sesuatu hanyalah kesadaran, segala sesuatu hanyalah batin, menunjukkan bahwa kekuatan tubuh fisik sangatlah terbatas, hanya kekuatan batinlah yang tak terbatas dan tak habis-habisnya. Jika manusia biasa dapat mengandalkan ajaran Sutra Surangama untuk mencapai purifikasi enam indra, batin maka akan dapat menghasilkan gelombang dan kontak yoga yang kuat:

Kontak Batin dan Abhijna: Apa yang disebut kemapuan membaca pikiran orang lain dan komunikasi dengan alam roh, esensinya semua adalah manifestasi dari kontak batin. Ketika gelombang otak dan pikiran batin kuat dan sempurna, tidak hanya dapat memanifestasikan lima mata dan enam abhijna seperti mata dewa, mata kebijaksanaan, mata Dharma, mata Buddha, bahkan dapat mencapai tubuh manifestasi.

Esensi Ritual Persembahan Surgawi: Saat membicarakan penguasa alam surga seperti Giok Hong Siang Tee dari Taoisme, Tuhan dari agama Kristen, dan Dewa Trayastrimsa dari Buddhisme, Dharmaraja menyatakan bahwa Ritual Persembahan Surgawi untuk bernamaskara dan memberi persembahan kepada langit dan bumi sudah sangat sempurna, namun apakah bhavana dan doa permohonan dapat menghasilkan kontak yoga, kunci yang paling utama tetap bergantung pada apakah niat hati itu tulus.

【Kontak Yoga Doa Mohon Hujan dari Siswa yang Tulus Menghasilkan Komunikasi Batin】

Di lokasi Dharmadesana, Dharmaraja secara khusus mengundang adik perempuan dari Acarya Lian Xi (蓮喜上師) untuk membagikan kesaksian kontak batin. Siswa tersebut membagikan, beberapa hari yang lalu karena alergi terhadap sinar matahari, ia secara khusus membeli susu untuk dipersembahkan kepada Raja Naga dan melafalkan Sutra untuk berdoa, kemudian di dalam persepsi batinnya ia melihat Maha Raja Naga memanifestasikan wujud suci. Tidak lama setelahnya, daerah setempat dengan lancar mencurahkan hujan lebat, memanifestasikan kekuatan yang tak dapat dipikirkan dari ketulusan dan penghormatan batin serta kontak batin dengan dewata.

Dharmaraja menggunakan ini secara humoris dan mendalam untuk mengingatkan khalayak, segala sesuatu memiliki roh, jika sadhaka dapat mempertahankan hati yang murni dan tulus, maka akan dapat mengembangkan potensi batin yang tak terbatas, merealisasikan kebenaran, dan menghasilkan resonansi yang nyata dengan kesucian langit dan bumi.

◎ Pengulasan Sutra Surangama

Selanjutnya, Dharmaraja memberikan Dharmadesana mengenai makna Dharma Sutra Surangama, teks Sutra sebagai berikut:
"Aku sekarang bertanya kepada kalian, saat pertama kali membangkitkan batin menyadari delapan belas loka, siapa yang menembus sempurna, dari metode upaya kausalya apa memasuki Samadhi. Lima biksu Kaundinya, segera bangkit dari tempat duduk, bersujud pada kaki Buddha, dan berkata kepada Buddha: ‘Aku berada di Saranga Natha, dan di Kukkuṭārāma, menyaksikan Tathagata pertama kali mencapai pencerahan. Pada suara Buddha, aku tercerahkan akan Empat Kebenaran Mulia.’ Buddha bertanya kepada para biksu: ‘Aku yang pertama kali menyatakan paham. Tathagata mengukuhkan gelar-Ku Ajnata. Suara menakjubkan yang rahasia dan sempurna. Aku mencapai tingkatan Arahat pada suara. Buddha bertanya tentang metode penembusan sempurna, sebagaimana yang aku buktikan, suara adalah yang tertinggi.’"

Dharmaraja menjelaskan, lima biksu termasuk Kaundinya, pada awalnya adalah menteri yang diutus oleh Raja Suddhodana untuk melindungi dan melayani Buddha Sakyamuni. Kemudian karena melihat Buddha melepaskan praktik pertapaan ekstrem, dan menerima persembahan susu kambing, mereka sempat keliru mengira bahwa Buddha telah mundur dari Bodhicitta lalu pergi meninggalkan-Nya, menuju ke Taman Rusa untuk melatih diri sendiri. Setelah Buddha mencapai pencerahan, Beliau secara khusus mendatangi langsung Taman Rusa (Saranga Natha) untuk membabarkan Empat Kebenaran Mulia: duhkha, samudaya, nirodha, dan marga kepada lima biksu, mengungkapkan kebenaran Sahaloka yang banyak penderitaan dan sedikit kebahagiaan, berkumpulnya sebab-sebab karma yang menciptakan penderitaan, membangkitkan batin melatih Saddharma, pada akhirnya menghapus semua kerisauan, mencapai Nirwana yang tanpa penderitaan dan tanpa kebahagiaan. Lima biksu mendengarkan Dharmadesana dari suara Dharma Buddha yang suci dan sempurna, seketika tercerahkan, memperoleh konfirmasi dari Buddha dan merealisasi Kesucian Arahat. Oleh karena itu di dalam persamuhan Surangama, Arya Kaundinya dengan sangat hormat berkata kepada Buddha: "Sebagaimana yang aku buktikan, suara adalah yang tertinggi." Menunjukkan bahwa mencerahi jalan kebuddhaan melalui suara merupakan metode penembusan yang sangat sempurna.

Dharmaraja menunjukkan, suara memiliki daya tembus dan kekuatan menyentuh hati yang sangat dalam dan tiada taranya. Saat sadhaka mendengarkan lantunan mantra, nama Buddha, atau puji-pujian, seringkali tanpa disadari akan terharu dan menitikkan air mata, ini merupakan perwujudan dari suara menakjubkan yang terpatri ke dalam ladang hati, menyentuh Buddhata dari sifat hakiki diri sendiri.

Dharmaraja secara pribadi mencontohkan nada pelantunan nama Buddha di dalam Dharmadesana, dan mengenang proses mempelajari ritual pertobatan Sutra di masa lampau, memuji lagu Pendupaan yang dilantunkan oleh tim Indonesia, melodinya indah dan sangat menginspirasi. Dharmaraja menekankan, tidak peduli apakah itu pelantunan pujian sutra, lantunan mantra, ataupun kata-kata Dharma, asalkan dapat membuat orang membangkitkan batin melatih bhavana, mengikis rintangan karma, suara yang terpancar dari hati ini, pada dirinya sendiri merupakan metode menakjubkan tertinggi untuk mencapai Buddhadharma.

Setelah Dharmadesana manggala, Dharmaraja turun dari Dharmasana dan saling menyapa dengan para siswa daring, serta dengan welas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Guru Padmasambhava kepada semua yang hadir, dengan ini upacara berakhir manggala.

------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

#Guru Padmasambhava
Istadewata Upacara minggu depan adalah #MahadewiYaochi

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。