22 Agustus 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Bhagavati Cundi di Seattle

22 Agustus 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Bhagavati Cundi di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺)
Oleh Lianhua Yi Fen (蓮花衣芬)

Pada Sabtu malam yang sedikit sejuk di akhir musim panas dan awal musim gugur tanggal 22 Agustus 2026, pukul delapan malam di baktisala Seattle Ling Shen Ching Tze Temple di Amerika Serikat, umat sedharma dari seluruh dunia yang akan berpartisipasi dalam Upacara Agung musim gugur berkumpul bersama, dengan penuh semangat menunggu untuk menyambut Buddha Guru.

Mahaguru Lu Dharmaraja Lian Sheng naik ke Dharmasana memimpin empat kelompok siswa melaksanakan pujabakti Sadhana Istadewata Bhagavati Cundi, manggala dan paripurna. Setelah itu, di dalam baktisala diputar video pendek pengenalan buku baru ke-310 karya Mahaguru Lu yang berjudul "Menabuh Genta Pagi" (敲響晨鐘).

Mahaguru Lu memberikan Dharmadesana kepada khalayak, baru saja menonton cerita sebab-akibat yang diproduksi oleh Tbboyeh, sebenarnya, seluruh tumimbal lahir di enam alam, semuanya adalah manifestasi dari sebab-akibat. Sutra Surangama menyebutkan, harus ada sebab lokuttara, baru bisa membuktikan buah lokuttara. Jika semuanya hanya sebab duniawi, maka tidak ada cara untuk keluar dari dunia ini. Sebab dari tumimbal lahir di enam alam, hanya bisa bertumimbal lahir di dalam enam alam.

Secara umum, melakukan perbuatan baik termasuk penyebab kelahiran di alam dewa, melakukan sesuatu dengan pamrih termasuk penyebab duniawi, bukan penyebab lokuttara. Melakukan perbuatan baik, tetapi tidak menyimpan perbuatan baik itu di dalam hati, adalah melakukan tanpa pamrih, melakukan perbuatan baik bukan demi suatu alasan tertentu, ini adalah penyebab melampaui duniawi.

Di dunia Saha ini, saya menganjurkan sadhaka mesti melatih welas asih, kesetaraan, toleransi, dan kemurnian, keempat poin ini sangat penting. Manusia memiliki hati yang mendiskriminasi, sangat sulit untuk memperlakukan semua makhluk dengan setara, karena apa yang dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dicium oleh hidung, dirasakan oleh lidah, disentuh oleh tubuh, dan dipikirkan oleh pikiran itu berbeda, maka hati yang mendiskriminasi pun muncul. Orang-orang akan membantu kerabat mereka sendiri, tetapi bantuan terhadap orang asing terkadang tidak bisa dilakukan, kesetaraan ini sangatlah sulit.

Pada awalnya, kita setara terhadap semua orang, tetapi mengapa belakangan muncul hati yang mendiskriminasi? Itu karena proyeksi dari pihak lain, yang membuat Anda merasa bahwa orang ini bisa didekati, orang itu tidak bisa didekati, maka timbul hati yang mendiskriminasi, oleh karena itu harus memiliki kebijaksanaan, agar bisa welas asih terhadap semua makhluk. Ada banyak hal yang harus kita pelajari, kapasitas hati harus sangat luas, bisa menampung banyak hal di dunia, ini bukanlah hal yang sederhana, membutuhkan usaha penempaan jangka panjang.

◎ Anda Bertanya Saya Menjawab
Selanjutnya memasuki segmen Anda Bertanya Saya Menjawab, interaksi adalah kekuatan.

Siswa bertanya: Mahaguru Lu pernah dalam Dharmadesana Upacara Homa Tathagata Vairocana di Rainbow Temple Amerika Serikat pada 24 Juli 2016, menyebutkan bahwa mantra Tathagata Vairocana Vajradhatu dapat dilafalkan sebagai: "Om. Bie Zha Da Du. Fan." atau "Om. Bie Zha Da Du. Han." keduanya adalah sama. Namun dalam catatan tertulis, perkataan "Om. Bie Zha Da Du. Han." telah dihapus. Siswa bodoh ini, karena mengetahui mantra Vidyaraja Acala (emanasi Tathagata Vairocana) semuanya mengandung aksara "Han", dan "Han" juga merupakan aksara bijanya, maka timbul keraguan di hati. Memohon Mahaguru Lu berwelas asih memberikan Dharmadesana: apakah mantra Tathagata Vairocana Vajradhatu boleh dilafalkan menjadi "Om. Bie Zha Da Du. Han." dan menggunakan "Han" sebagai aksara bija untuk bhavana?

