Lama Thukpo dari Sekte Jonang Sowan kepada Dharmaraja Lian Sheng

Lama Thukpo dari Sekte Jonang Sowan kepada Dharmaraja Lian Sheng di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Berita dari Seattle, Amerika Serikat
Dilaporkan bersama oleh Acarya Shi Lian Qi (釋蓮麒上師) dan Lianhua Yiling (蓮花逸伶)

Pada tanggal 26 hingga 27 September 2026, Lama Thukpo (圖克波喇嘛) dari Dorje Ling Buddhist Center di Atlanta, Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat, atas rekomendasi dan pendampingan dari Sister Kelly, secara khusus berkunjung ke Seattle Ling Shen Ching Tze Temple dan Rainbow Temple untuk silaturahmi, serta berkunjung ke Taman Arama Zhenfo, dengan penuh hormat sowan kepada Mulacarya Silsilah Zhenfo Zong, Dharmaraja Lian Sheng, Sheng-yen Lu.

Agenda kunjungan utama selama dua hari ini, dikoordinasikan oleh Acarya Shi Lian Qi (釋蓮麒上師) dari Seattle Ling Shen Ching Tze Temple untuk memahami silsilah dan latar belakang pembelajaran Lama Thukpo (圖克波喇嘛), serta mengatur dan mengoordinasikan kunjungan serta pertukaran di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, Taman Arama Zhenfo, dan Rainbow Temple.

Menjadi Biksu pada Usia Sebelas Tahun
Belajar dan Berlatih di Biara Lungkya Sekte Jonang


Lama Thukpo yang berusia 45 tahun tahun ini lahir di Tibet. Berdasarkan data, beliau memasuki Sangha dan menerima penahbisan monastik sejak usia 11 tahun, utamanya menerima pendidikan dan pembelajaran Buddhadharma di Biara Longshijia (Lungkya Monastery) di Kabupaten Gande, Prefektur Otonomi Etnis Tibet Golog, Provinsi Qinghai, dan setelah itu pernah pergi ke India untuk melanjutkan studi selama sekitar tiga tahun.

Mulacarya utama beliau adalah Dharmaraja H.H. Ngawang Padma Namgyal Palzangpo (阿旺班瑪南加法王), yang juga disebut sebagai Lama Penam Rinpoche (比南仁波切). Lama Thukpo saat ini menetap di Dorje Ling Buddhist Center di Atlanta, Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat, dan beliau menjabat sebagai kepala wihara tersebut saat ini.

Dorje Ling Buddhist Center memiliki hubungan silsilah yang sangat mendalam dengan sekte Jonang Tibet dan silsilah Kalacakra. Lama Thukpo sendiri setiap tahun juga pergi ke Nepal untuk membantu biara dan sekolah setempat, serta memerhatikan pendidikan dan kehidupan anak-anak. Kunjungan khusus ke Seattle kali ini memiliki harapan utama yaitu untuk menjumpai secara langsung Dharmaraja Lian Sheng dan menyampaikan penghormatan kepada Mahaguru Lu.

Menemui Dharmaraja Lian Sheng di Taman Arama Zhenfo
Membicarakan Masa Lalu Melalui Foto-Foto Sejarah yang Berharga


Pada tanggal 26 September sore hari, Lama Thukpo terlebih dahulu mengunjungi Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, kemudian pergi ke Taman Arama Zhenfo untuk sowan kepada Dharmaraja Lian Sheng.

Dalam pertemuan tersebut, Lama Thukpo dengan hormat mempersembahkan khata dan hadiah yang melambangkan kebaikan dan rasa hormat kepada Dharmaraja Lian Sheng, mengungkapkan rasa hormat kepada Dharmaraja Lian Sheng. Dharmaraja Lian Sheng menyambut dengan ramah, dan juga membalas dengan memberikan beberapa buku karya serta materi pengenalan Beliau sendiri, termasuk karya terbaru jilid ke-310 Membunyikan Genta Pagi (敲響晨鐘), Samadhi di Dalam Samadhi (定中之定), edisi bahasa Inggris Kumpulan Ceramah Sutra Vajra “The Vajra Sutra: A Detailed Exposition by Living Buddha Lian Sheng”, serta buku panduan Koridor Waktu Dharmaraja Lian Sheng edisi bahasa Mandarin dan Inggris: “Alam Rahasia Buddha Hidup” (一個活佛的秘境) dan A Hidden Sanctuary of the Living Buddha, agar Lama Thukpo dapat lebih jauh mengenal proses bhavana, pencarian Dharma, dan pembabaran Dharma seumur hidup Mahaguru Lu, serta sebagai kenang-kenangan berharga dari silaturahmi Buddhadharma kali ini.

Dharmaraja Lian Sheng juga secara langsung mengenakan khata kepada Lama Thukpo, kedua belah pihak berbincang dengan ramah dan berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.

Selama kunjungan di Taman Arama Zhenfo, Dharmaraja Lian Sheng secara pribadi memandu Lama Thukpo untuk melihat foto-foto sejarah yang tersimpan di dinding, dengan mendetail menceritakan kisah masa lalu yang berharga tentang masa awal pembabaran Dharma Beliau, termasuk jalinan jodoh sejarah pergi ke India pada tahun 90-an serta interaksi dan silaturahmi di masa lalu dengan Buddha Hidup dan Rinpoche Buddha Tibet.

Dari buku demi buku dan buku panduan, hingga citra sejarah di dinding yang melintasi puluhan tahun, Lama Thukpo memperhatikan dan mendengarkan dengan saksama, dan dari sinilah beliau lebih mendalam memahami proses bhavana, pencarian Dharma, dan pembabaran Dharma bertahun-tahun dari Dharmaraja Lian Sheng.

Dalam pertemuan kali ini, Rinpoche Thubten Karma (吐登卡瑪仁波切) juga secara khusus berpartisipasi dalam penyambutan dan silaturahmi. Karena Rinpoche Thubten Karma selama bertahun-tahun berkecimpung dalam karya pembabaran Dharma dan amal di Nepal, sedangkan Lama Thukpo juga telah lama memerhatikan biara dan pendidikan anak-anak di Nepal, maka kedua belah pihak memiliki banyak topik pembicaraan yang sama. Para sadhaka dari latar belakang Buddha Tibet yang berbeda saling mengenal karena Buddhadharma dan perbuatan bajik amal, serta menambahkan jalinan jodoh khusus bagi kunjungan kali ini.

Mengunjungi Wihara Cikal Bakal
Menyimak Dharmadesana Pujabakti Padmakumara


Pada sore hari itu, didampingi oleh Acarya Shi Lian Yin (釋蓮吟上師) selaku kepala wihara Seattle Ling Shen Ching Tze Temple dan lainnya, Lama Thukpo mengunjungi berbagai sala di wihara cikal bakal, memahami sejarah Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, pendirian dan proses pembabaran Dharma Zhenfo Zong, serta berbagai sala, mandala, dan pratima Buddha Bodhisatwa di wihara.

Pada malam harinya, Lama Thukpo tinggal di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, mengikuti seluruh rangkaian pujabakti hari Sabtu Sadhana Istadewata Padmakumara, pihak wihara juga secara resmi memperkenalkan tamu agung dari sekte Jonang yang datang dari Atlanta ini kepada segenap hadirin.

Kalacakra adalah salah satu ajaran inti yang sangat penting dari sekte Jonang, dan pada malam ketika Lama Thukpo berkunjung khusus untuk sowan kepada Dharmaraja Lian Sheng, dalam Dharmadesana Dharmaraja Lian Sheng juga secara khusus membahas tentang silsilah Sadhana Tantra Kalacakra yang Beliau emban, serta jalinan jodoh untuk membabarkan ajaran Kalacakra ke lima benua sesuai dengan pesan dari Guru Thubten Dhargye, pergi ke banyak negara berbeda untuk mentransmisikan Sadhana Kalacakra.

Tiga Silsilah Kalacakra Utama
Pesan Guru untuk Membabarkan ke Lima Benua


Berdasarkan data Dharmadesana Zhenfo Zong dari tahun ke tahun, Sadhana Tantra Kalacakra yang ditransmisikan oleh Dharmaraja Lian Sheng memiliki dua silsilah dunia manusia, serta satu silsilah rahasia keheningan samadi.

