29 Agustus 2026 Liputan Pujabakti Sadhana Istadewata Mahadewi Yaochi di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple
Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺)
Oleh Lianhua Ci Hui (蓮花慈暉)
Pada tanggal 29 Agustus, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple menyelenggarakan Perayaan Persamuhan Buah Persik, Mahaguru Lu Dharmaraja Lian Sheng memimpin empat kelompok siswa dari seluruh dunia merayakan hari suci Mahadewi Yaochi, melaksanakan pujabakti Sadhana Istadewata Mahadewi Yaochi, dan Kepala Wihara Acarya Shi Lian Yin bersama dengan banyak Ayushmat, Acarya, dan Biksu Biksuni melakukan upacara permohonan Dharma, memohon Dharmaraja Lian Sheng untuk memimpin Upacara Agung Musim Gugur Buddha Amitabha untuk Penyeberangan Arwah yang akan diadakan pada hari Sabtu minggu depan di Meydenbauer Center, dan mentransmisikan Sadhana Istadewata Bodhisatwa Mahastamaprapta.
Mahaguru Lu memberikan Dharmadesana, hari ini ada permohonan Dharma, yang dirapal dalam permohonan Dharma adalah Buddha Amitabha, oleh karena itu Buddha Amitabha, Bodhisatwa Avalokitesvara, dan Bodhisatwa Mahastamaprapta datang terlebih dahulu, kemudian Mahadewi Yaochi bersama Dong Shuangcheng, Xu Feiqiong, Tiga Burung Biru dan banyak pengiring juga datang ke mandala, sehingga Upacara Agung musim gugur kali ini akan menjadi sebuah upacara yang sangat luar biasa.
Berbicara tentang Upacara Agung musim gugur yang akan segera diselenggarakan, Dharmaraja Lian Sheng menyampaikan bahwa saat membabarkan Sadhana Bodhisatwa Mahastamaprapta, Beliau akan membabarkan intisari penting yang telah dipelajari dari bhavana selama bertahun-tahun kepada semuanya di dalam Upacara Agung, yang disebut sebagai The Last Secret (Rahasia Terakhir), namun karena waktu upacara terbatas, konten yang tidak selesai dibabarkan secara rinci, juga akan ditulis ke dalam buku ke-312 Rahasia Pamungkas, kali ini akan mengumpulkan konten penting secara keseluruhan, tidak lagi membabarkan Dharma dengan cara yang membuat orang menebak-nebak, melainkan langsung dibabarkan, mengenai percaya atau tidak percaya, tercerahkan atau tidak tercerahkan, sepenuhnya bergantung pada pribadi sadhaka.
Dharmaraja Lian Sheng merangkum prinsip penting bhavana menjadi empat hal yaitu welas asih, kesetaraan, toleransi, dan kemurnian, dan menunjukkan bahwa ini adalah apa yang dikatakan oleh Buddha Sakyamuni: “Jangan berbuat jahat, perbanyak perbuatan bajik, sucikan hati dan pikiran, inilah ajaran para Buddha.” Mampu berwelas asih kepada semua makhluk, memperlakukan semua makhluk dengan setara, mengampuni semua orang, serta menjaga kemurnian, adalah melakukan pertobatan, dan juga dapat melenyapkan rintangan karma. Mahaguru Lu menekankan, untuk terlahir di Sukhavatiloka, yang terpenting adalah tidak boleh kekurangan akar kebajikan serta fokus dan tidak tergoyahkan.
Berbicara tentang Sutra Mahadewi Yaochi Bimbingan Universal Kesempurnaan Pembebasan Melalui Samadhi dan Prajna, Dharmaraja Lian Sheng menjelaskan, samadhi dan prajna yang disebutkan di dalam Sutra, adalah dhyana samadhi dan kebijaksanaan, tubuh dan pikiran memasuki kestabilan agung, memasuki samadhi, maka bisa menumbuhkan kebijaksanaan, setelah memiliki kebijaksanaan, pembebasan pun menjadi mudah. Mahaguru Lu mengungkapkan, ini memiliki kesamaan dengan metode bhavana yang dibabarkan di dalam Sutra Surangama, pertama-tama harus melenyapkan enam pencuri, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran, beserta enam debu dan enam kesadaran yang terkait. Ketika enam indra tidak lagi mengalir mengikuti kondisi, lima skandha secara alami dapat memancarkan cahaya.