Mahaguru Lu menjawab: "Fan" dan "Han" sebenarnya memiliki pelafalan yang sama, hanya saja saat ditulis, ditulis menjadi berbeda, sebenarnya juga "Han", kadang-kadang juga ditulis sebagai "Hang" atau "Fan", yaitu karena ketika menulis bunyi mantra, sedikit berbeda, itu tidak bisa dihindari.

Siswa bertanya: Mahaguru Lu pernah dalam Dharmadesana di True Buddha Fa Zhuang Chapter (法幢同修會) di California, Amerika Serikat pada 1 Agustus 2009, menyebutkan mantra Vidyaraja Acala "Nan Mo San Man Duo. Mu Tuo Nan. Wa Ri La. Lan. Han." di mana "Mu Tuo Nan" melambangkan pujian, lebih satu kalimat atau kurang satu kalimat boleh saja. Mohon petunjuk Mahaguru Lu: Jika siswa hanya melafalkan "Nan Mo San Man Duo. Mu Tuo Nan. Wa Ri La. Lan. Han." apakah juga boleh dijadikan bhavana yang sesuai Dharma?

Mahaguru Lu menjawab: "Mu Tuo Nan" artinya pujian. Guru saya mengajari saya bagaimana melafalkannya, saya pun melafalkannya demikian. Mantra yang dilafalkan di Zhenfo Zong kita semuanya sudah sangat pendek, sebisa mungkin menggunakan mantra pendek untuk Anda rapal, agar Anda mudah merapalnya, mudah diingat, dan bisa merapal lebih banyak, Anda bahkan ingin menghemat tiga kata pujian itu, Vidyaraja Acala pun akan marah mendengarnya.

Siswa bertanya: Metode bhavana Mahamudra Keabadian, Kebahagiaan, Jati Diri, dan Kesucian di dalam buku Mahaguru Lu ke-51 “Anuttaratantra dan Mahamudra” (無上密與大手印): dengan meletakkan cermin di tengah mandala Tantra, melalui menarik napas dan visualisasi, mengumpulkan cahaya matahari, cahaya bulan, cahaya bintang, cahaya api, cahaya lilin, cahaya listrik, dan semua cahaya ke dalam hati, kemudian mengembuskan cahaya lebur ke dalam cermin, dan mantra keluar masuknya cahaya tersebut adalah Mantra Tathagata Vairocana, akhirnya mencapai kemunculan cahaya Batin Sejati Cermin Sejati, memasuki kondisi Keabadian, Kebahagiaan, Jati Diri, dan Kesucian. Siswa bodoh ini, timbul pertanyaan di hati: Jika mengikuti metode ini, diubah menjadi mengumpulkan cahaya ke dalam tiga dantian atau lima cakra, apakah bisa dilakukan? Jika hanya menyerap cahaya (mengumpulkan cahaya) ke dalam tubuh, dan tidak menghembuskan cahaya ke dalam cermin, apakah masih termasuk bhavana yang sesuai Dharma?

Dharmaraja Lian Sheng menjawab: Bhagavati Cundi memiliki Metode Cermin Cundi, yang termasuk Metode Pembuatan Cermin. Metode pembuatan cermin adalah meletakkan sebuah cermin, di atasnya adalah Istadewata Anda sendiri. Anda bercermin, mata melihat cermin adalah melihat Anda, di atas adalah Istadewata Anda, Anda harus bervisualisasi diri sendiri menjadi Istadewata, di dalam cermin juga melihat diri sendiri menjadi Istadewata, inilah metode pembuatan cermin. Ketika Istadewata dan Anda yang di dalam cermin, Anda yang di luar, ketiganya bersatu, Anda bisa masuk ke dalam cermin, diri sendiri bisa berubah menjadi cahaya, inilah metode pembuatan cermin.