Silsilah dunia manusia yang pertama adalah jalur silsilah yang lebih singkat: Panchen Lama ke-9 → Guru Sakya Zhengkong (薩迦證空上師) → Dharmaraja Lian Sheng, Sheng-yen Lu.

Guru Sakya Zhengkong pada tahun itu di Yushu, Qinghai, menerima Abhiseka dan transmisi Sadhana Kalacakra dari Panchen Lama ke-9, kemudian mentransmisikan silsilah ini kepada Dharmaraja Lian Sheng di Seattle, Amerika Serikat.

Yang kedua adalah silsilah dunia manusia yang lebih panjang: Kanjurwa di Mongolia → Thubten Nyima → Thubten Dali → Guru Thubten Dhargye (吐登達爾吉上師) → Dharmaraja Lian Sheng, Sheng-yen Lu (Thubten Qimo / 吐登其摩). Aliran Dharma ini ditransmisikan sepanjang jalan dari Kanjurwa Khutuktu Mongolia hingga ke Guru Thubten Dhargye, dan kemudian Guru Thubten Dhargye mentransmisikan Kitab Dharma dan Abhiseka kepada Dharmaraja Lian Sheng.

Selain itu, Dharmaraja Lian Sheng juga pernah membabarkan bahwa Beliau sendiri di dalam samadhi yang sangat mendalam secara langsung memperoleh adhistana dan abhiseka Kalacakra yang disebut sebagai silsilah rahasia keheningan samadi.

Dharmaraja Lian Sheng mematuhi pesan dari Mulacarya Beliau: Guru Thubten Dhargyeuntuk membabarkan Maha Sadhana Kalacakra ke lima benua. Sejak pertama kali membabarkan Sadhana Tantra Kalacakra di Hong Kong pada tahun 2000, jejak langkah Dharmaraja Lian Sheng selama bertahun-tahun telah tersebar ke berbagai penjuru dunia, secara berturut-turut mentransmisikan Kalacakra dan Sadhana Tantra yang berkaitan dengannya, mempraktikkan amanat Guru Thubten Dhargye.

Data resmi Zhenfo Zong juga mencatat bahwa hingga upacara London, Inggris pada tahun 2013, Dharmaraja Lian Sheng telah menyelesaikan ikrar dan tindakan membabarkan Kalacakra ke lima benua.

Dalam Dharmadesana malam hari itu, Dharmaraja Lian Sheng juga secara khusus mengisahkan tentang jalinan jodoh istimewa saat memimpin Upacara Agung Kalacakra di Jakarta, Indonesia pada tanggal 25 Maret 2012. Pada tahun itu Dharmaraja Lian Sheng memimpin Upacara Agung Homa Kalachakra Santika, Paustika, Vasikarana, dan Penyeberangan (時輪金剛息災祈福增益敬愛超度護摩大法會) di Jakarta, Indonesia, dan untuk pertama kalinya mentransmisikan Sadhana Rantai Kalachakra (時輪金剛鏈法). Berdasarkan uraian Dharmadesana publik Dharmaraja Lian Sheng setelahnya, saat itu Beliau memegang dupa yang membara, dalam foto yang diambil di lokasi, asap dupa yang membubung menunjukkan rupa Kalacakra, berhadap-hadapan dengan Dharmaraja Lian Sheng; citra khusus ini juga menjadi sebuah fenomena spiritual istimewa yang telah dibicarakan dengan antusias oleh para siswa Zhenfo Zong selama bertahun-tahun. Catatan Dharmadesana resmi Zhenfo Zong kemudian juga mencatat hal ini dengan tajuk Upacara Agung Indonesia 2012: Asap Berkumpul Membentuk Rupa Kalacakra (2012年印尼大法會 香煙聚成時輪金剛像).

Bagi seorang Lama Thukpo yang berasal dari silsilah sekte Jonang, kunjungan khusus kali ini untuk sowan kepada Dharmaraja Lian Sheng, dan bertepatan pula dengan Dharmaraja Lian Sheng yang membahas silsilah Kalacakra dan jalinan jodoh pembabaran Dharma Beliau sendiri dalam Dharmadesana malam itu, juga memberikan tambahan lapisan jalinan jodoh Dharma yang istimewa pada pertemuan antara para sadhaka dari silsilah yang berbeda ini.

