‘Putus dengan luar’, berarti tubuh Anda telah putus hubungan dengan dunia luar. Tidak ada telepon, tidak ada surat kabar, tidak ada televisi, tidak ada surat, tidak ada pembicaraan, tidak ada kertas pesan, semua tidak diperbolehkan.

Ada yang keluar dari pertapaan di tengah jalan, semisal mesti berada dalam pondok selama seminggu, tapi di hari ke-3 atau ke-4 Anda sudah keluar, berarti upaya Anda tidak bermanfaat, menulis secarik kertas pesan juga tidak diperbolehkan.

Seseorang, atau kerabat Anda, atau teman Anda ‘nebo’ (Bahasa Jepang), apa itu ‘nebo’? Dalam Bahasa Jepang artinya adalah meninggal dunia. Atau seorang kerabat Anda bagaimana, hal ini tidak ada hubungannya dengan bhavana. Tidak boleh keluar dari pertapaan, juga tidak boleh berkirim pesan.


“Rang. Yang. Kang” bukan hanya merupakan mantra yang dijapa dalam Sadhana Tidur Dalam Terang, dalam banyak hal, ketika hendak berpulang, mantra yang dapat Anda gunakan dalam kremasi untuk mendiang adalah “Rang. Yang. Kang”.

“Om. A. Hum” berarti kelahiran, “Rang. Yang. Kang” berarti berpulang. Di dalamnya ada suara yang mengandung banyak makna, bisa digunakan untuk banyak hal, bahkan bisa untuk tidur.

Tidur adalah sebuah kematian kecil, juga merupakan kematian sementara. Kematian sementara adalah tidur. Ada juga kematian selamanya, yaitu saat meninggal dunia. Sesungguhnya semua ini sama saja, akan tetapi dalam pandangan manusia awam semua menjadi berbeda. Dalam pandangan kami, semua sama saja.

Dalam Buddhadharma ada banyak yang merupakan ‘Aniyatadharma’ (tidak tetap), ini juga merupakan ‘Ekasvara Membabarkan Sarvadharma’. Shakyamuni Buddha membabarkan Dharma, para siswa mendengarnya, dan masing-masing memperoleh persepsi yang berbeda, ‘Ekasvara Membabarkan Sarvadharma’, hasilnya berbeda-beda.


Ketika Shakyamuni Buddha membabarkan Dharma, semua orang mendengar Dharma, akan tetapi pemahaman tiap siswa berbeda-beda. Hari ini saya membabarkan Dharma, ada orang yang mengatakan: “Hari ini mendengar Dharma, saya merasa dipenuhi Dharmasukha.”


Dalam Hati Buddha tiada istilah benci. Apabila dalam Hati Buddha masih ada kebencian, berarti ia adalah orang awam, bukan Buddha. Tiada benci, tiada musuh, tiada dendam, inilah Hati Buddha dan Bodhisattva.


Oleh karena itu, dalam menyeberangkan para insan, sama seperti apa yang dituturkan oleh Konfusius: “Mengajar tanpa diskriminasi.”, tidak mendiskriminasi. Tidak ada siapa pun yang diabaikan. Tidak ada istilah mencampakkan seseorang dan tidak ada istilah tidak perlu diseberangkan. Siapa pun mesti diseberangkan. Menggunakan berbagai macam cara, tidak peduli berjodoh atau tidak, semua mesti diseberangkan.


「一生一咒」800萬遍上師心咒活動,從今年師尊的佛誕日正式啟動,請參加者到TBSN官網以下鏈接登記資料: 每持滿十萬遍上師心咒者,宗委會將把名單呈給師尊加持。每持滿一百萬遍者,將列名護摩法會功德主,資料請師尊主壇護摩法會時下護摩爐。