
032 Terlena Dalam Dimensi Makhluk Halus
Orang yang memiara makhluk halus umumnya akan terlena dalam dimensi makhluk halus,tidak bisa melepaskan diri. Hingga yang bersangkutan mati dijemput makhluk halus, dan dirinya pun menjadi sesosok makhluk halus.
Saya ingat Guru saya pernah menuturkan kisah seperti berikut:
Ada seseorang bernama Li Si, ia memiara makhluk halus yang sangat manjur.
Li Si gemar memakai topi,di topinya ada sebuah lubang untuk menyimpan patung manusia kayu kecil berukuran 2,6 inci, lubang ini ditutup supaya tidak terkena sinar matahari.
Patung manusia kayu sering membisikkan sesuatu di telinga Li Si.
Terkadang berkata, “Li Si,Li Si, di Kuil Dewa Bumi sebelah kirimu, ada sekeping roti bakar ditinggalkan orang yang bersembahyang, nanti kamu makan dua pertiga, saya makan sepertiga.”
Li Si tiba di Kuil Dewa Bumi, memang di sana ada sekeping roti bakar yang masih hangat. Ia turuti pesan patung manusia kayu, makan dua pertiga, sisa sepertiga ditaruh di meja persembahan. Dalam sekejap mata, roti bakar tersebut raib, hanya menyisakan butiran wijen.
Terkadang berkata, “Li Si,Li Si, siang ini bakal hujan deras, kamu jangan keluar rumah, air meluap hingga sepinggang.”
Li Si segera memindahkanbarang-barang berharga di dalam rumah ke tempat yang lebih tinggi.
Hari itu, matahari bersinar terik, langit tampak cerah.
Li Si memberi tahu para tetangga di sekitarnya dan semua kerabatnya, tetapi tidak ada yang percaya.
Siangnya, tiba-tiba angin bertiup kencang, awan gelap menyelimuti angkasa, kemudian mendadak turun hujan deras. Hujan tersebut terus mengguyur hingga malam hari, air benar-benar meluap hingga sepinggang.
Para tetangga dan semua kerabat Li Si terheran-heran!
Belakangan, Li Si memberi pelayanan ramal nasib.
Sangat akurat!
Kehebatannya tersiar hingga desa tetangga.
Di kemudian hari Li Si berniat menikah, patung manusia kayu memberitahunya lebih baik tidak menikah,tetapi Li Si tidak mau mendengarnya.
Patung kayu memberi petunjuk, “Suami dari timur, istrinya ada di barat. Setelah menikah keduanya jangan pernah berpisah. Sejak tanda jadi diterima, saling mencintai hingga tigatujuh.”
Li Si meminta bantuan mak comblang.
Akhirnya memang ketemu seorang gadis di desa sebelah barat, parasnya cukup jelita.
Keduanya menikah dan memang saling mencintai satu sama lain.
Ramalan Li Si terkenal akurat, ketika berumur 37 tahun, ada seorang hartawan mengundangnya ke kota, ia mesti meninggalkan rumah selama sepuluh hari. Ia pun memberi tahu istrinya,kemudian berangkat seorang diri ke rumah hartawan untuk mengamati fengshui.
Sepuluh hari kemudian, ia pulang ke rumah.
Patung kayu berbisik ditelinganya, “Li Si, Li Si, istrimu sedang bersama pria lain di rumahmu!”
Li Si bergegas melanjutkan perjalanan.
Ternyata memang benar, Li Si mendapati istrinya berhubungan intim dengan seorang pria.
Oleh sebab itu, ikatan cinta kasih mereka pun berakhir saat Li Si berumur 37 tahun.
Li Si marah besar, ia menghempaskan patung kayu itu ke selokan.
Patung kayu berteriak,“Jangan berpisah, jangan berpisah, jangan berpisah.”
Sejak saat itu, pelayanan konsultasi Li Si tidak pernah manjur lagi. Suatu kali, Li Si mabuk parah dan tak sengaja jatuh ke dalam selokan, dan mati.
●
Saya mendapati Nenek Hantu 100% menggantungkan diri pada Altar XX.
Penghuni Altar XX juga diam-diam memberi bantuan kepada Nenek Hantu. (mendapatkan popularitas dan keuntungan pribadi)
Nenek Hantu sering berkata, “Pergilah berdoa pada Altar XX.”
Ia juga berkata, “Mengapa saya memasang plakat hantu di Ksitigarbhasala vihara, cetya, perkumpulan kebhaktian Zhenfozong di seluruh dunia? Supaya layanan konsultasi saya bisa lebih mujarab.”
Tingkat spiritual Nenek Hantu itu sepadan dengan Li Si.
Bedanya, Li Si hanya memiara sesosok makhluk halus, sedangkan Nenek Hantu memiara jutaan makhluk halus. Ini sungguh hal yang mengerikan karena sulit sekali mengendalikan jutaan makhluk halus tersebut.
Nenek Hantu telah terlena dalam dimensi makhluk halus, sudah tidak mungkin melepaskan diri lagi.
Sumber: https://reader.tbboyeh.org/#/mybook?id=1000150