Setelah pujabakti berakhir, Lama Thukpo bersama khalayak segenap hadirin dengan hormat menerima adhisthana jamah kepala secara langsung dari Dharmaraja Lian Sheng.

Usai berpartisipasi dalam pujabakti malam hari itu, Lama Thukpo membagikan kesan dan perasaannya dengan menyatakan: "Meskipun cara kita menekuni Sadhana Tantra satu sama lain berbeda, tetapi diri ini merasa daya adhistana tetap sama-sama sangat istimewa." Rasa tulus ini juga meninggalkan pemandangan yang mendalam dan hangat bagi silaturahmi antar silsilah Buddhisme yang berbeda kali ini.

Kembali Mengunjungi Rainbow Temple
Mengikuti Upacara Homa Mahadewi Yaochi


Keesokan harinya, Minggu tanggal 27 September, Lama Thukpo kembali pergi ke Rainbow Temple, mengikuti Upacara Homa Mahadewi Yaochi Wanfoshou Wujiyan (萬佛手無極眼瑤池金母護摩法會) yang dipimpin oleh Dharmaraja Lian Sheng.

Dari wihara cikal bakal, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, mengunjungi Taman Arama Zhenfo untuk menemui Dharmaraja Lian Sheng, hingga pergi ke Rainbow Temple untuk mengikuti Upacara Homa, agenda kunjungan utama selama dua hari pada hari Sabtu dan Minggu ini, bukan sekadar interaksi silaturahmi antar kalangan Buddhis, melainkan juga sebuah jalinan jodoh bajik di mana para sadhaka dari silsilah yang berbeda saling mengenal melalui Buddhadharma dan saling menghormati.

Kembali ke Wihara Cikal Bakal Sebelum Pulang
Menyampaikan Terima Kasih dan Pamit kepada Dharmaraja Lian Sheng


Setelah mengakhiri agenda kunjungan Buddhis selama dua hari pada hari Sabtu dan Minggu, pada hari Senin tanggal 28 September, Lama Thukpo pergi untuk mengunjungi pusat kota Seattle.

Pada petang hari itu, beliau kembali secara khusus kembali ke Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, sebelum meninggalkan Seattle, sekali lagi menyampaikan rasa terima kasih kepada Dharmaraja Lian Sheng atas sambutan hangat yang diterima kali ini, serta dengan penuh hormat berpamitan kepada Dharmaraja Lian Sheng.

Mulai dari saat pertama tiba di Seattle dengan sikap hati penuh hormat untuk datang menemui, hingga sebelum pulang, kembali lagi ke wihara cikal bakal untuk menyampaikan rasa terima kasih dan salam perpisahan; mulai dari melihat satu demi satu foto sejarah yang berharga di Taman Arama Zhenfo, hingga mendengar secara langsung Dharmaraja Lian Sheng membahas silsilah Kalacakra dan jalinan jodoh pembabaran Dharma, kebersamaan selama beberapa hari yang singkat ini telah merajut sebuah jalinan jodoh Buddhadharma yang sangat berharga.

Pada tanggal 29 September, Lama Thukpo berangkat terbang kembali ke Atlanta, mengakhiri perjalanan ke Seattle kali ini dengan sempurna.

Kunjungan kali ini mulai dari pertemuan, silaturahmi, mendengarkan Dharma, Homa, hingga salam perpisahan sebelum keberangkatan, diselesaikan dengan sempurna di dalam rasa saling menghormati dan sukacita Dharma. Meskipun berbagai silsilah agama Buddha masing-masing memiliki garis silsilah historis dan karakteristik bhavana tersendiri, namun mereka bertemu dan saling bertukar pikiran karena sraddha Dharma yang sama; perjalanan ke Seattle oleh Lama Thukpo kali ini juga menciptakan jalinan jodoh silaturahmi yang hangat dan berharga antara para sadhaka Zhenfo Zong dan sekte Jonang Tibet.

持誦長壽佛心咒「嗡。阿媽惹尼。祖溫底耶。梭哈。」 「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。