Mahaguru Lu mengajarkan, hal terpenting dalam bhavana adalah menjaga hati diri sendiri, tidak lengah, tidak kacau, fokus memasuki samadhi. Seperti yang disebutkan dalam Sutra Hati, ketika Bodhisatwa Avalokitesvara mempraktikkan Prajna Paramita yang mendalam, Beliau memasuki samadhi yang mendalam dan mengamati bahwa semua dharma adalah tidak dapat diperoleh, karena telah mengetahui bahwa di dunia Saha ini tidak ada apa pun yang diperoleh, maka bisa berfokus memasuki samadhi, sehingga dari ketidakkekalan bisa berubah menjadi kekal, dari penderitaan berubah menjadi kebahagiaan, dari aku yang kecil berubah menjadi aku yang besar, dari kekacauan memasuki nirwana dan keheningan.
Berbicara tentang hidup dan mati, Dharmaraja Lian Sheng berkata, orang-orang akan mengalami tua, sakit, mati, tidak ada orang yang bisa menghindarinya, oleh karena itu harus memiliki kebijaksanaan untuk mengenali jalan yang harus ditempuh oleh diri sendiri. Jika memiliki dhyana samadhi, maka bisa mengendalikan hidup dan mati, jika tidak bisa mengendalikan, saat tiba di bardo, maka akan mengikuti kekuatan karma memasuki tumimbal lahir di enam alam. Dharmaraja Lian Sehng menjelaskan, Tantra sangat mementingkan Metode Kontemplasi Mimpi, karena kondisi mimpi dan bardo adalah mirip, jika di dalam mimpi bisa menyadari bahwa diri sendiri sedang bermimpi, dan bisa mengingat para Buddha Bodhisatwa, Istadewata, dan Acarya, maka bisa melatih kesadaran dan daya samadhi saat berada di alam bardo.
Berbicara tentang harta benda duniawi, Dharmaraja Lian Sheng dengan nada humoris menyampaikan, rumah, mobil, beserta barang-barang di badan, pada akhirnya tidak ada satu pun yang benar-benar milik diri sendiri, tubuhku ini adalah pemberian orang tua, tidak ada barang milikku sendiri! Karena demikian, lalu mengapa harus serakah, marah, dan melekati kebodohan?
Dharmaraja Lian Sheng memberitahu semua, meskipun mengetahui segala sesuatu di dunia Saha adalah kosong, tetapi hidup di dunia tetap bisa bahagia, makan, tidur, berjalan-jalan menikmati pemandangan alam, akan tetapi, bahagia tetaplah bahagia, tetap harus melatih sadhana, mengerjakan tugas harian, dan menulis artikel. Bhavana bukanlah meninggalkan dunia manusia, melainkan menjaga hati diri sendiri di tengah kehidupan duniawi. Kehidupan manusia layaknya sebuah mimpi, sebisa mungkin berbahagialah sedikit, tidak perlu terlalu bersedih.
Dharmaraja Lian Sheng menekankan, alam manusia lebih banyak penderitaan dan sedikit kebahagiaan, sedangkan Sukhavatiloka adalah kebahagiaan abadi, barulah itu disebut kebahagiaan tertinggi. Asalkan memiliki akar kebajikan yang lengkap, dan bisa melafalkan nama Buddha atau merapal mantra dengan fokus dan tidak tergoyahkan, saat menjelang ajal pikiran tidak terjerumus, maka bisa naik ke bahtera Dharma, dijemput oleh Buddha Amitabha untuk terlahir di Sukhavatiloka. Mahaguru Lu memotivasi semua untuk menghargai jodoh bhavana, menjaga hati diri sendiri, mempraktikkan welas asih, kesetaraan, toleransi, dan kemurnian.
Di akhir, Dharmaraja Lian Sheng dengan welas asih mengadhisthana Air Mantra Maha Karuna, mengabhiseka pratima Buddha, dan menggunakan sapu untuk melakukan purifikasi dan memberikan berkah kepada segenap siswa yang hadir.
Sapuan pertama meringankan kerisauan,
Sapuan kedua menyingkirkan nasib buruk,
Sapuan ketiga melenyapkan rintangan karma,
Manggala sesuai harapan, sehat panjang umur, berkah dan kebajikan tercurah!
Dalam suasana yang hangat dan penuh sukacita, perayaan hari suci Mahadewi Yaochi ditutup dengan sempurna.
------------------------------
Siaran langsung pujabakti Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu, pukul 10:00 WIB
Siaran langsung upacara homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin, pukul 05:00 WIB
Tautan pendaftaran upacara di Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/Donate
Zoom partisipasi Upacara Homa Rainbow Temple:
https://tbs-rainbow.org/雲端視訊
Tautan Siaran Langsung (bahasa Mandarin):
https://www.youtube.com/channel/UCTQqhVgp94Vf7KTrANN8Xpw
Tautan Siaran Langsung (bahasa Inggris):
https://www.youtube.com/@tbsseattle.orgenglishstrea3035/feature
Alamat Tbboyeh:
https://www.tbboyeh.org
Kumpulan Video Pembabaran Dharma Dharmaraja Liansheng
TBSNTV bahasa Indonesia:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia