9 Januari 2022 Upacara Agung Homa Padmakumara di Rainbow Temple

9 Januari 2022 Upacara Agung Homa Padmakumara di Rainbow Temple

#LiputanTBSN

Pada tanggal 9 Januari 2022, pukul 3 sore, cuaca di Seattle masih tetap dingin seperti sebelumnya, tapi udara dingin tidak merintangi semangat untuk berpartisipasi dalam upacara. Sebelum upacara dimulai, pemandu upacara mengingatkan semua supaya berhati-hati dalam melangkah, karena licin, perhatikan keselamatan. Mobil yang membawa Mahaguru perlahan tiba, semua langsung berdiri, bersama menyambut kedatangan Mulaguru yang tercinta, Dharmaraja Liansheng.

Setelah memandu semua untuk bernamaskara kepada altar mandala, Dharmaraja Liansheng berjalan ke depan layar Zoom untuk menyapa segenap umat yang berpartisipasi secara daring. Kemudian, pemandu upacara mempersilakan Dharmaraja Liansheng untuk naik Dharmasana, Upacara Homa Padmakumara pun dimulai.

Usai upacara, Dharmaraja Liansheng memberitahukan bahwa Yidam Upacara Homa minggu depan adalah Bhagavati Syama Tara (Tara Hijau/Lvdumu-綠度母), Syama Tara merupakan pemimpin dari 21 Tara, merupakan penjelmaan dari Bodhisatwa Avalokitesvara, disebut juga Bodhisatwa Tara (Duoluo Pusa-多羅菩薩). Beliau membantu Bodhisatwa Avalokitesvara untuk membimbing semua makhluk, ini merupakan salah satu dari tiga ikrar agung Bodhisatwa Tara. Dharmaraja Liansheng mengungkapkan bahwa dahulu ada satu sekte yang menetapkan bahwa sadhaka laki-laki khusus menekuni Sadhana Guru Padmasambhava, dan sadhaka perempuan khusus menekuni Sadhana Syama Tara.

Dulu ketika Dharmaraja Liansheng berjumpa dengan Gyalwa Karmapa ke-16, bertanya bagaimana Gyalwa Karmapa bersadhana? Gyalwa Karmapa menjawab, di siang hari menekuni Sadhana Tara, di malam hari menekuni Sadhana Dharmapala. Saat itu Sadhana Tara yang ditekuni oleh Gyalwa Karmapa ke-16 adalah Sadhana Syama Tara, dan Dharmapala adalah Mahakala. Menurut Guru Padmasambhava, kontak yoga Sadhana Tara sangat cepat. Konon, ketika membimbing para makhluk, Bodhisatwa Avalokitesvara menitikkan dua tetes air mata welas asih, yang satu menjelma menjadi Syama Tara, dan yang satu menjelma menjadi Sita Tara (Tara Putih/Baidumu-白度母). Bisa dibilang, Syama Tara sangat berjodoh dengan makhluk di dunia.

◎ Interaksi Adalah Kekuatan – Anda Bertanya Saya Menjawab

Pertanyaan dari siswa di Malaysia:
1. Siswa mohon Mahaguru Lu berkenan memperagakan cara merapal Mantra Pelindung Diri dari Drdha Prthivi (Jianlaodishen): "Dan Zhi Ta. Er Zhi Li. Wei She Jie Zhi Nai Zhi Ju Zhi. Bo Di. Bo Di Li. Di Zhi Bei Zhi Ju Ju Zhi. Qu Po. Zhi Li Sha He." Merapal Mantra satu kali, membuat simpul satu kali pada benang lima warna, merapal sebanyak 21 kali, sehingga simpul yang dibuat sebanyak 21 simpul.

Dharmaraja Liansheng memperagakan cara merapal Mantra Pelindung Diri Drdha Prthivi, kemudian memberitahu bahwa setelah membuat simpul pada benang lima warna, bisa dilingkarkan kepada rumah.

2. Mohon Dharmaraja Liansheng memperagakan cara membentuk Mudra Mengundang Drdha Prthivi: Tangan kiri menggenggam erat vajra bersula tiga, ibu jari tangan kanan ditekuk ke bagian dalam telapak tangan, keempat jari yang lain tegak lurus, telapak tangan menghadap luar, merapal "Suoha" dengan suara berat sebanyak 3 kali.

Dharmaraja Liansheng mengungkapkan bahwa vajra bersula tunggal disebut juga jarum vajra, vajra bersula tiga disebut juga bibir vajra, sedangkan vajra bersula lima disebut juga gigi vajra. Kemudian Dharmaraja Liansheng berwelas asih memperagakan Mudra Mengundang Drdha Prthivi, dan memberitahu bahwa setelah merapal "Suoha" dengan suara berat sebanyak 3 kali, Drdha Prthivi akan hadir.

3. Apakah Drdha Prthivi punya Mantra pendek?

Dharmaraja Liansheng menjawab, hanya bisa memberitahu semua bahwa nama dari Drdha Prthivi adalah "Zhi Li" atau "Er Shi Li", dan istri Beliau adalah Bodhisatwa Ibu Pertiwi (Dimu Pusa-地母菩薩), Ibu Pertiwi ada tertulis dalam Sutra Buddha.

Sebelum mulai melanjutkan pengulasan Sutra Vajra, Dharmaraja Liansheng menyampaikan sebuah cerita humor supaya semua memahami pentingnya kesehatan. Banyak orang usia senja yang mengalami otot kandung kemih lemah, sehingga tidak bisa mengontrol kencing, sedangkan Dharmaraja Liansheng sudah selama 40 tahun menekuni yoga, meskipun sekarang berusia 70 sekian tahun, tapi tidak mengalami persoalan tersebut. Selain itu, saat Dharmaraja Liansheng memeriksakan diri di Taiwan, dokter menyatakan bahwa penglihatan Dharmaraja Liansheng sejelas penglihatan orang muda.