Juga bisa melihat cahaya matahari, cahaya bulan, cahaya bintang, diserap ke dalam tubuh Anda, lalu diembuskan lagi ke dalam cermin. Prinsip yang sama, asalkan Anda yang di dalam cermin ini sudah berubah menjadi cahaya, Anda sendiri akan berubah menjadi cahaya, ini juga merupakan salah satu jenis metode pembuatan cermin. Cermin, cahaya, dan Anda, ketiganya bersatu menjadi cahaya, ini juga merupakan sebuah metode bhavana. Mengumpulkan semua cahaya ke tubuh Anda, bervisualisasi cahaya-cahaya ini, masuk ke tubuh Anda, Anda sendiri berubah menjadi cahaya, itu lebih langsung. Jika pencapaian kungfu cukup, Anda menyerap cahaya masuk, Anda pun berubah menjadi cahaya. Jika pencapaian kungfu belum cukup, tetap harus melatih bhavana sesuai dengan aturan metode pembuatan cermin, cermin, cahaya, dan Anda ketiganya bersatu.

Di dalam Tantra melatih Tiga Tahap Kemunculan, Istadewata di angkasa adalah sebuah aksara mantra, kemudian berubah menjadi Istadewata, Istadewata berpindah ke atas kepala Anda, lalu masuk ke dalam nadi tengah Anda, lalu masuk ke hati Anda, Anda sendiri pun berubah menjadi Istadewata, inilah Tiga Tahap Kemunculan. Anda memiliki pencapaian kungfu itu, bisa secara langsung berubah menjadi Dharmakaya, berubah menjadi Istadewata. Jika pencapaian kungfu belum cukup, tetap harus perlahan langkah demi langkah.

Saat mulai melatih bhavana, harus melatih Tiga Tahap Kemunculan, jika pencapaian kungfu sudah cukup, dalam satu jentikan jari Anda sudah berubah menjadi Istadewata. Terkadang tidak hanya berubah menjadi satu Istadewata, bisa berubah menjadi seratus Istadewata. Anda duduk di sini tak bergerak, sembilan puluh sembilan sisanya semuanya keluar, berubah menjadi tubuh penjelmaan Anda, tubuh penjelmaan berubah menjadi tubuh penjelmaan lagi, ada ratusan ribu koti (miliaran) tubuh penjelmaan.

Oleh karena itu, Maha Padmakumara Putih masih berada di Buddhaksetra Buddha Amitabha di Sukhavatiloka, Mahaguru Lu hanyalah sebuah representasi yang sangat kecil dari Beliau di dunia Saha. Jadi saya sama sekali belum mati, saya sudah tua, pada saatnya nanti dalam satu jentikan jari saya pun kembali, namun juga tidak kembali, Beliau pada dasarnya memang berada di sana! Hanya saja cangkang saya ini sudah tiada, saya pada dasarnya memang seperti ini.

Mahaguru Lu sekali lagi mengingatkan semuanya, seorang sadhaka harus berusaha sekuat tenaga mencapai welas asih, kesetaraan, toleransi, dan kemurnian, dengan demikian untuk menjadi Arahat maka tidak ada masalah lagi, juga mampu mencapai alam suci Buddhaksetra, bahkan menjadi Bodhisatwa.

Tantra membicarakan kemurnian tubuh, kemurnian ucapan, dan kemurnian pikiran, ini mewakili kemurnian enam indra, begitu keenam indra ini murni, maka sudah menjadi Bodhisatwa.

Saat kita di Tantra membentuk mudra adalah kemurnian tubuh, saat merapal mantra adalah kemurnian ucapan, saat bervisualisasi adalah kemurnian pikiran, menggunakan ini untuk mendorong maju, agar tubuh, ucapan, dan pikiran Anda murni, enam indra murni. Saat melatih sadhana keenam indra pun menjadi murni, tetapi jika saat melatih sadhana masih berkhayal, maka menjadi tidak murni. Kemurnian enam indra yang disebutkan dalam Sutra Surangama, adalah kemurnian tubuh, ucapan, dan pikiran yang dibicarakan dalam Tantra.

Setelah Dharmadesana kalimat Dharma yang lugas dan berharga dari Dharmaraja Lian Sheng pun usai, Beliau dengan welas asih mengadhisthana Air Mantra Maha Karuna, mengabhiseka pratima Buddha, kemudian memegang vyajana-camara mengadhisthana tiap hadirin.

------------------------------

Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB

Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate

Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw

Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature

Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org

Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng

TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。