Penulis:Sheng-yen Lu
Penerbit:Budaya Daden Indonesia
Tanggal penerbit:2026/03/19
Bahasa:Bahasa Mandarin
Batas Usia Pembaca:Semua Usia
Tombol Tautan Situs:Lanjut membaca
Penjelasan Ringkas:
Bintang Abadi (Kata Pengantar)
Pada suatu malam, dalam keadaan setengah tidur dan setengah terjaga, saya mendengar sebuah lagu, lagu itu adalah: “Bintang”.
Lagu ini terus bergema di sekitar saya, kadang seperti sungai besar yang jernih dan mengalir luas, kadang seperti aliran kecil yang bersenandung, kadang seperti singa jantan berlari di pegunungan panjang, dan kadang seperti kesunyian penuh kesedihan…
Melodi itu mengguncang batin saya.
Saya tidak bisa memahami, apa yang hendak dinyatakan oleh lagu ini kepada saya?
Siapa yang memutar lagu ini?
Datang dari kehampaan?
Muncul dari batin sendiri?
Terjadi secara alami?
Atau hasil dari pertemuan sebab dan kondisi?
Saya mengajukan begitu banyak pertanyaan, namun sesungguhnya, tidak ada jawabannya.
Karena saya hanya seorang diri, di dalam kamar, dengan tenang mendengarkan lagu ini, seperti awan di langit, melayang datang dan pergi.
Ada rasa duka dan kepedihan!
Juga ada kerinduan yang tabah dan luar biasa!
Emosi yang kompleks itu saling terjalin, malam itu seperti berayun dalam melodi, naik turun, tanpa henti.
Kemudian, dari kehampaan terdengar suara berseru:
“Mahaguru Lu! Ingat empat kata ini, ‘Lu La Mu Ta’, empat kata ini adalah kunci penting.”
"Lu La Mu Ta!"
"Lu La Mu Ta!"
"Lu La Mu Ta!"
●
Keesokan harinya saya bangun, dan mencari lagu “Bintang” ini.
Ternyata:
Itu adalah lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi Jepang Tanimura Shinji, sangat terkenal. Lirik, musik, dan nyanyiannya oleh Tanimura Shinji sendiri.
Lagu ini juga pernah dinyanyikan oleh Guan Zhengjie, Teresa Teng, dan Roman Tam…
Dalam bahasa Jepang terdapat kalimat penuh kesedihan:
Membuka mata dengan kesedihan
Dengan wajah pucat
Selain jalan di padang tandus
Hanya ada bintang takdir yang tergantung di langit
Selain itu, ada juga kalimat penuh keteguhan:
Hati yang sangat membara
Mengejar mimpiku
Dengan kehidupan yang menyala
Melangkah maju
Selamat tinggal wahai bintang takdir
Lalu, apakah "Lu La Mu Ta” itu?
Acarya Lian Chuan menelusuri dalam bahasa Sanskerta.
Ternyata artinya adalah “manunggal”, yaitu “terikat menjadi satu”.
Kita menekuni bhavana Tantra, kunci yang paling penting adalah “manunggal”.
"Lu La Mu Ta!"
"Lu La Mu Ta!"
"Lu La Mu Ta!"
Berdoa semoga semua mencapai keberhasilan “manunggal”. Selamat membaca dan mereguk manfaatnya.
Sheng-Yen Lu
17102 NE 40th Ct.,
Redmond WA 98052
U.S.A.
Agustus 2025