◎ Dharmaraja Liansheng Mengulas Sutra Vajra

Teks Sutra:
Bagian 15, Pahala Merapal Mengamalkan dan Mempertahankan Sutra Vajra
"Subhuti! Jika ada putra dan putri yang berbudi, di saat matahari baru terbit melakukan derma dengan tubuh sebanyak butiran pasir Sungai Ganga, di tengah hari kembali melakukan derma dengan tubuh sebanyak butiran pasir Sungai Ganga, di senja hari juga melakukan derma dengan tubuh sebanyak butiran pasir Sungai Ganga, melakukan derma dengan tubuhnya sebanyak itu dalam waktu kalpa yang tak terhingga banyaknya; Jika ada orang yang mendengarkan Sutra Vajra, timbul keyakinan kukuh dan tidak menentang Sutra Vajra, maka berkah yang dihasilkan melampaui berkah dari derma yang tadi."

Terlebih dahulu Dharmaraja Liansheng mengulas: "Bagian 15, Pahala Merapal Mengamalkan dan Mempertahankan Sutra Vajra", Buddha Sakyamuni kerap menggunakan jumlah pasir Sungai Ganga untuk mengumpamakan jumlah yang sangat banyak, Dewi Sungai Ganga adalah Dewi Saraswati. Saat matahari baru terbit adalah saat fajar, tengah hari adalah saat matahari tepat di tengah, senja hari adalah saat matahari telah terbenam, sedangkan satu kalpa sama dengan lebih dari 16,000,000 tahun.

Dalam bagian ini, yang paling penting adalah "tidak menentang", maksudnya adalah tidak bertentangan dengan makna utama dari Sutra Vajra, mengamalkannya, maka ia adalah Tathagata. Bisa meyakini dan mengikuti makna utama Sutra Vajra dan mengamalkannya, pahalanya sangat besar, melampaui pahala yang dihasilkan dari derma sebanyak butiran pasir Sungai Ganga yang dilakukan setiap hari tiga waktu selama kalpa yang tak terhingga banyaknya.

Bukan berarti setiap hari merapal Sutra Vajra maka menghasilkan pahala seperti itu, melainkan harus meyakini makna utama dalam Sutra Vajra, dan mengamalkan tanpa atirbut keakuan, tanpa atribut pribadi, tanpa atribut makhluk hidup, dan tanpa atribut jangka kehidupan. Ketika Anda tidak bertentangan dengan makna utama dan mengamalkannya, berarti Anda telah cerah, Anda adalah Buddha.

Dharmaraja Liansheng menggunakan bahasa sehari-hari untuk mengupas makna petuah mulia dari Laozi: "Tiada suatu apa pun, seolah-olah di dalamnya ada sesuatu." Membuat kami semua memahami, sesunggunya tiada suatu apa pun, seolah-olah di dalamnya ada Buddhata. Sama seperti Dharmadesana Mahaguru Lu, tiada yang mendengar Dharma, tiada yang membabarkan Dharma, tiada Buddhadharma, tapi di dalamnya ada sesuatu.

Tathagata artinya, seolah-olah datang (Rulai) dan seolah-olah pergi (Ruqu). Contohnya adalah upacara kali ini, orang yang minggu lalu duduk di sini, sekarang sudah tidak duduk di sini lagi. Sedangkan yang sekarang, akan berubah menjadi lampau, seperti datang, seperti pergi. Lampau telah berlalu, sekarang akan berlalu, mendatang masih belum terjadi, apa yang ada sekarang?

Di penghujung Dharmadesana, Mahaguru Lu mencontohkan peristiwa Kaisar masa lampau yang mencari pil hidup kekal, sesungguhnya semua adalah sunya, seperti datang, seperti pergi. Sekarang merasakan sesuatu karena ada enam indra, dan semua masuk ke dalam ingatan. Jika gudang ingatan dalam otak manusia sudah tiada, maka tiada suatu apa pun, bahkan hidup pun juga tiada.

Setelah membabarkan prajna sunya dalam Sutra Vajra, Dharmaraja Liansheng bersama semua menyaksikan videp pendek dari divisi pendidikan True Buddha Foundation. Video melaporkan kemajuan kurikulum dalam perguruan daring Zhenfo Zong "Pendidikan Buddhis yang Komperehensif", segenap rohaniwan dan peserta didik yang mendukung pendidikan Zhenfo tampil di layar, sungguh menginspirasi, membangkitkan sukacita, dan patut kita teladani.

Di penghujung acara, Dharmaraja Liansheng memandu semuanya untuk bernamaskara kepada altar mandala, kemudian berpamitan dengan segenap siswa yang berpartisipasi secara daring melalui Zoom. Kita semua menantikan perjumpaan kembali pada Upacara Homa Syama Tara minggu depan.

------------------------

Artikel lengkap Dharmadesana dapat disimak melalui situs True Buddha News (Bahasa Mandarin):
www.tbsva.org/tbnw/epaper_detail2053.htm

Marilah kita saksikan berbagai ceramah Dharma berharga yang disampaikan oleh Dharmaraja Liansheng di kanal YouTube:
https://youtube.com/c/TBSNTVIndonesia

#TautanPendaftaranUpacaraRainbowTemple: https://tbs-rainbow.org/Donate

Tautan partisipasi dalam upacara homa melalui Zoom: https://tbs-rainbow.org/雲端視訊

#Padmakumara

Yidam Homa minggu depan adalah #SyamaTara

「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。 億萬虎頭金剛心咒,招財鎮煞降伏瘟疫